Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peningkatan Pemahaman UMKM Desa Manarap Baru Tentang Sertifikasi Halal Melalui Skema Self Declare Aneta Rakhmawati; Mairijani Mairijani; Mahyuni Mahyuni
Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Pengabdian Masyarakat (DIMASY)
Publisher : Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/DIMASY.v3i1.104

Abstract

Mengacu pada Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 Pasal 4 tentang Jaminan Produk Halal, seluruh produk yang beredar di Indonesia diwajibkan memiliki sertifikat halal sebagai bukti kehalalan sesuai prinsip syariat Islam. Sertifikat ini merupakan dokumen resmi yang diterbitkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dengan acuan fatwa tertulis dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Kegiatan ini merupakan program pemberdayaan masyarakat ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan serta keinginan para pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) di Desa Manarap Baru, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, terkait pentingnya sertifikasi halal. Rendahnya tingkat pengetahuan pelaku usaha mengenai manfaat dan prosedur sertifikasi halal, termasuk program sertifikasi gratis melalui skema self declare, menjadi landasan pelaksanaan kegiatan ini. Melalui metode penyuluhan dan pendampingan langsung, peserta diperkenalkan pada aplikasi SiHalal dan diberikan panduan praktik tentang prosedur pendaftaran sertifikasi halal secara daring. Pada akhir kegiatan, peserta diminta mengisi kuesioner evaluasi untuk terhadap kegiatan yang dilaksanakan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya perubahan peningkatan dalam tingkat pengetahuan peserta mengenai urgensi sertifikat halal, mekanisme pendaftaran, serta kesadaran untuk memastikan produk mereka sesuai standar halal. Diharapkan, kegiatan ini dapat mendorong pelaku UMK untuk lebih proaktif dalam memperoleh sertifikasi halal guna meningkatkan kepercayaan dan daya saing produk masing-masing di pasar.
Implementasi Manajemen Risiko pada Pembiayaan Digital Syariah Tanpa Agunan: Analisis Maqashid Syariah dan SWOT pada Produk MitraGuna Berkah Online Bank Syariah Indonesia Ela Hayati; Aneta Rakhmawati; Lusiana Handayani; Mairijani
An-Nisbah: Jurnal Perbankan Syariah Vol. 7 No. 2 (2026): An-Nisbah: Jurnal Perbankan Syariah
Publisher : Program Studi Perbankan Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/nisbah.v7i2.5318

Abstract

Digitalisasi layanan perbankan syariah mendorong Bank Syariah Indonesia (BSI) meluncurkan MitraGuna Berkah Online, pembiayaan multiguna tanpa agunan berbasis payroll yang diproses sepenuhnya melalui aplikasi BYOND by BSI, namun sekaligus memunculkan risiko baru seperti gagal bayar, penyalahgunaan identitas, dan gangguan sistem. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 65/POJK.03/2016 mewajibkan bank syariah menerapkan manajemen risiko secara menyeluruh, sementara penelitian terdahulu belum banyak mengkaji implementasi manajemen risiko secara khusus pada produk pembiayaan digital tanpa agunan berbasis payroll ini dari sisi kepatuhan regulasi, nilai Maqashid Syariah, dan analisis strategis SWOT sekaligus. Penelitian ini bertujuan menutup kesenjangan tersebut dengan menganalisis implementasi manajemen risiko pada MitraGuna Berkah Online dari ketiga perspektif tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data primer dari wawancara pihak BSI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), didukung observasi dan dokumentasi, yang dianalisis melalui tahap pengumpulan, klasifikasi, verifikasi, dan interpretasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen risiko diterapkan melalui empat tahap berbasis sistem (by system), yaitu identifikasi, pengukuran, pemantauan, dan pengendalian risiko, dengan indikator utama status nasabah, masa payroll minimal enam bulan, hasil SLIK, dan prinsip 5C, yang secara keseluruhan turut mencerminkan kelima unsur Maqashid Syariah. Analisis SWOT menunjukkan kekuatan pada sistem digital terpusat dan pengawasan berlapis, sedangkan ancaman utama berasal dari persaingan fintech lending dan risiko siber, sehingga diperlukan penguatan pada transparansi sistem dan keamanan digital. Kata kunci: Manajemen Risiko, Pembiayaan Digital Syariah, Maqashid Syariah, Analisis SWOT, MitraGuna Berkah Online
Tingkat Literasi Keuangan Syariah Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Banjarmasin: Studi Kasus SMK Negeri 1 Banjarmasin Aneta Rakhmawati; Lea Emilia Farida
BIMA: Jurnal Bisnis dan Manajemen Vol 4 No 2 (2025): BIMA: Jurnal Bisnis dan Manajemen
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/bima.v4i2.15317

Abstract

This study aims to describe the level of Islamic financial literacy among vocational high school students as part of an effort to enhance young people’s awareness and understanding of Islamic financial principles. The research employed a descriptive quantitative approach, collecting data through a Likert-scale (1–5) questionnaire covering several indicators of knowledge, attitude, and behavior related to Islamic finance. The analysis showed that students’ Islamic financial literacy level was in the moderate to good category, with average indicator scores ranging from 3.0 to 4.0.. These results suggest that students generally have a positive understanding of Islamic financial concepts and practices, although further practical education and experiential learning are needed to strengthen literacy in real-life contexts. The findings are expected to serve as a basis for developing curriculum content and educational strategies on Islamic finance at the secondary education level.