Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Fintech Disruption and Operational Risk in the Banking Sector: Evidence from a Systematic Literature Review Tarada Berlian Megananda; Sulwani Husna Afrizal
International Journal of Management and Business Economics Vol. 3 No. 3 (2025): Juni
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/ijmebe.v3i3.1010

Abstract

The rapid advancement of financial technology (fintech) has significantly disrupted the traditional banking sector by introducing innovative services and business models that enhance efficiency, reduce costs, and promote financial inclusion. However, these benefits also bring emerging operational risks, such as cybersecurity threats, data privacy concerns, and regulatory compliance challenges. This systematic literature review synthesizes findings from 13 peer-reviewed journal articles published in the last five years, selected through a rigorous PRISMA-based methodology. The analysis identifies key themes, including the transformative role of technologies like artificial intelligence, blockchain, and big data analytics; the reconfiguration of risk management frameworks; and the evolving relationship between digital innovation and operational resilience. The results indicate that while fintech adoption offers substantial opportunities for competitiveness and customer engagement, it also necessitates proactive governance, robust cybersecurity measures, and continuous workforce upskilling. The discussion emphasizes the need for collaborative efforts among regulators, financial institutions, and technology providers to develop adaptive strategies that can mitigate risks in an evolving digital landscape. By addressing both the opportunities and vulnerabilities presented by fintech disruption, this review enhances our understanding of its implications for operational risk in banking and provides directions for future research.
Perbandingan Adopsi Alat Digital Personal Finance Di Negara Maju Vs. Negara Berkembang: Tinjauan Studi Literatur Tarada Berlian Megananda; Sulwani Husna Afrizal
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 4 (2025): AGUSTUS - SEPTEMBER 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tingkat adopsi alat digital personal finance di negara maju dan negara berkembang dengan menggunakan pendekatan studi literatur komparatif. Data diperoleh dari 13 artikel ilmiah yang terindeks Scopus, yang relevan dengan topik adopsi teknologi keuangan pribadi. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi faktor pendorong, hambatan, dan pola penggunaan alat digital personal finance pada kedua kelompok negara. Hasil kajian menunjukkan bahwa di negara maju, adopsi lebih didorong oleh inovasi fitur, kemudahan integrasi dengan layanan keuangan lain, dan tingkat literasi digital yang tinggi. Sebaliknya, di negara berkembang, faktor pendorong utama adalah inklusi keuangan, keterjangkauan, dan perluasan akses internet, meskipun masih dihambat oleh keterbatasan infrastruktur dan literasi keuangan. Studi ini memberikan wawasan mengenai kesenjangan adopsi teknologi keuangan antar negara, serta menawarkan implikasi kebijakan untuk mendorong penggunaan yang lebih merata secara global.
EKSPLORASI DAMPAK PEMBAYARAN DIGITAL TERHADAP POLA KONSUMSI MASYARAKAT Sulwani Husna Afrizal; Tarada Berlian Megananda
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 8 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi dampak pembayaran digital terhadap pola konsumsi masyarakat perkotaan di Indonesia dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi observasional dan data sekunder. Latar belakang penelitian ini adalah perkembangan pesat teknologi finansial, khususnya adopsi e-wallet, mobile banking, dan QRIS yang telah mengubah cara bertransaksi, memperluas inklusi keuangan, namun juga berpotensi mendorong perilaku konsumtif. Data dikumpulkan dari berbagai sumber ilmiah, laporan resmi, dan publikasi industri untuk dianalisis menggunakan thematic analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemudahan dan kecepatan transaksi, promosi seperti cashback dan diskon, serta integrasi layanan pay-later memengaruhi peningkatan frekuensi dan volume pembelian, khususnya pembelian impulsif pada kategori non-esensial. Selain itu, terdapat pergeseran gaya hidup konsumsi menuju convenience-driven lifestyle. Temuan ini menegaskan bahwa pembayaran digital membawa manfaat dalam efisiensi transaksi dan pertumbuhan ekonomi digital, namun juga memerlukan kebijakan literasi keuangan untuk meminimalkan risiko overspending di kalangan masyarakat perkotaan.
Transformasi Digital: Meningkatkan Keberlanjutan UMKM melalui Digitalisasi Keuangan Sulwani Husna Afrizal; Tarada Berlian Megananda
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 2 (2025): Februari 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Digitalisasi keuangan memainkan peran penting dalam meningkatkan keberlanjutan UMKM di Indonesia dengan meningkatkan efisiensi operasional, transparansi keuangan, serta akses terhadap layanan keuangan formal. Melalui penerapan teknologi digital, UMKM dapat mencatat transaksi secara real-time, mengoptimalkan pengelolaan keuangan, dan memperluas jangkauan pasar melalui platform pembayaran digital. Studi kasus di Desa Sukasari menunjukkan bahwa digitalisasi keuangan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan dan daya saing UMKM.Namun, adopsi digitalisasi keuangan masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk rendahnya literasi digital, keterbatasan infrastruktur teknologi, serta resistensi terhadap perubahan dari sistem manual ke digital. Hambatan ini mengakibatkan banyak UMKM belum sepenuhnya memanfaatkan teknologi keuangan secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan upaya kolaboratif dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, lembaga keuangan, dan sektor swasta, dalam menyediakan edukasi, akses terhadap teknologi, serta kebijakan yang mendukung percepatan transformasi digital. Dengan strategi yang tepat dan dukungan yang berkelanjutan, digitalisasi keuangan dapat menjadi solusi efektif dalam meningkatkan daya saing dan keberlanjutan UMKM. Implementasi yang lebih luas akan mendorong pertumbuhan UMKM di era ekonomi digital, sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap perekonomian nasional.
Analisis Dampak Digitalisasi Perbankan terhadap Profitabilitas Bank Konvensional di Indonesia Tarada Berlian Megananda; Sulwani Husna Afrizal
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 2 (2025): Februari 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Digitalisasi telah mengubah lanskap perbankan konvensional di Indonesia, dengan dampak signifikan terhadap efisiensi operasional, aksesibilitas layanan, dan profitabilitas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis untuk menganalisis bagaimana digitalisasi, melalui penerapan mobile banking, internet banking, dan FinTech, mempengaruhi kinerja keuangan bank konvensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi meningkatkan efisiensi operasional dengan mengurangi biaya transaksi dan meningkatkan Return on Equity (ROE). Selain itu, layanan digital meningkatkan aksesibilitas bagi nasabah, yang berdampak pada peningkatan volume transaksi dan pendapatan bank. Namun, tantangan seperti investasi dalam teknologi dan risiko keamanan siber juga muncul sebagai faktor yang perlu diantisipasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun digitalisasi menawarkan peluang besar untuk meningkatkan profitabilitas, bank perlu mengelola tantangan tersebut secara strategis untuk memaksimalkan manfaatnya.  
Analisis Dampak Kebijakan Penurunan BI-Rate Juli 2025 terhadap Reaksi Pasar Saham di Bursa Efek Indonesia: Studi Event pada Saham Perbankan Indeks LQ45 Tarada Berlian Megananda
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 01 (2026): Februari - Maret 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis reaksi pasar saham terhadap kebijakan penurunan BI-Rate pada Juli 2025 dengan fokus pada saham perbankan yang tergabung dalam indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia. Metode yang digunakan adalah event study dengan jendela peristiwa selama 11 hari perdagangan (t₋₅ hingga t₊₅). Estimasi expected return dilakukan menggunakan market model dengan Indeks Harga Saham Gabungan sebagai proksi pasar. Sampel penelitian terdiri atas delapan saham perbankan yang aktif diperdagangkan selama periode pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan adanya average abnormal return yang positif dan signifikan pada hari pengumuman dan satu hari setelah peristiwa, serta cumulative abnormal return yang signifikan pada periode pasca-peristiwa. Selain itu, trading volume activity mengalami peningkatan yang signifikan setelah pengumuman kebijakan. Temuan ini mengindikasikan bahwa penurunan BI-Rate mengandung informasi yang relevan dan direspons secara positif oleh investor, khususnya pada sektor perbankan, serta memberikan implikasi penting bagi pembuat kebijakan dan pelaku pasar modal.
Employment Vulnerability And Financial Well-Being In Indonesia: Insights From A Systematic Literature Review Tarada Berlian Megananda; Dara Sagita Triski
International Journal of Management and Business Economics Vol. 4 No. 2 (2026): February
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/ijmebe.v4i2.1426

Abstract

Employment vulnerability has emerged as a critical issue affecting workers’ financial well-being, particularly in developing economies such as Indonesia, where informal and precarious employment remains widespread. This study aims to systematically review and synthesize existing empirical evidence on the relationship between employment vulnerability and financial well-being among workers in Indonesia. Adopting a Systematic Literature Review (SLR) approach guided by the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) framework, relevant peer-reviewed journal articles were identified, screened, and analyzed thematically. The review focuses on key dimensions of employment vulnerability, including job insecurity, income instability, lack of social protection, and exposure to economic shocks, particularly during the COVID-19 pandemic. The findings reveal that employment vulnerability consistently undermines workers’ financial well-being through increased financial stress, reduced savings capacity, and heightened psychological distress. Moreover, financial literacy and access to financial services emerge as important mitigating factors that can enhance financial resilience among vulnerable workers. The review also highlights significant disparities between formal and informal workers, as well as gaps in policy protection for marginalized groups. This study contributes to the literature by integrating insights from labor economics and financial well-being research, offering policy-relevant implications for improving employment security, financial capability, and social protection systems in Indonesia.