Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS POLA ASUH TERHADAP EMOTIONAL REGULATION ANAK REMAJA AWAL Dwistia, Halen; Koma, Isti; Ningsih, Sulis Dian; Hidayah, Citra Ayu
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 5 No 1 (2025): Vol. 5 No. 1 Edisi Februari 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v5i1.2549

Abstract

Kemampuan regulasi emosi siswa remaja awal penting dalam kehidupan sosial siswa dan dipengaruhi oleh pola asuh yang diterima. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara pola asuh dan kemampuan regulasi emosi siswa kelas 5 MIN 2 Lampung Utara. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang diterapkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk mendalami pola asuh dan dampaknya pada pengelolaan emosi siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh responsif, dengan komunikasi terbuka dan dukungan emosional, mendukung regulasi emosi yang baik, sedangkan pola asuh otoriter dan permisif cenderung menghambat perkembangan ini. Temuan ini menekankan pentingnya pola asuh yang seimbang antara kebebasan dan pengaturan dalam mendukung perkembangan regulasi emosi pada anak remaja awal.
Penguatan Karakter Disiplin dan Kemandirian Anak TK melalui Kegitan Pembiasaan Positif Dini, Fidari Nur; Ningsih, Sulis Dian; Mutiara, Yolanda
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 4, No 8 (2025): November
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17679530

Abstract

This community service program aims to strengthen discipline and independence among early childhood learners through the implementation of positive habituation at RA AD-DA’WAH in Kalibening Raya. The program involved 28 children in Group B and applied several methods: modeling, demonstration, gradual guidance, positive reinforcement, and social simulation. Data were collected through pre- and post-observation across seven behavioral development indicators. The results show significant improvements in children’s independence in organizing personal items (35% to 78%), queuing discipline (28% to 71%), understanding of handwashing procedures (39% to 86%), ability to follow instructions (50% to 89%), and responsibility in tidying up learning materials (21% to 89%). Emotional regulation and confidence to perform in front of the class also improved. These findings indicate that structured and consistent positive habituation, supported by a conducive learning environment, effectively strengthens early childhood character formation, particularly in discipline and independence. The program is recommended for replication in other early childhood education institutions.
Penguatan Karakter Disiplin dan Kemandirian Anak TK melalui Kegitan Pembiasaan Positif Dini, Fidari Nur; Ningsih, Sulis Dian; Mutiara, Yolanda
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 4, No 8 (2025): November
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17679530

Abstract

This community service program aims to strengthen discipline and independence among early childhood learners through the implementation of positive habituation at RA AD-DA’WAH in Kalibening Raya. The program involved 28 children in Group B and applied several methods: modeling, demonstration, gradual guidance, positive reinforcement, and social simulation. Data were collected through pre- and post-observation across seven behavioral development indicators. The results show significant improvements in children’s independence in organizing personal items (35% to 78%), queuing discipline (28% to 71%), understanding of handwashing procedures (39% to 86%), ability to follow instructions (50% to 89%), and responsibility in tidying up learning materials (21% to 89%). Emotional regulation and confidence to perform in front of the class also improved. These findings indicate that structured and consistent positive habituation, supported by a conducive learning environment, effectively strengthens early childhood character formation, particularly in discipline and independence. The program is recommended for replication in other early childhood education institutions.
INOVASI MODEL PLAY-BASED LEARNING BERBASIS TAUHID UNTUK MENINGKATKAN KECERDASAN SPIRITUAL ANAK USIA DINI DI TPA NURUL ISLAM, TANJUNG AMAN Kurniawati, Dewi; Suparmita, Suparmita; Ningsih, Sulis Dian; Anisak, Siti Darojatun
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 9, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i1.5802

Abstract

Abstract: This Community Service Program (Penelitian kepada Masyarakat /PKM) aimed to develop and implement a tauhid-based play-based learning model to enhance the spiritual intelligence of early childhood learners at TPA Nurul Islam Tanjung Aman. The program was initiated in response to the predominance of conventional learning approaches that are less aligned with the developmental characteristics of young children, resulting in low learning motivation and limited engagement in religious learning activities. A qualitative approach was employed using four stages: planning, action, observation, and reflection. The participants consisted of children aged 2–6 years attending learning activities at TPA Nurul Islam. The implementation of the play-based learning model involved various educational play activities, such as hijaiyah letter cards, puzzles, Islamic songs, and creative tasks integrated with tauhid values. The results indicated an increase in children’s enthusiasm, active participation, and learning motivation in recognizing hijaiyah letters and understanding Qur’anic learning materials. Furthermore, the integration of tauhid values within play activities contributed positively to the development of religious attitudes and spiritual awareness from an early age. Therefore, the tauhid-based play-based learning model can be considered an effective, enjoyable, and relevant alternative learning strategy for improving the quality of religious education for early childhood learners in TPA. Keyword: play-based learning, tauhid, spiritual intelligence, early childhood, TPA Abstrak: Program Penelitian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan model play-based learning berbasis tauhid dalam rangka meningkatkan kecerdasan spiritual anak usia dini di TPA Nurul Islam Tanjung Aman. Program ini dilatarbelakangi oleh masih dominannya pendekatan pembelajaran konvensional yang kurang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini, sehingga berdampak pada rendahnya motivasi belajar dan keterlibatan anak dalam kegiatan pembelajaran keagamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan empat tahapan, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek kegiatan terdiri atas anak-anak berusia 2–6 tahun yang mengikuti kegiatan pembelajaran di TPA Nurul Islam. Implementasi model play-based learning dilakukan melalui berbagai aktivitas permainan edukatif, seperti kartu huruf hijaiyah, permainan puzzle, lagu-lagu Islami, serta kegiatan kreatif yang diintegrasikan dengan nilai-nilai tauhid. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan antusiasme, partisipasi aktif, dan motivasi belajar anak dalam mengenal huruf hijaiyah serta memahami materi pembelajaran Al-Qur’an. Selain itu, integrasi nilai-nilai tauhid dalam aktivitas bermain memberikan kontribusi positif terhadap pembentukan sikap religius dan kesadaran spiritual anak sejak usia dini. Dengan demikian, model play-based learning berbasis tauhid dapat dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran yang efektif, menyenangkan, dan relevan dalam meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan bagi anak usia dini di TPA. Kata kunci: play-based learning, tauhid, kecerdasan spiritual, anak usia dini, TPA.