Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

ANALISA PENGARUH PEMBEBANAN TERHADAP SUSUT UMUR TRANSFORMATOR DAYA 150 KV DI PLTGU KERAMASAN PALEMBANG Deden Dendi; Abdul Azis; Perawati Perawati
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 9 No 1 (2022)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.38 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v9i1.198

Abstract

Transformator merupakan peralatan listrik yang berfungsi untuk menyalurkan daya dari tegangan tinggi ke tegangan rendah atau sebaliknya. Semakin besar beban yang dipikul transformator maka akan semakin besar pula susut umurnya, demikian juga sebaliknya semakin kecil beban yang dipikul transformator maka akan semakin kecil pula susut umur pada transformator tersebut. Susut umur transformator merupakan hilangnya umur yang disebabkan oleh operasi harian atau bulanan pada suhu panas setempat, dan dapat dinyatakan dalam satuan bulanan, harian atau jam. Penelitian dilakukan pada Transformator Daya 54 MVA di PLTGU Keramasan PLN UPDK Keramasan. Hasil penelitian menunjukkan besarnya pembebanan pada transformator tergantung dari besarnya daya semu yang diserap oleh beban. Apabila pembebanan pada transformator semakin besar, maka temperatur minyak transformator akan semakin besar, dan akan menyebabkan laju penuaan thermal akan semakin besar. Apabila laju penuaan thermal tersebut semakin besar, maka susut umur transformator semakin besar pula. Susut umur Transformator Daya 54 MVA untuk operasi harian pada tanggal 01 Juni 2021 selama 24 jam adalah 1,21. Perkiraan sisa umur Transformator Daya 54 MVA untuk periode masa pemakaian 9 tahun dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2021 adalah 17,42 tahun. Kata kunci : Transformator, Pembebanan, Susut Umur
IMPLEMENTASI K3 LABORATORIUM PADA SMA MERANTI, PEDAMARAN, OGAN KOMERING ILIR Emidiana Emidiana; Nita Nurdiana; M. Saleh Al Amin; Abdul Azis; Yudi Irwansi; Irine Kartika F; Perawati Perawati
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 8: Januari 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v2i8.4508

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan hal yang sangat penting dan sangat serius untuk dipahami bagi siswa pada saat praktikum. Namun masih banyak siswa yang belum mengetahui standar keamanan pelaksanaan praktikum di laboratorium sekolah. Berdasarkan hal tersebut di atas maka, kegiatan pengabdian pada masysrakat ini akan dilakukan di SMA Meranti, Pedamaran, Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan. Penyuluhan K3 merupakan upaya untuk menjamin keselamatan dan kesehatan siswa dalam mengikuti praktikum antara lain praktikum kimia, fisika, instalasi listrik. Metode yang dipergunakan dalam pengabdian ini adalah pendekatan ilmiah dan praktis secara sistimatis, dengan harapan warga sekolah SMA Meranti, Pedamaran, Ogan Komering Ilir memahami bahaya-bahaya yang dapat terjadi seperti cara pengamanannya, membaca gambar atau tanda-tanda bahaya dari peralatan listrik dan mampu melakukan pencegahan secara preventif
EVALUASI SISTEM PENERANGAN LAPANGAN BOLA BASKET DI TAMAN DHARMA WANITA PALEMBANG Irine Kartika Pebrianti; Dendi Indirwan; Perawati Perawati; Abdul Azis
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 9 No 2 (2022)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v9i2.231

Abstract

Sistem penerangan buatan merupakan pencahayaan yang sengaja dibuat untuk menerangi tempat yang gelap pada saat malam hari maupun siang hari, bila saat penerangan alami tidak memungkinkan untuk menerangi tempat tersebut. Salah satu tempat yang memerlukan sistem penerangan yang sesuai dengan standar pencahayaan adalah lapangan bola basket. Penelitian dilaksanakan pada Lapangan Bola Basket di Taman Dharma Wanita Palembang. Hasil penelitian adalah intensitas penerangan rata-rata Lapangan Bola Basket di Taman Dharma Wanita Palembang dari hasil pengukuran sore hari adalah 130,87 Lux, malam hari adalah 83,93 Lux, dan menjelang tengah malam adalah 64,67 Lux. Intensitas penerangan rata-rata Lapangan Bola Basket di Taman Dharma Wanita Palembang dari hasil perhitungan 55,3047 Lux. Intensitas penerangan rata-rata Lapangan Bola Basket di Taman Dharma Wanita Palembang baik dari hasil pengukuran maupun dari hasil perhitungan tersebut belum memenuhi standar yang direkomendasikan SNI 02-3647-1994 yaitu untuk tingkat penerangan horizontal pada lapangan bola basket satu meter diatas permukaan lantai untuk latihan dibutuhkan minimal 200 Lux. Kata kunci : Evaluasi, Penerangan, Lapangan Bola Basket
STUDI KINERJA RELAI ARUS LEBIH PADA TRANSFORMATOR DAYA 30 MVA GARDU INDUK SEDUDUK PUTIH PALEMBANG Abdul Azis; Reksi Anjasmara; Perawati Perawati; Irine Kartika Pebrianti
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 9 No 2 (2022)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v9i2.228

Abstract

Relai Arus Lebih merupakan peralatan yang mensinyalir adanya arus lebih, baik yang disebabkan oleh adanya gangguan hubung singkat yang dapat merusak peralatan sistem tenaga listrik yang berada dalam wilayah proteksinya. Relai Arus Lebih digunakan hampir pada seluruh pola pengamanan sistem tenaga listrik, dan dapat juga digunakan sebagai pengaman utama ataupun pengaman cadangan. Penelitian dilaksanakan pada Penyulang Beo Transformator-1 30 MVA 70/20 kV Gardu Induk Seduduk Putih Palembang. Hasil penelitian adalah saat gangguan hubung singkat 3 fasa, waktu kerja relai outgoing lebih cepat dibandingkan dengan waktu kerja relai incoming, dengan selisih waktu 0,7568. Kemudian saat gangguan hubung singkat 2 fasa, waktu kerja relai outgoing lebih cepat dibandingkan dengan waktu kerja relai incoming, dengan selisih waktu 0,9223. Besar kecilnya selisih waktu kerja tersebut dipengaruhi jauh dekatnya lokasi gangguan. Dimana semakin jauh lokasi gangguan, maka akan semakin besar selisih waktu kerja relai outgoing dengan waktu kerja relai incoming, dan apabila semakin dekat lokasi gangguan maka semakin kecil selisih waktu kerja relai outgoing dengan waktu kerja relai incoming. Hal ini bertujuan memberi kesempatan pada relai outgoing untuk bekerja terlebih dahulu sebagai pengaman utama (main protection) apabila terjadi gangguan hubung singkat di penyulang, dan relai incoming akan bekerja sebagai pengaman cadangan (back-up protection) apabila relai outgoing tidak bekerja. Hasil perhitungan dengan data yang ada dilapangan masih dalam kondisi yang sesuai dengan perbedaannya tidak terlalu jauh, sehingga dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan kinerja Relai Arus Lebih yang ada dilapangan masih dalam kondisi baik.
Sosialisasi Penggunaan Panel Surya Bagi Petani Sawah Tadah Hujan Emidiana Emidiana; Nita Nurdiana; M. Saleh Al Amin; Abdul Azis; Irine Kartika Febrianti; Perawati Perawati; yudi irwansi
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v4i2.884

Abstract

Sinar matahari merupakan sumber energi terbarukan yang dapat langsung diubah menjadi energi listrik dengan menggunakan solar panel atau solar panel. Pemanfaatan listrik tenaga surya sebagai sumber energi listrik telah diterapkan di berbagai bidang. Pada kegiatan ini dibuat aplikasi pada pompa air yang akan digunakan oleh petani tadah hujan di Desa Jejawi. Desa Jejawi merupakan salah satu desa di Kecamatan Jejawi yang termasuk dalam Kabupaten Ogan Komering Ilir. Sebagian besar penduduk Desa Jejawi berprofesi sebagai petani padi dan petani air hujan. Akses air untuk mengairi sawah menjadi kendala bagi petani di Desa Jejawi, terutama saat musim kemarau. Hal ini karena lahan tadah hujan mereka merupakan lahan pertanian yang tidak memiliki air irigasi dan kebutuhan air tanaman mereka hanya dapat dipenuhi dengan bercocok tanam. hujan Situasi ini sering menyebabkan gagal panen dan hasil panen yang kurang optimal karena kekurangan air. Kegiatan nirlaba ini bertujuan tidak hanya untuk mensosialisasikan sistem irigasi yang menggunakan panel surya sebagai sumber energi, tetapi juga untuk mendemonstrasikan perakitan dan penggunaan sistem energi surya yang digunakan untuk mengoperasikan pompa air. Sebelas ketua kelompok tani ikut serta dalam kegiatan ini. Tidak ada kendala berarti yang ditemui dalam pelaksanaan kegiatan ini .
Perancangan Pengendali Temperatur pada Alat Pengering Makanan Berbasis IoT Nita Nurdiana; Abdul Azis; Perawati Perawati
Electrician : Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro Vol. 16 No. 3 (2022)
Publisher : Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/elc.v16n3.2263

Abstract

The manual drying process in sunlight is not always possible, especially in the case of cloudy weather and rain. Technological advances, especially in the field of control systems, have made it possible to perform manual tasks automatically. This dryer control design is designed to facilitate the drying process so that the food drying process can be carried out at any time. Application of laboratory experimental methods in hardware and software design. This tool uses the esp32 microcontroller as a dht22 sensor controller to detect temperature and humidity. From the results of the tests performed, the dht22 sensor can record the temperature and humidity according to the specified settings. It can be controlled manually or automatically during the development of this tool. It takes 1 hour and 25 minutes to reduce the water content of 1 kg of rice from 30 percent to 60.9 percent of the original water content. It is expected that this tool will be able to dry foods that originally took a long time to dry by hand in a short time. Intisari Proses pengeringan manual menggunakan sinar matahari tidak selalu memungkinkan, terutama saat mendung atau hujan. Kemajuan teknologi, terutama di bidang sistem kontrol, memungkinkan untuk melakukan tugas manual secara otomatis. Perancangan pengendali pengering ini dirancang untuk memudahkan proses pengeringan sehingga proses pengeringan makanan dapat dilakukan setiap saat. Penerapan metode eksperimen laboratorium dalam perancangan perangkat keras dan perangkat lunak. Alat ini menggunakan mikrokontroler esp32 sebagai pengendali dan sensor dht22 untuk mendeteksi temperatur dan kelembaban dimana pengaturan temperatur dan kelembaban dapat dilakukan secara manual atau otomatis. Dari hasil pengujian yang dilakukan, sensor dht22 dapat mendeteksi temperatur dan kelembaban sesuai dengan pengaturan yang ditentukan. Dibutuhkan waktu 1 jam 25 menit untuk menurunkan kadar air 1 kg padi dari 30 persen kadar air awal menjadi 60,9 persen. Dengan alat ini, diharapkan makanan yang semula membutuhkan waktu lama untuk dikeringkan secara manual dapat dikeringkan dalam waktu yang singkat.
Perencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Untuk Pompa Irigasi Sawah Di Desa Ulak Aurstanding Kecamatan Pemulutan Selatan Kabupaten Ogan Ilir Alam, Izzul Fazlul; Azis, Abdul; Perawati, Perawati
JURNAL SURYA ENERGY Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jse.v8i1.6093

Abstract

Sawah di Desa Ulak Aurstanding Kecamatan Pemulutan Selatan Kabupaten Ogan Ilir merupakan jenis sawah lebak dengan luas ±20 ha. Pengelolaan air pada lahan sawah tersebut belum dilakukan secara optimal, sehingga petani masih melakukan kegiatan tanam satu kali dalam setiap tahunnya, yang disebabkan terjadinya genangan air yang tinggi pada saat musim hujan dan kekeringan pada saat musim kemarau. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk membantu petani dalam mengairi sawah adalah pemanfaatan pompa air bertenaga surya, agar dapat meningkatkan produktivitas dan dapat menjadi solusi untuk mengatasi kekurangan air saat musim kemarau. Untuk memenuhi kebutuhan air lahan sawah seluas 20 ha diperlukan pompa dengan kapasitas 11,85 kW dengan debit air sebesar 0,1344 m³/s. Maka dibutuhkan 2 unit pompa dengan kapasitas 7,5 kW per pompa dengan debit air yang dihasilkan dari 2 unit pompa yaitu 0,1667 m³/s. Untuk memenuhi total daya 2 unit pompa tersebut dibutuhkan 50 unit panel surya dengan kapasitas 500 Wp per panel. Maka untuk sistem penyimpanannya dibutuhkan 56 unit baterai 12 V 300 A, sedangkan untuk mengatur sistem penyimpanan baterai digunakan SCC agar tidak terjadi over charging. Listrik yang dihasilkan oleh panel surya dan baterai harus dikonversikan dari listrik DC menjadi listrik AC yang dibutuhkan pompa, maka digunakan 2 unit inverter dengan kapasitas 10 kW per inverter. Sistem pengairan yang akan digunakan adalah sistem pengairan permukaan yang akan dibagi menjadi saluran irgasi primer dan sekunder, total debit air yang dapat ditampung dalam saluran irigasi ini sebanyak 2.257 m³. Perencanaan Sistem PLTS ini memiliki 5 komponen utama dengan total biaya sebesar Rp. 411.074.582.
Evaluasi Sistem Proteksi Motor Induksi 3 Fasa sebagai Mesin Bubut di CV. Multi Teknik Perkasa (MTP) Ahmad Dahlan; M. Saleh Al Amin; Perawati Perawati; Yudi Irwansi
Jurnal Teknik Mesin, Industri, Elektro dan Informatika Vol. 3 No. 3 (2024): September : JURNAL TEKNIK MESIN, INDUSTRI, ELEKTRO DAN INFORMATIKA
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jtmei.v3i3.4163

Abstract

Cv.Multi Teknik Perkasa (MTP) is an individual company which operates in the field of tools, commonly known as lathes. This company handles repair, cutting and scraping of working media such as iron, steel and others. CV. Multi Teknik Perkasa (MTP) uses a 3 phase induction motor for each production process. One of the lathe driving machines used is a 3 phase 380V induction motor with 6KVA power. This induction motor has a Mini Circuit Breaker (MCB), Contactor, and Thermal Overload Relay (TOR) protection system, which functions as an overload controller so that the electric motor is not easily burned or damaged due to overload. For Mini Circuit Breaker (MCB), which in accordance with the standards of the National Electrical Manufactures Association (NEMA). According to research results, the correct size is 25 A while the installed one is 20 A, which of course is not appropriate. For contactors, which are installed at 65 A while the analysis results are 12 A, the three-phase induction motor protection system must be updated or improved. Previously using DiazedFuse (fuse), replaced with a contactor with a current setting of 12 A, so that the motor can avoid being damaged or burned due to the load. Moreover, to find out the power requirements of the induction motor to carry out the turning process, you need the tools to do it, including amper pliers, thermogun, tachometer, so the motor power for turning without load is 5.5A while with a 0.5mm tire the motor power increases to 6A and the maximum load limit is 1mm turning motor power 12A.
Analisis Arrester Sebagai Sistem Proteksi Pada Transformator di Gardu Induk Keramasan Hermawanto Hermawanto; Irine Kartika P; Perawati Perawati; Yudi Irwansi
Jurnal Teknik Mesin, Industri, Elektro dan Informatika Vol. 3 No. 3 (2024): September : JURNAL TEKNIK MESIN, INDUSTRI, ELEKTRO DAN INFORMATIKA
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jtmei.v3i3.4192

Abstract

Lightning overvoltage is a periodic overvoltage caused by external causes. An arrester is equipment that protects installations from overvoltage disturbances due to lightning strikes or electrical surges. The transformer functions to distribute electrical power by increasing or decreasing the voltage at the substation. This research focuses on substation equipment, namely the type 3EP 2150-2PL3 arrester connected to a 100 MVA IBT Transformer. Good protection is obtained if the arrester is placed as close to the transformer as possible. Therefore, this distance is determined so that protection can take place properly. The distance between the arrester and the transformer used at the Keramasan 150 KV substation is 5 m. while from the calculation results it is 22.5 m. based on SPLN 7: 1978 that for a 150 kV system the distance between the lightning catcher and the transformer does not exceed 80 m. This means that the distance between the arrester and the 100 MVA IBT Power Transformer is still within the limits set by PT PLN. The continuity of the spark that occurs in the arrester is still within safe limits and in accordance with mathematical analysis.
PENGARUH LAMA PENYALAAN LAMPU TERHADAP ILUMINANSI Perawati, Perawati; Nurdiana, Nita; irwansi, Yudi
Jurnal Teknik Elektro Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36546/jte.v13i2.979

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan penurunan intensitas penerangan antara lampu LED dan Compact Fluorescent Lamp (CFL) dalam konteks waktu penyalaan yang sama. Tiga pasangan lampu dengan lumen yang setara (460 lumen, 860 lumen, dan 1100 lumen) telah dibandingkan selama 0 hingga 1200 jam penyalaan dalam ruangan seluas 1 m2. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa baik lampu LED maupun lampu CFL mengalami penurunan intensitas penerangan seiring dengan berjalannya waktu penyalaan. Namun, lampu LED cenderung mempertahankan tingkat pencahayaan yang lebih baik dan mengalami penurunan yang lebih lambat dibandingkan dengan lampu CFL dengan lumen yang setara. Hasil ini mengindikasikan efisiensi energi yang lebih tinggi dari lampu LED dalam jangka waktu yang panjang, yang menjadi pertimbangan penting dalam pemilihan lampu untuk aplikasi pencahayaan. Semakin lama penyalaan lampu, semakin besar penurunan intensitas penerangan yang terjadi pada kedua jenis lampu.