Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan dan Kesadaran Ibu Hamil Melalui Bendera 1000 HPK untuk Pencegahan Stunting Makhrajani Majid; Melda Meiresa; Sitti Amina; Milda Juwina; Hasra Hasra; Nopi Nopi; Khusnul Khatima
NuCSJo : Nusantara Community Service Journal Vol. 1 No. 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/nucsjo.v1i1.14

Abstract

Penyuluhan tentang 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) di Desa Batu Noni dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai pentingnya asupan gizi dan kesehatan selama periode kritis ini. Kegiatan ini melibatkan 14 ibu hamil dan dilakukan pada 4 September 2024. Metode penelitian menggunakan pre-test dan post-test untuk mengevaluasi perubahan pengetahuan. Hasil menunjukkan bahwa sebelum penyuluhan, 64,29% peserta memiliki pengetahuan rendah, sedangkan setelah intervensi, 71,43% peserta menunjukkan pengetahuan tinggi. Peningkatan ini menegaskan efektivitas penyuluhan dalam mengedukasi ibu hamil tentang nutrisi yang tepat dan pencegahan stunting. Dengan meningkatnya pengetahuan ini, diharapkan dapat mengurangi prevalensi stunting di wilayah tersebut.
ANALISIS RISIKO KERJA DAN EFEKTIVITAS PENGGUNAAN APD PADA INDUSTRI KETENAGALISTRIKAN: STUDI DI PT PLN UP3 PAREPARE Dirman Sudarman; Alya Dwi Fadillah; Nur Safira Zalzabila; Khusnul Khatima; Sudarmi Sudirman; Zuraida Inara Gani; Williana Yusuf
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 13, No 3 (2025): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v13i3.2721

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi penerapan higiene industri di PT PLN (Persero) UP3 Parepare. Higiene industri menjadi aspek penting dalam menjamin keselamatan kerja, terutama di sektoar kelistrikan yang memiliki risiko tinggi terhadap kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional dengan pendekatan campuran, melibatkan 16 responden dari berbagai unit kerja yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, kuesioner, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan higiene industri telah mencakup identifikasi bahaya melalui metode HIRA-RJ, penggunaan APD secara konsisten, pengawasan lapangan yang ketat, evaluasi lingkungan kerja secara berkala, serta pelatihan dan sosialisasi rutin. Meskipun masih ditemukan tantangan dalam hal kepatuhan terhadap prosedur, secara umum upaya pengendalian risiko telah dilaksanakan secara sistematis. Hasil ini menegaskan pentingnya komitmen perusahaan dalam menjaga keselamatan dan kesehatan kerja guna menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat.
Evaluasi Pelaksanaan Kepatuhan Cleaning Service Dalam Pengelolaan Limbah Infeksius Di Rs Regional Dr.Hasri Ainun Habibie Kota Parepare Khusnul Khatima; Makhrajani Majid; Dirman Sudarman; Muhammad Ikram
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i3.4565

Abstract

Pendahuluan: Pengelolaan limbah infeksius di rumah sakit memerlukan kepatuhan cleaning service terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk mencegah risiko penularan infeksi, kecelakaan kerja, dan pencemaran lingkungan. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berkaitan dengan pelaksanaan kepatuhan cleaning service dalam pengelolaan limbah infeksius serta mendeskripsikan pelaksanaan kepatuhan cleaning service terhadap SOP dalam pengelolaan limbah infeksius di RS Regional dr. Hasri Ainun Habibie Kota Parepare. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian berjumlah 12 orang, yang terdiri atas 1 koordinator cleaning service, 1 koordinator sanitasi, 9 petugas cleaning service sebagai informan utama, dan 1 tenaga kesehatan (perawat). Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai pelaksanaan kepatuhan cleaning service dalam pengelolaan limbah infeksius. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berkaitan dengan pelaksanaan kepatuhan cleaning service meliputi pengetahuan petugas mengenai SOP, sikap dan kesadaran terhadap keselamatan kerja, ketersediaan sarana dan prasarana, pengawasan, serta dukungan manajemen rumah sakit. Pengawasan yang dilakukan secara rutin oleh koordinator cleaning service, unit sanitasi, dan petugas K3 disertai penerapan aturan dan sanksi terhadap pelanggaran menjadi faktor yang paling berpengaruh dalam meningkatkan kepatuhan petugas. Pelaksanaan kepatuhan cleaning service terhadap SOP secara umum telah berjalan dengan baik, ditunjukkan melalui pelaksanaan pemilahan limbah sesuai kategori, penggunaan alat pelindung diri (APD) secara lengkap, pengangkutan limbah menggunakan troli khusus, penyimpanan sementara sesuai ketentuan, serta penyerahan limbah kepada pihak ketiga berizin. Meskipun demikian, masih ditemukan beberapa ketidaksesuaian, seperti kesalahan penempatan limbah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang terjadi pada kondisi tertentu sehingga masih memerlukan evaluasi dan pembinaan secara berkelanjutan