Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Kajian Peran Budaya Etnis Tamil dalam Membentuk Karakter Multikultural Kota Medan Vita Nurliana; Farhan Fauzan Ahdaputra; Ipantri Naibaho; Melani Astika Dotulung; Rohani; Elsa Kardiana
Journal of Golden Generation Multidisciplinary Vol. 2 No. 2 (2026): In Progress 2026: Journal of Golden Generation Multidisciplinary
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggm.v2i2.610

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran budaya etnis Tamil serta kontribusi Kuil Shri Mariamman dalam membentuk karakter multikultural masyarakat Kota Medan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya etnis Tamil tetap lestari melalui praktik keagamaan seperti perayaan besar umat Hindu, penggunaan bahasa Tamil, serta internalisasi nilai toleransi, solidaritas, dan penghormatan. Kuil Shri Mariamman berfungsi sebagai pusat ibadah sekaligus ruang interaksi sosial lintas agama dan etnis serta menjadi tempatĀ  wisata budaya di kota Medan. Peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) memperkuat hubungan antarumat melalui dialog dan kunjungan ke tempat ibadah. Selain itu, bazar makanan khas Tamil pada perayaan keagamaan menjadi media pengenalan budaya dan interaksi sosial masyarakat. Interaksi tersebut menunjukkan proses akulturasi yang mendukung keharmonisan dalam masyarakat multikultural Kota Medan.
Persepsi Mahasiswa Terhadap Peran Sila Keempat Pancasila dalam Budaya Demokrasi di Kampus Naila Elfira Sari; Vita Nurliana; Beta Marsaulina Manullang; Desty Novry Lianty; Septian Prayogi; M. Rizky Dwi Ardana
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 4 (2025): APRIL 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi mahasiswa Universitas Negeri Medan terhadap peran sila keempat Pancasila dalam budaya demokrasi di lingkungan kampus. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pemahaman dan implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa. Metode penelitian yang digunakan adalah survei kuesioner yang disebarkan kepada 31 mahasiswa dengan teknik pengambilan sampel secara random sampling atau stratified sampling. Data dianalisis menggunakan pendekatan Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 99% mahasiswa memahami makna sila keempat Pancasila, di mana 51,6% responden mengaku memahami dan 48,4% sangat memahami. Selain itu, 100% responden sepakat bahwa sila keempat mendorong musyawarah dalam pengambilan keputusan, sementara 70,9% menilai bahwa prinsip musyawarah dan mufakat telah diterapkan dalam organisasi kemahasiswaan. Namun, masih terdapat tantangan dalam penerapan demokrasi di kampus, seperti dominasi suara mayoritas dan kurangnya keterlibatan aktif dari seluruh mahasiswa. Secara keseluruhan, penelitian ini mengungkap bahwa meskipun pemahaman terhadap sila keempat cukup tinggi, masih diperlukan upaya lebih lanjut untuk meningkatkan implementasinya agar nilai-nilai demokrasi benar-benar tercermin dalam kehidupan akademik mahasiswa. Oleh karena itu, diperlukan inisiatif universitas dalam menyediakan pendidikan demokrasi serta pelatihan kepemimpinan guna memperkuat peran mahasiswa dalam menciptakan budaya demokrasi yang lebih inklusif dan partisipatif.
Analisis Permasalahan Dalam Pengembangan Materi IPS Kelas IX SMP Santo Thomas 4 Medan Naila Elfira Sari; Vita Nurliana; Joey Athana Sembiring; Beta Marsaulina Manullang; Farhan Fauzan Ahdaputra; Anju Diah Natalia Panjaitan; Ipantri Naibaho
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 4 (2025): APRIL 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan dalam pengembangan materi Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di kelas IX SMP Santo Thomas 4 Medan serta solusi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus (case method) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur dengan guru IPS, dokumentasi terhadap materi ajar, serta observasi terhadap proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan utama dalam pembelajaran IPS meliputi rendahnya literasi siswa, ketidaksesuaian isi buku dengan karakteristik siswa, serta dominasi metode ceramah yang membosankan. Untuk mengatasi hal tersebut, guru mengusulkan berbagai solusi, seperti pembelajaran berbasis kelompok, integrasi teknologi dalam pembelajaran (seperti penggunaan Quizizz dan Google Maps), serta mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari siswa agar lebih relevan dan mudah dipahami. Selain itu, pentingnya pelatihan dan evaluasi berkala bagi guru juga menjadi sorotan untuk meningkatkan kompetensi dalam menyampaikan materi secara kreatif dan sesuai dengan karakter siswa. Dengan menerapkan pendekatan-pendekatan ini, diharapkan pembelajaran IPS menjadi lebih interaktif, menarik, dan bermakna bagi siswa, serta mampu menumbuhkan kemampuan berpikir kritis dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Mengidentifikasi Aktivitas Ekonomi Masyarakat di Daerah Pinggiran Rel Kereta Api Kelurahan Pulo Brayan Kota Kecamatan Medan Barat Vita Nurliana; Anju Diah Natalia Panjaitan; Ahmad Fauzi Sinuraya; Grace Indah Situmeang; Rud Sahanaia Sari Nona
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 4 (2025): APRIL 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aktivitas ekonomi masyarakat di daerah pinggiran rel kereta api Kelurahan Pulo Brayan Kota, Kecamatan Medan Barat, serta menganalisis kondisi permukiman kumuh di wilayah tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi permukiman di pinggiran rel kereta api tidak layak huni dengan sanitasi buruk dan kepadatan penduduk tinggi. Aktivitas ekonomi masyarakat didominasi sektor informal seperti pedagang kaki lima, pengumpul barang bekas, dan buruh harian dengan tingkat pendapatan rendah serta tingkat pendidikan yang bervariasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kondisi permukiman kumuh dan aktivitas ekonomi masyarakat saling terkait dan memerlukan intervensi pemerintah dalam bentuk perbaikan infrastruktur, peningkatan kualitas hidup, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Analisis Permukiman dan Aktivitas Masyarakat di Daerah Rel Kereta Api di Sudarso Lingkungan 8, Medan Barat, Sumatera Utara Vita Nurliana; Hetti Melinda Purba; Desty Novry Lianty; Septian Prayogi; Rud Sahanaia Sari Nona
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 4 (2025): APRIL 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permukiman di sekitar rel kereta api sering kali berkembang secara tidak terencana dan dihuni oleh masyarakat dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik permukiman dan aktivitas masyarakat di daerah rel kereta api di Sudarso, Lingkungan 8, Medan Barat, Sumatera Utara. Metode yang digunakan adalah studi kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melibatkan observasi lapangan dan wawancara terhadap warga setempat untuk memahami pola permukiman serta jenis pekerjaan yang dominan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat di kawasan ini mayoritas bekerja di sektor informal seperti perdagangan kaki lima, jasa transportasi, dan pekerjaan serabutan, yang dipengaruhi oleh keterbatasan akses pendidikan serta modal usaha. Selain itu, keberadaan rel kereta api memberikan dampak terhadap pola mobilitas penduduk dan perkembangan ekonomi lokal, tetapi juga menimbulkan permasalahan sosial dan lingkungan, seperti keamanan tempat tinggal dan keterbatasan infrastruktur. Kesimpulannya, pengelolaan kawasan permukiman di sekitar rel kereta api perlu memperhatikan aspek kesejahteraan masyarakat dengan memberikan akses terhadap fasilitas dasar, pelatihan keterampilan, serta kebijakan yang mendukung stabilitas ekonomi lokal.