Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Tingkat Pengetahuan Swamedikasi Masyarakat Pesisir Terhadap Penyakit Hipertensi Akibat Makanan Olahan Laut Syafriah, Wa Ode; Ilham, Sitti Alfyanita; Rahayu, Yayuk Sri
Jurnal Promotif Preventif Vol 7 No 3 (2024): Juni 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v7i3.1345

Abstract

Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kecenderungan hipertensi di lingkungan pesisir adalah hiperkolesterolemia. Kecenderungan mengkonsumsi garam dan kolesterol tinggi merupakan faktor risikonya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan swamedikasi masyarakat pesisir mengenai penyakit hipertensi akibat makanan laut. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan metode survei deskriptif. Pengumpulan data dengan kuesioner dan data dianalisa menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menemukan tingkat pengetahuan kategori kurang berpendidikan SD, berprofesi sebagai nelayan. Perolehan nilai seluruh responden yang berprofesi nelayan menyangkut swamedikasi ialah 58. Pengetahuan segenap responden berprofesi nelayan masyarakat bertempat di Kabupaten Buton Selatan wilayah kerja Puskesmas Batauga mengenai swamedikasi ialah (total nilai lengkap : total nilai ideal) x 100% atau (58 : 80) x 100 % = 72,5%, termasuk dalam skala berpengetahuan cukup.
Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Daun Bayam (Amaranthus Caudatus) Sebagai Obat Anemia Alami, Rizky Rahmawati; Damayanti, Restu Harisma; Syafriah, Wa Ode; Mustiqawati, Evi
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 1 (2025): Februari 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i1.1770

Abstract

Bayam merupakan salah satu sumber makanan yang mengandung senyawa yang diperlukan dalam sintesis hemoglobin seperti zat besi dan vitamin B komplek. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat tentang daun bayam (Amaranthus Caudatus) sebagai obat anemia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Sampel yang digunakan adalah masyarakat kelurahan kaobula RW 1, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara sebanyak 88 orang. Pengumpulan data dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada responden menggunakan quisioner. Hasil penelitian menunjukan tingkat pengetahuan masyarakat tentang daun bayam (Amaranthus Caudatus) sebagai obat anemia, yakni 35,22% dengan tingkat pengetahuan baik, 52,27% dengan tingkat pengetahuan cukup, 12,5% dengan tingkat pengetahuan kurang. Dilihat dari cara meramunya masyarakat lebih banyak meramu tanaman ini dengan 2 cara yaitu daunnya dimasak kemudian dimakan layaknya memakan sayur dan merebus daunnya kemudiam air rebusannya di minum. Kesimpulannya adalah tingkat pengetahuan masyarakat tentang daun bayam sebagai obat anemia mempunyai nilai yang terbilang cukup baik dan memiliki cara tersendiri dalam meramu tanaman yang akan digunakan dalam pengobatan anemia dengan cara yang lebih mudah.
Kenali Berbagai Macam Profesi Farmasi Sebagai Salah Satu Key Answer Dunia Kerja Generasi Z Mustiqawati, Evi; Yolandari, Sri; Nurwanti, Ratih; Supardi, Suparman; Syafriah, Wa Ode
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Spesial Issue
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan kefarmasian merupakan suatu pelayanan langsung yang bertanggung jawab kepada pasien berkaitan dengan sedian farmasi untuk mencapai hasil yang pasti demi meningkatkan mutu kehidupan pasien. Pelayanan kefarmasian dibantu oleh seorang apoteker pendamping dan/atau tenaga teknis kefarmasian yang terdiri atas Sarjana Farmasi, Ahli Madya Farmasi dan Tenaga Menengah Farmasi/Asisten Apoteker. Banyak Masyarakat maupun Pelajar masih sangat minim mengetahui lebiih luas tentang profesi kefarmasian, olehnya itu dalam kegiatan ini dilakukan pelatihan terhadap peserta didik SMA N 1 Pasar wajo dengan tujuan untuk memperkenalkan peserta didik Sekolah Menegah Atas (SMA) terkait pembelajaran kesehatan kefarmasian serta meningkatkan pengetahuan peserta didik terhadap peran seorang profesi farmasis dalam dunia kerja. Kegiatan ini dibantu oleh 1 Mahasiswa D3 Farmasi. Kegiatan  pertama  yaitu  menjelaskan tentang pengertian farmasi, profesi farmasi, ruang lingkup berbagai macam profesi kefarmasian, serta tugas profesi farmasi yang dilanjutkan sesi Tanya jawab, Kegiatan kedua yaitu mengenalkan   dunia kerja dan education terhadap profesi sebagai Farmasi yaitu terkait tenaga kesehatan, industri obat, makanan dan kosmetik dengan materi. Kegiatan ini di lakukan dengan menunjukkan gambar diserta penjelasan, kemudian akan ditanyakan kembali ke siswa benar telah paham terhadap materi yang diberikan dan kegiatan ketiga yaitu memberikan informasi mengenai pemakain obat secara rasional, obat tradisional maupun obat sintetik beserta materi, dan juga melakukan penyuluhan terkait peluang-peluang apa saja yang dapat diraih dalam dunia kerja yang semakin berkembang sebagai seorang berprofesi  kefarmasian.  Kegiatan  ini  bertujuan  untuk      memberikan informasi kepada peserta didik mengenai penggunaan obat yang rasional dengan tepat dosis, jika mendapatkan obat maka sesuai aturan penggunaan obatnya. Diperhatikan penyimanan dan kadaluarsa/rusak suatu obat. Pada akhir kegiatan    disampaikan    begitu pentingnya peran profesi kefarmasian dan   banyaknya peserta didik yang tertarik untuk menjadi seorang profesi                                                                                                            Farmasi