Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pengaruh Penambahan Limbah Granit sebagai Substitusi Agregat Kasar dan Quarry Dust sebagai Substitusi Agregat Halus terhadap Kuat Tekan Beton Sultona, Gilang; Munthe, Agyanata Tua
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 1 (2025): April Edition
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v17i1.6582

Abstract

Seiring dengan pesatnya pembangunan, kebutuhan material konstruksi meningkat, sementara sumber daya alam semakin terbatas. Penambangan bahan baku beton, seperti batu split, dapat mengancam keberlanjutan pasokan material. Oleh karena itu, penting untuk mencari alternatif bahan yang ramah lingkungan dan ekonomis, seperti limbah granit dan Quarry Dust (abu batu) sebagai substitusi agregat kasar dan halus dalam beton. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan limbah granit sebagai substitusi agregat kasar dan Quarry Dust sebagai substitusi agregat halus terhadap kuat tekan beton. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan beton kontrol (f’c = 20 MPa) dan variasi beton yang mengandung limbah granit (3%, 5%, 8%, 10%) dan Quarry Dust 40%. Hasil pengujian menunjukkan bahwa beton dengan substitusi limbah granit 3% dan Quarry Dust 40% memiliki kuat tekan 21,89 MPa, sedangkan beton dengan 10% limbah granit dan Quarry Dust 40% hanya mencapai 15,83 MPa. Nilai slump beton meningkat seiring dengan peningkatan persentase limbah granit, namun kuat tekan menurun. Beton dengan substitusi limbah granit 3% memberikan hasil terbaik dalam hal kuat tekan. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan limbah granit dan Quarry Dust dapat diterapkan sebagai alternatif material beton yang ramah lingkungan, meskipun pengaruh terhadap kuat tekan perlu diperhatikan.
Pelatihan Tukang Bangunan Menghitung Kebutuhan Material Beton untuk Rumah Ramah Gempa Hendy Yusman F; Agyanata Tua Munthe; Heru Andraiko; Haikal Hadyan A S; Juliawan W P
Jurnal Pengabdian Cendekia Vol. 1 No. 2 (2025): Edisi Agustus
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/jpc.v1i2.69

Abstract

Indonesia berada pada zona rawan gempa karena letaknya di pertemuan empat lempeng tektonik dunia, termasuk wilayah Kabupaten Pandeglang yang memiliki kerentanan tinggi akibat kondisi geologi serta aktivitas sesar aktif. Sebagian besar rumah sederhana di daerah ini dibangun oleh tukang lokal tanpa perencanaan teknik sipil, sehingga mutu konstruksi tidak memenuhi standar bangunan tahan gempa. Untuk mengatasi hal tersebut, dilakukan pelatihan teknis bagi tukang bangunan mengenai perhitungan kebutuhan material campuran beton sesuai standar. Metode kegiatan meliputi penyuluhan, praktik lapangan, pendampingan, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan rata-rata pemahaman tukang sebesar 51% terkait mutu beton, jenis tanah, dan penggunaan alat soil investigation. Pelatihan ini juga mendorong perubahan perilaku kerja peserta yang mulai menerapkan perhitungan material secara presisi. Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan praktis efektif meningkatkan kapasitas teknis tukang dalam mendukung pembangunan rumah ramah gempa dan upaya mitigasi bencana di Pandeglang.  
Pengaruh Substitusi Limbah Granit dan Limbah Botol Kaca terhadap Kuat Tekan, Slump, dan Daya Serap Beton dengan Penambahan Sikacim Eka Krisnanto; Agyanata Tua Munthe
Momentum Jurnal Inovasi dan Rekayasa Teknik Sipil (MJIRTS) Vol. 1 No. 2 (2025): Juli
Publisher : Marasofi International Media and Publishing (MIMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64123/mjirts.v1.i2.1

Abstract

Upaya pengembangan beton ramah lingkungan menjadi fokus dalam industri konstruksi modern, salah satunya dengan memanfaatkan limbah padat seperti limbah granit dan limbah botol kaca sebagai substitusi agregat kasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh kombinasi kedua limbah tersebut dengan penambahan bahan aditif Sikacim terhadap kuat tekan, nilai slump, dan daya serap air beton. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan tujuh variasi campuran trial mix, menggunakan silinder beton berukuran 15 cm × 30 cm, dan mengacu pada mutu beton f’c 30 MPa. Pengujian dilakukan pada umur beton 7, 14, dan 28 hari. Hasil menunjukkan bahwa substitusi 3% limbah kaca dan 8% limbah granit dengan penambahan 1% Sikacim menghasilkan kuat tekan tertinggi sebesar 46,89 MPa, slump maksimum 11 cm, serta daya serap air terendah sebesar 0,80%. Kombinasi ini terbukti mampu meningkatkan kinerja beton sekaligus mengurangi potensi pencemaran lingkungan. Disarankan pada penelitian selanjutnya untuk mengeksplorasi variasi kadar Sikacim dan ukuran partikel limbah guna memperoleh hasil yang lebih optimal. 
Studi Eksperimental Pemanfaatan Limbah Granit dan Abu Batu dengan Penambahan Sikacim terhadap Kinerja Mekanik dan Durabilitas Beton Normal Mahfudz Ainul Yaqin; Agyanata Tua Munthe
Momentum Jurnal Inovasi dan Rekayasa Teknik Sipil (MJIRTS) Vol. 1 No. 2 (2025): Juli
Publisher : Marasofi International Media and Publishing (MIMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64123/mjirts.v1.i2.3

Abstract

Kebutuhan akan material beton ramah lingkungan mendorong pemanfaatan limbah sebagai bahan substitusi agregat. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh limbah granit sebagai substitusi agregat kasar dan abu batu sebagai substitusi agregat halus, dengan penambahan Sikacim, terhadap kinerja beton normal. Metode yang digunakan adalah studi eksperimental dengan lima variasi campuran: beton normal dan empat campuran dengan 3–10% limbah granit, 40% abu batu, serta 0,7% Sikacim dari berat semen. Pengujian meliputi slump, kuat tekan pada umur 7, 14, dan 28 hari, serta daya serap air. Hasil menunjukkan variasi dengan 10% limbah granit menghasilkan kuat tekan 45,25 MPa, mendekati beton normal sebesar 49,80 MPa. Nilai slump berkisar antara 10–11 cm, masih dalam batas standar. Daya serap air terendah tercapai pada variasi tertinggi yaitu 0,68%, dibandingkan beton normal sebesar 1,67%. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan limbah granit dan abu batu dengan Sikacim dapat menjadi alternatif material beton yang layak dan ramah lingkungan. Direkomendasikan penelitian lanjutan terhadap variasi ukuran partikel dan komposisi aditif untuk meningkatkan performa beton.
Performance-Based Seismic Analysis and Design of a Mid-Rise RC Guest House in a High Seismic Zone of Indonesia Harto Nurbian; Agyanata Tua Munthe; Syafwandi; Agung Sumarno
Momentum International Journal of Civil Engineering (MIJCE) Vol. 1 No. 2 (2025): July
Publisher : Marasofi International Media and Publishing (MIMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64123/mijce.v1.i2.2

Abstract

This study presents the seismic-resistant structural design of a 3-storey guest house with a roof garden, located in Surabaya, Indonesia, an area classified as Earthquake Zone 6. The building is designed using a Special Moment Resisting Frame System (SMRFS) as per SNI 1726:2019, which is appropriate for high seismic risk areas. The equivalent static lateral force method is employed for seismic analysis. Structural modeling and upper-structure design are performed using ETABS, while sub-structure components such as pile caps and foundations are analyzed manually and supported by PCA Column software. The structural elements are designed according to Indonesian codes, including SNI 2847:2019 for reinforced concrete, SNI 1727:2020 for minimum loads, and SNI 2052:2017 for steel reinforcement. The final design yields column dimensions ranging from 200×400 mm to 600×600 mm and beam dimensions from 250×400 mm to 350×700 mm, with slab thicknesses of 120 mm and 150 mm. The results confirm that the structure meets strength, stiffness, and ductility requirements. This research ensures compliance with national standards while enhancing structural safety in high seismic zones.
Effect of Glass Bottle Waste and Granite Waste as Coarse Aggregate Substitutes on the Compressive Strength of Normal Concrete Arif Rahman Hakim; Agyanata Tua Munthe
Momentum International Journal of Civil Engineering (MIJCE) Vol. 1 No. 2 (2025): July
Publisher : Marasofi International Media and Publishing (MIMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64123/mijce.v1.i2.3

Abstract

The increase in waste from construction and daily human activities has raised environmental concerns, particularly the disposal of non-biodegradable materials such as glass and granite. This study investigates the potential use of glass bottle waste and granite waste as partial substitutes for coarse aggregates in normal concrete. The objective is to evaluate their influence on the compressive strength of concrete with a target strength of 20 MPa. Experimental tests were conducted using cylindrical specimens (15 cm × 30 cm), incorporating 3% glass waste and varying granite waste contents (3%, 5%, 8%, and 10%). A total of 45 specimens were tested at curing ages of 7, 14, and 28 days. The results show that the highest compressive strength of 25.20 MPa was achieved with 3% glass and 3% granite waste, surpassing the design strength. However, increasing granite content beyond 3% led to a gradual strength reduction. The findings indicate that limited substitution of both wastes is feasible without compromising structural performance. Future research should optimize mix design parameters to improve efficiency and explore higher substitution levels for environmental sustainability.
Studi Eksperimental Kuat Tekan Beton dengan Substitusi Limbah Granit dan Abu Bonggol Jagung serta Penambahan Sikacim Mulyana; Agyanata Tua Munthe
Jurnal Studi dan Aplikasi Teknik Sipil (JSATS) Vol. 1 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Marasofi International Media and Publishing (MIMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64123/jsats.v1.i2.1

Abstract

Permintaan terhadap beton ramah lingkungan mendorong pemanfaatan limbah sebagai bahan substitusi dalam campuran beton. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh penggunaan limbah granit sebagai substitusi agregat kasar dan abu bonggol jagung sebagai substitusi semen dengan penambahan Sikacim terhadap sifat mekanis dan fisik beton. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan mutu rencana f’c 30 MPa. Variasi campuran meliputi LG 3%, 5%, dan 8% serta ABJ 4% dan SC 0,7%. Hasil menunjukkan bahwa nilai slump meningkat seiring persentase limbah, berkisar antara 10–11 cm, dan masih memenuhi standar. Kuat tekan tertinggi dicapai pada variasi LG 5% dengan nilai 44,46 MPa, meskipun lebih rendah dari beton normal (49,80 MPa), tetapi tetap di atas mutu rencana. Daya serap air meningkat pada beton variasi, namun tetap di bawah batas maksimum 6%. Dapat disimpulkan bahwa kombinasi limbah granit, abu bonggol jagung, dan Sikacim masih menghasilkan beton dengan kualitas baik. Penelitian ini merekomendasikan batas substitusi optimal limbah granit sebesar 5% untuk menjaga keseimbangan antara kekuatan, kelecakan, dan ketahanan terhadap air.
Pengaruh Substitusi Limbah Granit dan Abu Sekam Padi terhadap Kuat Tekan, Slump, dan Daya Serap Air Beton Esa Fajrah Habibillah; Agyanata Tua Munthe
Jurnal Studi dan Aplikasi Teknik Sipil (JSATS) Vol. 1 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Marasofi International Media and Publishing (MIMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64123/jsats.v1.i2.5

Abstract

Industri konstruksi mendorong inovasi beton ramah lingkungan atau green concrete guna mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memanfaatkan limbah seperti limbah granit (LG) dan abu sekam padi (ASP) sebagai substitusi agregat kasar dan halus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh substitusi LG dan ASP terhadap kuat tekan, nilai slump, dan daya serap air beton. Metode eksperimen digunakan dengan lima variasi campuran: beton normal (TM1), dan beton dengan kombinasi 3–10% LG serta 10% ASP (TM2–TM5). Benda uji berupa silinder berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm diuji pada umur 7, 14, dan 28 hari. Hasil menunjukkan kuat tekan tertinggi pada TM1 sebesar 22,83 MPa, dan terendah pada TM2 sebesar 16,30 MPa. Nilai slump tertinggi pada TM2 sebesar 13 cm, dan daya serap air terendah juga terjadi pada TM2 sebesar 0,78%. Temuan ini menunjukkan bahwa substitusi 10% ASP dan LG ≤ 10% masih dapat menghasilkan beton dengan sifat mekanik yang sesuai standar. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah menambahkan bahan tambahan kimia pada campuran LG rendah untuk meningkatkan kekuatan awal beton.
ANALISIS MODIFIKASI STRUKTUR GALLERY & LEG EKSISTING CONVEYOR AKIBAT PENAMBAHAN KAPASITAS PRODUKSI BATUBARA: (Studi Kasus Proyek BLC Upgrade 2000 TPH Kalimantan Timur) Agyanata Tua Munthe; Falldy Yudianto
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 8 No. 1 (2024): JCEBT MARET
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v8i1.10136

Abstract

Conveyor merupakan salah satu struktur penting dalam memfasilitasi perpindahan material secara massal dari satu tempat ke tempat lain, umumnya digunakan dalam berbagai sektor industri. Pada sebuah perusahaan pertambangan batu bara di Kalimantan Timur, terdapat fasilitas penanganan material berupa conveyor CV-204 dengan kapasitas 1000 TPH (ton per jam) pada tahun 2019. Seiring dengan peningkatan target produksi batubara, dibutuhkan peningkatan kapasitas conveyor tersebut menjadi 2000 TPH. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi struktural conveyor, khususnya pada bagian rangka gallery dan tiang leg, ketika kapasitas dinaikkan menjadi 2000 TPH. Analisis desain dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak SAP.2000 V.14. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi perubahan pada beban Walkway, beban Dust Suppression, dan beban Angin. Beban Carry Idler & Return Idler meningkat sebesar 37,83%, berdasarkan perhitungan Helix 2000 TPH. Beban Belt naik sebesar 7,74% dari perhitungan Helix 2000 TPH. Beban Cable meningkat sebesar 50% karena adanya penambahan komponen kabel listrik. Setelah dilakukan analisis dengan SAP2000, defleksi terbesar terjadi pada sambungan ke-149, dengan nilai defleksi -17,41 mm, yang masih memenuhi batasan defleksi yang diizinkan. Terdapat 15 batang yang berisiko mengalami kegagalan pada desain 2000 TPH, terdiri dari 10 batang dengan rasio tegangan 1,001-1,082 (warna merah) dan 5 batang dengan rasio tegangan 0,969-0,994 (warna oranye), namun batang-batang ini masih aman dari pengecekan tekuk (buckling). Penguatan dilakukan pada 15 batang Siku L70x70x7 dengan menambahkan profil yang sama, yaitu L70x70x7, yang dilas untuk membentuk penampang hollow 70x77x7. Rasio tegangan pada batang yang berisiko mengalami kegagalan mengalami penurunan sekitar 35,98% hingga 42,35% setelah penguatan, dengan nilai penurunan rata-rata sebesar 39,58%. Sebagai hasilnya, batang-batang tersebut kini aman dari pengecekan tekuk (buckling).
Pemanfaatan Pengaruh Subsitusi Semen Menggunakan Abu Batang Jagung (Zea Mays) dan Penambahan Serbuk Cangkang Bekicot (ACHATINA FULICA) Terhadap Kuat Tekan Beton Dian Ismawan; Agyanata Tua Munthe
G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan Vol 9 No 2 (2025): G-Tech, Vol. 9 No. 2 April 2025
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/gtech.v9i2.6653

Abstract

As the height of a structure supported by concrete increases, it demands a higher quality of concrete. However, increasing the use of concrete structures makes the materials that compose the concrete more expensive. In this study, corn stalk ash, which contains silica and has pozzolanic properties, was used to partially replace cement. Meanwhile, powdered snail shell can be assumed to act as a filler to fill the voids between aggregate particles. The study was conducted by replacing 7% of the cement weight with corn stalk ash and adding varying amounts of snail shell powder at 0.3%, 0.5%, 0.7%, and 0.9% of the cement content in the concrete mix for ages of 7 days, 14 days, and 28 days. The goal was to determine its effect on the concrete's density, compressive strength, and water absorption.The results of the study concluded that substituting 7% corn stalk ash and 0.3% snail shell powder after 28 days could increase compressive strength by +10.8%, reduce the density by -2.8%, indicating that the concrete becomes lighter, and reduce water absorption by -0.4%, indicating that the concrete becomes denser, which is beneficial for reinforced concrete as it protects the reinforcement from water and harmful substances. However, this substitution and addition led to a decrease in the slump value, affecting workability and making the concrete more difficult to mold.