Nurul Wahidah
Akademi Kebidanan Bogor

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Determinants of Midwife Performance in Lactation Management in Surakarta and Karanganyar, Central Java Wahidah, Nurul; Sulaeman, Endang Sutisna; Budihastuti, Uki Retno Setia
Journal of Health Policy and Management Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Masters Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.349 KB)

Abstract

Background: Exclusive breastfeeding has been recommended by World Health Organization for reduction of infant illness and death. Midwives have an important role in lactation management, which includes: (1) Teaching all lactating mothers on how to successfully breastfeed and sustain it up to 2 years or more; (2) Coming in contact with mothers and infants to promote, protect, and support breastfeeding. However, exclusive breastfeeding coverage was still low at 80% nationally, 76.7% in Surakarta, and 61.1% in Karanganyar in 2016, suggesting low midwife performance in lactation management. This study aimed to determine factors associated with midwife performance in lactating management in Surakarta and Karanganyar, Central Java.Subjects and Method: This was an analytic observational study with a cross-sectional design. The study was conducted in community health center in Surakarta and Karanganyar, Central Java, from April to June 2018. A sample of 200 midwives was selected by simple random sampling. The dependent variable was performance in lactation management. The independent variables were skill, motivation, experience, health facility, and work load. The data were collected by questionnaire and analyzed by a multilevel logistic regression.Results: Midwife performance in lactation management increased with better skill (b= 2.06; 95% CI= 0.48 to 3.65; p= 0.011), strong motivation (b= 1.15; 95% CI= -0.09 to 2.41; p= 0.070), work experience (b= 2.06, 95% CI= 0.69 to 3.44, p= 0.003), and available facility (b= 2.29, 95% CI= 0.89 to 3.68, p= 0.001). Performance decreased with higher workload (b= -1.47; 95% CI= -2.76 to -0.18, p=0.025). Community health center had a contextual effect on midwives performance with ICC= 34.8%.Conclusion: Midwife performance in lactation management increases with better skill, strong motivation, work experience, and available facility. Performance decreases with higher workload. Community health center has a contextual effect on midwives performance.Keywords: performance, lactation management, determinant, midwifeCorresp ondence:Nurul Wahidah. Masters Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret. Jl. Ir. Sutami No. 36 A, 57126, Surakarta, Central Java. Email: wahidahnurul246@gmail.com.Journal of Health Policy and Management (2018), 3(1): 26-33https://doi.org/10.26911/thejhpm.2018.03.01.04
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN BAYI LAHIR ASFIKSIA DI PMB. M GUNUNG PUTRI BOGOR Yulianti Hayati; Ulfa Nadia NF; Nurul Wahidah; Zinda Tsakila Azzahra
Jurnal Kesehatan Farmasi Manajemen Vol 3 No 1 (2025): JURNAL ILMU KESEHATAN FARMASI, KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : JURNAL KESEHATAN FARMASI MANAJEMEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan ibu dan bayi merupakan indikator penting dalam kesehatan nasional, denganpeningkatan kesehatan selama kehamilan berpengaruh pada proses bersalin, nifas, danperawatan bayi. Namun, kurangnya waktu ibu hamil untuk mengakses fasilitas kesehatandan mendapatkan informasi yang memadai berpotensi meningkatkan risiko komplikasi,termasuk asfiksia neonatorum - kondisi di mana bayi tidak mendapatkan cukup oksigensaat lahir. Asfiksia neonatorum merupakan penyebab utama kematian neonatus, denganfaktor risiko yang meliputi usia ibu, anemia, dan komplikasi selama kehamilan. Datamenunjukkan bahwa kematian ibu dan bayi di Indonesia masih tinggi, terutama di daerahdengan fasilitas kesehatan yang terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasihubungan antara tingkat pengetahuan ibu hamil mengenai risiko asfiksia dan kejadian bayilahir asfiksia. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain crosssectional. Dari penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa pengetahuan ibu tentangasfiksia di PMB M Gunung Putri Bogor terdapat sejumlah 21 ibu dengan mayoritaspengetahuan kurang (35.0%) dari 60 sempel dan kejadian asfiksia dengan mayoritasasfiksia terdapat 27 bayi (45,0%) dengan asfiksia ringan. Hasil dari penelitian diatasterdapat hubungan yang signifikan antara kejadian asfiksia dengan pengetahuan ibu hamildi PMB M gunung putri bogor yaitu dengan Nilai p = 0.014 < 0.05 yang artinya Ho ditolak dan Ha diterima atau ada kaitannya. Yang menunjukkan bahwa peningkatanpengetahuan ibu dapat berkontribusi dalam pencegahan asfiksia neonatorum. Penelitianini menekankan pentingnya edukasi kesehatan yang efektif untuk ibu hamil sebagai upayapreventif dalam menurunkan angka kematian neonatal akibat asfiksia.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PEMENUHAN GIZI SEIMBANG SAAT HAMIL DENGAN KEJADIAN KEK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEMANG KABUPATEN BOGOR Wahidah, Nurul; Holipah, Siti
Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Kebidanan Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan Dan Kebidanan
Publisher : Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.044211/pgy8d182

Abstract

Ibu hamil dengan masalah gizi dan kesehatan berdampak terhadap kesehatan dan keselamatan ibu dan bayi serta kualitas bayi yang dilahirkan. Menurut WHO, persentase tertinggi penyebab kematian ibu adalah perdarahan (28%) dan infeksi, yang dapat disebabkan anemia dan KEK. Angka kejadian KEK di kabupaten Bogor yaitu sebesar 10,25% sedangkan angka kejadian KEK di puskesmas Kemang periode januari-maret yaitu sebesar 8,74%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Pemenuhan Gizi Seimbang Saat Hamil Dengan Kejadian KEK di Wilayah Kerja Puskesmas Kemang Kabupaten Bogor. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan secara Cross sectional. Populasi nya adalah seluruh ibu hamil yang ada di wilayah kerja Puskesmas Kemang periode Mei-Juli Tahun 2023 yaitu sebanyak 206 ibu hamil. Cara pengambilan sampel menggunakan rumus slovin, dengan jumlah sampel 67 responden. Teknik sampling yang digunakan yaitu random sampling. Analisis yang digunakan adalah uji chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar ibu hamil memiliki pengetahuan  yang baik tentang pemenuhan gizi seimbang saat hamil yaitu 36 responden (53,7%), untuk kejadian KEK yaitu sebagian besar ibu hamil tidak menderita KEK yaitu 52 responden (77.6%) dan Hasil uji statistik menunjukkan p value = 0,001 yang berarti terdapat Hubungan pengetahuan ibu hamil tentang pemenuhan gizi seimbang saat hamil dengan kejadian KEK di Wilayah Kerja Puskesmas Kemang Kabupaten Bogor. Diharapkan ibu hamil lebih meningkatkan pengetahuan tentang KEK, pemenuhan gizi seimbang saat hamil dengan cara bertanya kepada bidan maupun tenaga kesehatan lainnya atau mencari informasi dari media cetak, elektronik, atau dari penyuluhan tenaga kesehatan.
Effect of the Combination of Acupressure and Moringa oleifera Extract Consumption on Elevating Breast Milk Production and Adequacy in Lactating Mothers Wahidah, Nurul; Eko Ningtyas, Endah Aryati; Latifah, Leny
Journal of Maternal and Child Health Vol. 8 No. 5 (2023)
Publisher : Masters Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26911/thejmch.2023.08.05.11

Abstract

Background: Exclusive breastfeeding is highly recommended because the nutrition is suitable for babies. However, there are still many babies who do not get exclusive breastfeeding. For this reason, there is a need for innovation that can be used as an effort to increase the production and adequacy of breast milk for breastfeeding mothers with a combination of Accupresure and Moringa oleifera extract. This study aimed to prove the potential of a combination of acupressure and Moringa oleifera extract as an intervention in increasing the production and adequacy of breast milk for breastfeeding mothers.Subjects and Method: This study used quasi experiment and pretest-posttest design with control group conducted at the Kelingi IV/C Health Center, Musi Rawas Regency, from December 2022-January 2023. It consisted of an intervention group consisting of a combination of 2x4 minutes of acupressure and 650 mg of Moringa oleifera extract and a control group of counseling for breastfeeding mothers, namely 40 breastfeeding mothers with babies 0-6 months. The dependent variables were the hormone prolactin and baby's weight. The independent variable was the combination of acupressure and extra Moringa oleifera. The data were analyzed by Wilcoxon.Results: The indicator affected by the combination of acupressure and Moringa oleifera extract was an increase in milk production using the prolactin hormone indicator after intervention (Mean= 304.60; SD=131.22) than before intervention (Mean= 162.85; SD= 140.44), and this was statistically significant (p<0.001). There was an increase in the adequacy of breastfeeding using the infant's weight indicator after intervention (Mean= 5550.00; SD=1240.75) than before intervention (Mean= 5015.00; SD= 1444.87), and this was statistically significant (p=0.030).Conclusion: The combination intervention of 2x4 minutes of acupressure and 650 mg of Moringa oleifera extract for 10 days effectively increases the production and adequacy of breast milk for nursing mothers. Keywords: acupressure, Moringa oleifera, prolactin hormone, baby's weight. Correspondence: Nurul Wahidah. Applied Masters Program, Postgraduate School, Health Polytechnic, Ministry of Health, Semarang. Jl. Tirto Agung, Pedalangan, Banyumanik, Kota Semarang, 50239, Central Java, Indonesia. Email: wahidahnurul246@gmail.com.
HUBUNGAN LAMA PENGGUNAAN KB SUNTIK 3 BULAN TERHADAP BERAT BADAN AKSEPTOR DI PMB N KABUPATEN CIANJUR Nurul Wahidah; Aspi Roihan
Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Kebidanan Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Kebidanan
Publisher : Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Program KB merupakan salah satu program pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas penduduk. Pemakaian alat kontrasepsi suntik merupakan cara yang paling banyak digunakan oleh para ibu, pengaruh KB suntik 3 bulan yaitu salah satunya perubahan terhadap berat badan. Tujuan untuk mengetahui hubungan lama penggunaan KB suntik 3 bulan terhadap berat badan akseptor di PMB bidan N kabupaten Cianjur. Jenis penelitian ini kuantitatif. Populasi sebanyak 48 orang. Sampel sebanyak 32 responden di PMB bidan N Kabupaten Cianjur. Instrument penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan analisis chi-square. Sebagian besar pengguna lebih dari 6 bulan sebanyak 25 responden (78,1%) dan sebesar 26 responden (81,3%) mengalami penambahan berat badan. Hasil analisis uji chi-square nilai p value = 0,001 α = ≤ 0,05 ada hubungan penggunaan KB suntik 3 bulan dengan penambahan berat badan akseptor di PMB bidan N Kabupaten Cianjur. Saran bagi tenaga kesehatan untuk dapat memberikan konseling dan meningkatkan pelayanan kepada akseptor KB suntik 3 bulan