Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Implementasi Pendidikan Seni Musik sebagai Terapi Mikro Untuk Mengurangi Kecemasan Akademik: Studi Kasus Pada Siswa Sekolah Dasar" Jaka Nugraha
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.727

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi pendidikan seni musik sebagai terapi mikro dalam mengurangi kecemasan akademik pada siswa sekolah dasar. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi eksperimen, penelitian ini dilakukan pada 20 siswa kelas VI di SDN Cicalengka X kabupaten Bandung. Terapi musik dilaksanakan selama 6 minggu dengan frekuensi dua kali per minggu, masing-masing sesi berdurasi 45 menit. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan siswa dan guru, serta dokumentasi kegiatan terapi musik. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis tematik untuk memahami pengalaman, respon emosional, serta perubahan tingkat kecemasan akademik yang dialami oleh siswa selama dan setelah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan seni musik sebagai terapi mikro memberikan dampak positif signifikan dalam menurunkan tingkat kecemasan akademik, meningkatkan suasana hati, serta memperbaiki fokus belajar siswa. Penelitian ini memberikan gambaran rinci mengenai strategi pelaksanaan terapi musik di lingkungan sekolah dasar serta implikasinya terhadap pengelolaan stres akademik pada anak. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan program pembelajaran yang lebih holistik dan mendukung kesejahteraan emosional siswa di masa mendatang.
Pengaruh Media Video Scribe Berbasis Model Pembelajaran Group Investigation Terhadap Peningkatan Hasil Belajar di Sekolah Dasar Ika Dwi Lestari; Jaka Nugraha; Reza Maulana
Upgrade : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi Vol 3 No 2 (2026): Februari
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/upgrade.v3i2.6165

Abstract

Critical thinking is one of the essential competencies that should be fostered in 21st-century education. However, its implementation at the elementary school level has not yet achieved optimal outcomes, partly because teacher-centered learning approaches remain widely practiced. Therefore, this study aimed to investigate the effect of integrating VideoScribe media with the Group Investigation learning model on the development of fifth-grade elementary students’ critical thinking skills.This study employed a quantitative quasi-experimental design with a non-equivalent control group. The sample consisted of 54 students divided into two groups: 27 students in the experimental class and 27 students in the control class. Data were collected through pretests and posttests and analyzed using the Wilcoxon and Mann–Whitney nonparametric tests. In addition, N-Gain analysis was conducted to measure students’ improvement levels. The findings revealed that the experimental group showed a slight significant improvement in critical thinking skills. The results indicate that integrating VideoScribe media with the Group Investigation model promotes more interactive and collaborative learning, thereby effectively supporting the development of critical thinking skills in elementary school students.
Integrasi Teknologi Informasi dalam Pembelajaran Seni sebagai Strategi Pembelajaran Abad ke-21 di SD Jaka Nugraha; Eris Risnawati; Reza Maulana; Ika Dwi Lestari
Upgrade : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi Vol 3 No 2 (2026): Februari
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/upgrade.v3i2.6166

Abstract

The rapid development of information technology has encouraged changes in art learning in elementary schools to become more creative, interactive, and aligned with 21st-century skills. However, its implementation still faces several challenges, including limited teachers’ digital competence, unequal availabilityof digital facilities, and low utilization of technology in art learning. This study aims to analyze the integrationof information technology in art learning as a 21st-century learning strategy in elementary schools. The studyemployed aq ualitative approach with a descriptive design through observation, interviews, and documentation.Data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealedthat the use of digital media, design applications, learning videos, and interactive platforms was able toimprove students’ creativity, collaboration, communication, and engagement in learning activities. Otherfindingsindicatedthatteachers’digitalcompetenceandlimiteddigitalfacilitiesremainedthemainobstaclesinImplementing technology-based art learning. Theoretically,this study strengthens the concept of constructivistand technology-based learning in supporting the holistic developmentof 21st-century skills among elementaryschool students.
PENGARUH KOMPETENSI MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH TERHADAP PENINGKATAN KOMPETENSI PEDAGOGIK PENDIDIK DI SEKOLAH DASAR Ika Dwi Lestari; Jaka Nugraha
Center of Education Journal (CEJou) Vol. 6 No. 2 (2025): Central Journal of Education (CEJou)
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55757/cejou.v6i1.878

Abstract

Pelaksanaan proses pendidikan tentu membutuhkan manajemen berbasis sekolah, yang mana kepala sekolah diharuskan menguasai kompetensi manajerial yang terstruktur, sistematis dan komprehensif agar mampu mencapai tujuan pendidikan. Tujuan pendidikan yang ditegaskan oleh kurikulum merdeka yaitu menciptakan sumber daya manusia yang berkompetensi dan memiliki sikap yang dinamis dan adaptif. Kompetensi manajerial sekolah merupakan kompetensi yang merujuk pada kemampuan menggali informasi, menganalisis, merancang, menyusun, mengembangkan dan mengaplikasikan baik aspek akademik maupun administrasi pada aktivitas belajar dalam kurun waktu tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memaparkan pengaruh kompetensi manajerial kepedagogi pendidik di sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan sebagai pedoman yaitu kuantitatif dengan desain penelitian quasi experiment. Teknik pengumpulan data yang dilaksanakan melalui observasi, wawancara dan penyebaran angket. Sampel penelitian ini yaitu 13 orang kepala sekolah dan 26 pendidik di jenjang pendidikan sekolah dasar di wilayah Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa nilai Adjusted R Squere (Koefisien Determinasi) memperoleh nilai sebesar 0,500. Hal tersebut menyatakan bahwa terdapat pengaruh positif antara implementasi kompetensi manajerial kepala sekolah terhadap peningkatan kompetensi pedagogik pendidik sebanyak 50%. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dipaparkan, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif yang cukup signifikan antara implementasi kompetensi manajerial kepala sekolah terhadap peningakatan kompetensi pedagogi pendidik.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN SENI MUSIK SEBAGAI MEDIA KREATIF TERHADAP PENINGKATAN KECERDASAN KINESTETIK SISWA SD Jaka Nugraha; Reza Maulana; Ika Dwi Lestari
Center of Education Journal (CEJou) Vol. 7 No. 1 (2026): Center Journal of Education (CEJou)
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55757/cejou.v6i1.967

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen pembelajaran seni musik di sekolah dasar dengan fokus pada implementasi Kurikulum Merdeka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang dilaksanakan di salah satu sekolah dasar yang telah menerapkan Kurikulum Merdeka secara penuh. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru seni musik, observasi pembelajaran, dan dokumentasi terkait perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi pembelajaran seni musik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pembelajaran seni musik pada sekolah dasar tersebut telah berjalan efektif dengan adanya perencanaan yang fleksibel dan berorientasi pada pengembangan kompetensi peserta didik sesuai karakteristik Kurikulum Merdeka. Guru mampu mengelola sumber daya dan media pembelajaran secara kreatif serta melakukan penyesuaian strategi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik untuk meningkatkan motivasi dan kreativitas dalam seni musik. Namun, ditemukan pula beberapa kendala seperti keterbatasan fasilitas dan pemahaman yang beragam terhadap kurikulum baru yang mempengaruhi konsistensi pelaksanaan. Kesimpulannya, manajemen pembelajaran seni musik di sekolah dasar dalam konteks Kurikulum Merdeka menunjukkan keberhasilan dalam meningkatkan kualitas proses belajar mengajar, meskipun masih memerlukan dukungan pengembangan kapasitas guru dan sarana prasarana agar implementasi kurikulum dapat berjalan lebih optimal. Penelitian ini memberikan rekomendasi bagi pengembang kebijakan dan praktisi pendidikan untuk memperkuat aspek manajerial dan inovasi pembelajaran seni musik di sekolah dasar. Kata kunci: Manajemen Pembelajaran Seni Musik, Pendidikan Dasar, Implementasi kurikulum Merdeka.
ANALISIS PENDIDIKAN SENI MUSIK SEBAGAI SARANA TERAPI EDUKATIF TERHADAP KESEHATAN MENTAL ANAK SEKOLAH DASAR Jaka Nugraha; Eris Risnawati; Dede Muhtar Safari; Reza Maulana
Epigram Vol 22 No 2 (2025): Vol. 22 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/epi.v22i2.7959

Abstract

Abstract This study aims to analyze the role of music education as an educational therapeutic medium in supporting the mental health of elementary school children. The background of this research is based on the increasing cases of stress, anxiety, and negative emotional behavior among elementary school-aged children due to academic pressure and the lack of positive means for self-expression. The research method used is descriptive qualitative, with data collection techniques including observation, in-depth interviews with music teachers and school counselors, as well as documentation of learning activities. The results of the study show that music learning activities designed in an educational manner can foster self-confidence, reduce anxiety levels, improve social skills, and strengthen empathy among students. Music serves as a medium for emotional expression as well as an effective means of self-regulation. In conclusion, music education has great potential as an educational therapy that supports the mental health of elementary school children, especially when implemented in a planned, collaborative, and sustainable manner. Keywords: music education, educational therapy, mental health, elementary school children.