Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

MEMINIMALKAN KESALAHAN KONSEP PECAHAN MELALUI PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING DENGAN GESTURE PRODUKTIF PADA SISWA SMP Anton Prayitno; Dewi Tri Wulandari
Jurnal Pendidikan Matematika (JPM) Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Pendidikan Matematika (JPM)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.55 KB) | DOI: 10.33474/jpm.v1i2.718

Abstract

Not easy to bring the students are able to understand the concept and meaning of fractions so we need a change in the way teaching is done by teachers because of possible knowledge is still limited so that the teacher always used the same way of time. In anticipation of this problem it is necessary to look for a formula appropriate learning so as to improve the ability to solve mathematical problems, especially in fractions. Teachers should continue to develop and implement a variety of ways variance so that students interested and excited in participating in math class one through guided discovery methods. From the above data shows that mistakes students in concepts and problem solving 13%, this means that the mistakes made by the students at the time of surgery to learn fractions and solving problems can be minimized by guided discovery learning. Guided discovery learning, which is examined in this study is to present the information by observing the shape of object manipulation, making conjectures, explain, and evaluate
IbM LESSON STUDY DAN PEMBELAJARANNYA PADA GURU DI KECAMATAN JABUNG SERTA PENGIMBASANNYA Anton Prayitno; Abdul Hamid; Muhammad Baidawi
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1: October 2016
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v1i1.400

Abstract

Lesson Study (LS) mulai disosialisasikan di lingkungan pendidikan Kabupaten Malang sejak tahun 2006, namun belum semua sekolah melaksanakan kegiatan lesson study baik tingkat MGMP maupun tingkat sekolah. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam pengabdian ini adalah kegiatan seminar lesson study dan Pembelajarannya serta workshop lesson study dan pembelajarannya. Secara kuantitas, capaian daya serap peserta seminar ini sebesar 90% dan capaian workshop sebesar 90% peserta telah mampu menyusun bahan ajar yang digunakan untuk kegiatan lesson study. LS yang diimplementasikan dalam pelaksanaan pengabdian ini meliputi siklus plan-do-see dengan enam tahapan, yaitu membentuk kelompok LS, menentukan fokus kajian, merencanakan research lesson, pelaksanaan pembelajaran dan observasi aktivitas pembelajaran, mendiskusikan dan menganalisis hasil observasi, dan refleksi dan penyempurnaan.
REPRESENTASI DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS VII MATERI HIMPUNAN SMPK WIGNYA MANDALA TUMPANG David Ra Ngedo; Anton - Prayitno; Cynthia Tri Octavianti
Pi: Mathematics Education Journal Vol. 3 No. 1 (2020): April
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.402 KB) | DOI: 10.21067/pmej.v3i1.3675

Abstract

ABSTRAK. Kemampuan representasi merupakan salah satu kemampuan yang mempunyai keterkaitan dengan pemahaman matematika, representasi merupakan hal terpenting dalam mengkonstruksi ide dan pemahaman siswa terkait dengan konsep-konsep matematika. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMPK Wignya Mandala Tumpang sebanyak 18 siswa akan tetapi hanya 3 subjek yang dinalisis. Pengambilan subjek dalam penelitian ini menggunakan teknik kualitatif berdasarkan representasi kesalahan siswa. Subjek dipilih terlebih dahuluh berdasarkan pertimbangan-pertimbangan peneliti sesuai tujuan penelitian,itu subjek diambil secara acak. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan jenis-jenis representasi dalam pembelajaran matematika, kesulitan yang berkaitan dengan kesulitan tiga objek menentukan, membaca, dan membedakan. Presentase representasi kesulitan siswa menentukan sebesar 62,0% di kategorikan sedang, kesulitan membaca sebesar 29,% di kategorikan rendah dan kesulitan membedakan sebesar 72,2%) kategori tinggi. faktor penyebabnya kesalahan representasi kemampuan siswa yaitu sulit dalam membedakan bilangan asli, kurang dari serta sulit dalam menentukan irisan, dan dalam menggambar diagram venn, dari kesalahan tersebut siswa tidak dapat menentukan himpunan penyelesaian atau siswa tersebut kesulitan dalam memahami dan mencermati.
DESAIN MATEMATIKA BERMAKNA UNTUK PENGUATAN LITERASI NUMERASI SISWA SMP Anton Prayitno; Febi Dwi Widayanti; Nukhan Wicaksana Pribadi
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v10i2.14174

Abstract

Pembelajaran matematika bermakna apabila dipandang dari guru, terkait dengan “bagaimana guru mengarah, memicu dan membangkitkan siswa untuk belajar secara bermakna”. Dari sudut pandang siswa, terkait dengan “bagaimana siswa belajar mulai dari mengonstruksi konsep dan pengetahuan baru (apa yang dipelajari), menyelesaikan masalah, menganalisis, dan mengambil keputusan yang tepat untuk masalah tertentu. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan model pembelajaran matematika bermakna untuk penguatan literasi numerasi, karena itu penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian pengembangan. Subjek penelitian ini adalah SMP 5 Karangploso yang menjadi mitra dalam kegiatan riset MBKM. Berdasarkan hasil pengembangan dan tahap uji coba, maka LKS yang dikembangkan memenuhi kriteria keefektifan, memenuhi kriteria kevalidan, dan kepraktisan (keterlaksanaan). Disisi lain, bahwa nilai Fhitung gaya berpikir siswa sebesar 6.20 dengan nilai probabilitas atau signifikansi sebesar 0.010< 0.05. Hal ini berarti bahwa kemampuan literasi numerasi siswa yang diajar dengan menggunakan pembelajaran matematika bermakna lebih baik dari siswa yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Kata kunci: matematika bermakna, litreasi numerasi, mathematical thinking Abstract: Mathematics learning is meaningful from the teacher's point of view, related to "how the teacher leads, triggers and awakens students to learn meaningfully." From the student's point of view, it is related to "how students learn starting from constructing new concepts and knowledge (what is learned), solving problems, analyzing, and making the right decisions for certain problems. This study aimed to develop a meaningful mathematical learning model for strengthening numeracy literacy; therefore, this study used a development research approach. The subject of this research is SMP 5 Karangploso, a partner in MBKM research activities. Based on the development and trial phase results, the worksheet meets the criteria of effectiveness, validity, and practicality. On the other hand, the F value of students' thinking style is 6.20, with a probability or significance value of 0.010 < 0.05. So that the numeracy literacy skills of students who are taught using meaningful mathematics learning are better than students who use conventional learning methods. Keywords: meaningful mathematics, literacy-numeracy, mathematical thinking
REPRESENTASI DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS VII MATERI HIMPUNAN SMPK WIGNYA MANDALA TUMPANG David Ra Ngedo; Anton - Prayitno; Cynthia Tri Octavianti
Pi: Mathematics Education Journal Vol. 3 No. 1 (2020): April
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.402 KB) | DOI: 10.21067/pmej.v3i1.3675

Abstract

ABSTRAK. Kemampuan representasi merupakan salah satu kemampuan yang mempunyai keterkaitan dengan pemahaman matematika, representasi merupakan hal terpenting dalam mengkonstruksi ide dan pemahaman siswa terkait dengan konsep-konsep matematika. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMPK Wignya Mandala Tumpang sebanyak 18 siswa akan tetapi hanya 3 subjek yang dinalisis. Pengambilan subjek dalam penelitian ini menggunakan teknik kualitatif berdasarkan representasi kesalahan siswa. Subjek dipilih terlebih dahuluh berdasarkan pertimbangan-pertimbangan peneliti sesuai tujuan penelitian,itu subjek diambil secara acak. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan jenis-jenis representasi dalam pembelajaran matematika, kesulitan yang berkaitan dengan kesulitan tiga objek menentukan, membaca, dan membedakan. Presentase representasi kesulitan siswa menentukan sebesar 62,0% di kategorikan sedang, kesulitan membaca sebesar 29,% di kategorikan rendah dan kesulitan membedakan sebesar 72,2%) kategori tinggi. faktor penyebabnya kesalahan representasi kemampuan siswa yaitu sulit dalam membedakan bilangan asli, kurang dari serta sulit dalam menentukan irisan, dan dalam menggambar diagram venn, dari kesalahan tersebut siswa tidak dapat menentukan himpunan penyelesaian atau siswa tersebut kesulitan dalam memahami dan mencermati.
PEMBELAJARAN THINK-TALK-WRITE DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN SOAL GEOMETRI Anton Prayitno
Jurnal Pengajaran MIPA Vol 21, No 2 (2016): JPMIPA: Volume 21, Issue 2, 2016
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v21i2.44267

Abstract

Buruknya kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal geometri merupakan salah satu permasalahan krusial di bidang pendidikan matematika. Pada penelitian metode campuran ini, strategi pembelajaran ko-operatif Think-Talk-Write digunakan untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas VII dalam menyelesaikan soal-soal geometri. Sampel adalah 35 siswa kelas tujuh di salah satu sekolah menengah pertama di Jawa Timur. Instrumen penelitian adalah lembar kerja siswa (LKS), tes tertulis, maupun lembar observasi. Pem-belajaran Think-Talk-Write dilaksanakan dalam dua sesi pembelajaran. Hasil menunjukkan bahwa pembel-ajaran Think-Talk-Write mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal geometri, baik soal-soal yang diberikan pada LKS maupun saat tes tertulis. Tahapan-tahapan pada strategi pembelajaran Think-Talk-Write membantu siswa untuk merefleksikan, mengorganisasikan, dan memperbaiki pemahaman-nya sehingga mampu menjawab soal-soal geometri yang diberikan dengan lebih baik. Selain kontribusi dari tahapan-tahapan pembelajaran Think-Talk-Write itu sendiri, guru juga berkontribusi terhadap peningkatan kemampuan menyelesaikan soal-soal geometri khususnya dalam hal mendeteksi dan membimbing siswa untuk mengatasi kesulitan-kesulitan yang mereka alami dalam menyelesaikan soal-soal geometri.ABSTRACT Students’ poor ability in completing geometry questions is one of the crucial problems in mathematics edu-cation. In this mixed method research, Think-Talk-Write cooperative learning was used to enhance seventh-grade students’ ability in completing geometry questions. Samples were 35 seventh grade students in one of junior high school in East Java. Instruments were students’ worksheets (LKS), written test, as well as obser-vation sheets. Think-Talk-Write learning was conducted in two learning sessions. Results showed that Think-Talk-Write learning increased students’ ability in completing geometry questions, both in completing ques-tions in the LKS and in the written test. Steps in Think-Talk-Write learning help the students to reflect, orga-nize, and improve their understanding so that they are able to answer the given geometry questions better. In addition to the contribution of each step in Think-Talk-Write learning itself, teacher also contributed to stu-dents’ improved ability in completing geometry questions, especially in terms of detecting and guiding the students’ to overcome difficulties in completing geometry questions.How to cite: Prayitno, A. (2016). Pembelajaran Think-Talk-Write dalam Meningkatkan Kemampuan Pemeca-han Soal Geometri, Jurnal Pengajaran MIPA, 21(2), 135-141.
Gesture Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Kubus Secara Berkelompok Anton Prayitno; Angela Maricilia Surianastutiningtyas
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 7 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v7i3.2439

Abstract

Gesture adalah gerak anggota badan seperti kepala dan 5 jari yang menyertai tutur. Gesture merupakan salah satu unsur dari komunikasi non-verbal. Gesture yang dimunculkan siswa dapat membantu representasi siswa dalam kemampuan kreativitasnya untuk memecahkan masalah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini berdasarkan fakta-fakta yang ada di lapangan dan dikumpulkan menggunakan sarana pengamatan, wawancara, dokumen buku dan video. Penelitian ini menekankan pada gesture siswa dalam memecahkan masalah matematika khususnya bangun ruang kubus. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif-eksploratif. Berdasarkan rekomendasi guru pengajar dan video pengamatan, diambil 4 orang siswa untuk diamati dan diperoleh hasil 144 gesture yang dilakukan selama proses diskusi dari 2 kelompok. Gesture yang muncul terdiri dari pointing gesture, representasional gesture, writing gesture dan gesture kepala. Kesimpulannya adalah gesture yang muncul selama proses diskusi dilakukan dengan 3 cara yaitu pada kertas, di atas meja maupun di udara. Fungsi gesture yang muncul berguna sebagai alat komunikasi yang meliputi: mengarahkan perhatian, menunjuk suatu obyek, memusatkan dan mempertahankan perhatian pada suatu obyek yang sedang dibicarakan, dll.
Upaya Mengatasi Miskonsepsi Siswa pada Penjumlahan Vektor dengan Problem Based Learning Rachmasari, Sekar; Prayitno, Anton; Rahayuningsih, Sri
EQUALS: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 7 No 1 (2024): Equals: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/equals.v7i1.2131

Abstract

Miskonsepsi merupakan suatu hal yang perlu dihindari baik oleh guru maupun siswa dalam proses pembelajaran. Salah satu konsep matematika yang masih terdapat miskonsepsi oleh siswa yaitu materi penjumlahan vektor. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi miskonsepsi yang umum terjadi pada siswa dalam penjumlahan vektor dan mengevaluasi efektivitas model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dalam mengatasi miskonsepsi tersebut. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR), di mana berbagai penelitian yang relevan dikumpulkan, dianalisis, dan disintesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PBL efektif dalam mengurangi miskonsepsi dan meningkatkan pemahaman konseptual siswa terhadap penjumlahan vektor. Siswa yang belajar menggunakan PBL menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam mengaplikasikan konsep penjumlahan vektor dalam berbagai konteks. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan metode pengajaran yang lebih efektif dalam bidang pendidikan matematika.
Penerapan Project Based Learning Yang Terintegrasi Dengan Media Wordwall Ula, Risna Aliyatul; Prayitno, Anton; Baidawi, Muhammad
SIGMA Vol 10, No 1 (2024): SIGMA
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53712/sigma.v10i1.2480

Abstract

Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi Wordwall dalam dunia pendidikan dapat meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan, dibuktikan dengan peningkatan rata-rata nilai siswa MTs X pada pembelajaran Matematika dengan PBL menggunakan media Wordwall. Oleh karena itu penelitian bertujuan untuk menelusuri proses pembelajaran projek based learning dengan mengintegrasikan media wordwall. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan menganalisis permasalahan pembelajaran yang ada disekolah. Dengan melalukan wawancara kepada guru dan siswa. Penelitian ini dilaksanakan dengan menerapkan metode Lesson Study dalam dua siklus penelitian untuk mengukur hasil belajar peserta didik. Hasil Media Wordwall yang diintegrasikan dengan pembelajaran berbasis Proyek oleh beberapa ahli dan respon siswa didapatkan hasil aplikasi sangat valid dan sangat praktis digunakan dalam pembelajaran sehingga Media tersebut sangat valid dan praktis digunakan sebagai bahan ajar yang dapat digunakan dalam membantu pelaksanaan pembelajaran. Penelitian ini juga menegaskan pentingnya PBL dalam memperbaiki hasil belajar siswa dan mengatasi tantangan dalam pembelajaran matematika, seperti kecemasan terhadap matematika. Dengan mengeksplorasi strategi ini, pendidik dapat mengembangkan pendekatan yang lebih holistik dan berorientasi pada siswa untuk meningkatkan pencapaian akademik mereka. Implikasi praktis dari penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan PBL yang terintegrasi dengan teknologi seperti Wordwall dapat menjadi salah satu metode yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di sekolah, mempersiapkan siswa untuk menghadapi tuntutan abad ke-21, serta membangun fondasi yang kokoh dalam keterampilan pemecahan masalah dan literasi matematika. Dengan demikian, penelitian lebih lanjut dalam menggali potensi PBL dalam konteks pendidikan matematika masih sangat relevan dan berharga untuk diteruskan.
Unveiling Students' Refractive Thinking Process Who Use a Single Strategy in Decision Making Prayitno, Anton; Widayanti, Febi Dwi
Edumatika Vol 7 No 2 (2024): November 2024, Edumatika : Jurnal Riset Pendidikan Matematika
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/ejrpm.v7i2.3868

Abstract

The thinking process characterized by reflective thinking towards critical thinking to produce a decision is called the refractive thinking process. However, how the refractive thinking process occurs in the subject needs to be revealed. This study aims to reveal the refractive thinking process in subjects who use a single strategy in decision making. This study is a qualitative approach involving 25 mathematics education students from two universities in Malang, East Java, Indonesia. Each student was given a test on the problem of ordering cities based on the level of dependence on the central government from lowest to highest. The decision to order cities was based on local revenues data that varied between cities and unstable from year to year. In this study, the researcher only analyzed the refractive thinking process of one subject who used a single strategy in decision making. The subject was asked to think aloud. The results showed that students who carried out the refractive thinking process with a single strategy only needed one alternative solution to make a decision, namely by summing up the contributions of each city per year. The subject only identified the comparison of the amount and increase in the contribution of each city as a consideration for making a decision.