Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PELATIHAN PERAWATAN PAYUDARA BAGI KADER DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRODUKSI ASI PADA IBU NIFAS DI DESA KAPITA KEC. BANGKALA KAB.JENEPONTO Azrida M; Andi Masnilawati
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 8 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i8.2881-2885

Abstract

Masa pasca partum perlunya perhatian khusus sebagai upaya untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Indonesia. Salah satu cara menanggulangi kematian ibu dan bayi yaitu pakar kesehatan dalam menolong berfokus pada periode intrapartum. Masalah yang terjadi pada saat menyusui seperti puting susu lecet, pembekakan pada payudara, mastitis, dan abses payudara, kelainan bentuk pada puting, atau bayi tidak mau menyusu (bingung puting). Perawatan pada payudara yang dilakukan dengan teratur dan tepat dapat memudahkan bayi   mendapatkan ASI. Perawatan ini juga dapat mengstimulasi produksi ASI dan dapat mencegah terjadinya luka lecet saat menyusui. Perawatan payudara yang dilakukan memberikan manfaat seperti menjaga kebersihan payudara terutama pada daerah puting, punting susu menjadi lentur sehingga memudahkan bayi untuk mengisap ASI, dan mengstimulus  kelenjar-kelenjar air susu sehingga produksi ASI bertambah banyak dan lancar serta sebagai deteksi dini kelainan pada payudara, sehingga dapat melakukan upaya pencegahan untuk mengatasi masalah-maslah yang muncul serta mempersiapkan mental (psikis) ibu untuk menyusui. Promosi kesehatan yang dapat dilaksanakan dengan memenuhi kriteria mudah yang mudah dilakukan dan menarik yaitu dengan memberikan pelatihan. Kader kesehatan membutuhkan dukungan dan bekal ilmu untuk dalam melaksanakan tugas dan fungsi sebagai kader agar ibu dapat menyusui dan dapat memberikan ASI pada bayinya secara Ekslusif.
PENDIDIKAN KESEHATAN DAN PELATIHAN PEMBUATAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI) LOKAL DARI BAHAN DASAR SUKUN DI DESA MARAYOKA KEC. BANGKALA KAB. JENEPONTO Halida Thamrin; Azrida M
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 7 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i7.2402-2405

Abstract

Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berkualitas merupakan syarat untuk membawa Indonesia Maju pada tahun 2045. Namun persiapan SDM unggul masih menghadapi tantangan pada masalah gizi. Data kesehatan menunjukkan Kabupaten Jeneponto merupakan salah satu lokasi khusus untuk menurunkan masalah kesehatan gizi khususnya anak balita. Tingginya masalah gizi pada balita bukan hanya karena faktor kemiskinan tetapi minimnya pengetahun dan praktik pengasuhan anak serta pemberian makan anak yang tidak mencukupi juga ikut memberikan sumbangsih terhadap masalah gizi yang dihadapi saat ini. Tujuan umum dari kegiatan ini yaitu sebagai upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pendidikan kesehatan. Tujuan khusus dari kegiatan ini yaitu (1) Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan balita, gizi dan stimulasi pertumbuhan dan perkembangan anak (2) dan pembuatan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) lokal dengan bahan dasar sukun yang dapat menambah variasi pemberian MP-ASI sehingga dapat mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Target yang diharapkan pada kegiatan ini adalah bertambahnya informasi dan pengetahuan masyarakat terhadap kesehatan bayi serta adanya peningkatan kesadaran, kemauan dan kemapuan hidup sehat bagi setiap orang agar derajat kesehatan yang setinggi-tingginya dapat terwujud. Dalam meningkatkan kesejahteraan bayi dan balita maka seorang ibu harus dibekali dengan pendidikan kesehatan Target yang diharapkan pada kegiatan ini adalah bertambahnya informasi dan pengetahuan masyarakat terhadap kesehatan bayi serta adanya peningkatan kesadaran, kemauan dan kemapuan hidup sehat bagi setiap orang agar derajat kesehatan yang setinggi-tingginya dapat terwujud. Dalam meningkatkan kesejahteraan bayi dan balita maka seorang ibu harus dibekali dengan pendidikan kesehatan Target yang diharapkan pada kegiatan ini adalah bertambahnya informasi dan pengetahuan masyarakat terhadap kesehatan bayi serta adanya peningkatan kesadaran, kemauan dan kemapuan hidup sehat bagi setiap orang agar derajat kesehatan yang setinggi-tingginya dapat terwujud. Dalam meningkatkan kesejahteraan bayi dan balita maka seorang ibu harus dibekali dengan pendidikan kesehatan tentang kebutuhan anak balita. Kegiatan ini dilaksanakan dengan (1) pemberian pendidikan kesehatan melalui penyuluhan tentang kesehatan balita, gizi dan stimulasi pertumbuhan dan perkembangan anak (2) pelatihan MP-ASI lokal dari bahan dasar pembuatan sukun dengan melakukan unjuk rasa.
CEGAH KECACINGAN MELALUI METODE ROLE PLAY MAKSIMALKAN PERTUMBUHAN SISWA SDN 13 DI DESA PADANGLAMPE Arman Arman; Halida Thamrin; Sumiaty Sumiaty; Azrida M
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i3.1132-1139

Abstract

Faktor yang mempengaruhi gangguan pertumbuhan anak secara langsung, yaitu anak tidak cukup mendapat makanan bergizi seimbang, memadai, dan anak mungkin menderita penyakit infeksi. Salah satu penyakit infeksi yang sering diderita anak sekolah yaitu kecacingan. Tujuan dari PkM ini adalah 1) Meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat guna memelihara kesehatan agar terhindar dari penyakit infeksi, 2) Meningkatkan pengetahuan siswa tentang tanda dan gejala Cacingan serta cara penularan dan pencegahannya, maka solusi yang ditawarkan yaitu 1) Bidang Kesehatan yaitu Peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat guna memelihara kesehatan dengan metode Role Play yaitu bermain ular tangga, 2) Bidang Edukasi yaitu Peningkatan pengetahuan siswa tentang tanda dan gejala Cacingan serta cara penularan dan pencegahannya dengan penyuluhan menggunakan metode ceramah. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian yang telah dilaksanakan bahwa terjadi peningkatan keterampilan siswa dalam praktek PHBS setelah melakukan Role Play dengan ular tangga dan pengetahuan siswa tentang tanda dan gejala cacingan juga mengalami peningkatan sebesar 16% yaitu pre test=80,65% dan post test=93,55%. Manfaat dari kegiatan pengabdian yang telah dilakukan adalah siswa lebih memperhatikan kebersihan individu agar mencegah kecacingan yang dapat berisiko pertumbuhan terhambat.