Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

STUDI PERBANDINGAN MUHAMMADIYAH JAWA DAN MUHAMMADIYAH SUMATERA BARAT Zulpandri; Rismalaini; Desi Asmaret
EDU RESEARCH Vol 6 No 1 (2025): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v6i1.525

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan karakteristik organisasi, pengaruh sosial, serta implementasi program-program dakwah Muhammadiyah di dua wilayah berbeda, yaitu Jawa dan Sumatera Barat. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis komparatif, yang melibatkan wawancara mendalam dengan pengurus dan anggota Muhammadiyah di kedua wilayah, serta analisis dokumen organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Muhammadiyah di Jawa dan Sumatera Barat memiliki visi dan misi yang sama, terdapat perbedaan signifikan dalam pendekatan dakwah, respon terhadap isu sosial, serta adaptasi budaya lokal. Di Jawa, Muhammadiyah cenderung lebih terintegrasi dengan arus modernisasi, sementara di Sumatera Barat, pendekatan yang lebih kontekstual dan tradisional masih sangat kuat. Penelitian ini memberikan wawasan tentang dinamika organisasi Muhammadiyah yang beragam serta pentingnya mempertimbangkan konteks lokal dalam pelaksanaan program dakwah.
ANALISIS KONTRIBUSI FILSAFAT ILMU KEISLAMAN DALAM DUNIA PENDIDIKAN Yondrizal; Zulpandri; Riki Saputra
EDU RESEARCH Vol 6 No 1 (2025): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v6i1.526

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi filsafat ilmu keislaman dalam dunia pendidikan. Filsafat ilmu keislaman, yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan pemikiran kritis dan ilmiah, memiliki peran penting dalam membentuk landasan epistemologis pendidikan yang holistik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan analisis literatur, di mana peneliti mengkaji berbagai sumber yang berkaitan dengan filsafat ilmu dan pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filsafat ilmu keislaman memberikan kontribusi signifikan dalam menciptakan paradigma pendidikan yang berorientasi pada pengembangan karakter, etika, dan spiritualitas siswa. Selain itu, integrasi nilai-nilai Islam dalam kurikulum pendidikan mampu mendorong pembelajaran yang lebih bermakna dan relevan dengan konteks masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan filsafat ilmu keislaman dalam pendidikan tidak hanya memperkaya proses belajar mengajar, tetapi juga berkontribusi pada pembentukan individu yang berprestasi, berakhlak mulia, dan memiliki kesadaran sosial yang tinggi. Dengan demikian, penelitian ini mengusulkan perlunya peningkatan kesadaran akan pentingnya filsafat ilmu keislaman dalam pengembangan sistem pendidikan yang lebih baik di Indonesia.
ISLAM: HISTORICAL AND DOCTRINAL ASPECT Huda, Zawil; Zulpandri; Julhadi; Hanafi, Abdul
Al-Mudarris Vol 8 No 1 (2025): Al-Mudarris
Publisher : Jurusan Tarbiyah,IAIN PALANGKARAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/mdr.v8i1.9857

Abstract

Islam merupakan salah satu agama besar dunia yang lahir pada abad ke-7 M di Jazirah Arab melalui risalah Nabi Muhammad SAW. Sebagai agama monoteistik yang berakar pada tradisi Ibrahimik, Islam tidak hanya berperan sebagai sistem keimanan, tetapi juga sebagai panduan hidup yang mencakup aspek spiritual, sosial, politik, dan budaya. Kajian ini mengeksplorasi dua aspek utama Islam, yakni aspek historis dan doktrinal. Secara historis, Islam menunjukkan perkembangan yang pesat sejak era kenabian hingga masa kekhalifahan, di mana ekspansinya mencakup berbagai wilayah seperti Timur Tengah, Afrika Utara, Eropa, dan Asia. Perkembangan ini tidak hanya membawa Islam sebagai agama, tetapi juga membentuk peradaban yang kaya akan tradisi intelektual, budaya, dan administratif. Dari aspek doktrinal, Islam berlandaskan pada dua sumber utama: Al-Qur'an, yang diyakini sebagai firman Allah, dan Hadis, yakni catatan dari perkataan, tindakan, serta persetujuan Nabi Muhammad SAW. Keduanya menjadi dasar bagi pengembangan berbagai disiplin ilmu, seperti teologi, hukum Islam, dan tasawuf. Integrasi antara aspek spiritual dan pragmatis dalam doktrin Islam menjadikannya relevan sepanjang zaman. Artikel ini menyoroti bagaimana Islam, melalui dimensi historis dan doktrinalnya, berkembang sebagai kekuatan spiritual dan peradaban yang memberikan kontribusi besar terhadap sejarah dan masyarakat global.
Multicultural Equality and Justice in Education: Implications for Character Education Ronaldi; Zulpandri; Mahyudin Ritonga; Julhadi; Umar Alhaji Umar
Solo International Collaboration and Publication of Social Sciences and Humanities Vol. 4 No. 02 (2026): Solo International Collaboration and Publication of Social Sciences and Humani
Publisher : Walidem Institute and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61455/sicopus.v4i02.531

Abstract

Objective: This article aims to analyze the concept of multicultural equality and justice in education, particularly from the perspective of Islamic education, as well as explain its implications for the formation of character education in a multicultural society. Theoretical framework: This research is based on the theory of multicultural education (Banks and Nieto), the theory of social and distributive justice, and the value of Islamic education that emphasizes al-'adl (justice) and al-musāwah (equality). Literature review: The literature review examines studies on multicultural education, social justice, and Islamic education, and shows that there is still limited research that integrates multicultural equality and justice within the framework of Islamic education. Methods: The research uses a qualitative approach through a literature study of books, journal articles, and education policy documents, with content analysis and conceptual synthesis. Results: The results of the study show that equality in Islamic education is interpreted as recognition of equal human dignity, while justice is understood as the provision of rights and opportunities for learning proportionally. The integration of these two principles in multicultural education contributes significantly to the formation of the character of students who are tolerant, fair, and responsible. Implications: Theoretically, this study enriches the study of Islamic-based multicultural education; practically, it becomes the basis for the development of an equity- and justice-oriented curriculum, learning, and school culture. Novelty: The novelty of the research lies in the systematic integration of the concept of multicultural equality and justice with character education from the perspective of Islamic education.
Islam and Gender Consciousness: Analysis and Application in Contemporary Society Zulpandri; Ronaldi; Rusydi, AM; Sri Wahyuni
Solo International Collaboration and Publication of Social Sciences and Humanities Vol. 4 No. 02 (2026): Solo International Collaboration and Publication of Social Sciences and Humani
Publisher : Walidem Institute and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61455/sicopus.v4i02.528

Abstract

Objective: This article aims to analyze the concept of gender consciousness from an Islamic perspective and its relevance in contemporary society. This study focuses on the principles of justice, spiritual equality, and complementary gender roles. The ultimate goal is to formulate a moderate, contextual, and applicable framework for Islamic gender consciousness. Theoretical framework: This research uses the framework of Islamic justice and spiritual equality. The analysis is supported by maqashid al shariah and the thought of contemporary scholars. This framework emphasizes the balance of gender rights and responsibilities. Literature review: Previous studies have shown diverse views on Islam and gender. Gender inequality is often associated with patriarchal culture and interpretations. However, contextual synthesis studies are still limited. Methods: This study uses a qualitative approach based on literature studies. Data are obtained from the Quran, Hadith, and the latest academic literature. The analysis is carried out through content and thematic analysis. Results: The results of the study show that Islamic gender awareness is based on proportional justice, not absolute equality. Gender inequality in social practice is more influenced by cultural factors and ahistorical interpretations. Moderate Islamic gender awareness has proven to be relevant for maintaining social balance and harmony in society. Implications: These findings have implications for strengthening education and gender-fair policies. Islamic gender awareness can prevent discrimination and extremism. This approach supports social harmony. Novelty: The novelty of this research lies in the synthesis of Islamic values and modern gender issues. This article offers a moderate Islamic gender awareness concept. This approach is both applicable and contextual.