Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pariwisata Wakatobi dalam Perspektif Produksi Ruang Muhammad Al Dilwan; I Komang Astina; Syamsul Bachri
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 11: NOVEMBER 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v4i11.13017

Abstract

Abstract: Tourism is the primary sector of Wakatobi. This research aims to reveal the process of spatial formation of Wakatobi tourism space. The study was designed to use a qualitative method with a case study approach. The results of the research show that Wakatobi tourism space production process started the involvement of the public and the private sector in tourism management, the spatial policy of the determination of Wakatobi as a tourism area, and people that perceived their territory as a tourism space.Abstrak: Pariwisata adalah sektor utama Wakatobi. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan proses spasial terbentuknya ruang pariwisata Wakatobi. Penelitian dirancang menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan proses produksi ruang pariwisata Wakatobi dimulai dari keterlibatan masyarakat dan swasta dalam pengelolaan pariwisata, kebijakan spasial penetapan Wakatobi sebagai kawasan pariwisata dan pemikiran masyarakat yang memersepsikan wilayahnya sebagai ruang pariwisata.
KESADARAN LINGKUNGAN SUKU TENGGER DALAM MEMPERTAHANKAN RUANG HIDUP DAN BUDAYA Muhammad Al Dilwan
Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 11, No 1 (2023): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masifnya pengembangan industri pariwisata dapat berpengaruh terhadap kerusakan lingkungan. Namun, Suku Tengger yang berada di Desa Ngadisari mampu meningkatkan perekonomian melalui kegiatan pariwisata dan tetap dapat melindungi lingkungannya agar tetap lestari. Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan alasan mengapa kedua keadaan tersebut dapat terwujud. Studi ini dirancang secara kualitatif dengan menggunakan metode wawancara dan kajian kepustakaan. Hasil Studi menunjukkan keterlibatan Suku Tengger Desa Ngadisari dalam konservasi lingkungan didasari oleh pemahaman bahwa kehidupan yang baik adalah kehidupan yang harmoni antara manusia, alam dan tuhan. Kesadaran lingkungan ini diperoleh secara non formal melalui pewarisan nilai dalam kegiatan upacara adat-keagamaan yang konsisten dilaksanakan. Peningkatan kesejahteraan Suku Tengger melalui pariwisata hanyalah salah satu dampak positif dari penerapan nilai keselarasan hidup. Kata Kunci: Kesadaran Lingkungan, Suku Tengger, Ruang Hidup, Konservasi Lingkungan, Ekowisata DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v11.i1.27017
Potential of Painted Terrapin (Batagur borneonsis) Tourism as a Source of Ecotourism Learning Muhammad Al dilwan
Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial Vol 33, No 2 (2024): JPIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial): December 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpis.v33i2.68003

Abstract

Painted terrapin is a rare species of animal facing extinction. Tourism management based on ecotourism has been implemented to preserve the painted terrapin and improve the local community's economy. Painted terrapin tourism holds the potential as a learning resource, but there is a lack of research on this subject. This research aims to analyze the relevance of painted terrapin tourism as a learning resource for ecotourism. The research was designed using a qualitative method. Data collection techniques included interviews, observations, and literature reviews. Data analysis techniques involved stages of data reduction, data presentation, and data verification. The results of the analysis were presented descriptively, which included reviews of the potential of painted terrapin tourism and its relevance as an ecotourism learning resource. The results indicate that painted terrapin tourism is relevant as a learning resource for ecotourism. This is because the tourism potential, involving observation and educational activities related to the painted terrapin's conditions and ecotourism-based tourism management, aligns with learning objectives. It can effectively support the achievement of learning goals and can be integrated into the educational process.
Kajian History Tardisi Pencak Silat Pelintau Sebagai Sumber Belajar Sejarah Lokal Okhaifi Prasetyo; Muhammad Al Dilwan; Dimas Ade Gunawan
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Resit Multidisiplin Edukasi (Edisi Februari 2025)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v2i2.164

Abstract

The history of the Pelintau Pencak Silat tradition is not widely known by the young generation, especially school students. This research aims to explore the history and development of Pencak Silat Pelintau and its relevance as a source of learning local history. This research uses historical methods with a qualitative approach: research steps, namely heuristics, verification, interpretation, and historiography. The research results show that Pencak Silat Pelintau is an integral part of the history and culture of the Tamiang people, which not only functions as a martial art but also reflects strong historical values. As a cultural heritage recognized as Indonesia’s Intangible Cultural Heritage (WBTB), this tradition is closely related to the Tamiang people’s struggle against colonialism. Therefore, its use in learning local history becomes relevant in helping students understand the nation's history through a regional cultural perspective. The integration of Pencak Silat Pelintau in the curriculum can be done by preparing teaching modules based on local culture and applying experience-based learning methods, such as direct observation, interviews with cultural actors, and analysis of historical documents. With an innovative and contextual approach, Pencak Silat Pelintau can be an effective, engaging and meaningful learning medium for the younger generation to understand the history, culture and heroic values ​​inherited from their ancestors.
Integrasi Nilai Pendidikan Lingkungan Hidup dalam Ekowisata Ujung Tamiang Muhammad Al Dilwan; Okhaifi Prasetyo
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 5 No 06 (2026): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v5i06.3460

Abstract

Ekowisata memiliki potensi sebagai sarana pendidikan lingkungan yang efektif, namun nilai-nilai Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) dalam ekowisata kurang dieksplorasi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pola internalisasi nilai PLH pada Ekowisata Ujung Tamiang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan sumber data berupa catatan refleksi 71 mahasiswa, wawancara dengan pengelola, dan observasi langsung di lapangan. Data yang terkumpul dianalisis secara bertahap, dikelompokkan ke dalam lima nilai lingkungan, dan dipetakan ke dalam tiga ranah pembelajaran yang mengacu pada kerangka Taksonomi Bloom. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas ekowisata berhasil menanamkan nilai PLH secara berjenjang. Proses dimulai dari pemahaman fakta ekologis tentang tuntong laut dan mangrove, kemudian berkembang menjadi rasa hormat dan tanggung jawab terhadap alam. Pengalaman langsung serta interaksi dengan satwa memperkuat keterikatan emosional wisatawan, yang pada akhirnya mendorong keterlibatan nyata dalam kegiatan konservasi. Studi ini menyimpulkan bahwa ekowisata yang dikelola dengan orientasi edukasi tidak hanya berfungsi sebagai tempat rekreasi, tetapi juga sebagai medium pembelajaran yang mampu mengubah sikap dan perilaku wisatawan menuju kepedulian lingkungan. Temuan ini dapat menjadi acuan bagi pengelola destinasi dan pendidik dalam merancang kegiatan wisata yang edukatif, berkelanjutan, dan bermakna.