Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PROSES KONSTRUKSI SCAFFOLDING DALAM PEMODELAN MATEMATIKA Iis Sugiati; Anton Prayitno; Sri Rahayuningsih
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v12i1.18283

Abstract

Pemodelan matematika merupakan proses merepresentasikan dan menjelaskan permasalahan pada dunia nyata ke dalam pernyataan matematis. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan proses scaffolding yang dapat diberikan kepada peserta didik guna meningkatkan strategi pembelajaran yang efektif dan fleksibel. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pemilihan subjek menggunakan teknik Stratified Random Sampling. Subjek terdiri dari 3 peserta didik kelas X masing-masing satu peserta didik berkemampuan matematika tinggi, sedang, dan rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketika subjek mengalami kesulitan dalam memahami suatu masalah, bantuan yang diberikan berupa panduan melalui pertanyaan. Jika mereka mengalami kesulitan dalam menghubungkan dengan konsep sebelumnya, bantuan akan berupa arahan untuk membuat tabel dan mereview kembali materi yang sudah dipelajari (Explaining, Reviewing, And Restructuring). Sementara jika subjek menghadapi kesulitan dalam menyusun strategi, bantuan yang diberikan adalah untuk mengingat kembali rencana strategi yang telah disiapkan sebelumnya dan mengembangkan pemikiran konseptual peserta didik (Developing Conceptual Thinking).  Kata kunci: langkah pemodelan, matematika, scaffolding Abstract: Mathematical modeling is the process of representing and explaining real world problems into mathematical statements. This research aims to describe the scaffolding process that can be provided to students to improve effective and flexible learning strategies. This research is a qualitative descriptive study with subject selection using the Stratified Random Sampling technique. The subjects consisted of three 10th grade students, one student each with high, medium and low mathematics abilities. The research results show that when the subject experiences difficulty in understanding a problem, the assistance provided is in the form of guidance through questions. If they have difficulty connecting with previous concepts, assistance will be in the form of directions to make tables and review the material they have studied (Explaining, Reviewing, And Restructuring). Meanwhile, if the subject faces difficulties in developing a strategy, the assistance provided is to recall the strategy plan that has been prepared previously and develop the students' conceptual thinking (Developing Conceptual Thinking). Key words: modeling steps, mathematics, scaffolding
Dampak Kecemasan Matematis Terhadap Proses dan Hasil Pemecahan Masalah Matematika Siswa SMA Kusmartiningrum, Shinta Agistya; Prayitno, Anton; Baidawi, Muhammad
Teorema: Teori dan Riset Matematika Vol 10, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/teorema.v10i2.20150

Abstract

Kecemasan matematis merupakan faktor afektif yang berpotensi memengaruhi performa siswa dalam menyelesaikan masalah matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat kecemasan matematis dan kemampuan pemecahan masalah matematika pada siswa SMA. Penelitian menggunakan pendekatan mixed method dengan desain explanatory sequential yang melibatkan 75 siswa kelas XI. Data kuantitatif dikumpulkan melalui angket kecemasan matematis dan tes pemecahan masalah, sedangkan data kualitatif diperoleh dari analisis pekerjaan siswa dan refleksi tertulis. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara kecemasan matematis dan kemampuan pemecahan masalah (p < 0,05). Siswa dengan kecemasan rendah cenderung menyelesaikan masalah secara sistematis dan percaya diri, sedangkan siswa dengan kecemasan tinggi mengalami hambatan pada tahap memahami masalah dan menentukan strategi penyelesaian. Integrasi data kuantitatif dan kualitatif menegaskan bahwa kecemasan matematis berperan dalam memengaruhi kualitas strategi pemecahan masalah. Temuan ini mengimplikasikan pentingnya pembelajaran yang memperhatikan regulasi emosi dan dukungan afektif untuk meminimalkan dampak negatif kecemasan terhadap performa matematika siswa.