Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Disiplin Kerja Pegawai Terhadap Kepuasan Masyarakat Pada Biro Umum Provinsi Papua Barat Daya Deliana Rahakbauw; Pahmi Pahmi; Rosdinaman Budi; Vebby Anwar
Jurnal Mirai Management Vol 11, No 2 (2026)
Publisher : STIE AMKOP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/mirai.v11i2.12373

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan dan disiplin kerja pegawai terhadap kepuasan masyarakat pada Biro Umum Provinsi Papua Barat Daya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Populasi penelitian adalah seluruh pegawai Biro Umum Provinsi Papua Barat Daya yang berjumlah 100 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh (sensus), sehingga seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan skala Likert 4 poin yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS versi 24.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kualitas pelayanan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan masyarakat dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,103, nilai t-hitung 2,228 > t-tabel, dan tingkat signifikansi 0,028 < 0,05; (2) Disiplin kerja berpengaruh signifikan terhadap kepuasan masyarakat dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,714, nilai t-hitung 10,648 > t-tabel, dan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05; (3) Secara simultan, kualitas pelayanan dan disiplin kerja berpengaruh signifikan terhadap kepuasan masyarakat dengan nilai F-hitung 135,212 > F-tabel dan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05. Nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,736 menunjukkan bahwa 73,6% variasi kepuasan masyarakat dapat dijelaskan oleh kedua variabel independen tersebut, sedangkan sisanya 26,4% dijelaskan oleh faktor-faktor lain di luar model penelitian. Kesimpulan penelitian ini adalah kualitas pelayanan dan disiplin kerja pegawai memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan masyarakat, baik secara parsial maupun simultan. Temuan ini mengonfirmasi bahwa disiplin kerja merupakan variabel yang paling dominan memengaruhi kepuasan masyarakat (koefisien regresi 0,714) dibandingkan dengan kualitas pelayanan (koefisien regresi 0,103). Dalam konteks Provinsi Papua Barat Daya sebagai daerah otonomi baru, disiplin kerja menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik dan kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik. Saran yang diberikan antara lain pimpinan Biro Umum perlu memperkuat sistem pengawasan dan evaluasi disiplin pegawai secara konsisten, menerapkan sistem penghargaan dan sanksi yang jelas, memberikan keteladanan dalam hal disiplin, serta terus meningkatkan kualitas pelayanan melalui perbaikan kelima dimensi SERVQUAL (reliability, tangibles, responsiveness, assurance, dan empathy).
Pengaruh Pelayanan, Komitmen Organisasi dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Provinsi Papua Barat Daya Alfius Antoh; Pahmi Pahmi; Wa Ode Likewati; Rosdinaman Budi
Jurnal Mirai Management Vol 11, No 2 (2026)
Publisher : STIE AMKOP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/mirai.v11i2.12369

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelayanan, komitmen organisasi, dan budaya organisasi terhadap kinerja pegawai pada Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Provinsi Papua Barat Daya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Populasi penelitian adalah seluruh pegawai Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Provinsi Papua Barat Daya yang berjumlah 52 orang, dengan sampel sebanyak 50 orang karena 2 orang meninggal dunia. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh (sensus). Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan skala Likert 4 poin yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS versi 24.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pelayanan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai koefisien regresi 0,012 dan signifikansi 0,916 > 0,05; (2) Komitmen organisasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai koefisien regresi 0,013 dan signifikansi 0,905 > 0,05; (3) Budaya organisasi berpengaruh positif dan sangat signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai koefisien regresi 0,700 dan signifikansi 0,000 < 0,05 serta nilai standardized coefficients Beta (β = 0,734) yang menunjukkan budaya organisasi sebagai variabel paling dominan; (4) Secara simultan, pelayanan, komitmen organisasi, dan budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai Fhitung 19,162 > Ftabel dan signifikansi 0,000 < 0,05, serta nilai R Square sebesar 0,555 yang berarti 55,5% variasi kinerja pegawai dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut. Kesimpulan penelitian ini adalah budaya organisasi merupakan determinan utama kinerja pegawai pada Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Provinsi Papua Barat Daya, sementara pelayanan dan komitmen organisasi tidak terbukti berpengaruh secara parsial. Dalam konteks organisasi publik baru di daerah pemekaran, pembangunan budaya organisasi yang kuat dan berorientasi pada pelayanan menjadi fondasi strategis sebelum faktor-faktor lain dapat berdampak signifikan. Saran yang diberikan antara lain pimpinan perlu menjadi teladan dalam membangun budaya organisasi, menggunakan Organizational Culture Assessment Instrument (OCAI) untuk identifikasi tipe budaya, mengintegrasikan kearifan lokal Papua, serta memperbaiki sistem penilaian kinerja dengan melibatkan masyarakat.
Pengaruh Kepuasan Konsumen dan Kualitas Pelayanan Terhadap Loyalitas Pengunjung Wisatawan Pada Objek Wisata Malaumkarta Sorong Federika Yumame; Pahmi Pahmi; Wa Ode Likewati; Rosdinaman Budi
Jurnal Mirai Management Vol 11, No 2 (2026)
Publisher : STIE AMKOP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/mirai.v11i2.12435

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepuasan konsumen dan kualitas pelayanan terhadap loyalitas pengunjung wisatawan di Objek Wisata Malaumkarta, Kabupaten Sorong. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei terhadap 70 responden pengunjung yang dipilih secara purposive. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan teknik analisis regresi berganda, uji t, uji F, serta koefisien determinasi melalui bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan pengunjung berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas (signifikansi 0,000; koefisien 0,489). Sebaliknya, kualitas pelayanan tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap loyalitas (signifikansi 0,056), meskipun secara bersama-sama dengan kepuasan, kedua variabel tersebut berpengaruh signifikan secara simultan terhadap loyalitas (signifikansi uji F 0,000). Model penelitian ini mampu menjelaskan 34,2% variasi loyalitas pengunjung (R² = 0,342). Temuan ini mengimplikasikan bahwa dalam membangun loyalitas di destinasi alam seperti Malaumkarta, fokus strategis utama harus diarahkan pada peningkatan kepuasan pengunjung secara holistik, mulai dari pengalaman di lokasi hingga layanan pasca-kunjungan. Sementara itu, kualitas pelayanan berperan lebih sebagai faktor pendukung yang berkontribusi secara tidak langsung melalui pembentukan kepuasan. Penelitian ini merekomendasikan agar pengelola destinasi memprioritaskan konservasi dan pengelolaan daya tarik alam sebagai core product, sambil tetap mengoptimalkan pelayanan sebagai hygiene factor untuk mencegah ketidakpuasan.
Strategi Peningkatan Kompetensi Pegawai Dalam Pemanfaatan Aplikasi SIPD RI di Provinsi Papua Barat Daya Ariani Ariani; Vebby Anwar; Pahmi Pahmi; Rosdinaman Budi
Jurnal Mirai Management Vol 11, No 2 (2026)
Publisher : STIE AMKOP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/mirai.v11i2.12371

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sistem informasi, kepemimpinan, dan efisiensi terhadap kompetensi pegawai dalam pemanfaatan Aplikasi SIPD RI di Provinsi Papua Barat Daya. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan implementasi SIPD RI sebagai provinsi baru hasil pemekaran, di mana banyak ASN belum sepenuhnya memahami fitur-fitur aplikasi, belum mengikuti pelatihan teknis, serta masih bergantung pada cara manual. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode explanatory research. Populasi penelitian adalah seluruh pegawai BPPKAD Provinsi Papua Barat Daya sebanyak 100 orang yang dijadikan sampel dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert 1-4 yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS versi 24.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Sistem informasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kompetensi pegawai (sig. 0,028; β=0,224); (2) Kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kompetensi pegawai (sig. 0,003; β=0,258) dengan pengaruh yang lebih besar dibandingkan sistem informasi; (3) Efisiensi tidak berpengaruh signifikan terhadap kompetensi pegawai (sig. 0,824; β=0,011); (4) Secara simultan, sistem informasi, kepemimpinan, dan efisiensi berpengaruh signifikan terhadap kompetensi pegawai (sig. 0,000) dengan kontribusi sebesar 25,8% (R²=0,258). Kesimpulan penelitian ini adalah sistem informasi dan kepemimpinan merupakan faktor kunci dalam meningkatkan kompetensi pegawai dalam pemanfaatan SIPD RI, sementara efisiensi belum menjadi faktor determinan di Provinsi Papua Barat Daya sebagai daerah otonom baru. Saran yang diberikan antara lain peningkatan kualitas sistem informasi, penguatan kepemimpinan transformasional, serta fokus pada peningkatan kompetensi dasar sebelum mengejar target efisiensi.
Pengaruh Budaya Organisasi Fasilitas Terhadap Kinerja Pegawai Biro Pemerintahan Otonomi Khusus dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Papua Barat Daya Isak Semuael Aronggear; Wa Ode Likewati; Pahmi Pahmi; Rosdinaman Budi
Jurnal Mirai Management Vol 11, No 2 (2026)
Publisher : STIE AMKOP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/mirai.v11i2.12440

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya organisasi dan fasilitas terhadap kinerja pegawai, baik secara parsial maupun simultan, pada Biro Kepemerintahan Otonomi Khusus dan Kesejahteraan Rakyat (Ostus dan Kesra) Provinsi Papua Barat Daya. Latar belakang penelitian ini adalah masih rendahnya capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 64,2 (di bawah rata-rata nasional 73,4) serta fluktuasi penyerapan dana Otsus antara 79%-85% yang mencerminkan lemahnya kapasitas birokrasi daerah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi sekaligus sampel penelitian adalah seluruh pegawai PNS di lingkungan Biro Ostus dan Kesra yang berjumlah 36 orang (sampling jenuh). Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan skala Likert 4 poin. Analisis data menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS versi 24.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai koefisien regresi 0,412, signifikansi 0,006 (p
Behavioral Drivers of Capital Structure and Their Impact on MSE Performance: Evidence from Indonesia Vebby Anwar; Andi Irwan; Muhammad Nabil Danial Bin Mohd Zaini; Rosdinaman Budi; Tasrim
JASF: Journal of Accounting and Strategic Finance Vol. 8 No. 1 (2025): JASF (Journal of Accounting and Strategic Finance) - June 2025
Publisher : Accounting Department, Faculty of Economics and Business, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jasf.v8i1.561

Abstract

Purpose: This study explores how financial behavior influences capital structure decisions and, in turn, affects firm financial performance and sustainable business growth among micro and small enterprises (MSEs) in Indonesia. Drawing on behavioral finance theory, the study examines the effects of three antecedents, financial literacy, risk tolerance, and behavioral biases on capital structure decisions. Furthermore, it investigates the mediating roles of access to finance and financial planning behavior, and the outcome effect of financial performance on long-term business growth. Method:Data was gathered from 420 MSE owner-managers across a variety of Indonesian sectors using a standardized questionnaire. Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) was used to examine the data. Findings: Results revealed that all three behavioral antecedents significantly influenced capital structure decisions. Capital structure, in turn, had both direct and indirect effects on firm financial performance, mediated through improved financial access and planning. Moreover, financial performance was found to positively influence sustainable business growth. Novelty/Value:By relating behavioral characteristics to organizational outcomes and financial decision-making in the setting of an emerging economy, the study adds to the body of literature. Targeted financial education and behavioral interventions are necessary to improve financing results for MSEs, among other practical implications.