Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : KHIDMAT SOSIAL

PERAN PEKERJA SOSIAL DALAM PROGRAM ASSERTIVE COMMUNITY TREATMENT (ACT) BAGI ORANG SKIZOFRENIA Muh Niam
KHIDMAT SOSIAL: Journal of Social Work and Social Services Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : KHIDMAT SOSIAL: Journal of Social Work and Social Services

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu penyakit mental kronis yang menjadi perhatian berbagai pihak adalah skizofrenia atau psikosis. Penanganan terhadap orang dengan skizofrenia telah banyak dilakukan, salah satunya yaitu melalui pendekatan atau model Assertive Community Treatment (ACT) yang dilakukan oleh tim profesional multidisiplin kesehatan mental bagi orang dengan skizofrenia. Pekerja sosial menjadi salah satu bagian dari tim profesional multidisiplin. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan peran pekerja sosial medis dalam pelaksanaan program ACT bagi orang dengan skizofrenia. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dan penelitian pustaka (library research) dengan pengumpulan dan analisis berbagai literatur terkait dengan peran pekerja sosial medis dalam program ACT bagi orang dengan skizofrenia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ACT memfokuskan pelayanan kesehatan yang dilakukan dalam keluarga, komunitas, dan masyarakat sekitar orang dengan skizofrenia, pelayanan kesehatan diberikan selama penuh waktu (24 jam). Keterlibatan pekerja sosial medis dalam program ACT tidak hanya berfokus pada individu, namun juga keluarga, komunitas, dan masyarakat dalam proses pemulihan, keberfungsian sosial, dan interaksi dengan lingkungan sosial. Intervensi yang dilakukan pekerja sosial medis dapat menyentuh berbagai aspek dalam program ACT, mulai dari promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Selain itu peran pekerja sosial medis dapat dilakukan sebagai Pendamping, Penghubung (broker), manajer kasus (case manager), dan advokat.Kata kunci: Peran, Pekerja Sosial, Assertive Community Treatment, Skizofrenia
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MENINGKATKAN PEMBERDAYAAN PETANI MELALUI PROGRAM PERCEPATAN PENINGKATAN TATA GUNA AIR IRIGASI (P3-TGAI) DI DESA SUKOLILO KABUPATEN MADIUN Muh Niam; Susi Patmowati
KHIDMAT SOSIAL: Journal of Social Work and Social Services Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : KHIDMAT SOSIAL: Journal of Social Work and Social Services

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) yang diselenggarakan di Desa Sukolilo Kabupaten Madiun merupakan program pembangunan, rehabilitasi, dan peningkatan jaringan irigasi dari pemerintah yang menitikberatkan pada partisipasi masyarakat petani dalam proses penyelenggaraan P3-TGAI mulai dari tahap persiapan, perencanaan, pelaksanaan, hingga penyelesaian kegiatan. Hal tersebut sesuai dengan salah satu yang menjadi sasaran dan indikator kinerja dalam penyelenggaraan P3-TGAI adalah terlaksananya pemberdayaan dan peran serta masyarakat petani sebagai pelaksana kegiatan. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui partisipasi masyarakat petani dalam meningkatkan pemberdayaan petani melalui P3-TGAI di Desa Sukolilo Kabupaten Madiun. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat petani dalam setiap tahapan penyelenggaraan P3-TGAI mulai Persiapan, Perencanaan, Pelaksanaan, dan Penyelesaian kegiatan dapat diklasifikasikan dalam Partisipasi interaktif, Mobilisasi diri, Katalisasi perubahan, dan Partisipasi optimal. Partisipasi masyarakat petani juga dipertegas dengan adanya Himpunan Petani Pengguna Air (HIPPA) Karya Makmur sebagai institusi lokal penyelenggara P3-TGAI di Desa Sukolilo. Keberadaan HIPPA Karya Makmur dalam penyelenggaraan P3-TGAI turut meningkatkan pemberdayaan masyarakat petani. Melalui HIPPA Karya Makmur, masyarakat petani di Desa Sukolilo memiliki kewenangan secara internal (pengambilan keputusan dan kontrol terhadap sumberdaya) dan eksternal (sarana dan media mengembangkan jaringan) yang merupakan bagian dari peningkatan kapasitas masyarakat petani di Desa Sukolilo Kabupaten Madiun.Kata kunci: Partisipasi, Pemberdayaan, P3-TGAI, Masyarakat Petani, HIPPA Karya Mandiri
PEKERJAAN SOSIAL DALAM PENANGGULANGAN BENCANA HIDROMETEOROLOGI (Studi Deskripstif Banjir Bandang di Desa Bulukerto Kecamatan Bumiaji Kota Batu) Suwarno Suwarno; Muh Niam
KHIDMAT SOSIAL: Journal of Social Work and Social Services Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : KHIDMAT SOSIAL: Journal of Social Work and Social Services

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Bencana hidrometeorolgi merupakan bencana yang dipengaruhi oleh faktor hidrologi dan meteorologi yang dapat menyebabkan bencana seperti banjir, tanah longsor, dan puting beliung. Banjir bandang di Kecamatan Bumiaji terjadi karena curah hujan yang cukup tinggi, rusaknya resapan air, serta alih fungsi lahan yang mendukung destinasi wisata alam. Penanggulangan bencana banjir bandang bandang telah melibatkan pemerintah, akademisi, sektor bisnis, komunitas, dan media (pentahelix), profesi pekerjaan sosial menjadi pihak yang terlibat dalam memberikan layanan pertolongan, meningkatkan keberfungsian sosial, serta mendukung perubahan sosial terencana. Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran praktik pekerjaan social dalam penanggulangan bencana hidrometeorologi, khususnya banjir bang dan tanah longsor yang terjadi di Desa Bulukerto Kecamatan Bumiaji. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskripstif, pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi terkait pekerjaan sosial dan penanggulangan bencana hidrometeorologi. Hasil penelitian menegaskan bahwa penanggulangan bencana merupakan bagian dari bidang praktik pekerjaan sosial dalam memberikan pelayanan sosial, mengatasi masalah, dan membantu keberfungsian sosial korban. Praktik pekerjaan sosial dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana hidrometeorologi meliputi tiga tahapan yaitu; 1) Prabencana. Praktik pekerjaan sosial pada tahapan prabencana banjir berfokus pada upaya pencegahan, kesiapsiagaan, serta pengurangan resiko bencana. 2) Tanggap Darurat Bencana. Pekerjaan sosial pada tahap ini berfokus pada aksi cepat tanggap penanganan korban bencana, Kolaborasi dan koordinasi dengan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam pemenuhan kebutuhan dan penyelesaian masalah yang terjadi saat bencana. 3) Pascabencana. Pekerjaan sosial mengarah pada pemulihan psikososial korban dan memberikan layanan konseling, pendampingan serta pengembangan kemandirian korban bencana.Kata kunci: Pekerjaan sosial, Penanggulangan bencana, Banjir bandang, Bencana Hidrometeorologi