Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PENGOLAHAN IKAN LOKAL BERPROTEIN TINGGI SEBAGAI MAKANAN PENDAMPING ASI PADA BALITA DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI DESA PUCAK Sumiaty, Sumiaty; M, Azrida; Arman, Arman; Thamrin, Halida
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i2.861-868

Abstract

Bayi yang berusia lebih dari enam bulan memerlukan semua jenis nutrisi, termasuk makanan tambahan selain ASI (MP-ASI). Apabila kebutuhan ini tidak dipenuhi, bayi berpotensi menghadapi gangguan dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya, seperti stunting. Tujuan dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah untuk: 1) Bidang Kesehatan, yaitu meningkatkan keterampilan ibu balita dalam mengolah camilan MP-ASI berbahan ikan lokal agar kebutuhan protein balita tercukupi dan dapat mencegah stunting; 2) Bidang Edukasi, yaitu meningkatkan pengetahuan atau pemahaman ibu balita mengenai pentingnya makanan pendamping ASI yang tepat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah: 1) Bidang Kesehatan, meningkatkan keterampilan ibu balita dalam mengolah camilan MP-ASI berbahan ikan melalui kegiatan demo masak (praktik memasak nugget dan bola-bola ikan bandeng); 2) Bidang Edukasi, meningkatkan pengetahuan ibu balita terkait makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang tepat melalui penyuluhan. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa ibu balita mampu mengolah ikan bandeng menjadi nugget dan bola-bola ikan setelah berpartisipasi dalam demo masak, serta terdapat peningkatan pemahaman yang ditunjukkan melalui hasil pre-test dan post-test, dari 70% menjadi 97,33%. Kegiatan pengabdian ini sangat bermanfaat bagi ibu balita yang kesulitan dalam mengolah ikan, sehingga anak tidak bosan dan kebutuhan proteinnya terpenuhi, yang pada akhirnya dapat mencegah stunting.
PENDIDIKAN KESEHATAN DAN PELATIHAN PEMBUATAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI) LOKAL DARI BAHAN DASAR SUKUN DI DESA MARAYOKA KEC. BANGKALA KAB. JENEPONTO Thamrin, Halida; M, Azrida
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 7 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i7.2402-2405

Abstract

Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berkualitas merupakan syarat untuk membawa Indonesia Maju pada tahun 2045. Namun persiapan SDM unggul masih menghadapi tantangan pada masalah gizi. Data kesehatan menunjukkan Kabupaten Jeneponto merupakan salah satu lokasi khusus untuk menurunkan masalah kesehatan gizi khususnya anak balita. Tingginya masalah gizi pada balita bukan hanya karena faktor kemiskinan tetapi minimnya pengetahun dan praktik pengasuhan anak serta pemberian makan anak yang tidak mencukupi juga ikut memberikan sumbangsih terhadap masalah gizi yang dihadapi saat ini. Tujuan umum dari kegiatan ini yaitu sebagai upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pendidikan kesehatan. Tujuan khusus dari kegiatan ini yaitu (1) Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan balita, gizi dan stimulasi pertumbuhan dan perkembangan anak (2) dan pembuatan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) lokal dengan bahan dasar sukun yang dapat menambah variasi pemberian MP-ASI sehingga dapat mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Target yang diharapkan pada kegiatan ini adalah bertambahnya informasi dan pengetahuan masyarakat terhadap kesehatan bayi serta adanya peningkatan kesadaran, kemauan dan kemapuan hidup sehat bagi setiap orang agar derajat kesehatan yang setinggi-tingginya dapat terwujud. Dalam meningkatkan kesejahteraan bayi dan balita maka seorang ibu harus dibekali dengan pendidikan kesehatan Target yang diharapkan pada kegiatan ini adalah bertambahnya informasi dan pengetahuan masyarakat terhadap kesehatan bayi serta adanya peningkatan kesadaran, kemauan dan kemapuan hidup sehat bagi setiap orang agar derajat kesehatan yang setinggi-tingginya dapat terwujud. Dalam meningkatkan kesejahteraan bayi dan balita maka seorang ibu harus dibekali dengan pendidikan kesehatan Target yang diharapkan pada kegiatan ini adalah bertambahnya informasi dan pengetahuan masyarakat terhadap kesehatan bayi serta adanya peningkatan kesadaran, kemauan dan kemapuan hidup sehat bagi setiap orang agar derajat kesehatan yang setinggi-tingginya dapat terwujud. Dalam meningkatkan kesejahteraan bayi dan balita maka seorang ibu harus dibekali dengan pendidikan kesehatan tentang kebutuhan anak balita. Kegiatan ini dilaksanakan dengan (1) pemberian pendidikan kesehatan melalui penyuluhan tentang kesehatan balita, gizi dan stimulasi pertumbuhan dan perkembangan anak (2) pelatihan MP-ASI lokal dari bahan dasar pembuatan sukun dengan melakukan unjuk rasa.
Asuhan Kebidanan Kompehensif pada Ny. S di RSIA Masyita Makassar Emisah, Nur; M, Azrida; S, Suryanti
Window of Midwifery Journal Vol. 6 No. 2 (Desember, 2025)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/mx856585

Abstract

Continuity of Care is a comprehensive and continuous approach to care for mothers and babies, from pregnancy, childbirth, postpartum, newborn care, and family planning services. Its primary goal is to optimally monitor the condition of the mother and baby, build a trusting relationship between the midwife and the mother, and improve the quality of midwifery care. The method used in providing midwifery care in this study is the midwifery management approach, which includes Varney's 7 steps and the SOAP method. Based on the results of research on Mrs. S's fourth pregnancy with an obstetric history without miscarriage, the pregnancy process was physiological, and no complications were found during the gestation period. During labor, Mrs. S gave birth spontaneously without experiencing complications. Mrs. S's baby was born spontaneously on February 3, 2025, at 22.20 WITA with a weight of 2,820 grams; the Apgar Score was recorded as 8/10. During Mrs. S's postpartum period, there were no danger signs at all that caused complications. Care for prospective family planning on February 7, 2025, the mother wanted to use the contraceptive implant before the postpartum period ended, namely March 4, 2025. All stages from pregnancy to family planning services took place normally without any complications. These findings are expected to be learning materials and input in improving the quality of midwifery services as a whole, from early pregnancy to family planning.
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. S di RSIA Masyita Makassar Ainurcynthia, Shaqila; Thamrin , Halida; M, Azrida
Window of Midwifery Journal Vol. 6 No. 2 (Desember, 2025)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/k4j0wq04

Abstract

Comprehensive care and Continuity of Care is a comprehensive approach in midwifery services that includes pregnancy, childbirth, postpartum period, newborn care, and family planning counseling. The goal is to provide integrated and adequate health services to reduce maternal mortality and improve the health of mothers and babies. This study aims to implement comprehensive midwifery care for Mrs. "S" at Masyita Makassar Maternity Hospital. The care provided covers all stages, namely pregnancy, childbirth, newborn care, postpartum period, and family planning counseling. The care process is carried out using the 7-step midwifery management approach according to Varney, and recorded using the SOAP format. Data were collected through interviews, observations, physical examinations, and document reviews. The results of the care showed that Mrs. S G1P0A0, 38 weeks and 5 days of gestation, underwent 6 antenatal visits with examination results within normal limits without any signs of pregnancy danger. During labor, the baby was born spontaneously and immediately cried. The baby is a girl with a weight of 3,240 grams, a body length of 49 cm, a head circumference of 34 cm, and a chest circumference of 34 cm. Two postpartum visits were conducted, and no complications were found. Family Planning Counseling for the mother had not planned to use contraception. From this care, it is hoped that the patient will increase her knowledge and awareness of possible complications, as well as become a meaningful experience for the author and improve her skills in providing comprehensive midwifery care.