Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Peran Otoritas Kepala Sekolah dalam Pengelolaan Sumber Daya Berbasis Nilai-Nilai Keislaman di SDI Al-Hikmah Dampit Muhammad Husni; Ika Nur Hikmah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 4 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i4.1866

Abstract

Pendidikan Islam dituntut adaptif terhadap arus digitalisasi dan globalisasi agar mampu melahirkan lulusan cerdas sekaligus berkarakter. Dalam kerangka itu, kepemimpinan kepala sekolah yang memadukan otoritas formal dan moral menjadi kunci pengelolaan sumber daya berbasis nilai-nilai Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran otoritas kepala sekolah dalam mengelola sumber daya manusia, fasilitas, dan keuangan secara efektif di SDI Al-Hikmah Dampit. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus fenomenologis; data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen, divalidasi dengan triangulasi sumber-teknik serta member checking, dan dianalisis secara tematik-interaktif ala Miles & Huberman. Hasil menunjukkan sinergi otoritas formal (kebijakan, struktur, penganggaran) dan moral (keteladanan, integritas, amanah) membentuk budaya kerja Islami yang kolaboratif dan akuntabel; praktik transparansi keuangan, manajemen SDM berbasis nilai, mekanisme syura, pengelolaan sarpras yang efisien, serta keterlibatan orang tua–komite memperkuat profesionalisme guru, motivasi serta karakter peserta didik, dan kinerja organisasi sekolah.
Hukum Pernikahan Wanita Hamil Diluar Nikah Menurut Imam Syafi’i Ika Nur Hikmah; K. Muhammad Husni
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 1 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i1.866

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini berfokus pada hukum pernikahan bagi wanita hamil di luar nikah menurut hukum Islam, khususnya menurut pandangan Imam Syafi’i. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana hukum Islam, berdasarkan pandangan Imam Syafi’i, mengatur pernikahan wanita hamil di luar nikah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, bersifat deskriptif dan empiris. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui proses editing, verifikasi, analisis, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut konsep hukum Islam, melaksanakan pesta pernikahan bagi wanita hamil di luar nikah adalah sunah, karena pernikahan tersebut dianggap sah dan tidak menimbulkan kerugian atau kemungkaran. Pernikahan wanita hamil akibat zina dianggap sah, sama seperti pernikahan wanita hamil pada umumnya. Selain itu, berdasarkan Kompilasi Hukum Islam, seorang wanita yang hamil di luar nikah dapat dinikahkan dengan pria yang menghamilinya. Imam Syafi’i membolehkan pesta pernikahan wanita hamil di luar nikah, baik dengan laki-laki yang menghamilinya maupun dengan laki-laki lain, serta mengizinkan pasangan tersebut untuk melakukan hubungan biologis setelah akad nikah tanpa harus menunggu anak lahir, karena wanita yang hamil karena zina tidak diwajibkan menjalani masa iddah
Ro’an di Pesantren Dialektika antara Eksploitasi dan Perbudakan dalam Bingkai Tarbiyah Kehidupan Santri di Pondok Pesantren An-Nur II Rahmania, Almaniatu Inda; Aisyah Nindi Antika; Ika Nur Hikmah; Ari Abdi Widodo; Muhammad Syuaib; Ali Mukhammad Abrori
Quoba: Jurnal Pendidikan Vol 2 No 2 (2025): 2025
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qb.v2i2.600

Abstract

Ro’an di lingkungan pesantren merupakan tradisi kerja bakti yang memiliki peran penting dalam pendidikan karakter. Kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinitas untuk menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan, tetapi juga berfungsi sebagai media penanaman nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, serta kepedulian sosial pada diri santri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan ro’an di pesantren, menganalisis nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung di dalamnya, serta menjelaskan kontribusinya dalam membentuk akhlak dan perilaku santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ro’an menjadi sarana efektif untuk internalisasi nilai-nilai karakter Islami karena dilaksanakan secara rutin, terstruktur, dan melibatkan seluruh elemen pesantren. Dengan demikian, ro’an memiliki peran strategis dalam membentuk karakter santri yang berakhlak, mandiri, dan bertanggung jawab.
Analisis Efektifitas Penerapan Model Pembelajaran PAI Berbasis Masalah (PBL) dengan Mengembangkan Aspek Kognitif, Afektif dan Psikomotorik di SDN Sukun 3 Kota Malang Mar’atul Fitriayu Azizah; Ika Nur Hikmah; Muhammad Zaironi
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.3288

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan Problem Based Learning (PBL) pada Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengembangkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik peserta didik kelas 6A SDN Sukun 3 Kota Malang. Penelitian ini menggunakan studi kasus kualitatif, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara tidak terstruktur, dokumentasi hasil karya peserta didik, dan lembar refleksi individu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PBL efektif meningkatkan pemahaman kognitif tentang konsep halal dan haram, mengembangkan sikap afektif seperti kesadaran dan tanggung jawab, serta meningkatkan keterampilan psikomotorik melalui kegiatan praktik seperti pembuatan poster dan simulasi memilih produk halal. Faktor pendukung keberhasilan meliputi guru yang fasilitatif, materi kontekstual, dan lingkungan kelas yang mendukung, sedangkan kendala mencakup keterbatasan waktu dan variasi tingkat percaya diri peserta didik. Secara keseluruhan, PBL terbukti sebagai model pembelajaran yang efektif untuk mengembangkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik secara simultan, sehingga peserta didik memperoleh pengetahuan, sikap religius, dan keterampilan praktis yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Pengembangan Bahan Ajar PAI Berbasis Kearifan Lokal Untuk Meningkatkan Nilai Keislaman dan Karakter Peserta Didik di SDI AL-HIKMAH Dampit Muhammad Husni; Ika Nur Hikmah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.4205

Abstract

Bahan ajar Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis kearifan lokal memiliki peran penting dalam membentuk karakter serta menanamkan nilai-nilai Islam secara kontekstual pada peserta didik. Keterkaitan antara materi PAI dan budaya lokal membuat pembelajaran lebih bermakna dan dekat dengan kehidupan siswa. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah mengembangkan bahan ajar PAI yang relevan dengan kondisi sosial dan budaya di lingkungan SDI Al-Hikmah. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran PAI melalui integrasi nilai-nilai kearifan lokal. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif yang meliputi analisis kebutuhan, perancangan bahan ajar, uji coba terbatas, serta evaluasi efektivitas penggunaan bahan ajar. Proses ini melibatkan guru dan siswa sebagai subjek utama dalam pengembangan bahan ajar. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa bahan ajar PAI berbasis kearifan lokal efektif meningkatkan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai keislaman. Siswa menunjukkan perubahan positif dalam sikap tanggung jawab, disiplin, dan kepedulian sosial. Pembelajaran menjadi lebih menarik karena materi dikaitkan dengan pengalaman sehari-hari siswa. Guru juga menjadi lebih mudah mengaitkan konsep PAI dengan realitas kehidupan peserta didik. Integrasi nilai gotong royong, sopan santun, dan tradisi keagamaan lokal memperkuat internalisasi nilai Islam dalam diri siswa. Kesimpulannya, bahan ajar PAI berbasis kearifan lokal efektif dalam memperkuat internalisasi nilai-nilai Islam sekaligus membentuk karakter positif peserta didik.