Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUNJUNGAN KE POSYANDU DI POSYANDU DELIMA DESA PENILIKAN Rizki, Muhamad; Nurlelawati, Ella; Ernawati, Novy; Rodiyah, Dedeh
Jurnal Ilmiah Kesehatan BPI Vol. 9 No. 1 (2025): JURNAL ILMIAH KESEHATAN STIKES BHAKTI PERTIWI INDONESIA
Publisher : Jurnal Ilmiah Kesehatan BPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58813/stikesbpi.v9i1.240

Abstract

Posyandu diselenggarakan oleh kader yang telah terlatih secara terpadu dengan bantuan petugas puskesmas pada tempat dan waktu tertentu. Di kabupaten oku persentase cakupan D/S tahun 2022 yaitu57,1% meskipun mengalami peningkatan tetapi masih dibawah target pencapain yaitu 80%.Tujuan penelitian: untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjugan ke posyandu pada ibu yang mempunyai balita usia 0-59 bulan di posyandu delima desa penilikan wilayah kerja puskesmas peninjaun kabupaten oku sum-sel. Metode Penelitian : Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 80 responden memakai data primer analisis menggunakan chi squer. Hasil penelitian: Ada hubungan antara umur dengan kunjugan ke posyandu nilai (p value = 0,005), ada hubungan antara pendidikan dengan kunjuganke posyandu nilai (p value = 0,001), tidak ada hubungan antara pekerjaan nilai (p value = 0,490), ada hubungan antara pengetahuan (p value = 0,000), tidak ada hubungan sikap nilai (p value = 0,699), tidak ada hubungan jarak tempuh nilai (p value = 0,675), Kesimpulan : dalam penelitian ini ada 3 variabel yaitu umur ibu, pendidikan ibu dan pengetahuan ibu yang berhubungan dengan kunjugan ke posyandu pada ibu yang mempunyai balita usia 0-59 bulan di posyandu delima desa penilikan kab. OKU sum-sel periode mei-juni tahun 2024. Saran : diharapkan dapat memberikan edukasi tentang pentingnya kunjugan ke posyandu dengan pendekatan wawancara atau diskusi dengan ibu dan keluarga di desa penilikan.
Faktor Dominan Akseptor KB Memilih Metode Kb Di Koramil 12 Rogojampi TAHUN 2022 Eni Rafika Devi, Tria; Salanti, Pipih; Sagita, Widi; Rodiyah, Dedeh
Journals of Ners Community Vol 13 No 6 (2022): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i6.2471

Abstract

Pelayanan KB merupakan salah satu strategi untuk mendukung percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) melalui mengatur waktu, jarak dan jumlah kehamilan, kemudian untuk mencegah atau memperkecil kemungkinan seorang perempuan hamil mengalami komplikasi yang membahayakan jiwa atau janin selama kehamilan, persalinan dan nifas. Program keluarga berencana (KB) adalah suatu usaha kesehatan preventive yang paling dasar bagi Kesehatan reproduksi wanita, peningkatan dan perluasan layanan keluarga berencana (KB) merupakan salah satu upaya untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu akibat kehamilan dan persalinan. Pilihan jenis alat kontrasepsi di Indonesia umumnya masih terarah pada metode kontrasepsi hormonal seperti suntik, pil dan implan. Sementara kebijakan pemerintah terhadap program KB lebih mengarah pada penggunaan kontrasepsi non hormonal seperti IUD, tubektomi, dan vasektomi. Metode penelitian ini adalah deskriptif, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor dominan WUS/akseptor KB memilih metode KB Di Koramil 12 Rogojampi tahun 2022. Penelitian ini menggunakan teknik total sampling dengan jumlah populasi 21 dan total sampel 21. Tehnik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan menyebarkan questioner kepada WUS/akseptor KB di Koramil 12 Rogojampi Banyuwangi pada bulan oktober tahun 2022. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode KB yang dipilih oleh akseptor terbanyak adalah metode KB pantang berkala ada 8 akseptor (40%) dengan faktor dominan memilih metode tersebut yaitu karena metode kontrasepsi tersebut cocok tanpa efeksamping dengan jumlah sebanyak 9 akseptor (45%).
Faktor Dominan Akseptor KB Memilih Metode Kb Di Koramil 12 Rogojampi TAHUN 2022 Eni Rafika Devi, Tria; Salanti, Pipih; Sagita, Widi; Rodiyah, Dedeh
Journals of Ners Community Vol 13 No 6 (2022): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i6.2471

Abstract

Pelayanan KB merupakan salah satu strategi untuk mendukung percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) melalui mengatur waktu, jarak dan jumlah kehamilan, kemudian untuk mencegah atau memperkecil kemungkinan seorang perempuan hamil mengalami komplikasi yang membahayakan jiwa atau janin selama kehamilan, persalinan dan nifas. Program keluarga berencana (KB) adalah suatu usaha kesehatan preventive yang paling dasar bagi Kesehatan reproduksi wanita, peningkatan dan perluasan layanan keluarga berencana (KB) merupakan salah satu upaya untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu akibat kehamilan dan persalinan. Pilihan jenis alat kontrasepsi di Indonesia umumnya masih terarah pada metode kontrasepsi hormonal seperti suntik, pil dan implan. Sementara kebijakan pemerintah terhadap program KB lebih mengarah pada penggunaan kontrasepsi non hormonal seperti IUD, tubektomi, dan vasektomi. Metode penelitian ini adalah deskriptif, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor dominan WUS/akseptor KB memilih metode KB Di Koramil 12 Rogojampi tahun 2022. Penelitian ini menggunakan teknik total sampling dengan jumlah populasi 21 dan total sampel 21. Tehnik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan menyebarkan questioner kepada WUS/akseptor KB di Koramil 12 Rogojampi Banyuwangi pada bulan oktober tahun 2022. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode KB yang dipilih oleh akseptor terbanyak adalah metode KB pantang berkala ada 8 akseptor (40%) dengan faktor dominan memilih metode tersebut yaitu karena metode kontrasepsi tersebut cocok tanpa efeksamping dengan jumlah sebanyak 9 akseptor (45%).
Modeling cervical cancer prevention behavior community: a SEM approach Sulastriningsih, Kursih; Wahyunita, Vina Dwi; Rodiyah, Dedeh
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 36 No. 1 (2026): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v36i1.3117

Abstract

Background: Cervical cancer is one of the leading causes of death among women and remains a major public health issue, particularly in developing countries such as Indonesia. Objective: This study aimed to analyze the direct and indirect influences, as well as the magnitude of these influences, of the role of midwives, the role of health cadres, family support, and the motivation of women of childbearing age on cervical cancer prevention behavior in the Depok City community. Methods:  This research employed a quantitative approach with a cross-sectional design. A total sample of 100 women of childbearing age was selected using a purposive sampling technique. Data were analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) with SmartPLS 3.3 and SPSS 24. Results: The findings revealed that cervical cancer prevention behavior was significantly influenced by the role of midwives (29.12%), the role of cadres (18.28%), family support (14.45%), and women’s motivation (27.19%). The direct effect on prevention behavior was 89.0%, while the indirect effect was 1.55%, resulting in a total overall effect of 91%. Conclusion: The role of midwives emerged as the most dominant factor influencing prevention behavior. Increased activeness and competency of midwives in providing education and services contributed to higher participation of women in cervical cancer prevention efforts. These findings are expected to serve as a basis for strengthening promotive and preventive interventions through the empowerment of health workers, families, and communities in supporting healthier behavioral practices.