Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERINTISAN DESA WISATA ANGGUR OLEH ANGGOTA KELOMPOK TANI WANITA SARINAH DI DESA WANARAJA KABUPATEN GARUT Hendajany, Nenny; Aprianti, Ine; Kusmadi
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v6i1.4448

Abstract

Program Harum Madu (Halaman Rumah Terpadu) yang digagas oleh Bupati Kabupaten Garut sebagai upaya pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat dengan memanfaatkan halaman rumah pada pertengahan Juli 2023 tidak terlaksana merata diseluruh desa. Khusus Kecamatan Wanaraja hanya ada tiga desa saja yang masih aktif. Program Harum Madu yang ada di Desa Wanaraja sampai saat ini masih berjalan, namun tidak merata untuk masyarakatnya. Hasil survei awal memperlihatkan program di masing-masing rumah kurang berjalan dengan baik. Tujuan pelaksanaan kegiatan pengabdian ini agar anggota mitra dalam memanfaatkan halaman rumah dapat menghasilkan secara ekonomi. Kelompok Wanita Tani (KWT) Sarinah sebagai mitra dalam program pengabdian dengan memberikan wawasan dan keahlian dalam budidaya anggur import. Melalui pembinaan KWT Sarinah diharapkan dapat merintis desa wisata Anggur di Desa Wanaraja Kabupaten Garut. Metode kegiatan yang digunakan adalah studi banding dan pelatihan budidaya anggur oleh petani milenial yang menggarap Garut Grape Garden. Hasil pengabdian yang telah dilakukan sejak bulan Juli 2024, 30% anggota berhasil membuahkan anggur import di bulan Desember 2024. Anggota mitra lainnya masih tahap pembentukan tajuk anggur. Keberhasilan ini membuat warga masyarakat lebih tertarik untuk budidaya anggur. Kegiatan studi banding dan pelatihan budidaya anggur sangat penting dilakukan dalam rangka merintis desa wisata agrikultur anggur.
Perkembangan Habitat Populasi Banggai Cardinalfish (Pterapogon kauderni) Yang Terintroduksi Di Teluk Palu, Sulawesi Tengah Rasul; Padyawan, Andhy Rahmat; Wandi; Kusmadi; Ndobe, Samliok; Herjayanto, Muh.; Alapi, Rahmat; Salman, Abrar Mujahidin; Suryatama, Yahya Rizkiandra; Suadi; Halik, Moh. Nur; Zidan, Muh.; Yuliana; Hartina; Sababuli, Jeklin M.
JAGO TOLIS : Jurnal Agrokompleks Tolis Vol 5 No 3 (2025): September
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jago.v5i3.933

Abstract

Ikan capungan Banggai (Pterapogon kauderni), merupakan ikan terumbu karang endemik dari Kepulauan Banggai, yang telah diintroduksi ke perairan Teluk Palu sejak awal tahun 2000-an. Sejak introduksinya, populasi dan habitat ikan ini mengalami fluktuasi yang signifikan akibat aktivitas manusia dan bencana alam, khususnya gempa bumi dan tsunami tahun 2018. Penelitian ini bertujuan untuk memantau kondisi habitat dan keberadaan populasi P. kauderni terkini di Pantai Mamboro, Teluk Palu, Sulawesi Tengah pada April 2024. Observasi lapangan dilakukan menggunakan metode Underwater Visual Census (UVC) yang dikombinasikan dengan belt transect untuk mengamati populasi ikan dan mikrohabitat terkait. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa Stasiun 1 didominasi oleh karang mati yang ditumbuhi alga (37,25%) dan pasir yang tertutup sedimen (49,02%) tanpa ditemukan individu ikan. Di Stasiun 2 ditemukan dua individu dewasa pada habitat lamun (penutupan 28,87%), sedangkan di Stasiun 3 ditemukan satu individu yang berasosiasi dengan anemon, bulu babi, dan karang. Mikrohabitat dominan di seluruh lokasi adalah substrat pasir dengan lamun yang tersebar, sementara keberadaan tempat berlindung penting seperti anemon dan bulu babi masih terbatas. Temuan ini menunjukkan bahwa habitat masih mengalami degradasi dan kepadatan populasi rendah, meskipun mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan sejak tahun 2021. Upaya konservasi harus difokuskan pada restorasi mikrohabitat dan penyediaan struktur buatan. Teluk Palu memiliki potensi sebagai lokasi konservasi ex-situ, namun membutuhkan pemantauan ekologis berkelanjutan dan keterlibatan aktif masyarakat lokal.
Design and Evaluation of C-Band Microstrip Antenna Array for Portable Ground Surveillance Radar Matheus Edward, Ian Josef; Hariyadi, Tommi; Shalannanda, Wervyan; Bharata, Endon; Danudirdjo, Donny; Hidayat, Yosi A.; Hariyanto, Dharma Favitri; Mustafa, Alvin; Kusmadi; Nugroho, Sapto Adi; Ridwan, Nerissa Arviana
Emerging Science Journal Vol. 9 No. 6 (2025): December
Publisher : Ital Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28991/ESJ-2025-09-06-015

Abstract

This study aims to design, simulate, fabricate, and evaluate a high-gain C-band microstrip antenna array with a corrugation plate for Portable Ground Surveillance Radar (PGSR) applications, addressing the need for compact, high-performance antennas in border security operations. The proposed design targets a minimum gain of 20 dBi, a horizontal beamwidth of ≤ 2.8°, a vertical beamwidth of ≤7.5°, horizontal polarization, and compact physical dimensions for field portability. The methodology involved electromagnetic simulations to optimize the slit-patch array geometry, fabrication using Rogers RO-4350B substrate for its stable dielectric properties, and performance validation in an anechoic chamber using a vector network analyzer. The fabricated prototype achieved strong agreement with simulations in key metrics: realized gain exceeded 20 dBi, return loss reached -27.35 dB, and SWR was approximately 1.2, confirming effective impedance matching. The corrugation plate enhanced impedance matching, improved transmission efficiency (S21), and reduced reverse isolation (S12), while S22 remained stable. Despite these strengths, the measurement beamwidths, especially vertical beamwidth (~30°), exceeded both simulation and target values, highlighting fabrication precision and alignment as areas for improvement. The novelty of this work lies in integrating a corrugation plate to improve impedance matching and the correlation between simulation and measurement, offering a practical, tuneable enhancement to microstrip antenna arrays for PGSR and similar radar systems.