Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Lokakarya Displin Positif pada Sekolah Penggerak Jenjang SD di Kabupaten Soppeng Patang Patang; Jamaluddin Jamaluddin; Subariyanto Subariyanto; Marhayati Marhayati; Andi Puspa Sari Idris
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 1 No. 3 (2024): September-Desember "Implementation of Social Service Programs to Increase Commu
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/0c8p1437

Abstract

Lokakarya disiplin positif ini bertujuan agar guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah semakin memahami pentingnya disiplin positif dalam membangun budaya positif di sekolah. Metode yang diterapkan dalam lokakarya ini yaitu lokakarya secara luring dengan urutan aktivitas yaitu mulai dari pendahuluan, mulai dari diri, eksplorasi konsep, refleksi terbimbing, ruang kolaborasi, demonstrasi kontekstual dan aksi nyata. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pelaksanaan lokakarya disiplin positif ini sangat penting karena setelah mengikuti lokakarya terkait disiplin positif, maka guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah semakin meningkatkan komitmennya dalam menerapkan disiplin positif di sekolah. Pada umumnya disiplin positif yang terjadi di sekolah sudah baik, namun dengan adanya lokakarya ini, maka sekolah memiliki referensi yang semakin banyak untuk diterapkan di sekolah berdasarkan hasil kolaborasi dengan sekolah lain dan hasil penguatan dari fasilitator pada saat dilaksanakannya lokakarya ini.
Pembuatan Pengaman Kolam Ikan di Desa Timbuseng Kecamatan Pattalassang Kabupaten Gowa Amirah Mustarin; Andi Muhammad Akram; Marhayati Marhayati; Nurmila Nurmila; Asrijal Asrijal
TEKNOVOKASI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 4: Issue 1 (Januari 2026)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/5edf5z97

Abstract

Kegiatan budidaya ikan nila dengan kolam terpal di Desa Timbuseng memiliki beberapa kendala, salah satunya adalah masalah keamanan. Pencurian ikan nila di kolam budidaya merupakan masalah yang sering dihadapi oleh para pembudidaya ikan ikan, khususnya di daerah pedesaan atau wilayah dengan pengawasan terbatas. Jumlah ikan yang ditebar salah pembudidaya ikan di Desa Timbuseng yang merupakan milik sekolah Tahfidz Muamalah AL Qudsiyah yaitu sebanyak 750 ekor benih di setiap kolam, tetapi setelah kasus pencurian terjadi maka jumlah ikan yang masih ada hanya sekitar 100 ekor.  Jumlah kerugian ditaksir mencapai 1,5 juta setiap kolam ikan dengan berbagai biaya yang telah dikeluarkan selama pemeliharaan ikan.  Ikan nila (Oreochromis niloticus) menjadi target utama pencurian karena memiliki nilai ekonomis tinggi, mudah dibudidayakan, dan permintaan pasar yang stabil. solusi inovatif untuk meningkatkan keamanan kolam ikan nila. Salah satu inovasi yang dapat diterapkan adalah pembuatan tutup kolam ikan dengan besi dan kawat galvanish. Tutup berbahan besi dipilih karena sifatnya yang kokoh, tahan lama, dan sulit ditembus, sehingga dapat mencegah akses langsung ke kolam oleh pihak yang tidak berwenang. Inovasi ini juga dapat dirancang dengan sistem kunci atau engsel agar tetap praktis digunakan oleh pembudidaya ikan saat pemberian pakan atau pemanenan, sekaligus memberikan perlindungan maksimal terhadap ancaman pencurian.
Pelatihan Pengolahan Tepung Pisang bagi Kelompok Tani Reski Praja Putra; Indrayani Indrayani; Andi Sukainah; Marhayati Marhayati; Muhlis Muhlis
COVIT (Community Service of Tambusai) Vol. 6 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/covit.v6i1.59401

Abstract

Desa Panakkukang berada di Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Jarak dari desa ini sekitar 13,2 Km ke Jurusan Teknologi Pertanian, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Makassar dengan waktu tempuh sekitar 26 menit. Kekayaan sumber daya alam di wilayah ini meliputi padi dan buah-buahan tropis yang bersifat musiman. Biasanya, buah-buahan tropis yang diperoleh hanya untuk dikonsumsi pribadi atau beberapa hasil panen langsung dijual di pasar dalam keadaan segar. Ibu tani menyatakan bahwa di Desa Panakkukang pelatihan cara pengolahan buah-buahan sebenarnya belum terlaksana. Umumnya, pelatihan yang diberikan ditujukan kepada para petani untuk meningkatkan pengolahan sawah agar menghasilkan padi yang melimpah. Buah pisang adalah salah satu jenis buah tropis yang ada di desa ini. Namun, penggunaan buah pisang untuk diolah menjadi produk masih belum menghasilkan hasil yang optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan pelatihan tentang cara yang baik dan benar dalam pembuatan tepung pisang. Kegiatan dimulai dengan langkah-langkah observasi, wawancara, dan diskusi. Selanjutnya, pemberian materi, demonstrasi, pendampingan serta penilaian (evaluasi). Bahan-bahan yang dipakai dalam pelatihan ini mencakup pisang kepok tua dan natrium metabislufit. Pisang kepok tua yang sudah dipotong berbentuk chips dan direndam dalam larutan natrium metabislufit 0.3%, perbandingan chips pisang kepok dengan larutan na metabislufit 0.3%, yaitu 1 : 1, selama 5 menit. Setelah itu, chips pisang kepok ditiriskan dan dikeringkan. Chips pisang kepok kering dihaluskan dan diayak untuk menghasilkan tepung pisang. Evaluasi menunjukkan bahwa peserta telah sukses memproduksi tepung pisang secara mandiri. Tepung pisang yang diproduksi sangat disukai karena memiliki kualitas sensorik yang baik.