Muhammad Ikram
Universitas Muhammadiyah Parepare

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Effectiveness of the National Health Insurance (JKN) Policy in Improving Access and Quality of Health Services: A Literature Study Muh Arfah; A Nur Azizah; Sukmawati Sukmawati; Muhammad Ikram
Jurnal Pengelolaan Kesehatan Berkelanjutan berbasis Kearifan Lokal Vol. 1 No. 2 (2026): Jurnal Pengelolaan Kesehatan Berkelanjutan Berbasis Kearifan Lokal
Publisher : Universitas Cahaya Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65943/p7m4s949

Abstract

Indonesia’s National Health Insurance (Jaminan Kesehatan Nasional/ JKN) has become a major policy instrument in expanding healthcare access and supporting the achievement of Universal Health Coverage (UHC). This study aims to analyze the effectiveness of JKN in improving healthcare access and service quality through a literature review approach. Articles published between 2020–2025 were identified from relevant academic sources. A total of 48 articles were initially identified. After duplicate removal and title–abstract screening, 27 articles remained. Following full-text assessment based on the inclusion and exclusion criteria, 5 articles were finally selected for analysis. The findings indicate that JKN has significantly increased healthcare utilization, reduced financial barriers, and accelerated Indonesia’s progress toward UHC. However, disparities in healthcare utilization, regional access, and service quality remain important challenges. Strategic purchasing reforms through Performance-Based Capitation (KBK) have contributed to improving provider performance, while digital transformation through Mobile JKN has enhanced administrative efficiency and user satisfaction. Nevertheless, the effectiveness of these reforms depends on infrastructure readiness, human resource capacity, and monitoring systems. The novelty of this study lies in presenting an integrated perspective linking healthcare access, quality of care, strategic purchasing, and digital transformation in evaluating JKN effectiveness. In conclusion, JKN has demonstrated measurable progress in expanding access, but strengthening financing sustainability, provider capacity, monitoring systems, and equitable digital innovation remains essential to ensure that broader access consistently leads to high-quality health outcomes.
Evaluasi Pengelolaan Limbah Medis Infeksius terhadap Risiko Kesehatan Petugas Sanitasi di Rumah Sakit Regional Dr. Hasri Ainun Habibie Kota Parepare Zuraidah Inara Gani; Makhrajani Majid; Dirman Sudarman; Muhammad Ikram
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i3.4559

Abstract

Pendahuluan: Pengelolaan limbah medis infeksius di rumah sakit merupakan proses penanganan limbah yang mengandung mikroorganisme patogen dan berpotensi menularkan penyakit kepada manusia maupun mencemari lingkungan. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengelolaan limbah medis infeksius terhadap risiko esehatan petugas sanitasi di Rumah Sakit Regional Dr. Hasri Ainun Habibie Kota Parepare. Bahan dan metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasional. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap petugas sanitasi yang terlibat dalam pengelolaan limbah medis infeksius. Aspek yang dievaluasi meliputi pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, penyimpanan sementara, penggunaan alat pelindung diri (APD), serta risiko kesehatan yang dialami petugas. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk eseh serta uraian naratif. Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan limbah medis infeksius di Rumah Sakit Regional Dr. Hasri Ainun Habibie pada umumnya telah mengikuti prosedur operasional yang berlaku. Namun demikian, masih ditemukan beberapa aspek yang memerlukan perbaikan, terutama dalam konsistensi penggunaan APD secara lengkap, peningkatan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan kerja, serta pengawasan selama proses pengelolaan limbah. Petugas sanitasi masih berpotensi mengalami paparan bahaya biologis, cedera akibat benda tajam, dan risiko infeksi akibat kontak langsung dengan limbah medis infeksius. Kesimpulan: Pengelolaan limbah medis infeksius di Rumah Sakit Regional Dr. Hasri Ainun Habibie telah dilaksanakan dengan cukup baik, namun masih diperlukan peningkatan kepatuhan terhadap standar operasional prosedur, pengawasan keselamatan kerja, pelatihan berkelanjutan, serta penggunaan APD secara konsisten untuk meminimalkan risiko kesehatan petugas sanitasi.
Evaluasi Pelaksanaan Kepatuhan Cleaning Service Dalam Pengelolaan Limbah Infeksius Di Rs Regional Dr.Hasri Ainun Habibie Kota Parepare Khusnul Khatima; Makhrajani Majid; Dirman Sudarman; Muhammad Ikram
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i3.4565

Abstract

Pendahuluan: Pengelolaan limbah infeksius di rumah sakit memerlukan kepatuhan cleaning service terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk mencegah risiko penularan infeksi, kecelakaan kerja, dan pencemaran lingkungan. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berkaitan dengan pelaksanaan kepatuhan cleaning service dalam pengelolaan limbah infeksius serta mendeskripsikan pelaksanaan kepatuhan cleaning service terhadap SOP dalam pengelolaan limbah infeksius di RS Regional dr. Hasri Ainun Habibie Kota Parepare. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian berjumlah 12 orang, yang terdiri atas 1 koordinator cleaning service, 1 koordinator sanitasi, 9 petugas cleaning service sebagai informan utama, dan 1 tenaga kesehatan (perawat). Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai pelaksanaan kepatuhan cleaning service dalam pengelolaan limbah infeksius. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berkaitan dengan pelaksanaan kepatuhan cleaning service meliputi pengetahuan petugas mengenai SOP, sikap dan kesadaran terhadap keselamatan kerja, ketersediaan sarana dan prasarana, pengawasan, serta dukungan manajemen rumah sakit. Pengawasan yang dilakukan secara rutin oleh koordinator cleaning service, unit sanitasi, dan petugas K3 disertai penerapan aturan dan sanksi terhadap pelanggaran menjadi faktor yang paling berpengaruh dalam meningkatkan kepatuhan petugas. Pelaksanaan kepatuhan cleaning service terhadap SOP secara umum telah berjalan dengan baik, ditunjukkan melalui pelaksanaan pemilahan limbah sesuai kategori, penggunaan alat pelindung diri (APD) secara lengkap, pengangkutan limbah menggunakan troli khusus, penyimpanan sementara sesuai ketentuan, serta penyerahan limbah kepada pihak ketiga berizin. Meskipun demikian, masih ditemukan beberapa ketidaksesuaian, seperti kesalahan penempatan limbah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang terjadi pada kondisi tertentu sehingga masih memerlukan evaluasi dan pembinaan secara berkelanjutan
Analisis Faktor Risiko Dermatitis Kontak Pada Nelayan di Pesisir Kota Parepare Diva Aprilya; Rahmi Amir; Dirman Sudarman; Muhammad Ikram
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i3.4602

Abstract

Dermatitis merupakan salah satu masalah kesehatan kerja yang rentan terjadi pada nelayan karena aktivitas kerja melibatkan kontak dengan air laut, pajanan sinar matahari, lingkungan lembap, serta berbagai bahan iritan. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran kejadian dermatitis dan menganalisis hubungan personal hygiene, penggunaan alat pelindung diri (APD), lama kerja, paparan air laut, dan pajanan sinar matahari dengan kejadian dermatitis pada nelayan di wilayah pesisir Kota Parepare. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif analitik observasional dengan pengukuran variabel secara cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 76 nelayan yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan observasi, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 81,6% responden memiliki indikasi dermatitis. Personal hygiene berhubungan dengan kejadian dermatitis (p=0,004). Berdasarkan perhitungan dari tabulasi silang, penggunaan APD juga menunjukkan hubungan dengan kejadian dermatitis (p=0,018). Sementara itu, durasi kerja tidak berhubungan dengan kejadian dermatitis (p=0,355). Paparan air laut tidak menunjukkan hubungan dengan dermatitis (p=0,778), demikian pula pajanan sinar matahari (p=0,062). Disimpulkan bahwa faktor perilaku berupa kebersihan diri dan penggunaan APD merupakan faktor yang perlu mendapat perhatian dalam pencegahan dermatitis pada nelayan. Peningkatan edukasi mengenai kebersihan diri, penggunaan APD secara konsisten, dan perawatan kulit setelah melaut diperlukan untuk mengurangi gangguan kesehatan kulit pada nelayan Kota Parepare.