Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Persepsi Petani Cabai Merah Keriting (Capsicum annum L) terhadap Penggunaan Pestisida Kimia dan Biopestisida Rohsejati, Maharani Simbi; Euriga, Epsi; Astuti, Rr Siti
Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6, No 2, Juni 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/atjpm.v6i2.6422

Abstract

Salah satu kendala dalam budidaya cabai merah keriting (C. annuum L) adalah serangan hama dan penyakit sehingga menyebabkan petani banyak menggunakan pestisida realita di lapangan penggunaan pestisida kimia lebih mendominasi dibandingkan penggunaan biopestisida. Penelitian ini bertujuan untuk (1) untuk mengetahui penerimaan; persepsi mengenai risiko dan penggunaan pestisida kimia, (2) untuk mengetahui kesadaran; persepsi dan penggunaan berbagai alternatif pengendalian hama menggunakan biopestisida pada petani cabai merah keriting. Lokasi penelitian di Kalurahan Banaran, Kecamatan Galur, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta pada bulan Desember 2024 sampai Mei 2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis deskriptif dengan melibatkan responden penelitian petani cabai menggunakan teknik simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerimaan terhadap penggunaan pestisida kimia brada pada kategori tinggi (83%). Persepsi mengenai risiko pestisida kimia dan berada pada kategori tinggi (83%). Penggunaan pestisida kimia berada pada kategori tinggi (84%). Persepsi terhadap biopestisida berada pada kategori tinggi (84%). Penggunaan berbagai alternatif pengendalian hama menggunakan biopestisida berada pada kategori tinggi (83%). Kesadaran terhadap penggunaan biopestisida paling rendah dari pada variabel lain dengan nilai (51%) berada pada kategori sedang (51%). Temuan ini memberikan manfaat mengenai pemahaman persepsi petani tentang kesadaran biopestisida.
Pengembangan Produk Wedang Stamina Instan Menggunakan Metode Value Engineering Khoirifa, Sevi; Prayoga, Adi; Astuti, RR. Siti
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 4: Juni 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i4.10010

Abstract

Pengembangan produk wedang stamina instan dilakukan dengan menggunakan metode Value Engineering untuk meningkatkan nilai produk melalui pengoptimalan fungsi dan pengurangan biaya tanpa mengurangi kualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengembangkan produk instan wedang stamina yang berkualitas tinggi dengan menggunakan pendekatan Value Engineering, serta memberikan kontribusi positif bagi industri makanan dan minuman di Indonesia. Hasil pengembangan menunjukkan peningkatan kualitas produk yang praktis, dan kaya manfaat untuk menjaga stamina dan vitalitas tubuh, sesuai dengan kebutuhan konsumen modern yang menginginkan minuman sehat yang mudah diakses dan efektif. Pendekatan Value Engineering juga mendorong inovasi dalam formulasi dan kemasan sehingga produk lebih menarik dan kompetitif. Hasil analisis data menunjukkan proses pengembangan produk wedang stamina instan menggunakan metode value engineering dilakukan dengan tahap informasi, tahap kreatif, tahap analisis, tahap pengembangan, dan tahap rekomendasi. Penelitian ini menghasilkan lima alternatif pengembangan produk wedang stamina instan dengan skor tertinggi. Masing-masing alternatif berbeda pada formulasi seduhan, desain kemasan dan jenis kemasan. Alternatif terbaik yang diperoleh yaitu alternatif 2 dengan formulasi seduhan 2, desain kemasan 2, dengan jenis kemasan box. Rasio nilai tambah dan keuntungan wedang stamina instan dengan metode Value Engineering tergolong tinggi sebesar 100%.
Strategi Keberlanjutan Usahatani Mina Padi di Kalurahan Candibinangun Kapanewon Pakem Kabupaten Sleman Nadia, Zahrima; Ina Fitrian Ismarlin; RR. Siti Astuti
Rawa Sains: Jurnal Sains STIPER Amuntai Vol 15 No 1 2025 Edisi Juni 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36589/rs.v15i1.299

Abstract

Mina padi is a rice-fish farming an agricultural innovation that integrates rice and fish cultivation on a single plot of land with the aim of increasing land productivity and water resource efficiency. Mina padi is a form of agricultural innovation that prioritizes environmental sustainability in water management, minimizes the use of chemical pesticides and fertilizers, reduces pests, and provides double benefits for farmers. This study aims to determine: the sustainability of mina padi from economic, social, and environmental aspects; analyze internal and external factors in mina padi; and design sustainability strategies for mina padi. The method used in this study is descriptive qualitative to describe the research results in greater depth. There are 13 informants in this study. The results of the study indicate that mina padi provides significant economic benefits, with an R/C Ratio of 1.24, meaning that every Rp 1 spent generates Rp 1.24 in revenue, making it worthwhile to pursue. Strategies that can be implemented for the sustainability of mina padi include: 1) increasing farmers' motivation to improve mina padi production through land intensification, such as the use of liquid organic fertilizer, adding natural feed, using high-quality seeds, and proper land preparation; 2) establishing partnerships with local restaurants and markets for sustainable absorption of harvests, 3) developing agrotourism with the support
Analisis Kelayakan Finansial Pada Inovasi Produk Minuman Fungsional Bunga Rosela di CV X Magelang: Penelitian Sugiarti, Wulan Oktavia; Adi Prayoga; RR. Siti Astuti
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.1105

Abstract

Indonesia adalah tumbuhan biofarmaka. Bunga rosela merupakan salah satu jenis tumbuhan biofarmaka yang dapat diolah menjadi minuman fungsional. Banyak Perusahaan yang telah menjadikan bunga rosela sebagai bahan baku produknya. Salah satunya adalah CV X di Kabupaten Magelang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelayakan pada inovasi produk minuman fungsional bunga rosela di CV X. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2024 sampai bulan Juni 2025. Pemilihan tempat penelitian ditentukan dengan purposive sampling. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder sebagai data pendukung. Hasil analisis total biaya produksi minuman fungsional bunga rosela adalah Rp109.614.500 dan didapatkan HPP produk sebesar Rp3.513,29/unit dengan HJP sebesar Rp4.918,60 yang dibulatkan menjadi Rp5.000. Dari usaha produksi dan penjualan produk minuman fungsional bunga rosela, perusahaan bisa mendapatkan total penerimaan sebesar Rp156.000.000 dengan keuntungan Rp46.385.500. Hasil analisis kelayakan finansial yaitu pada BEP Unit didapatkan sebesar 82,4 atau 83 pcs, BEP Harga sebesar Rp408.333,33 serta analisis R/C Ratio mendapatkan nilai 1,42. R/C mendapatkan nilai lebih dari 1, yang artinya bahwa usaha produksi dikatakan menguntungkan dan layak untuk dijalankan.
Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Tingkat Adopsi Petani Padi dalam Penggunaan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) (Analysis of Factors Affecting Rice Farmer’s Adoption of Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) Application) Majid, Thalitha Sabrina Prawidya; Sukadi, Sukadi; Astuti, RR. Siti
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 25, No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 25 No 1
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jisa25120254405

Abstract

The use of Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) as a biofertilizer is an alternative fertilization method that can enhance soil fertility and reduce environmental pollution caused by excessive use of chemical fertilizers. This study aims to analyze the influence of age (X1), education level (X2), farming experience (X3), the role of agricultural extension workers (X4), and the role of farmer groups (X5) on the adoption level of PGPR (awareness, interest, evaluation, trial, adoption). The research was conducted in Tirtomartani Village, Kalasan, Sleman, Yogyakarta Special Region, from November 2024 to April 2025, using a quantitative approach through a survey method with questionnaires administered to 38 respondents. The analysis results showed that all independent variables (X) simultaneously had a significant effect on the adoption level of PGPR. However, partially, only the role of farmer groups had a significant influence. Therefore, empowering farmer groups is essential, particularly in raising farmers’ awareness through training on the production and application of PGPR, as an effort to improve their knowledge, attitudes, and skills in using biofertilizers.   Keywords: Adoption Rate, Rice Farmer, PGPR.
Evaluasi Penyuluhan Berbasis Kirkpatrick pada Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) Keong Mas Putri, Tiska Sahila Widodo; Nurlaela, Siti; Astuti, RR. Siti
JMM - Jurnal Masyarakat Merdeka Vol 8, No 1 (2025): MEI
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51213/jmm.v8i1.178

Abstract

Petani di Kalurahan Srimartani menerapkan budidaya pertanian dengan menggunakan pupuk kimia secara terus menerus yang mengakibatkan penurunan kualitas tanah. Petani belum mampu membuat pupuk organik karena keterbatasan pengetahuan sehingga mengakibatkan tingginya biaya pemupukan. Maka dari itu, perlu adanya penyuluhan pembuatan pupuk organik agar petani mampu mengadopsi hasil dari penyuluhan untuk diterapkan pada kegiatan budidayanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani. Metode yang digunakan adalah eksperimen. Pelaksanaan penyuluhan menggunakan pendekatan ceramah, diskusi, dan praktik langsung. Peserta penyuluhan berjumlah 20 petani. Evaluasi tingkat ketercapaian keberhasilan penyuluhan dilakukan dengan pemberian kuesioner pre-test dan post- test dan diolah menggunakan model evaluasi Kirkpatrick. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Level 1 atau reaksi dari peserta menunjukkan nilai 31,3 artinya peserta merasa puas dengan persiapan yang dilakukan oleh narasumber. Evaluasi level 2 adalah pembelajaran yang diukur dengan pre-test dan post-test, menunjukan peningkatan pengetahuan sebesar 23%; sikap 7%; dan keterampilan 86%. Efektivitas Penyuluhan (EP) dalam meningkatkan pengetahuan adalah 24% (kategori kurang efektif), sikap 9% (kategori kurang efektif), dan keterampilan (pupuk) 90% (kategori efektif). Efektivitas perubahan perilaku pengetahuan adalah 58% (kategori cukup efektif), sikap 50% (kategori cukup efektif), dan keterampilan 90% (kategori efektif). Tahap evaluasi level 3 dilakukan dengan pengukuran perubahan perilaku peserta setelah mengikuti kegiatan penyuluhan yang dinilai dari keterampilan peserta penyuluhan dalam membuat POC. Pada tahap evaluasi level 3 terdapat 3 kelompok yang berhasil dan 1 kelompok gagal melakukan fermentasi.
Strategi Pemasaran Simplisia Kunyit (Curcuma domestica Val) (Studi Kasus Pada P4S Menoreh Herbal) Fauzan, Muhammad Dwi; Astuti, Rr Siti
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 30 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55259/jiip.v30i2.30

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor internal (IFAS) dan faktor eksternal (EFAS) serta merumuskan alternatif strategi pemasaran simplisia kunyit (Curcuma domestica Val) pada P4S Menoreh Herbal yang berlokasi di Jl Pule, Menoreh, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2021 sampai dengan bulan Juni 2022. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu mixed methods yang merupakan perpaduan antara metode penelitian kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan sensus atau sampling total melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan diskusi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor internal yang menjadi kekuatan yaitu kualitas produk baik, harga murah, dan menjalin suatu kemitraan. Faktor internal yang menjadi kelemahan yaitu promosi jarang, pendidikan rendah, produk terjual rendah, dan media pemasaran kurang memadai. Faktor eksternal yang menjadi peluang yaitu pangsa pasar masih terbuka, dan tersedianya fasilitas pemasaran online. Faktor eksternal yang menjadi ancaman yaitu terdapat pesaing usaha, dan pandemi dapat menurunkan permintaan produk. Rumusan alternatif strategi yang diperoleh berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan strategi SO (Strengths-Opportunities) yaitu meningkatkan kualitas produk, memperluas pangsa pasar baik lokal maupun ekspor, melakukan pemasaran produk secara online, dan meningkatkan saluran distribusi produk.
STRATEGI PENGEMBANGAN PASAR LELANG CABAI (Studi Kasus Pasar Lelang Cabai di Kabupaten Sleman D.I Yogyakarta) Yulianto, Gunawan; Aprilia, Shelva; Astuti, RR. Siti
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 27 No. 1 (2020): Juli
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55259/jiip.v27i1.74

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk merumuskan faktor internal dan eksternal Pasar Lelang Cabai Kabupaten Sleman serta merumuskan strategi yang diterapkan dalam pengembangan Pasar Lelang Cabai Kabupaten Sleman. Kajian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dilaksanakan bulan Februari s.d Juni 2020 di Pasar Lelang Cabai Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Data yang digunakan adalah data sekunder dan data primer dengan metode pengumpulan data secara triangulasi meliputi wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Penentuan informan kajian secara purposive sampling. Analisis data menggunakan analisis SWOT. Analisa kajian meliputi faktor-faktor utama lingkungan internal dan eksternal, diidentifikasi dengan matriks IFAS dan EFAS. Hasil dari matriks IFAS dan EFAS digunakan untuk dasar penyusunan strategi alternatif dengan matriks SWOT dan matriks IE. Tahap terakhir yaitu pengambilan keputusan dari alternatif strategi yang ada menggunakan QSPM yang menghasilkan prioritas strategi. Prioritas strategi yang dapat direkomendasikan untuk diterapkan terlebih dahulu oleh Pasar Lelang Cabai Kabupaten Sleman adalah mempertahankan dan meningkatkan kualitas dan kuantitas cabai di pasar lelang untuk menjamin kepuasan pedagang dengan memanfaatkan teknologi dan dukungan dari Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman.
PERAN KELOMPOK TANI TERHADAP PEMASARAN CABAI (Capsicum annum L) KE PASAR LELANG Dua Asa, Evi Fania Ribka; Munanto, Totok Sevenek; Astuti, Rr. Siti
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 27 No. 2 (2020): Desember
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55259/jiip.v27i2.81

Abstract

Peran kelompok tani sebagai (1) kelas belajar; (2) wahana kerjasama; serta (3) unit produksi, sangat penting dalam pembangunan pertanian. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh peran kelompok tani sebagai kelas belajar, wahana kerjasama dan unit produksi terhadap pemasaran cabai ke pasar lelang. Kajian dilaksanakan dari bulan Februari sampai Juli 2019 di Desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman. Metode yang digunakan deskriptif kuantitatif dan merupakan kajian asosiatif dengan bentuk hubungan kausal, yang bersifat sebab akibat dari variabel independen dan variabel dependen. Pengambilan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan kuisioner. Hasil kajian menunjukkan, peran kelompok tani sebagai kelas belajar berpengaruh signifikan terhadap pemasaran cabai ke pasar lelang yaitu sebesar 2,487; sementara peran kelompok tani sebagai wahana kerjasama dan unit produksi berpengaruh tidak signifikan terhadap pemasaran cabai ke pasar lelang, masing-masing sebesar (-1,440) dan 2,008. Perlu dilakukan peningkatan peran kelompok sebagai wahana kerjasama melalui kegiatan penyuluhan tentang membangun kemitraan antar anggota kelompok tani dengan lembaga pasar lelang dan pihak terkait, diantaranya pemanfaatan informasi teknologi (IT) dalam pemasaran cabai ke pasar lelang.
PERAN BIROKRASI KELEMBAGAAN DALAM PENERAPAN PENGENDALIAN HAMA TERPADU Astuti, RR. Siti
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 22 No. 2 (2015): Desember
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to know the role of institutional bureaucracy in the implementation of integrated pest management. The study was conducted in April 2012 in central Java. IPM institutionalization efforts in Indonesia influenced by a lot of constraints such as constraints conceptual, institutional structures, program priorities, ego-sectoral and ego-discipline and empowerment of farmers. Strategies undertaken by the government is the institutionalization of plant protection, the development of management information systems, strengthening forecasting and observation, the provision of appropriate technology and site-specific duna, provision of protection and stabilization of pest control. The role of institutional bureaucracy in the implementation of IPM in central Java is not optimal because of weak cooperation and coordination among stakeholders as well as good organizational structure has not stabilized both central and local levels as a result of regional autonomy policy. Collaborative efforts and networks need both locally, nationally and globally. Cooperation and networking will provide additional information as a result of the activities of the exchange of information related to IPM.