Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Sentimen Publik terhadap Program Makan Bergizi Gratis dengan Algoritma Naive Bayes Prastiawan, Kemal Hapidz; Yuniarto, Dwi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3652

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan pemerintah yang dirancang untuk meningkatkan pemenuhan gizi siswa sekolah dasar sekaligus mendukung keluarga dengan keterbatasan ekonomi. Namun, sejak diperkenalkan, program ini memunculkan beragam respons di ruang publik digital, khususnya media sosial, yang mencerminkan perbedaan pandangan masyarakat terhadap pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kecenderungan sentimen publik terhadap Program MBG melalui analisis komentar pengguna Instagram. Data yang digunakan berupa 300 komentar yang dikumpulkan dari unggahan akun Instagram @folkative yang membahas isu tersebut. Seluruh komentar dianalisis menggunakan pendekatan Natural Language Processing (NLP) dengan tahapan pra-pemrosesan teks, pelabelan sentimen berbasis model IndoBERT, pembobotan fitur menggunakan Term Frequency–Inverse Document Frequency (TF-IDF), serta proses klasifikasi menggunakan algoritma Naive Bayes. Hasil analisis menunjukkan bahwa sentimen negatif menjadi kategori yang paling dominan dengan persentase 46,6%, diikuti oleh sentimen positif sebesar 28,7% dan sentimen netral sebesar 24,7%. Dominasi sentimen negatif menunjukkan bahwa perhatian masyarakat lebih banyak tertuju pada aspek teknis pelaksanaan program, seperti transparansi anggaran dan efektivitas distribusi, dibandingkan tujuan kebijakannya. Model klasifikasi yang dibangun menghasilkan tingkat akurasi sebesar 84%, yang menandakan bahwa algoritma Naive Bayes cukup andal dalam mengklasifikasikan teks pendek dan bersifat informal. Selain itu, visualisasi word cloud pada setiap kategori sentimen membantu mengungkap kata-kata kunci yang merepresentasikan fokus utama perhatian publik. Temuan ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah dalam mengevaluasi pelaksanaan Program MBG serta menyusun strategi komunikasi kebijakan yang lebih responsif.
A Problem-Driven User Experience Model for Evaluating Government Transparency Platforms: Evidence from A Regional Command Center Yuniarto, Dwi; Subiyakto, A'ang; Rahman, Aedah Binti Abd.
International Journal of Advances in Data and Information Systems Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026 - International Journal of Advances in Data and Information Systems
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/ijadis.v7i1.1519

Abstract

The rapid expansion of digital transparency initiatives has encouraged local governments to adopt data-driven platforms to enhance public accountability. However, many transparency platforms struggle to achieve sustained public engagement due to unresolved user experience issues. This study proposes and empirically validates a problem-driven user experience evaluation model for government transparency platforms by focusing on three UX problem dimensions: Extra Time or Effort, Unexpected Experience, and Evolving Limitations. Using survey data from 147 valid users of the Command Center website of Sumedang Regency collected between October and December 2025, the model was tested using Partial Least Squares Structural Equation Modeling. The results indicate that all three UX problem dimensions significantly influence user experience satisfaction and continued intention to use, both directly and indirectly, with satisfaction acting as a partial mediator. The findings demonstrate that reducing cognitive effort, ensuring experiential consistency, and addressing systemic limitations are critical for sustaining public engagement with transparency platforms. This study contributes to the e-government and UX literature by offering a problem-oriented evaluation framework that emphasizes structural usability frictions rather than interface aesthetics, providing actionable insights for improving digital governance and public transparency.
Analisis Penelitian Sistem Informasi Jasa Fotografi Menggunakan Tinjauan Pustaka Sistematis Muhammad Hilman Firmansyah; Dwi Yuniarto
Jurnal SINTA: Sistem Informasi dan Teknologi Komputasi Vol. 3 No. 1 (2026): SINTA: JANUARI
Publisher : Berkah Tematik Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61124/sinta.v3i1.143

Abstract

Digitalisasi layanan fotografi menuntut sistem informasi berbasis web yang mampu mengintegrasikan promosi, pemesanan, dan manajemen operasional secara efisien. Meskipun sejumlah studi telah mengembangkan sistem serupa, kajian sistematis terhadap tren metodologis, kerangka implementasi, dan fitur utama masih terbatas. Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) terhadap 25 artikel yang diterbitkan pada periode 2020–2025. Proses kajian mengikuti tahapan planning, conducting, dan reporting berdasarkan model Kitchenham, dengan PRISMA sebagai panduan seleksi. Hasil menunjukkan bahwa metode Waterfall paling dominan (76%), diikuti Agile, Prototyping, Extreme Programming, dan R&D. PHP Native menjadi teknologi paling banyak digunakan (64%) dengan MySQL sebagai basis data utama. Fitur pemesanan online ditemukan di seluruh studi (100%), didukung oleh manajemen data pelanggan, informasi layanan, dan laporan keuangan. Fitur lanjutan seperti upload bukti pembayaran dan penjadwalan mulai muncul, namun integrasi payment gateway dan notifikasi real-time masih terbatas. Temuan ini menunjukkan peluang inovasi sistem di masa mendatang
Evaluating user experience of a mobile website and redesigning its user interface using goal-directed design method Aang Subiyakto; Muhammad R. Alghifari; Nuryasin N.; Muhammad Q. Huda; Nashrul Hakiem; Viva Arifin; Dwi Yuniarto; Hadi Rahman; Thosporn Sangsawang; Naeem Atanda Balogun
International Journal of Informatics and Communication Technology (IJ-ICT) Vol 15, No 2: June 2026
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijict.v15i2.pp634-643

Abstract

This study evaluated the usability of the user interface (UI) of a mobile website using its user experience (UX) perspectives. The website serves as an information portal intended for access via smartphones and other handheld devices. The objective of the study was to assess the usability of its current interface, redesign it using the goal-directed design (GDD) method, and compare the usability performance before and after the redesign. The study was conducted in five main steps using the cognitive walkthrough, think-aloud, post-study system usability questionnaire (PSSUQ), and interview techniques with five representative participants and 50 respondents. The most important findings of the study were that the redesigned mobile website showed improved usability of the website, as indicated by increased effectiveness and efficiency values, enhanced PSSUQ satisfaction scores, and more positive user feedback.
Effectiveness of the System Usability Scale in Identifying Usability Issues A Systematic Literature Review Radhi Rabbani; Dwi Yuniarto; Yayan Cahyan
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 7 (2026): JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usability measurement is a crucial software quality indicator, yet the popular System Usability Scale (SUS) instrument has limitations in diagnosing specific interface issues. This study aims to analyze the role, score interpretation, effectiveness, and contribution of SUS to problem identification and interface design improvement. The methodology employed is a Systematic Literature Review (SLR) based on Kitchenham's guidelines and PRISMA standards, analyzing 33 primary studies (yielding 35 evaluation datasets) from Google Scholar, IEEE Xplore, and SINTA databases. The findings indicate an average SUS score of 68.04, placing system usability at the Marginal-Acceptable threshold. All reviewed studies confirm that SUS does not directly pinpoint problem sources, functioning solely as a global perception indicator, while specific issues are uncovered through complementary qualitative methods such as Think Aloud, observations, and interviews. Furthermore, while 84.8% of the studies formulated user interface redesign recommendations, a validation gap exists, as only 6.1% (2 studies) conducted retesting. In conclusion, SUS is highly effective as a validation tool for final user perception, but it must be integrated complementarily with qualitative methods and iterative testing approaches to achieve a comprehensive usability evaluation.
Technology readiness and usability of office automation system in suburban areas Dwi Yuniarto; A’ang Subiyakto; Aedah Abd. Rahman
TELKOMNIKA (Telecommunication Computing Electronics and Control) Vol 18, No 2: April 2020
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/telkomnika.v18i2.13355

Abstract

Readiness and usability issues are important attributes of an information system (IS) success. Currently, IS studies that have been assessing the issues in suburban areas are still limited. The purpose of this study was to measure the above-mentioned phenomena by combining the readiness and usability models. The proposed model consisted out 10 constructs with 25 indicators. The four constructs were from the readiness model and the six ones were the usability model. The 89 samples were collected using an online survey based on purposive random sampling. Partial least squares structural equation modeling (PLS-SEM) method with SmartPLS 3.2.8 was used for analyzing the data. The findings may have contributed to the IS research field, in terms of the readiness and usability issues on the IS use in a suburban area in Indonesia.
Penerapan Deep Learning untuk Klasifikasi Buah Berdasarkan Citra dengan Metode Convolutional Neural Networks Dede Wulan Rahayu; David Setiadi; Dwi Yuniarto
Indonesian Journal of Education And Computer Science Vol. 2 No. 3 (2024): INDOTECH - December 2024
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60076/indotech.v2i3.978

Abstract

Peningkatan efisiensi dalam pemilihan dan klasifikasi buah menjadi tantangan utama dalam industri pangan. Proses manual yang digunakan selama ini memakan waktu dan rentan terhadap kesalahan manusia. Penelitian ini mengembangkan sistem otomatis untuk klasifikasi buah menggunakan Convolutional Neural Networks (CNN) yang mampu mengenali berbagai jenis buah melalui citra digital. CNN dipilih karena kemampuannya dalam mengekstraksi fitur secara otomatis dan mengidentifikasi pola visual bahkan dalam kondisi pencahayaan dan variasi bentuk yang berbeda. Model yang dikembangkan menunjukkan hasil yang sangat baik, dengan akurasi lebih dari 96% pada data pelatihan dan validasi. Selain itu, model ini juga mencapai nilai precision, recall, dan F1-score yang hampir sempurna, mendekati 1.0, untuk setiap kelas buah yang diuji. Temuan ini menunjukkan bahwa CNN merupakan pendekatan yang sangat efektif untuk meningkatkan kecepatan dan akurasi dalam klasifikasi buah yang dapat diimplementasikan untuk meningkatkan efisiensi dalam industri pangan. Penelitian ini tidak hanya memberikan solusi untuk mengatasi kendala dalam proses pemilihan buah secara manual, tetapi juga membuka peluang untuk penerapan teknologi serupa dalam sektor pertanian dan distribusi pangan lainnya, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian secara keseluruhan. Dengan demikian, sistem klasifikasi otomatis ini berpotensi menjadi alat yang berharga dalam mendukung keberlanjutan dan efisiensi industri pangan di masa depan
Implementasi Algoritma Random Forest dalam Pengukuran Kesiapan Transformasi Digital Desa Kaduwulung Menuju Desa Cerdas Berbasis SNI ISO 37122:2019 Esa Firmansyah; Muhammad Agreindra Helmiawan; Dody Herdiana; Dwi Yuniarto
Infoman's : Jurnal Ilmu-ilmu Informatika dan Manajemen Vol. 19 No. 2 (2025): Infoman's
Publisher : LPPM & Fakultas Teknologi Informasi UNSAP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The readiness of healthcare workers and village officials in adopting digital technology is a decisive factor for the success of transforming into a smart village. This study aims to measure the digital transformation readiness level of Kaduwulung Village using the SNI ISO 37122:2019 standard through village data mapping and the implementation of the Random Forest algorithm for digital maturity classification. The research methodology employs a quantitative approach using the Design Thinking model combined with the Technology Acceptance Model (TAM) evaluation. The design results demonstrate that the integration of automated scoring features can assist in faster decision-making for public services. Based on the testing, the system obtained a System Usability Scale (SUS) score of 74 and a User Experience Questionnaire (UEQ) score of 1.98, proving that technology adoption readiness is significantly influenced by ease of navigation and system infrastructure support.
Effectiveness of Covid-19 Information through Social Media based on Public Intention Dwi Yuniarto; Hasna Nazzala Khozinaturrohmah; Aedah Binti Abd. Rahman
Applied Information System and Management (AISM) Vol. 4 No. 1 (2021): Applied Information System and Management (AISM)
Publisher : Depart. of Information Systems, FST, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aism.v4i1.19457

Abstract

Corona Virus Disease-19 pandemic has changed people's habits today. Likewise, with the use of social media in terms of conveying information to the public. The government has now formed task forces in each region to prevent the spread of the virus. Among its duties is to convey information related to the prevention and spread of Corona Virus Disease-19. Considering that information delivery is deemed ineffective, some people do not fully know information about the Corona Virus Disease-19. The purpose of this study is to determine the effectiveness of information on Corona Virus Disease-19. To understand the relationship between the public's intention to end the Covid-19 pandemic and the effectiveness of Covid-19 information through social media the statistical analysis used is Cramer's V Non-Parametric Statistics, meanwhile, to find out whether the public's intention to end the Covid-19 pandemic affects the effectiveness of Covid-19 information through social media it is done through the partial least square approach. Questionnaire distribution via WhatsApp and made in google form to facilitate the distribution and filling. The number of responses was 401 respondents. The results obtained, the relationship between the latest education and attitudes when receiving hoax information and work relations with the frontline to end Corona Virus Disease-19 is that the community is declared insignificant, while the intention variable does not have a significant effect on the effectiveness factor. Different objects and respondents will be more interesting for further research as material for other researchers. Research results can be used as material for related parties, in this case the government to determine the media used to convey information about Covid-19.
Penerapan Metode Forward Chaining dengan Case-Based Reasoning pada Kerusakan Komputer Asrul Sani; Johan Ferdiyansyah; Bernadus Gunawan Sudarsono; Dwi Yuniarto
Applied Information System and Management (AISM) Vol. 2 No. 1 (2019): Applied Information System and Management (AISM)
Publisher : Depart. of Information Systems, FST, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aism.v2i1.20207

Abstract

Masa pertumbuhan teknologi saat ini komputer menjadi kebutuhan primer untuk sebagian besar manusia. Hampir segala bidang pekerjaan sangat bergantung dengan konsumsi teknologi dalam melaksanakan sesuatu pekerjaan. Salah satu teknologi yang banyak digunakan oleh banyak perusahaan merupakan komputer. Hal tersebut tidak terlepas dari permasalahan yang ada pada komputer tersebut. Salah satunya merupakan kerusakan komponen komputer disebabkan karena faktor kelalaian pengguna hingga bencana yang tidak terduga. Oleh karena hal tersebut pengguna rata-rata menggunakan jasa teknisi profesional untuk melakukan perbaikan suatu komputer, tetapi beberapa kelemahan dengan memanggil teknisi ahli yaitu mahalnya biaya yang akan dikeluarkan. Maka dari itu penulis di sini ingin membuat sebuah sistem yang dapat membantu para pengguna komputer untuk dapat mengidentifikasi serta memperbaiki perangkatnya secara mandiri. Pada penelitian ini menggunakan dua buah metode sebagai perbandingan, yaitu: metode forward chaining dan case-based reasoning. Hasil yang dapat diberikan dari metode forward chaining adalah berupa basis pengetahuan serta kesimpulan, sementara untuk metode case-based reasoning menghasilkan keluaran berupa nilai valid dari beberapa proses yang sudah dilakukan. Dari kedua metode tersebut dapat dikatakan bahwa metode case-based reasoning memliki akurasi yang tinggi di dalam menghasilkan suatu kesimpulan dikarenakan adanya perhitungan dan nilai yang didapat. Sistem ini dapat membantu bagi pengguna perangkat komputer untuk lebih mandiri di dalam merawat serta memperbaiki perangkat yang mereka miliki.