Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Profil Asam Urat Pada Ibu Rumah Tangga Di Purwokerto Selatan Rakhmawati, Aprilia; Khasanah, Nur Aini Hidayah; Yuniati, Nilasari Indah; Wulansari, Keke Putri
Jurnal Bina Cipta Husada Vol 21 No 1 (2025): Jurnal Bina Cipta Husada
Publisher : STIKes Bina Cipta Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asam urat adalah produk utama dari metabolisme purin yang kadarnya dipengaruhi oleh asupan makanan yang mengandung purin dan fruktosa yang tinggi. Produksi asam urat yang berlebih dapat menyebabkan terjadinya hiperurisemia dan gout. Ibu rumah tangga memiliki metabolisme yang lebih lambat yang berpengaruh terhadap kadar asam urat dan sering kali menjadi populasi yang terabaikan dalam penelitian kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kadar asam urat pada ibu rumah tangga di Purwokerto Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain cross sectional dengan total sampel sebanyak 170. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah kadar asam urat ibu rumah tangga di Purwokerto Selatan. Dari 170 sampel ditemukan sebanyak 20 sampel memiliki kadar asam urat yang tinggi dengan rata-rata sebesar 7.81 mg/dL. Kadar asam urat tertinggi yang ditemukan adalah 10.2 mg/dL. Sebanyak 3 sampel memiliki kadar asam urat yang rendah dengan rata-rata 2,23 mg/dL. Sisanya memiliki kadar yang normal. Kadar asam urat tinggi ditemukan pada rentang usia 41 – 60 tahun. Pada usia tersebut wanita akan mengalami menopause. Kadar asam urat ditemukan lebih tinggi pada wanita menopause. Hal ini dikarenakan pada wanita menopause produksi hormon estrogen menurun sehingga ekskresi asam urat menjadi tidak maksimal dan menumpuk di ginjal. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kadar asam urat pada ibu rumah tangga.
Perbedaan Kadar Kolesterol Sebelum Dan Sesudah Mengonsumsi Yogurt Kedelai Kuning Pada Tikus Hiperkolesterolemia Wulansari, Keke Putri; Intan , Bella Alvina Fisoniar
Jurnal Bina Cipta Husada Vol 21 No 1 (2025): Jurnal Bina Cipta Husada
Publisher : STIKes Bina Cipta Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hiperkolesterolemia merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular dengan prevalensi yang terus meningkat di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas yogurt kedelai kuning dalam menurunkan kadar kolesterol pada tikus Sprague-Dawley yang diinduksi hiperkolesterolemia. Penelitian menggunakan desain pre-test – post-test without control group dengan 16 tikus yang diinduksi hiperkolesterolemia menggunakan kuning telur bebek selama 14 hari, kemudian diberi yogurt kedelai kuning dosis 3,6 ml/hari selama 7 hari. Pemeriksaan kadar kolesterol dilakukan menggunakan metode CHOD-PAP dan dianalisis dengan Paired Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan penurunan kadar kolesterol yang signifikan (p < 0,017), dengan rerata kadar kolesterol sebelum perlakuan 62,44 mg/dL dan menurun menjadi 53,94 mg/dL setelah perlakuan. Kandungan isoflavon, protein kedelai, serta probiotik dalam yogurt kedelai kuning berkontribusi pada penurunan kolesterol melalui mekanisme penghambatan penyerapan kolesterol di usus, peningkatan ekskresi asam empedu, dan metabolisme kolesterol oleh probiotik. Temuan ini menunjukkan bahwa yogurt kedelai kuning berpotensi sebagai alternatif yang efektif untuk mengurangi kadar kolesterol darah dan mendukung kesehatan kardiovaskular.
PENCEGAHAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL MELALUI PEMBERDAYAAN DAN DETEKSI DINI PADA REMAJA KARANG TARUNA Yuniati, Nilasari Indah; Khasanah, Nur Aini Hidayah; Rakhmawati, Aprilia; Wulansari, Keke Putri; Asryadin, Asryadin
JPMA - Jurnal Pengabdian Masyarakat As-Salam Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat As-Salam (JPMA)
Publisher : Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37249/jpma.v5i1.880

Abstract

Kelompok usia remaja tergolong rentan terhadap penularan infeksi menular seksual (IMS) akibat rendahnya literasi kesehatan reproduksi, perilaku seksual beresiko, dan keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan yang ramah remaja. Program pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran remaja Karang Taruna di Kelurahan Karang Sentul melalui penyuluhan dan skrining IMS, khususnya HIV dan sifilis. Metode kegiatan meliputi penyuluhan edukatif dengan pendekatan interaktif. Pelaksanaan pre-test dan post-test dilakukan untuk mengukur kenaikan tingkat pengetahuan peserta tentang IMS. Selain itu, dilakukan skrining IMS menggunakan tes cepat (rapid diagnostic test). Sebanyak 20 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri dari 18 laki-laki dan 2 perempuan. Data pre-test memperlihatkan bahwa 60% peserta memiliki pemahaman kurang, yang kemudian meningkat menjadi 70% dengan kategori pemahaman baik setelah penyuluhan. Dari 18 peserta yang bersedia menjalani tes skrining, seluruhnya menunjukkan hasil negatif terhadap HIV dan sifilis. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi yang tepat dan layanan skrining yang mudah diakses dapat meningkatkan kesadaran remaja terhadap IMS. Diperlukan kolaborasi berkelanjutan dengan lembaga terkait guna memperluas cakupan dan dampak kegiatan serupa.
EVALUATION OF FLOTATION METHODS (33% ZNSO4 AND SATURATED NACL) AND SEDIMENTATION (0.9% NaCl AND DISTILLED WATER) IN PIG FECES Agamonanza, Freddy; Wulansari, Keke Putri; Rakhmawati, Aprilia
Jurnal Mitra Kesehatan Vol. 8 No. 02 (2026): Jurnal Mitra Kesehatan
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47522/jmk.v8i02.465

Abstract

Introduction: Gastrointestinal parasitic infections in pigs remain a significant problem, especially in smallholder farming systems with traditional management practices. Parasite detection is generally carried out through fecal examination, but the sensitivity of the results is greatly influenced by the methods and reagents used. This study seeks to assess and contrast the efficacy of flotation and sedimentation techniques in identifying parasite eggs and larvae in pig feces from Marga Sari Village, Tangerang Regency. Research Methods: A comparative descriptive study using fifteen pig feces samples obtained through purposive sampling. Each sample was examined using four examination methods, namely the flotation method with a 33 ZnSO4 solution, the flotation method with a saturated NaCl solution, the sedimentation method with a 0.9 NaCl solution, and the sedimentation method using distilled water. All samples were examined once using each method, resulting in a total of 60 preparations observed. Microscopic examination was performed to identify the presence and type of parasite eggs and larvae based on their morphological characteristics. Research Results: The flotation method using a 33 ZnSO4 solution showed the highest percentage of positive samples, namely 53.3, followed by the saturated NaCl flotation method at 40.0. The sedimentation method with a 0.9 NaCl solution and distilled water showed positive percentages of 33.3 and 26.7, respectively. Ascaris lumbricoides eggs were the most commonly found parasites, while hookworm eggs were only detected using the flotation method. Conclusion: The flotation method, particularly using a 33 ZnSO4 solution, is the most sensitive method for detecting parasite eggs in pig feces. A combination of flotation and sedimentation methods is recommended to obtain a more comprehensive diagnosis of gastrointestinal parasites.