Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Kelayakan Usaha Penangkapan dengan Menggunakan Purse Seine pada KM. Putri Savira-A: The eligibility of the Purse Seine Fishing Business on KM. Putri Savira-A pattiasina, selfianus; Sapoter, Roy Kafiar; Jayaputri, Herlandri Eka
Jurnal Perikanan Kamasan: Smart, Fast, & Professional Services Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Perikanan Kamasan
Publisher : Akademi Perikanan Kamasan Biak Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58950/jpk.v4i1.65

Abstract

Salah satu wujud pengolahahn dan pemanfaatan sektor perikanan di Kabupaten Biak Numfor adalah  dengan  menggembangkan usaha dibanding perikanan tangkap sebagai contoh usaha penangkapan ikan pelagis  dengan menggunakan alat tangkap Pukat cincin  (Purse Seine). Tujuan dalam studi ini yaitum engetahui desain dan konstruksi alat tangkap pukat cincin (Purse Seine), mengetahui teknik pengoperasian alat tangkap pukat cincin (Purse Seine), mengetahui jenis dan jumlah hasil tangkap yang diperoleh dengan alat tangkap pukat cincin (Purse Seine), dan menganalisis kelayakan usaha penangkapan ikan pelagis dengan alat    pukat cincin (Purse Seine). Dalam penelitian ini menggunakan teknik deskripsi kualitatif yang mana menggambarkan alat tangkap pukat cicin secara detail. Dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dan wawancara untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan. Melalui studi ini menggambarkan bahwa Pukat cincin terdiri dari beberapa bagian atau bahan yang dibuat menjadi satu unit alat tangkap, alat tangkap ini dikhususkan untuk penangkapan ikan pelagis dengan ukuran panjang keseluruhannya pada KM. Putri Savira-A yaitu  370 meter dan tinggi  jaring  yaitu 75 meter dengan bagian jaring tertinggi terdapat pada kantong. Selain itu, mengenai daerah penangkapan (fishing ground) pada lokasi praktik kerja lapangan adalah diperairan Kepulauan Padaido yang sangat dipengaruhi beberapa faktor yaitu: arus, gelombang, dan cuaca. Sehingga, hasil analisa yang dilakukan  diketahui  bahwa usaha penangkapan ikan KM. Putri Savira-A menggunakan pukat cincin adalah 1.66 sehingga dinyatakan  layak untuk dikembangkan.
Teknik Pengolahan Keripik Siput Gonggong (Strombus sp.) di Kampung Nyansoren, Distrik Aimando, Kabupaten Biak Numfor: Processing Techniques for Gonggong Snail Chips (Strombus sp.) in Nyansoren Village, Aimando District, Biak Numfor Regency Sutono, Diarto; Jayaputri, Herlandri; Rumkabu, Anita Anace
Jurnal Perikanan Kamasan: Smart, Fast, & Professional Services Vol. 4 No. 2 (2024): JURNAL PERIKANAN KAMASAN
Publisher : Akademi Perikanan Kamasan Biak Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potensi perikanan di perairan Kampung Nyansoren, Distrik Aimando, Kabupaten Biak Numfor, khususnya Siput Gonggong (Strombus sp.), menawarkan peluang besar untuk dimanfaatkan secara optimal. Salah satu cara pemanfaatannya adalah dengan mengolahnya menjadi produk keripik. Siput Gonggong mengandung gizi tinggi, sehingga penggunaannya sebagai bahan dasar Keripik Siput Gonggong sangat relevan. Ini juga merupakan upaya memaksimalkan pemanfaatan sumber daya perikanan di daerah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengolah Keripik Siput Gonggong, menguji sensori, dan kadar air produk tersebut di Kampung Nyansoren. Manfaat penelitian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pengolahan Keripik Siput Gonggong serta memberikan informasi mutu produk untuk pengembangan lebih lanjut. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 3-25 Juni 2023 dengan metode eksperimental. Data pendukung berupa informasi proses dan hasil pengolahan serta pengujian kadar air dianalisis secara deskriptif berdasarkan SNI 8644:2018. Proses pengolahan Keripik Siput Gonggong meliputi tahapan perebusan, pencampuran, pencetakan, dan penggorengan. Hasil uji sensori menunjukkan nilai tekstur 5,5 (minimal 7,0), warna 7,0 (minimal 7,0), rasa 7,0 (minimal 7,0), dan kerenyahan 6,0 (minimal 7,0). Uji kadar air menunjukkan kandungan air sebesar 3,75% (maksimal 5%). Secara sensoris dan kimiawi, Keripik Siput Gonggong memenuhi persyaratan mutu dan keamanan pangan sesuai dengan SNI 8644:2018
The Representation of Women in Various Genres of Japanese Comics: a Semiotic Study Jayaputri, Herlandri Eka
Applied Linguistics: Innovative Approaches and Emerging Trends Vol 1 No 1 (2024): Applied Linguistics: Innovative Approaches and Emerging Trends
Publisher : Yayasan Nurul Iman Muara Gading Mas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58989/appling.v1i1.5

Abstract

Manga, or Japanese comics, have garnered immense popularity in Indonesia, appealing to readers of all ages with their diverse fictional narratives. Across genres like action, romance, comedy, and supernatural, manga portrays a myriad of characters and scenarios, from lone male protagonists to shy girls exploring romantic dynamics. Yet, amidst its widespread appeal, manga often depicts female characters as mere sexual objects, sparking scholarly inquiry into their representation. Through Roland Barthes’ semiotic lens, researchers dissect the portrayal of women in various manga genres, uncovering prevalent ideologies. While women exude body confidence, they are frequently subjected to sexual exploitation by male characters, ranging from intimate gestures to harassment. This pervasive depiction reinforces the objectification of women, normalizing harmful behaviors within manga narratives, prompting critical examination of gender dynamics in popular culture.
Language Markers and Social Identity in Digital Communication Among Generation Z in Indonesia Jayaputri, Herlandri Eka; Aziz, Muhammad Fahruddin
Applied Linguistics: Innovative Approaches and Emerging Trends Vol 1 No 2 (2024): Applied Linguistics: Innovative Approaches and Emerging Trends
Publisher : Yayasan Nurul Iman Muara Gading Mas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58989/appling.v1i2.21

Abstract

This study examines the use of language markers in digital communication among Generation Z in Indonesia, focusing on their functions and socio-cultural implications. Using a qualitative approach, the research analyzed data from document observations, semi-structured interviews, and focus group discussions. Data analysis involved four stages: data reduction, contextual analysis, triangulation, and interpretation. The findings show that markers like “so,” “then,” “maybe,” and “I guess” serve functions such as enhancing politeness, clarifying messages, and fostering familiarity. These markers also reflect globalization’s influence, cultural values of politeness and inclusiveness, and Generation Z’s digital norms. The study illustrates how linguistic choices shape social identity, highlighting language markers’ role in effective communication. The results offer valuable insights into Generation Z’s communication practices and implications for cross-cultural and intergenerational dialogue in digital spaces