Jaquellin Cahyani
Universitas Negeri Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Forgiveness Dengan Subjective Well-Being Pada Remaja Yang Mengalami Perceraian Orang Tua Jaquellin Cahyani; Nur Fitriany Fakhri; Muhrajan Piara
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i2.7439

Abstract

The conditions experienced by teenagers who experience their parents' divorce cause them to receive negative stigma from their environment. Thus, it can lead to a lack of subjective well-being in teenagers who experience parental divorce. One of the internal factors that has the potential to influence an individual's subjective well-being is forgiveness. The aim of this research is to determine the relationship between forgiveness and subjective well-being in adolescents who experience parental divorce in Sulawesi. The subjects in this research were 388 teenagers who experienced their parents' divorce. The sampling technique in this research used accidental sampling. This research was measured using the Forgiveness and Subjective Well-Being scales. The analysis used in this research is simple linear regression with the help of IBM SPSS Statistics 25. The results of this research show that the significance value is p = 0.004 < 0.05, which means there is a relationship between forgiveness and subjective well-being. Meanwhile, the R Square value is 0.147, which means that there is a 2.64% contribution of forgiveness to subjective well-being in adolescents who experience parental divorce. The implications of this research provide an overview regarding forgiveness and subjective well-being in adolescents who experience parental divorce in Sulawesi.
SEHAT BERSAMA LANSIA: MENJAGA KESEHATAN FISIK DAN MENTAL DI MASA LANSIA DENGAN KEGIATAN SENAM Muh Daud; Mardia Muttalib; Sri Ratna Sari Bulan; Ahriyani Ahriyani; Jaquellin Cahyani
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v1i4.48233

Abstract

Keberadaan lansia yang semakin meningkat menimbulkan berbagai polemik dewasa ini. Hal ini disebabkan oleh timbulnya berbagai masalah fisik, psikologis, dan sosial akibat proses degeneratif yang dialami lansia. Kondisi permasalahan tersebut seringkali memunculkan gangguan kesehatan fisik maupun mental pada lansia. Dalam rangka upaya menjaga kesehatan fisik dan mental dimasa lanjut usia, salah satu alternatif penanganan adalah dengan olahraga yang dirancang dengan gerakan khusus yaitu senam lansia, selain itu dilakukan pengecekan kesehatan dan memberikan materi cara menjaga kesehatan fisik dan mental dimasa lanjut usia. Metode pengambilan sampel dengan melakukan total sampling dan mendapatkan 70 lansia. Hasil dari kegiatan membuktikan bahwa olahraga senam berpengaruh secara berarti terhadap kesehatan fisik dan mental dikomunitas lansia sayang bunda di Kabupaten Bantaeng. Para lansia memiliki kesadaran akan pentingnya berolahraga khususnya olahraga senam dengan rutin sehingga baik sebelum maupun sesudah menginjak lansia memiliki kesehatan mental emosional yang baik sebagai penunjang kesehatan tubuh secara keseluruhan.