Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Environmental nursing practices as a solution for reducing exposure to environmental hazards Nurhadijah, Sitti; Zamaa, Muhammad Sahlan; Harun, Basmalah; Sahida, Muti; Wahyuni, Andi
EcoVision: Journal of Environmental Solutions Vol. 2 No. 1: (February) 2025
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/evojes.v2i1.2025.1725

Abstract

Background: This literature review investigates nursing interventions aimed at reducing exposure to environmental hazards. Environmental hazards, such as chemical exposure, pollution, and toxins, have significant adverse effects on both human health and ecosystems, necessitating effective intervention strategies. Method: A systematic review was conducted by searching three major databases—PubMed, Scopus, and ISI Web of Knowledge—using specific keywords related to environmental hazards, settings, health impacts, and nursing interventions. It synthesizes findings from studies published between 2020 and 2025, focusing on environmental health, exposure prevention, risk assessment, and health education.  The selection of papers adhered to the PRISMA guidelines to ensure comprehensive coverage of relevant literature. Results: The review highlights the widespread impact of environmental hazards, including pollutants like PFAS, pesticides, and microplastics, which contribute to health issues such as respiratory diseases, developmental disorders, and cancer. Additionally, studies reveal the importance of environmental nursing in managing these risks, with interventions such as admission screenings for infections like Candida auris and the integration of experiential learning in health curricula to enhance community health education. Community health nursing and health education play pivotal roles in promoting awareness and preventing diseases by targeting social and environmental determinants of health. Conclusion: This review underscores the importance of multi-faceted nursing interventions in addressing environmental health risks. Findings demonstrate the critical role of nurses in both direct healthcare and community education efforts to mitigate environmental hazards. Moving forward, comprehensive risk assessment and community-based approaches should be prioritized to reduce health disparities and enhance public health outcomes. Novelty/Originality of this article: The implications of this research suggest that enhancing nursing education on environmental health and integrating evidence-based interventions into healthcare practices will be crucial for effective mitigation of environmental risks and promotion of long-term health improvements.
Incidence of Dermatitis in Urban Communities: A Study in Tallo Village, Makassar City Dewi, Chitra; Syam, Ilham; Syahrir, Muhammad; Sahida, Muti; Sarkol, Martha Celsi
Miracle Journal of Public Health Vol 8 No 1 (2025): Miracle Journal of Public Health (MJPH)
Publisher : Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36566/mjph.v8i1.439

Abstract

Dermatitis is a skin inflammation that is often considered trivial but has a high prevalence in Indonesia. In Makassar, 97,331 cases were recorded in 2012 and 2,030 cases (15.63%) in Rappokalling Health Centre in 2015. Personal hygiene and environmental sanitation factors contribute to this incidence. The study aimed to describe the incidence of dermatitis in Tallo Village, especially RT 01/RW 04. The study used a descriptive design; the population was all people in RT 01 RW. 04 Tallo Village, Tallo District, Makassar City, as many as 321 people and a sample of 178 respondents were selected by accidental sampling. Data were collected through questionnaires and observation and analyzed univariately. The results showed 95 respondents (53.4%) suffered from dermatitis. One hundred sixty-nine respondents (94.9%) had good personal hygiene behavior, but the cleanliness of towels (44.9%) and bed/bed linen (27%) was still low. All respondents used clean water that met the requirements but did not have proper waste disposal facilities. The conclusion of this riset are incomplete personal hygiene, poor environmental sanitation, and waste management contributed to the high number of dermatitis cases. Routine education on personal hygiene and the provision and supervision of proper waste disposal facilities by the government and health centers are recommended to prevent dermatitis in the community.
SOSIALISASI DAMSA PALI (DAMPAK MASYARAKAT PEDULI LINGKUNGAN) DI DESA SAOTENGAH KECAMATAN SINJAI TENGAH KABUPATEN SINJAI Dewi, Chitra; Nurfitri; Ngongo Bulu, Agustinus; Andi Ayumar; Muhammad Syahrir; Sahida, Muti; Sulaiman
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v5i2.579

Abstract

Latar belakang: Permasalahan sampah akibat perilaku membuang sampah sembarangan masih menjadi isu lingkungan yang krusial di berbagai wilayah, termasuk di pedesaan. Rendahnya kesadaran masyarakat, kurangnya fasilitas pengelolaan sampah, serta minimnya edukasi menjadi tantangan utama dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk DAMSA PALI (Dampak Masyarakat Peduli Lingkungan) dilaksanakan di Dusun Kaleleng, Desa Saotengah, Kecamatan Sinjai Tengah dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan membentuk perilaku peduli lingkungan melalui pendekatan edukatif dan aplikatif. Metode: Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui observasi, penyuluhan, praktik langsung pembuatan pagar tanaman dari limbah kayu, serta pemanfaatan sekam padi sebagai media tanam. Kegiatan ini melibatkan ibu rumah tangga, pemuda, dan tokoh masyarakat setempat. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan terhadap pengetahuan warga mengenai prinsip pengelolaan sampah 3R (Reduce, Reuse, Recycle) serta keterlibatan aktif dalam aksi kebersihan lingkungan. Warga mulai memilah sampah, melakukan daur ulang sederhana, dan mengusulkan sarana pendukung seperti tempat sampah terpilah. Meskipun masih terdapat hambatan berupa keterbatasan fasilitas dan kebiasaan lama, antusiasme warga menjadi indikator keberhasilan pendekatan yang diterapkan. Kesimpulan: Program DAMSA PALI berhasil menjadi model edukasi lingkungan berbasis komunitas yang efektif dan berkelanjutan serta dapat direplikasi di wilayah lain yang menghadapi permasalahan serupa.
GERAKAN PEDULI GIZI IBU: PENYULUHAN DAN PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN BAGI IBU HAMIL KEK DI DESA BONTO Dewi, Chitra; Syahrir, Muhammad; Nurfitri; Sahida, Muti; Mulya, Nadin Citra; Ridjal, Andi Tilka Muftiah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v6i1.651

Abstract

Latar belakang: Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil merupakan masalah gizi yang dapat menimbulkan dampak serius bagi kesehatan ibu dan perkembangan janin. Ibu hamil yang mengalami KEK lebih rentan mengalami gangguan selama kehamilan serta berpotensi melahirkan bayi dengan berat badan rendah, yang pada akhirnya dapat meningkatkan risiko kematian ibu dan bayi. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya PMT dalam mendukung status gizi selama kehamilan melalui kegiatan penyuluhan dan pemberian makanan. Metode: Penyuluhan dilakukan dengan media poster, pembuatan dan pemberian PMT, serta pengukuran pengetahuan melalui pre-test dan post-test. Selain itu, dilakukan pengukuran LILA dan berat badan. Hasil: Meskipun perubahan status gizi belum terlihat dalam waktu singkat, diharapkan bahwa ibu hamil dan masyarakat dapat mengolah dan mengonsumsi bahan makanan yang sesuai untuk meningkatkan kecukupan gizi. Setelah pelaksanaan penyuluhan, terjadi peningkatan pengetahuan ibu hamil mengenai PMT. Hasil pre-test menunjukkan 15% responden memiliki pengetahuan cukup, dan 85% kurang. Pada post-test, 100% responden memiliki pengetahuan yang cukup. Kesimpulan: Kegiatan penyuluhan dan PMT bagi ibu hamil di Desa Bonto meningkatkan berhasil pengetahuan sebesar 85% dan mendorong pemanfaatan bahan pangan lokal bergizi. Diharapkan program ini berlanjut melalui pendampingan Puskesmas dan dukungan pemerintah desa agar berdampak lebih luas dalam pencegahan KEK dan stunting.