Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Tingkat Pengetahuan tentang Pandemi Covid-19 dengan Kepatuhan Memakai Masker Tria Eni Rafika Devi; Rizky Dwiyanti Yunita
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 8 No 1 (2021): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v8i1.130

Abstract

This study aims to analyze the relationship between the level of knowledge about the covid-19 pandemic and compliance with wearing masks in residents of RT 02 RW 01 Sumberberas Muncar Village Banyuwangi in 2020. This study is a quantitative study with a cross- sectional approach, data analysis using the Kendall's tau correlation test. The population in this study was 40 respondents. The research sample was taken with a total sample of 40 respondents. The independent variable in this study is the level of community knowledge and the dependent variable is compliance with using masks. Based on the results of the study, there were 25 respondents who had less knowledge and did not comply, there were no respondents who had less knowledge and were obedient, there were 5 respondents who had good knowledge and were not obedient and 10 respondents who had good knowledge and were obedient. . The results of the Kendall's Tau correlation test output obtained a significance value between knowledge and compliance of 0.000 <0.05. So it can be concluded that there is a significant relationship between knowledge and compliance.
Hubungan Index Massa Tubuh dengan Tekanan Darah Pra Lansia Tria Eni Rafika Devi; Vitarara Ningrum; Septi Kurniawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 8 No 2 (2021): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v8i2.139

Abstract

This study aims to analyze the Body Mass Index with Pre-elderly Blood Pressure in RT 02 RW 01 Sumberberas Village Banyuwangi in 2021. This study is a quantitative study with a cross-sectional approach, data analysis using the chi-square test. The population in this study was pre-elderly residents in RT 1 RW 2 Sumberberas Village, Banyuwangi. The research sample was taken by purposive sampling, namely 30 respondents. The independent variable in this study is body mass index (BMI) and the dependent variable is blood pressure. Based on the results of the study obtained data from 30 pre-elderly respondents with a BMI of less than 2 people showed all normal blood pressure, while with a normal BMI there were 13 people where 1 of them had normal blood pressure and 8 of them were in the prehypertension category and 4 of them were in the prehypertension category. Hypertension level I and II. Then the excess BMI / overweight / obesity as many as 15 people of which 9 people fall into the pre-hypertension category and 6 others fall into the category of Hypertension level I and II. significant positive relationship between BMI (Body Mass Index) and blood pressure. This is also supported by the descriptive results of the Crostab table which found that respondents with excess body weight tend to have pre-hypertension and grade I and II hypertension.
Hubungan Partisipasi Ibu Balita Ke Posyandu Dengan Kenaikan Berat Badan Balita Di Desa Sumberberas Kecamatan Muncar Banyuwangi Jawa Timur Periode Mei-Oktober Tahun 2019 tria eni rafika devi; Kursih Sulastriningsih; Ella Nurlelawati
JOURNAL EDUCATIONAL OF NURSING(JEN) Vol 3, No 1 (2020): JOURNAL EDUCATIONAL OF NURSING(JEN)
Publisher : Akademi Keperawatan RSPAD Gatot Soebroto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37430/jen.v3i1.56

Abstract

Posyandu is an important tool in the community that supports efforts to achieve nutri-tionally aware families (KADARZI), helps reduce infant mortality and birth, and accelerates the acceptance of norms of happy and prosperous small families. However, in reality many posyandu members in the community themselves do not use posyandu to monitor their chil-dren's growth and development on the grounds of being busy working or not being able to bring their toddlers to the posyandu and lack of knowledge about the importance of monitoring growth and development in children under five. So a study was conducted aimed at finding out the relationship between the participation of mothers of children under five to posyandu with the weight gain of children under five. This research is observational with cross sectional ap-proach. Data on the participation of mothers of children under five to the posyandu and the weight of children under five is taken directly from the records of KMS and Posyandu Infor-mation Systems (SIP) for children under five in the posyandu. Analysis of the data used is the Chi-Square test. There is a relationship between the participation of mothers of children under five to the posyandu with the weight gain of children under five with a P value of 0.005. Where as seen from the last six months the participation of mothers of toddlers who actively came to the posyandu was 93.9% and those who were not active 61%, the weight of toddlers who rose by 78.8% and those who did not increase by 21.2%, there was a relationship between partici-pation to posyandu with weight gain. The results of this study can be information and input for PUSKESMAS Sumberberas Muncar Banyuwangi East Java village to provide guidance on the benefits of active participation of children under five to the Posyandu and can be used as a ref-erence to develop further research related to the participation of mothers under five to Posyan-du with weight gain under five. .
Faktor Dominan Akseptor KB Memilih Metode Kb Di Koramil 12 Rogojampi TAHUN 2022 Tria Eni Rafika Devi; Pipih Salanti; Widi Sagita; Dedeh Rodiyah
Journals of Ners Community Vol 13 No 6 (2022): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i6.2471

Abstract

Pelayanan KB merupakan salah satu strategi untuk mendukung percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) melalui mengatur waktu, jarak dan jumlah kehamilan, kemudian untuk mencegah atau memperkecil kemungkinan seorang perempuan hamil mengalami komplikasi yang membahayakan jiwa atau janin selama kehamilan, persalinan dan nifas. Program keluarga berencana (KB) adalah suatu usaha kesehatan preventive yang paling dasar bagi Kesehatan reproduksi wanita, peningkatan dan perluasan layanan keluarga berencana (KB) merupakan salah satu upaya untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu akibat kehamilan dan persalinan. Pilihan jenis alat kontrasepsi di Indonesia umumnya masih terarah pada metode kontrasepsi hormonal seperti suntik, pil dan implan. Sementara kebijakan pemerintah terhadap program KB lebih mengarah pada penggunaan kontrasepsi non hormonal seperti IUD, tubektomi, dan vasektomi. Metode penelitian ini adalah deskriptif, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor dominan WUS/akseptor KB memilih metode KB Di Koramil 12 Rogojampi tahun 2022. Penelitian ini menggunakan teknik total sampling dengan jumlah populasi 21 dan total sampel 21. Tehnik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan menyebarkan questioner kepada WUS/akseptor KB di Koramil 12 Rogojampi Banyuwangi pada bulan oktober tahun 2022. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode KB yang dipilih oleh akseptor terbanyak adalah metode KB pantang berkala ada 8 akseptor (40%) dengan faktor dominan memilih metode tersebut yaitu karena metode kontrasepsi tersebut cocok tanpa efeksamping dengan jumlah sebanyak 9 akseptor (45%).
Hubungan antara Pengetahuan dengan Status Gizi Anak Usia 1-3 Tahun Lailiyatul Latifah; Vita Raraningrum; Tria Eni Rafika Devi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 10 No 1 (2023): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v10i1.185

Abstract

Gizi berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini, baik secara fisik maupun mental. Itu sebabnya pada masa kanak-kanak membutuhkan perhatian serius dari orang tua. Kurangnya pengetahuan gizi melemahkan kemampuan untuk menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari. Ini adalah salah satu penyebab gangguan pemenuhan gizi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan gizi ibu dengan status gizi bayi usia 1 sampai 3 tahun di Posyandu wilayah kerja Puskesmas Kalibaru Kulon. Metode penelitian adalah analisis korelasi cross sectional. Sampel penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi berusia 1 sampai 3 tahun di wilayah kerja Puskesmas Kalibaru Kulon di Posyandu. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah random sampling. Sehingga didapatkan 30 sampel ibu balita dan 30 sampel ibu balita. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dengan 25 pertanyaan. Uji statistik dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan sampel ibu berpengetahuan tinggi sebanyak 14 responden (46,7%), sedang 10 responden (33,3%) dan rendah 6 responden (20,0%). Hampir seluruh balita memiliki status gizi baik yaitu sebanyak 26 bayi (86,6%) dan status gizi kurang sebanyak 4 bayi (13,3%). Berdasarkan uji statistik chi-square menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan gizi ibu dengan status gizi anak, ditunjukkan dengan nilai p = 0,006 (p < 0,05). Status gizi balita dipengaruhi oleh pengetahuan gizi ibu. Oleh karena itu perlu peningkatan pengetahuan gizi ibu melalui penyuluhan dan peningkatan makanan bayi.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ABORTUS PADA IBU HAMIL DI RS YT BEKASI TAHUN 2022 Tria eni rafika devi; Pipih Salanti; Muninggar
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol 5 No 1sp (2023): Special Issue Outcome PDP
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i1sp.523

Abstract

Latar Belakang: Abortus sering dikaitkan dengan kasus perdarahan dan kematian pada ibu hamil. Hasil data rekam medik di Rumah Sakit Yakri Tarumajaya Bekasi tahun 2019 ditemukan ibu hamil abortus 1,53%, tahun 2020 ditemukan ibu hamil abortus 1,62%. Banyak faktor yang dapat menyebabkan terjadinya abortus, beberapa diantaranya usia, paritas, pendidikan, jarak kehamilan dan status gizi. Tujuan penelitian: untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian abortus pada ibu hamil di Rumah Sakit Yakri Tarumajaya Bekasi tahun 2022. Metode penelitian: analitik kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester II yang mengalami kejadian abortus ke Rumah Sakit Yakri Tarumajaya Bekasi periode Januari - Desember 2022 yang diperoleh dari rekam medis sebanyak 81 responden dengan teknik random sampling. Data dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian: ada hubungan yang signifikan antara usia ibu (p=0,000) dan paritas (p=0,002), penyakit infeksi (p=0,015), jarak kehamilan (p=0,015) dan status gizi (p=0,003) kejadian abortus pada ibu hamil. Kesimpulan: paritas ibu hamil berisiko mengalami kejadian abortus inkomplit dengan OR=12,814. Saran: Ibu hamil diharapkan dapat menghentikan kehamilannya jika ibu sudah melahirkan anakj lebih dari 5 anak, mempersiapkan diri dalam menghadapi kehamilannya untuk mencegah terjadinya abortus diantaranya memperhatikan asupan makanan dengan menu gizi seimbang, menjaga jarak kehamilan lebih dari 2 tahun pada anak sebelumnya, dan rutin melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur agar dapat dilakukan deteksi dini jika ibu mengalami komplikasi kehamilan.
Karakteristik Ibu Hamil Dengan KEK Di PUSKESMAS Tria Eni Rafika Devi
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 3 No. 1 (2021)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v3i1.172

Abstract

Abstract One of the causes of maternal death is Chronic Energy Deficiency. Pregnant women who are at risk for chronic energy deficiency can be seen from the measurement of the upper arm circumference which is less than 23.5 cm. Based on data from the World Health Organization (WHO) in 2016, pregnant women who suffered from CED were 629 mothers (73.2 percent) of all maternal deaths and had a risk of death 20 times greater than mothers with normal. sez in pregnant women can be caused by the characteristics of pregnant women consisting of age, education and parity. This research method is descriptive, this research was conducted to determine the characteristics of age, education and parity of pregnant women with Chronic Energy Deficiency in PUSKESMAS Sumberberas Muncar Village Banyuwangi. This study uses a total sampling technique where all the data of population members are used as a sample of 30 people. The data collection technique in this study was by using secondary data through a study of documentation of medical records or registers of pregnant women who experienced (Chronic Energy Deficiency) for the period January-August 2021 at PKM Sumberberas. The results of this study are the characteristics of pregnant women with the most in PUSKESMAS Sumberberas at the age of 20-35 years as many as 23 people (76.6%), the most parity characteristics are multiparas as many as 19 people (63.3%), the most educational characteristics in junior high school / equivalent high school as many as 27 (90%) where age, parity and education are one of the factors that affect the incidence of CED in pregnant women. Efforts to deal with pregnant women with sez are by providing additional food to pregnant women, providing adequate food in the household, counseling about the importance of meeting the nutritional needs of pregnancy and changing eating habits or patterns to suit the needs of the pregnant woman's body. Keywords: characteristics, Chronic Energy Deficiency, pregnant mother Abstrak Salah satu penyebab kematian Ibu yaitu Kekurangan Energi Kronik (KEK). Ibu hamil yang berisiko mengalami kekurangan energi kronis dapat dilihat dari pengukuran lingkar lengan atas (LILA) yang kurang dari 23,5 cm. Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO) pada tahun 2016, ibu hamil yang menderita KEK yaitu sebanyak 629 ibu (73,2 persen) hingga dari seluruh kematian ibu dan memiliki risiko kematian 20 kali lebih besar dari ibu dengan LILA normal. KEK pada ibu hamil bisa disebabkan karena faktor karakteristik ibu hamil yang terdiri dari usia, pendidikan dan paritasnya. Metode penelitian ini adalah deskriptif, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik umur, pendidikan dan paritas ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronik (KEK) di PUSKESMAS Desa Sumberberas Muncar Banyuwangi. penelitian ini menggunakan teknik total sampling dimana seluruh data anggota populasi dijadikan sebagai sampel yang berjumlah 30 orang. Tehnik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan cara menggunakan data sekunder melalui studi dokumentasi catatan rekam medik atau register ibu hamil yang mengalami KEK (Kekurangan Energi Kronis) periode bulan januari-agustus 2021 di PKM sumberberas. Hasil penelitian ini yaitu karakteristik ibu hamil dengan KEK terbanyak di PUSKESMAS sumberberas pada umur 20-35 tahun sebanyak 23 orang (76,6%), karakteristik paritas terbanyak adalah pada multipara sebanyak 19 orang (63,3%), karakteristik pendidikan terbanyak pada SMP/SMA sederajat sebanyak 27 (90%) dimana umur, paritas dan pendidikan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kejadian KEK pada ibu hamil. Upaya penanganan untuk ibu hamil dengan KEK yaitu dengan pemberian makanan tambahan (PMT) pada ibu hamil, ketersediaan pangan yang memadai di rumah tangga, penyuluhan mengenai pentingnya memenuhi kebutuhan nutrisi kehamilan dan perubahan kebiasaan atau pola makan agar sesuai dengan kebutuhan tubuh ibu hamil. Kata kunci: ibu hamil, karakteristik, kurang energi kronis
Gambaran Status Gizi Balita Di POSYANDU Dewi Sinto Desa Sumberberas Banyuwangi Periode Januari-Maret Tahun 2022 Tria Eni Rafika Devi
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v3i2.224

Abstract

Abstract If the intake of inadequate nutrients continues to get worse, it can cause death in children. East Java is a province that still experiences malnutrition in children under five. The prevalence of nutritional status of children under five years old (W/U) illustrates that in 2012 the province of East Java had a number of under-fives with malnutrition in 2012 of 10.3%. According to a 2015 report from the Banyuwangi District Health Office, the prevalence of undernourished children under five was 2.42% of the total number of children under five who were weighed. This research method is descriptive, this study was conducted to determine the nutritional status of children under five at POSYANDU Dewi Sinto in Sumberberas Village for the period January-March 2022. This study used a purposive sampling technique. The data collection technique in this study was to read the KMS chart for each toddler who came to the Dewi Sinto POSYANDU for 3 months, namely January-March 2022. The results of this study describe the nutritional status of children under five in Posyandu Dewi Sinto who experienced weight gain, namely 20 boys (43%) and 11 girls (23%), of which 1 female toddler was above the orange/orange line. overweight. Meanwhile, children under five who experienced weight loss/fixed/not increased weight were 9 children (19%) and 7 children (15%), where in that number there were children whose body weight was below the red line (BGM), namely 4 boys and 3 girls, then there are also toddlers above the orange/overweight line, 2 girls and 1 boy.It is hoped that good cooperation and coordination between mothers of children under five, POSYANDU cadres, health officers holding the target area and local village officials are expected to actively monitor the nutritional status of toddlers so that cases of malnutrition or excess nutrition/obesity are immediately handled properly. Keywords: KMS, POSYANDU, Nutritional Status of Toddlers Abstrak Apabila asupan zat gizi yang tidak adekuat terus berlanjut semakin buruk dapat menyebabkan kematian pada anak. Jawa Timur merupakan provinsi yang masih mengalami masalah gizi kurangpada balita. Prevalensi status gizi balita (BB/U) menggambarkan bahwa tahun 2012 provinsi JawaTimur memiliki jumlah balita gizi kurang tahun 2012 sebesar 10,3%. Menurut laporan Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi tahun 2015 jumlah prevalensibalita gizi kurang adalah 2,42% dari seluruh jumlah balita yang ditimbang. Metode penelitian ini adalah deskriptif, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui status gizi balita di POSYANDU Dewi Sinto Di Desa Sumberberas periode Januari-Maret tahun 2022. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Tehnik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan membaca grafik KMS setiap balita yang datang ke POSYANDU Dewi Sinto selama 3 bulan yaitu januari-maret tahun 2022. Hasil penelitian ini gambaran status gizi balita di POSYANDU dewi sinto yang mengalami kenaikan berat badan yaitu laki-laki sebanyak 20 anak (43%) dan perempuan sebanyak 11 anak (23%), dimana dari jumlah tersebut terdapat 1 balita perempuan berada diatas garis orange/kelebihan berat badan. Sedangkan balita yang mengalami penurunan berat badan/berat badan tetap/tidak naik yaitu laki-laki 9 anak (19%) dan perempuan sebanyak 7 anak (15%), dimana pada jumlah tersebut terdapat anak yang berat badannya dibawah garis merah (BGM) yaitu anak laki-laki sebanyak 4 anak dan anak perempuan sebanyak 3 anak, kemudian terdapat juga balita diatas garis orange/kelebihan berat badan sejumlah 2 anak perempuan dan 1 anak laki-laki. Diharapkan Kerjasama dan koordinasi yang baik antara ibu balita, kader POSYANDU, petugas kesehatan pemegang wilayah binaan dan perangkat desa setempat untuk aktif memantau status gizi balita agar kasus kurang gizi atau kelebihan gizi/obesitas tersebut segera tertangani dengan baik. Kata kunci : KMS, POSYANDU, Status Gizi Balita
Faktor Dominan Akseptor KB Memilih Metode Kb Di Koramil 12 Rogojampi TAHUN 2022 Eni Rafika Devi, Tria; Salanti, Pipih; Sagita, Widi; Rodiyah, Dedeh
Journals of Ners Community Vol 13 No 6 (2022): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i6.2471

Abstract

Pelayanan KB merupakan salah satu strategi untuk mendukung percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) melalui mengatur waktu, jarak dan jumlah kehamilan, kemudian untuk mencegah atau memperkecil kemungkinan seorang perempuan hamil mengalami komplikasi yang membahayakan jiwa atau janin selama kehamilan, persalinan dan nifas. Program keluarga berencana (KB) adalah suatu usaha kesehatan preventive yang paling dasar bagi Kesehatan reproduksi wanita, peningkatan dan perluasan layanan keluarga berencana (KB) merupakan salah satu upaya untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu akibat kehamilan dan persalinan. Pilihan jenis alat kontrasepsi di Indonesia umumnya masih terarah pada metode kontrasepsi hormonal seperti suntik, pil dan implan. Sementara kebijakan pemerintah terhadap program KB lebih mengarah pada penggunaan kontrasepsi non hormonal seperti IUD, tubektomi, dan vasektomi. Metode penelitian ini adalah deskriptif, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor dominan WUS/akseptor KB memilih metode KB Di Koramil 12 Rogojampi tahun 2022. Penelitian ini menggunakan teknik total sampling dengan jumlah populasi 21 dan total sampel 21. Tehnik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan menyebarkan questioner kepada WUS/akseptor KB di Koramil 12 Rogojampi Banyuwangi pada bulan oktober tahun 2022. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode KB yang dipilih oleh akseptor terbanyak adalah metode KB pantang berkala ada 8 akseptor (40%) dengan faktor dominan memilih metode tersebut yaitu karena metode kontrasepsi tersebut cocok tanpa efeksamping dengan jumlah sebanyak 9 akseptor (45%).
Edukasi Kesehatan Reproduksi dan Skrining Kehamilan di Desa Kedungwungu, Kabupaten Banyuwangi: Studi Intervensi Komunitas Permatasari, Ineke; Nita Indah Lestari; Rizky Dwiyanti Yunita; Tria Eni Rafika Devi
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Mulawarman Vol. 3 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The level of public awareness about reproductive health and the importance of pregnancy screening in rural areas is still low, resulting in a high risk of pregnancy complications. Kedungwungu Village, Banyuwangi, is one of the areas with suboptimal coverage of antenatal check-ups (K1). Education is provided with the aim of increasing community understanding of reproductive health and early detection of pregnancy risks through education and health screening. The service activities are carried out through: (1) Interactive counseling with visual media, (2) Individual counseling, (3) Basic health checks (blood pressure and physical examination). Participants consisted of 71 mothers who were purposively selected. After the activity, there was a 65% increase in participants' knowledge (from pretest to posttest) regarding reproductive health and pregnancy danger signs. Screening identified 1 mothers at risk of anemia who were get according to the procedure. Participants also showed high enthusiasm in group discussions. This program is effective in improving understanding and early detection of reproductive health problems. Continued collaboration with health cadres is needed to monitor at-risk participants.