Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peran Pendidikan Islam di Era Kontemporer Dalam Menanamkan Nilai Akhlak Mulia Dan Membangun Karakter Gen Z di Era Disrupsi Moral: Studi di Madrasah Diniyah Al-Khoirot Putri M Taufik Ismail Siregar; Vina Lailatul Maskuro; Mirrohmatillah, Mirrohmatillah; Fitri Ayu Kurnia; Ali Mukhammad Abrori
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 3 No 4 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v3i4.2789

Abstract

Penelitian ini membahas peran pendidikan Islam kontemporer dalam menanamkan nilai akhlak mulia dan membangun karakter generasi Z di tengah tantangan era disrupsi moral serta peran guru dan lembaga pendidikan Islam dalam membangun karakter Gen Z. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pendidikan Islam dalam internalisasi nilai akhlak mulia di era modern serta menganalisis peran guru dan lembaga pendidikan, khususnya di Madrasah Diniyah Al-Khoirot Putri, dalam membentuk generasi Z yang berkepribadian berakhlak, berintegritas, dan mampu menghadapi tantangan global dengan landasan nilai-nilai keislaman. Penelitian ini dilakukan di Madrasah Diniyah Al-Khoirot Putri di Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam di Madrasah Diniyah Al-Khoirot Putri menanamkan nilai akhlak melalui metode pembiasaan, keteladanan, nasihat, serta sistem penghargaan dan hukuman yang bersifat edukatif sesuai konsep Al-Ghazali. Guru berperan penting sebagai Murabbi (pembina spiritual) dan Uswah Hasanah (teladan moral) yang membimbing santri melalui sikap, nasihat, dan doa. Lembaga juga menciptakan lingkungan pendidikan yang disiplin dan religius dengan menegakkan aturan berbasis nilai adab dan tanggung jawab sosial
Ro’an di Pesantren Dialektika antara Eksploitasi dan Perbudakan dalam Bingkai Tarbiyah Kehidupan Santri di Pondok Pesantren An-Nur II Rahmania, Almaniatu Inda; Aisyah Nindi Antika; Ika Nur Hikmah; Ari Abdi Widodo; Muhammad Syuaib; Ali Mukhammad Abrori
Quoba: Jurnal Pendidikan Vol 2 No 2 (2025): 2025
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qb.v2i2.600

Abstract

Ro’an di lingkungan pesantren merupakan tradisi kerja bakti yang memiliki peran penting dalam pendidikan karakter. Kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinitas untuk menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan, tetapi juga berfungsi sebagai media penanaman nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, serta kepedulian sosial pada diri santri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan ro’an di pesantren, menganalisis nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung di dalamnya, serta menjelaskan kontribusinya dalam membentuk akhlak dan perilaku santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ro’an menjadi sarana efektif untuk internalisasi nilai-nilai karakter Islami karena dilaksanakan secara rutin, terstruktur, dan melibatkan seluruh elemen pesantren. Dengan demikian, ro’an memiliki peran strategis dalam membentuk karakter santri yang berakhlak, mandiri, dan bertanggung jawab.
Bullying Di Perguruan Tinggi Sebagai Isu Kontemporer Pendidikan: (Studi Kasus Kematian Mahasiswa Universitas Udayana) Sholihah; Abdullah Hilmi Azzuhdy; Ishomuddin; Siti Lailatul Qomariyah; Ali Mukhammad Abrori
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.3801

Abstract

Perundungan di lembaga pendidikan tinggi merupakan masalah serius yang berdampak langsung pada kesehatan mental, psikologis, dan keselamatan pribadi mahasiswa. Studi ini bertujuan untuk meneliti fenomena perundungan di universitas melalui studi kasus kematian Timothy Anugerah Saputra, seorang mahasiswa Universitas Udayana, yang diduga menjadi korban perundungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus berdasarkan analisis dokumen, termasuk laporan berita online, konten media sosial, dan dokumen resmi institusi. Temuan menunjukkan bahwa perundungan di pendidikan tinggi bermanifestasi dalam bentuk tekanan verbal, psikologis, dan sosial, yang diperkuat oleh budaya berbasis senioritas dan sistem pencegahan kampus yang tidak memadai. Dampak perundungan meluas melampaui kerugian psikologis dan akademis bagi korban, mencerminkan kegagalan struktural yang lebih luas di dalam lembaga pendidikan untuk memastikan lingkungan belajar yang aman dan mendukung. Studi ini merekomendasikan penguatan kebijakan anti-perundungan, pembentukan mekanisme pencegahan yang aman, dan promosi pendidikan karakter humanistik di lembaga pendidikan tinggi.
Representasi Feodalisme Pesantren dalam Media Televisi: Analisis Pemberitaan Trans7 dan Realitas Sosial di Pesantren An-Nur 2 Bululawang Malang Lailatur Rohanita; Kemal Husen; Mochamad Rizqy Romadhon; Alfatun Nisak; Lailatul Mufarrohah; Ali Mukhammad Abrori
YASIN Vol 5 No 6 (2025): YASIN: Jurnal Pendidikan dan Sosial Budaya
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/yasin.v5i6.8151

Abstract

Pesantren feudalism as an issue of media representation has increasingly come to the fore in line with the widening gap between dramatized news coverage and the everyday realities of pesantren communities, particularly amid digital disruption that drives sensational narratives at the expense of factual accuracy. This study examines the media representation of pesantren feudalism in Trans7 news coverage and compares it with the social reality at Pesantren An-Nur 2 Bululawang, with the aim of analyzing how a feudal image is constructed in television reporting and how this construction intersects with, and often contradicts the educational, ethical, and cultural dynamics practiced within the pesantren. Using a qualitative approach with a case study design, data were obtained through broadcast document analysis, observation of the pesantren environment, and in-depth interviews with caregivers, ustaz, and santri, and subsequently analyzed interpretively. The findings reveal three main patterns of media representation: symbolic dramatization of authority, selective emphasis on hierarchical relations, and visual framing that reinforces feudal stereotypes of pesantren. Conversely, field data show that authority in the pesantren is ethical, contextual, and pedagogical in nature, embodied through the principles of adab, ta’dzīm, mutual respect, and dialogical learning processes, while also uncovering negative data or anomalies related to variations in disciplinary practices and differences in understanding among santri. The study concludes that media narratives tend to oversimplify pesantren traditions and fail to capture their complexity as dynamic Islamic educational institutions. The implications of these findings enrich scholarship on media representation and the culture of Islamic education, while encouraging journalists, policymakers, and pesantren leaders to foster more accurate, ethical, and constructive public communication about the pesantren world.