Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pendidikan Karakter Pada Proses Pembelajaran Matematika di MAN Kalabahi Alor Nusa Tenggara Timur Ratna Abdul Pakdin Balikh
Jurnal Ilmu Pendidikan (JIP) Vol. 3 No. 1 (2018): Jurnal Ilmu Pendidikan (JIP)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi-Universitas Muhammadiyah Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai karakter yang dikembangkan dalam proses pembelajaran matematika dan untuk mengetahui proses pendidikan karakter yang terintegrasi dalam pembelajaran matematika, serta untuk mengetahui penilaian pendidikan karakter dalam proses pembelajaran matematika di MAN Kalabahi.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang sifatnya deskriptif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XII IPS1 MAN Kalabahi. Objek dalam penelitian ini adalah penerapan pendidikan karakter pada proses pembelajaran matematika, khususnya pada materi integral. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah nilai-nilai karakter yang dikembangkan antara lain, rasa ingin tahu, mandiri, kerja keras dan jujur. Nilai-nilai tersebut tercantum di dalam Silabus dan RPP. Proses pendidikan karakter sudah terlaksana dalam pembelajaran matematika. Penilaian pendidikan karakter dicantumkan pada nilai afektif siswa berdasarkan nilai karakter yang diterapkan siswa, serta keaktifan siswa dalam proses pembelajaran.
Pendampingan Pendalaman Materi Matematika Berbasis Etnomatematika Santri Pondok Pesantren Cijantung 7 Kalabahi Likur, Fadhillah Abdul Halik; R, Nurdin; Balikh, Ratna Abdul Pakdin; Sibala, Ismawati; Peka, Musrifa
-
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jrpi.v2i3.33869

Abstract

One thing that can bridge the gap between culture and education is ethnomathematics. Ethnomathematics is a form of mathematics influenced by or based on culture. Through the application of ethnomathematics in education, especially mathematics education, will bring better understanding of students about both knowledge and culture of theirs. This way will help teacher for teaching cultural values in students so that cultural values which are part of the national character are embedded from an early age of student. The formation of this new scheme should be from the scheme that already exists in the student. Therefore, in teaching formal mathematics (school mathematics), teachers should start with informal mathematics which is applied by children in society. If a child has a good schema about mathematics used in daily basis increase the existing knowledge the teacher strengthens the existing schema or forms a new schema based on the existing schema.
ANALISIS KESULITAN PESERTA DIDIK DALAM MENYELESAIKAN SOAL SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL Peka, Musrifa; Balikh, Ratna Abdul Pakdin; Likur, Fadhillah Abdul Halik; Amsidi, Mukmin
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.9898

Abstract

This study aims to analyze students’ difficulties in solving problems of systems of linear equations in two variables and to identify the factors causing these difficulties among eighth-grade students at UPTD SMP Negeri Anlawening. This research employed a qualitative approach with a case study design. The research subjects consisted of 22 students, with 6 students selected as samples through purposive sampling. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The data were analyzed using descriptive qualitative analysis techniques, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The results of the study indicate that students experience various difficulties in solving problems of systems of linear equations in two variables, including difficulties in conceptual understanding, arithmetic operations, understanding word problems, applying solution methods, and remembering formulas. The factors causing these difficulties consist of internal factors, such as low learning interest, motivation, and basic mathematical skills, as well as external factors, such as an unconducive learning environment and lack of parental support. Efforts to overcome these difficulties include providing regular practice exercises, applying individual approaches, using varied teaching methods, and fostering collaboration among teachers, students, and parents. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan peserta didik dalam menyelesaikan soal sistem persamaan linear dua variabel serta mengidentifikasi faktor-faktor penyebabnya pada peserta didik kelas VIII UPTD SMP Negeri Anlawening. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian berjumlah 22 peserta didik, dengan sampel sebanyak 6 peserta didik yang dipilih secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik mengalami berbagai kesulitan dalam menyelesaikan soal sistem persamaan linear dua variabel, meliputi kesulitan dalam pemahaman konsep, operasi hitung, memahami soal cerita, penggunaan metode penyelesaian, serta daya ingat terhadap rumus. Faktor penyebab kesulitan terdiri dari faktor internal, seperti rendahnya minat belajar, motivasi, dan kemampuan dasar matematika, serta faktor eksternal, seperti lingkungan belajar yang kurang kondusif dan kurangnya dukungan orang tua. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kesulitan tersebut antara lain pemberian latihan soal secara rutin, pendekatan individual, penggunaan metode pembelajaran yang variatif, serta kerja sama antara guru, peserta didik, dan orang tua.
Strategi Peningkatan Kompetensi Guru Matematika Dalam Menghadapi Asesmen Nasional Di Alor, NTT Fadhillah Abdul Halik Likur; Tamam Rosid; Nurdin R; Ratna Abdul Pakdin Balikh; Istiqamah Istiqamah; Muthiah Prasong
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 1 (2026): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol5.Iss1.2469

Abstract

Implementasi Asesmen Nasional (AN) sebagai pengganti Ujian Nasional menuntut transformasi kompetensi guru matematika, khususnya di daerah tertinggal seperti Alor, Nusa Tenggara Timur. Penelitian kualitatif ini mengeksplorasi strategi peningkatan kompetensi guru matematika dalam menghadapi AN melalui pendekatan fenomenologi dengan melibatkan 24 guru matematika SMP dan SMA di Alor. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi pembelajaran, dan analisis dokumen perencanaan pembelajaran selama periode Agustus–November 2024. Temuan menunjukkan bahwa guru menghadapi tantangan signifikan dalam memahami literasi numerasi berbasis konteks, mengintegrasikan higher-order thinking skills (HOTS), dan memanfaatkan teknologi digital untuk pembelajaran adaptif. Strategi yang terbukti efektif meliputi: (1) pelatihan berbasis komunitas praktik (community of practice) dengan pendampingan berkelanjutan; (2) pengembangan bank soal numerasi kontekstual berbasis kearifan lokal; (3) kolaborasi lesson study untuk perbaikan praktik pembelajaran; dan (4) pemanfaatkan platform digital untuk self-directed learning. Analisis data empiris menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan guru merancang instrumen penilaian berbasis literasi numerasi (rata-rata skor meningkat dari 62,4 menjadi 78,6) dan mengimplementasikan pembelajaran berorientasi HOTS (dari 58,3 menjadi 75,2) setelah intervensi selama empat bulan. Implikasi penelitian menekankan pentingnya dukungan sistemik dari pemerintah daerah, kolaborasi multipihak, dan keberlanjutan program pengembangan profesional guru di wilayah terpencil untuk menjamin keadilan mutu pendidikan nasional.
Akulturasi Seni Mengajar Kontemporer Berbasis Augmented Reality dengan Integrasi Etnomatematika Kui untuk Meningkatkan Berpikir Kritis dan Keaktifan Siswa Ratna Abdul Pakdin Balikh; Mukmin Amsidi; Musrifa Peka; Putri Ayuni Gorang; Umi Koly
ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 7 (2026): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisplin, July 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/armada.v4i7.2984

Abstract

Perkembangan teknologi digital mendorong inovasi pembelajaran matematika yang interaktif, kontekstual, dan mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis serta keaktifan siswa. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model seni mengajar kontemporer berbasis Augmented Reality (AR) yang terintegrasi dengan etnomatematika budaya Kui. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang mencakup tahap analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Penelitian dilaksanakan di MTs Insan Cita Moru, Kabupaten Alor, dengan melibatkan 11 siswa pada tahap implementasi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, validasi ahli, tes kemampuan berpikir kritis, dan angket respons siswa. Produk yang dihasilkan berupa media pembelajaran AR dan modul digital berbasis etnomatematika Kui. Hasil penelitian menunjukkan tingkat validitas sebesar 91,07%, keaktifan siswa sebesar 85%, peningkatan kemampuan berpikir kritis dengan nilai N-Gain 0,65, serta respons siswa sebesar 91,4%. Model yang dikembangkan efektif menciptakan pembelajaran matematika yang interaktif, kontekstual, dan berorientasi pada budaya lokal.
PEMANFATAN DAUN KELOR SEBAGAI PEWARNA ALAMI BENANG TRADISIONAL PADA KELOMPOK TENUN Musrifa Peka; Fadhillah A.H. Likur; Ratna A. P. Balikh; Nurdin Nurdin; Mukmin Amsidi; Ade Sri Muhammad
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i1.38526

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Tenun tradisional di Kabupaten Alor, khususnya di Desa Batu, merupakan bagian penting dalam pelestarian budaya dan ekonomi masyarakat. Namun, kelompok tenun di Desa Batu masih menghadapi permasalahan dalam penggunaan pewarna alami karena keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam teknik ekstraksi dan pewarnaan benang, sehingga masyarakat lebih banyak menggunakan pewarna sintetis yang kurang ramah lingkungan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui metode pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan keterampilan kelompok tenun dalam memanfaatkan bahan alami sebagai pewarna. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Batu pada tanggal 16–18 Juli 2025 dengan melibatkan 20 orang anggota kelompok tenun sebagai mitra kegiatan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, serta pendampingan dalam proses pencucian benang, mordanting menggunakan tawas, ekstraksi daun kelor, pencelupan benang, dan pengeringan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan penggunaan daun kelor sebagai pewarna alami mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam melakukan proses pewarnaan benang secara mandiri. Selain itu, pemanfaatan daun kelor sebagai bahan pewarna alami berpotensi meningkatkan nilai tambah produk tenun, mendukung penggunaan bahan ramah lingkungan, serta memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.Kata kunci: Alami; Kelor; Pelatihan; Tenun; Tradisional. ABSTRACTTraditional weaving in Alor Regency, particularly in Batu Village, plays a vital role in preserving the community’s culture and economy. However, the weaving group in Batu Village still faces challenges in using natural dyes due to limited knowledge and skills in thread extraction and dyeing techniques, leading the community to rely more on synthetic dyes that are less environmentally friendly. Therefore, this community service activity was carried out through training and mentoring to improve the weaving group’s skills in utilizing natural materials as dyes. This activity was held in Batu Village on July 16–18, 2025, involving 20 members of the weaving group as activity partners. The methods used included lectures, demonstrations, hands-on practice, and mentoring in the processes of washing yarn, mordanting using alum, extracting moringa leaves, dyeing yarn, and drying. The results of the activity showed that training on the use of moringa leaves as a natural dye was able to improve participants’ understanding and skills in independently carrying out the yarn dyeing process. Additionally, the use of moringa leaves as a natural dye has the potential to increase the added value of woven products, support the use of environmentally friendly materials, and strengthen the economic empowerment of the local community.Keywords: Natural; Moringa; Training; Weaving; Traditional.
ANALISIS KESULITAN PESERTA DIDIK DALAM MENYELESAIKAN SOAL SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL Musrifa Peka; Ratna Abdul Pakdin Balikh; Fadhillah Abdul Halik Likur; Mukmin Amsidi
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.9898

Abstract

This study aims to analyze students’ difficulties in solving problems of systems of linear equations in two variables and to identify the factors causing these difficulties among eighth-grade students at UPTD SMP Negeri Anlawening. This research employed a qualitative approach with a case study design. The research subjects consisted of 22 students, with 6 students selected as samples through purposive sampling. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The data were analyzed using descriptive qualitative analysis techniques, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The results of the study indicate that students experience various difficulties in solving problems of systems of linear equations in two variables, including difficulties in conceptual understanding, arithmetic operations, understanding word problems, applying solution methods, and remembering formulas. The factors causing these difficulties consist of internal factors, such as low learning interest, motivation, and basic mathematical skills, as well as external factors, such as an unconducive learning environment and lack of parental support. Efforts to overcome these difficulties include providing regular practice exercises, applying individual approaches, using varied teaching methods, and fostering collaboration among teachers, students, and parents. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan peserta didik dalam menyelesaikan soal sistem persamaan linear dua variabel serta mengidentifikasi faktor-faktor penyebabnya pada peserta didik kelas VIII UPTD SMP Negeri Anlawening. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian berjumlah 22 peserta didik, dengan sampel sebanyak 6 peserta didik yang dipilih secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik mengalami berbagai kesulitan dalam menyelesaikan soal sistem persamaan linear dua variabel, meliputi kesulitan dalam pemahaman konsep, operasi hitung, memahami soal cerita, penggunaan metode penyelesaian, serta daya ingat terhadap rumus. Faktor penyebab kesulitan terdiri dari faktor internal, seperti rendahnya minat belajar, motivasi, dan kemampuan dasar matematika, serta faktor eksternal, seperti lingkungan belajar yang kurang kondusif dan kurangnya dukungan orang tua. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kesulitan tersebut antara lain pemberian latihan soal secara rutin, pendekatan individual, penggunaan metode pembelajaran yang variatif, serta kerja sama antara guru, peserta didik, dan orang tua.