Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Umbi Sarang Semut (Myrmecodia tuberosaJack.)Terhadap Kadar SOD (Superoxide Dismutase) Dan MDA (Malonildiadehide) Sel Darah Merah Domba W. Mahayasih, Putu Gita Maya; Nurdiyanti, Nisa
Archives Pharmacia Vol 1, No 2 (2019): ARCHIVES PHARMACIA
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan umbi sarang semut (Myrmecodia Tuberosa Jack).Umbi sarang semut di ekstraksi menggunakan etanol 80% secara maserasi dan dilakukan pengujian karakteristik ekstrak meliputi nilai rendemen, kadar air, dan skrining awal fitokimia. Uji aktivitas antioksidan di lakukan secara in vitro dengan mengukur kadar Superoxide dismutase (SOD) dan Malonildialdehide (MDA) sel darah merah domba pada 6 kelompok perlakuan, yaitu: kelompok kontrol normal, kontrol negatif, kontrol positif (vitamin C), ekstrak dosis 0,6mg/ml,  1,2 mg/ml, dan  2,4 mg/ml. Hasil penelitian terhadap karakteristiik ekstrak menunjukan ekstrak memiliki nilai rendemen 19,63%, susut pengeringan 12,26%, dengan  kandungan kimia alkaloid, flavonoid, terpenoid, saponin. Hasil pemeriksaan kadar SOD dan MDA menunjukan semua dosis ekstrak dapat meningkatkan kadar SOD dan menurunkan kadar MDA yang sebanding dengan vitamin C (P<0,05). Kata kunci: Myrmecodia tuberosa, antioksidan, Superoxide dismutase, Malonildialdehide, Sel darah merah domba  ABSTRACTThe aim of this research was to determine the antioxidant activity of ant nest bulb (Myrmecodia Tuberosa Jack). Ant nest bulb was extracted using ethanol 80% by maceration and was tested for the characteristic of extract, especiallyyield of the extract, lost on drying, and preliminary phytochemical screening. Antioxidant activity was carried out in vitro by measuring the levels ofSuperoxide dismutase (SOD) andMalonildialdehide (MDA) sheep's red blood cells in 6 treatment groups: normal control group, positive control (vitamin C), extract dose 0.6 mg/ml, 1.2 mg/ml, and 2.4 mg/ml. The result for characteristic of the extract showed that yield of extraction was 19.63%, lost on drying was 12.26%, and the chemical content of the extract were alkaloids, flavonoids, terpenoids, and saponins. The examination of SOD and MDA levels showed that all doses of the extract can increase SOD levels and lower MDA levels comparable to vitamin C (P < 0.05). Keyword : Myrmecodia tuberosa, antioxidant,Superoxide dismutase, Malonildialdehide, Sheep Red Blood Cells
Aktifitas Antibakteri Ekstrak Etanol Kaliks Bunga Rosella Merah (Hibiscus Sabdariffa L.) terhadap Mycobacterium Tuberculosis Lena, Ayu Puspita; Boediono, Eddy Purwoto; GM, Putu Gita Maya
Archives Pharmacia Vol 1, No 1 (2019): ARCHIVES PHARMACIA
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe red Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) is medicinal plant that empirically has been used as an antituberculous drug. Rosella’s calix contains anthocyanins and other nutrients such as calcium, niacin, riboflavin and iron. This study was conducted experimentally starting with the making of Rosella flower extract by maceration method followed by examination  of chemical content of extract. The antibacterial effect was performed by in-vitro method using 6 treatment groups, the negative control group, containing media and aquadest, the ethanol control group, containing media and 70% ethanol, the positive control group, containing media and isoniazid, and three groups of extracts each containing media and extracts with a concentration of 2.5 mg / mL , 5 mg / mL and 10 mg / mL. Mycobacterium tuberculosissuspension was shed over the entire surface and thenthe growth of Mycobacterium tuberculosis was observed after incubated for 21 days. The results showed that the ethanol extract of Rosella flower contain essential oils, fatty oil, tannins, reducing sugars, flavonoids, coumarins, triterpenoids, and anthocyanins. The 70% ethanol extract of  calixs  of Rosella flower (Hibiscus sabdariffa L.) at a concentration of 10mg/mLpossessinhibit the growth of Mycobacterium tuberculosis from the first week until the third week observation.                                                                                                                                  Keywords: antibacterial, 70% ethanol extract, rosella (hibiscus sabdariffa l.) AbstrakRosella merah (Hibiscus sabdariffa L.) merupakan salah satu tanaman obat yang secara empiris telah digunakan sebagai obat antituberkulosis.  Kaliks bunga Rosella mengandung antosianin serta berbagai zat gizi lain seperti kalsium, niasin, riboflavin dan zat besi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas  ekstrak etanol 70% kaliks bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) terhadap Mycobacterium tuberculosis strain H37Rv. Penelitian dilakukan secara eksperimental diawali dengan pembuatan ekstrak bunga Rosella secara maserasi dilanjutkan dengan penapisan kandungan kimia ekstrak. Efek antibakteri dilakukan secara in-vitro menggunakan 6 kelompok perlakuan, yaitu kelompok kontrol negatif, berisi media dan aquadest, kelompok kontrol pelarut, berisi media dan etanol 70%, kelompok kontrol positif, berisi media dan isoniazid, dan tiga kelompok ekstrak masing-masing berisi media dan ekstrak dengan konsentrasi 2,5 mg/mL, 5 mg/mL dan 10 mg/mL. Suspensi Mycobacterium tuberculosis dituangkan ke seluruh permukaan media diamati pertumbuhannya setelah diinkubasi selama 21 hari. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol kaliks bunga Rosella  mengandung minyak atsiri, minyak lemak, tannin, gula pereduksi, flavonoid, kumarin, triterpenoid, dan antosianin. Ekstrak etanol 70% kaliks bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) pada konsentrasi 10% memiliki efek antibakteri terhadap Mycobacterium tuberculosisdengan menghambat pertumbuhan Mycobacterium tuberculosis mulai dari mingu pertama sampai mnggu ketiga pengamatan. Kata kunci : antibakteri, ekstrak etanol 70%, rosella (hibiscus sabdariffa l.) 
Uji Aktivitas Protein Larut Air Umbi Porang (Amorphophallus muelleri Blume) terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus Putu Gita Maya Widyaswari Mahayasih; Tri Handoyo; Mochammad Amrun Hidayat
Pustaka Kesehatan Vol 2 No 2 (2014)
Publisher : UPT Percetakan dan Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objective of this study was to determine antibacterial activity of water soluble protein of Porang (Amorphalus muelleri Blume) tuber. The water soluble protein extract was tested against both Eschericia coli and Staphylococcus aureus using filter paper disk method. The inhibition zone of bacterial growth was calculated for both of bacterial cultures. It was found that water soluble protein exhibited antibacterial activity at linear range 0.3-1.9 μg and 0.1-1.9 μg for E. coli and S. aureus respectively, sugesting that S. aureuswas more susceptible than E. coli to this protein. From the electrophoretic profile using 12.5% sodium dodecyl sulfate (SDS) and comassie blue staining (CBS), two protein bands were observed with molecular weight 17 and 19 kDa respectively. The water soluble protein were further evaluated using periodic acid staining (PAS). Pink band with molecular weight 250 kDa and > 250 kDa was found in PAS profile, sugesting the availability of carbohydrate molecule in water soluble protein extract of porang tubers.
Pengolahan Bahan Alam dalam Upaya Meningkatkan Daya Tahan Tubuh di Era Pandemi Putu Gita Maya Widyaswari Mahayasih; Silviana Dewi; De Vita Enjelin; Rafi Perdana Tamher; Megawati; Sri Teguh Rahayu; Tria Saras Pertiwi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 2 No 2 (2022): JPMI - April 2022
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.598

Abstract

Jamu merupakan pengobatan tradisional yang mampu mengatasi masalah kesehatan salah satunya untuk memperkuat sistem imun tubuh. Pengobatan pada zaman sekarang kebanyakan menggunakan pengobatan modern tetapi jamu masih banyak peminat dikalangan masyarakat perkotaan maupun pedesaan. Tujuan dalam kegiatan KKN ini untuk memberikan sosialisasi mengenai pelatihan bagaimana cara pengolahan bahan alam dalam upaya meningkatkan daya tahan tubuh di era pandemi. Sebagai sasaran adalah warga Rw.09 Kel. Jembatan Besi Kec. Tambora, Jakarta Barat khususnya ibu rumah tangga. Metode pelaksaan kegiatan ini yaitu dengan memberikan sosialisasi dan edukasi pada masyarakat serta pembagian leaflet, masker, hand sanitizer, pemasangan poster dan pembagaian hasil produksi jamu kepada masyarakat setempat. Hasil dari kegiatan ini terdapat peningkatan pemahaman pada warga RW. 09 dari hasil kuesioner yang sudah didapat menunjukkan bahwa warga RW. 09 dapat memahami mengenai macam-macam jamu, khasiat jamu, cara pembuatan jamu dengan baik dan benar.
Pengaruh Metode Pengeringan terhadap Aktivitas Antioksidan Ekstrak Stevia rebaudiana Bertoni melalui Ekstraksi Berbantuan Gelombang Mikro Wahyu Darmawan; Harizal; Putu Gita Maya Widyaswari Mahayasih
An-Najat Vol. 1 No. 3 (2023): AGUSTUS : An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v1i3.153

Abstract

Stevia (Stevia rebaudiana Bertoni) merupakan salah satu tanaman obat tradisional yang dikenal luas sebagai sumber pemanis alami. Ekstrak tanaman stevia diketahui memiliki aktivitas sebagai antioksidan, antidiabetes, antiinflamasi, dan antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pengeringan terhadap aktivitas antioksidan ekstrak stevia yang diekstrak dengan menggunakan metode ekstraksi berbantuan gelombang mikro. Penelitian dilakukan dengan dalam beberapa tahap diantaranya sortasi dan pemisahan bagian tumbuhan stevia (daun, batang, dan akar), pengeringan sampel dengan menggunakan metode pengeringan yang berbeda (sinar matahari langsung, sinar matahari tidak langsung, dan dehidrator), karakterisasi simplisia (uji kadar air dan kadar abu), ekstraksi dengan menggunakan gelombang mikro, uji fitokimia, dan uji aktivitas antioksidan dengan metode peredaman radikal DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil). Secara keseluruhan, tanaman stevia yang dikeringkan dengan metode yang berbeda dan diekstrak menggunakan metode ekstraksi berbantuan gelombang mikro memiliki aktivitas antioksidan yang sangat lemah dengan nilai IC50 tertinggi diperoleh dari ekstrak daun stevia yang dikeringkan dengan dehidrator sebesar 363,49 μg/mL.
Pengaruh Pelarut Terhadap Kadar Total Fenol dan Flavonoid Ekstrak Jahe Merah (Zingiber officinale Roscoe) Hasil Pengeringan dengan Dehidrator terhadap Aktivitas Antioksidan Menggunakan Metode DPPH Rahayu, Sri Teguh; Rolobessy, Amalia; Eden, Yonatan; Mahayasih, Putu Gita Maya Widyaswari
Archives Pharmacia Vol 6, No 1 (2024): ARCHIVES PHARMACIA
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/ap.v6i1.7614

Abstract

Tanaman jahe merah (Zingiber officinale Roscoe) merupakan salah satu tanaman  suku zingiberaceae yang mengandung berbagai senyawa aktif, terutama 6- gingerol, 6-shogaol, zingeron, fenolat dan flavonoid. Senyawa 6-gingerol dilaporkan sebagai senyawa aktif paling melimpah  dalam jahe dengan efek farmakologis namun tidak stabil pada suhu tinggi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pelarut pada kadar total fenol dan flavonoid ekstrak jahe merah. Simplisia keringkan pada suhu ruang dan dehidrator untuk menjaga suhu pengeringan. Ekstraksi dengan maserasi menggunakan pelarut n-Heksan, Etil asetat dan etanol 96%. Hasil penelitian menunjukkan esktrak jahe memiliki senyawa golongan flavonoid, alkaloid, fenolik, saponin dan steroid. Kadar total fenol ekstrak n-Heksan 433,61 ± 0,70 mgGAE/g, ekstrak etil-asetat  341,17 ± 1,93 mgGAE/g dan ekstrak etanol 96% sebesar 374.16 ± 5,86 mgGAE/g. Kadar total flavonoid ekstrak n-Heksan yaitu 1,62 ± 0,06mgQE/g, ekstrak etil-asetat 3.38 ± 0.45 mgQE/g dan ekstrak etanol 96% 0.340 ± 0.01 mgQE/g. Nilai IC50  ekstrak n-Heksan sebesar 38,58 ppm, ekstrak etil asetat 165,37  ppm dan ekstrak etanol 96% sebesar 196,53 ppm serta vitamin C sebagai kontrol positif  14,93 ppm. Berdasarkan hasil tersebut  diketahui aktivitas antioksidan ekstrak n-Heksan dan vitamin c masuk kategori sangat aktif, sedangkan ekstrak etil asetat dan etanol 96% masuk kategori sedang.
DAGUSIBU and TOGA socialization: Improving the success of self-medication Putu Gita Maya Widyaswari Mahayasih; Wilson Gunawan; Putri Nuraini Sutomo; Vallenchesa Susanto Theo; Devin Winata; Ade Novitasari; Yulia Katuuk; Listi Maslia Putri; Nur Lisa Anggraini
Community Empowerment Vol 9 No 10 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.11545

Abstract

This community service program was conducted in the RT02/RW01 area, Palmerah Sub-district, West Jakarta. It involved providing socialization to the community regarding TOGA (family medicinal plants) and DAGUSIBU (obtain, use, store, dispose of medicine properly) with the aim of increasing public knowledge about TOGA and the proper use of medicines. The method used was direct socialization to partners and indirect education through the delivery of information via print media such as posters on village bulletin boards. The result of this community service activity was an increase in residents' knowledge about how to obtain, use, store, and dispose of medicines properly. Community knowledge regarding TOGA that can be used for treatment also increased.
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Lip Balm Dari Ekstrak Kulit Buah Rambutan (Nephelium lappaceum L.) Putri, Listi Maslia; Pertiwi, Ratih Dyah; Mahayasih, Putu Gita Maya Widyaswari
Archives Pharmacia Vol 5, No 2 (2023): ARCHIVES PHARMACIA
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/ap.v5i2.6957

Abstract

Bibir merupakan bagian kulit wajah yang tidak memiliki pelindung alami, sehingga membutuhkan pelindung dari luar seperti antioksidan untuk menghambat atau memperlambat terjadinya oksidasi pada bibir akibat paparan panas sinar matahari dan polusi yang menyebabkan radikal bebas serta menjaga dari udara dingin yang berlebihan agar tidak merusak sel keratin penyebab kerusakan bibir, sehingga diformulasikan lip balm yang dapat melindungi dan mengatasi permasalahan bibir dengan penambahan antioksidan alami dari tumbuhan seperti kulit buah rambutan yang telah diketahui mengandung senyawa fenolik dengan potensi antioksidan. Penelitian bertujuan untuk menghasilkan formula sediaan lip balm dari ekstrak kulit buah rambutan dengan menggunakan variasi konsentrasi F0 (0%), F1 (5%), F2 (10%), F3 (15%), dan dilakukan evaluasi sediaan selama uji stabilitas menggunakan metode cycling test. Hasil organoleptis lip balm ekstrak kulit buah rambutan diperoleh warna F0 (putih susu), F1 (cokelat muda), F2 (cokelat), F3 (cokelat tua) dengan bau seperti cokelat dan berbentuk seperti salep (semi padat) yang homogen. Hasil uji pH berada pada rentang 4,6–6,0. Pengamatan daya oles memperoleh hasil yang mudah diaplikasikan dengan 5 kali pengolesan pada tangan lengan bawah dan tidak terdapat gumpalan. Hasil uji daya sebar berada pada rentang 5,0–6,2 cm dan hasil daya lekat memiliki rentang 5-8 detik. Hasil evaluasi sediaan diketahui tetap stabil selama penyimpanan 6 siklus (12 hari) dan memenuhi persyaratan.
Penentuan Sun Protection Factor (SPF) dan Antioksidan Ekstrak Alga Hijau (Ulva reticulata Forsskal) sebagai Tabir Surya dengan Spektrofotometer UV-Vis Rahayu, Sri Teguh; Sari, Rohaniva Yusnia; Mahayasih, Putu Gita Maya Widyaswari; Utami, Tyas Putri; Eden, Yonatan
Archives Pharmacia Vol 5, No 1 (2023): ARCHIVES PHARMACIA
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/ap.v5i1.6354

Abstract