Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

POVERTY REDUCTION EFFORTS THROUGH THE HOPE FAMILY PROGRAM (PKH) AT THE SOCIAL SERVICE OF BARRU DISTRICT Musdalifa; M, A.Pananrangi; Hartina
Meraja journal Vol 5 No 3 (2022): Mrj 2022
Publisher : P3M Stia Al Gazali Barru and Meraja media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33080/mrj.v5i3.250

Abstract

[Full Paper] to pdf Copyright (c) 2022 Meraja journal
Eksplorasi Teknik Makrame dan Pita Satin Pada Busana Casual Sebagai Ekspresi Diri A. Nur Maida; St. Aisyah; Hartina
SEMINAR NASIONAL DIES NATALIS 62 Vol. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional UNM ke-63 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Busana casual bagian dari aksen yang memancarkan gaya dan kesan modis dengan sentuhan eksplorasi menyatukan estetika tradisional dengan sentuhan modern mencerminkan identitas seseorang dalam menunjukkan ekspresi diri. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen rekayasa yang bertujuan untuk mengaplikasikan teknik makrame dan pita satin dalam busana casual untuk mengekspresi diri di bidang fashion. Penelitian ini menggunakan metode penelitian perancangan, pengembangan, focus groupd discucion (fgd), dokumentasi dan angket dengan jumlah panelis 20 orang. Teknik analisis data dengan presentasi dan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksporasi teknik makrame dengan menggunakan pita satin pada busana casual mulai proses pembuatan sampai hasil jadi sebuah busana casual dapat memenuhi pendapat panelis dengan menunjukkan bahwa hasil presentasi dan skala likert berada pada kategori baik dan sangat baik mulai dari pengaplikasian teknik makrame dengan menggunakan pita satin. Berdasarkan pemilihan desain busana casual dengan teknik makrame berada pada kategori 91.25 %, keserasian warna pada desain busana kasual dengan teknik makrame, kategori 90% perpaduan bahan dengan teknik makrame berada pada 83,75 %, penempatan teknik makrame, 93.75% pemilihan motif makrame berada di 90%, penerapan teknik makrame dan pita satin 85 %, penyelesaian secara keseluruhan/ total look 85%. Hal ini menunjukan bahwa tanggapan responden secara keseluruhan terletak pada kategori sangat baik sehingga disimpulkan bahwa hasil integrasi teknik makrame dengan pita satin dapat menjadi produk fashion yang estetis dan fungsional untuk memenuhi keinginan akan terciptanya feminitas.sehingga makrame pada busana kasual, pakaian tidak hanya sekadar fungsional, tetapi juga mencerminkan kepribadian dan gaya individu yang mengenakannya.
KEDUDUKAN PERATURAN DAERAH SYARIAH DALAM SISTEM HUKUM DAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN NASIONAL DI INDONESIA Hartina
Jurnal Hukum Ius Publicum Vol 5 No 2 (2024): Jurnal Hukum Ius Publicum
Publisher : LPPM Universitas Doktor Husni Ingratubun Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55551/jip.v5i2.166

Abstract

Abstrak: Pemerintah daerah (Pemda) memiliki kekuasaan untuk menjalankan kewenangannya , dalam hal kemajuan dan perkembangan daerahnya. Pemda memiliki kewenangan sepenuhnya, yang mana mereka berhak untuk membuat dan mengeluarkan peraturan daerah (Perda). Hal ini diatur dalam Undang-undang Nomor 12 Tahun 2011 terkait Pembentukan Peraturan Perundang-undangan mengatur bahwasanya materi muatan dalam Perda yakni untuk penyelenggaraan otonomi serta tugas pembantuan. Aturan tersebut juga dibuat untuk menampung aspirasi serta kondisi khusus di daerah, termasuk pula sebagai penjabaran peraturan perundang-undangan di atasnya. Saat otonomi daerah diberlakukan, peraturan daerah (perda) mulai dibentuk oleh setiap daerah dalam rangka penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Tidak jarang, muncul peraturan daerah kontroversial karena ego sektoral dengan euforia pengimplementasian otonomi secara totalitas. Dalam waktu singkat euforia itu dimanifestasikan oleh elite lokal ke dalam aturan-aturan hukum yang cenderung bersifat elitis. Meski demikian, dewasa ini persoalan Perda tidak hanya terkait materinya namun merebak pada ranah pilihan ideologi yang menjadi landasannya yakni peraturan daerah syariah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meninjau Kedudukan Peraturan Daerah Syariah Dalam Sistem Hukum dan Peraturan Perundang-Undangan Nasional Di Indonesia. Hasilnya menunjukkan bahwa Kedudukan Peraturan Daerah Syariah mendapat Kontrovesi di kalangan masyarakat. Kata Kunci: Otonomi Daerah, Perda Syariah, PerUU Nasional
Perkembangan Habitat Populasi Banggai Cardinalfish (Pterapogon kauderni) Yang Terintroduksi Di Teluk Palu, Sulawesi Tengah Rasul; Padyawan, Andhy Rahmat; Wandi; Kusmadi; Ndobe, Samliok; Herjayanto, Muh.; Alapi, Rahmat; Salman, Abrar Mujahidin; Suryatama, Yahya Rizkiandra; Suadi; Halik, Moh. Nur; Zidan, Muh.; Yuliana; Hartina; Sababuli, Jeklin M.
JAGO TOLIS : Jurnal Agrokompleks Tolis Vol 5 No 3 (2025): September
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jago.v5i3.933

Abstract

Ikan capungan Banggai (Pterapogon kauderni), merupakan ikan terumbu karang endemik dari Kepulauan Banggai, yang telah diintroduksi ke perairan Teluk Palu sejak awal tahun 2000-an. Sejak introduksinya, populasi dan habitat ikan ini mengalami fluktuasi yang signifikan akibat aktivitas manusia dan bencana alam, khususnya gempa bumi dan tsunami tahun 2018. Penelitian ini bertujuan untuk memantau kondisi habitat dan keberadaan populasi P. kauderni terkini di Pantai Mamboro, Teluk Palu, Sulawesi Tengah pada April 2024. Observasi lapangan dilakukan menggunakan metode Underwater Visual Census (UVC) yang dikombinasikan dengan belt transect untuk mengamati populasi ikan dan mikrohabitat terkait. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa Stasiun 1 didominasi oleh karang mati yang ditumbuhi alga (37,25%) dan pasir yang tertutup sedimen (49,02%) tanpa ditemukan individu ikan. Di Stasiun 2 ditemukan dua individu dewasa pada habitat lamun (penutupan 28,87%), sedangkan di Stasiun 3 ditemukan satu individu yang berasosiasi dengan anemon, bulu babi, dan karang. Mikrohabitat dominan di seluruh lokasi adalah substrat pasir dengan lamun yang tersebar, sementara keberadaan tempat berlindung penting seperti anemon dan bulu babi masih terbatas. Temuan ini menunjukkan bahwa habitat masih mengalami degradasi dan kepadatan populasi rendah, meskipun mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan sejak tahun 2021. Upaya konservasi harus difokuskan pada restorasi mikrohabitat dan penyediaan struktur buatan. Teluk Palu memiliki potensi sebagai lokasi konservasi ex-situ, namun membutuhkan pemantauan ekologis berkelanjutan dan keterlibatan aktif masyarakat lokal.
ANALISIS PERBANDINGAN PENDAPATAN PETANI PADI SAWAH DAN JAGUNG DI DESA BONDE-BONDE KECAMATAN TUBO SENDANA KABUPATEN MAJENE Tussadia, Halimah; Pakanyamong, Ambo Abd. Kadir; Hartina
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Pertanian Vol. 5 No. 2 (2025): JURNAL ILMIAH MAHASISWA FAKULTAS PERTANIAN (JIMFP)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52045/jimfp.v5i2.1041

Abstract

Paddy and corn are the main food commodities that have an important role in meeting the consumption needs of the community and as a source of income for farmers, especially in rural areas. The purpose of this study was to determine the comparison of the cost structure, production and income of rice farmers and corn farmers. The research location was in Bonde-Bonde Village, Tubo Sendana District, Majene Regency, using primary and secondary data on the comparison of the cost structure, production and income of rice farmers and corn farmers with a sample of 15 groups of rice farmers and 15 groups of corn farmers. The analysis method used was a qualitative research method using the Miles and Huberman model in analyzing the data obtained. The results of the study show that the comparison of income of rice farmers and corn farmers is very different seen from the planting patterns carried out by rice and corn resulting in differences in the resulting production, costs incurred by farmers and differences in income received by farmers, the difference in the amount of production costs of paddy rice is Rp. 9,766,543 / ha / year and income of paddy rice is 25,609,457 / ha / year while corn farming production costs are Rp. 7,964,045 / ha / year and income is Rp. 28,035,954 / ha / year. So it is known that corn farming is more profitable than rice farming. This is due to differences in land use, use of fertilizers, pesticides, and production facilities that vary so that the costs incurred by farmers are also different so that there is a comparison of differences in farming income.
Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Sekolah Dasar Hartina; Siligar, E.I Pusta
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 9 No 2 (2025): AUGUST
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v9i2.25864

Abstract

This study has the urgency to examine how the implementation of the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) at SDN Madugondo serves as a strategic effort to shape students’ character in line with the direction of the Merdeka Curriculum policy. The research employed a descriptive method with a qualitative approach through observation, semi-structured in-depth interviews, and documentation techniques. The researcher acted as the key instrument in observation, while informants were purposively selected, consisting of the Principal, Homeroom Teachers, Project Coordinator Teacher, and four students from grades 1, 3, and 4. Data analysis was conducted using Miles and Huberman’s model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing, while data validity was ensured through source and technique triangulation. The findings reveal that during the planning stage, teachers prepared project dimensions and themes relevant to sustainable lifestyles; in the implementation stage, coordination was carried out with the principal and other teachers, dissemination was provided to parents and students, and evaluation instruments were developed; whereas in the evaluation stage, teachers observed the learning process, used assessment rubrics, and evaluated the achievement of the Pancasila Student Profile dimensions. The practical implementation of this study demonstrates that P5 is not merely a formal program, but can also be sustainably integrated into the school culture through collaboration among teachers, parents, and students. Scientifically, the results of this study enrich the discourse on implementation strategies of the Merdeka Curriculum, particularly at the elementary school level. Keywords: Implementation; Pancasila Student Profile Strengthening Project; Elementary School
PROFIL PENYELESAIAN SOAL MATERI FUNGSI KOMPOSISI KELAS X SMA NEGERI 1 SIGI DITINJAU DARI TIPE KEPRIBADIAN EXTROVERT DAN INTROVERT: Profile of Solving Function Composition Materials of Grade X Students of SMA Negeri 1 Sigi Type in Terms of The Extrovert and Introvert Personality Hartina; Paloloang, Baharuddin; Rizal, Muh.
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to find out how the composition function in problem-solving profiles of class X students of SMA Negeri 1 Sigi in terms of extrovert and introvert personality types. This research is qualitative. The subjects of this study were 2 students of class X MIPA 3 at SMA Negeri 1 Sigi. Subjects were taken using the Myers-Briggs-Type Indicator personality test. The data validity technique used in this study is time triangulation. Data analysis technique with steps 1) data condensation, 2) data presentation and 3) concluding. The results showed that both extrovert and introvert subjects were capable of formulating solutions. using logical reasoning. The indicators of applying the introverted subject's strategy can explain clearly each step taken in solving the problem. Introvert subjects are more thorough and careful than extrovert subjects in solving problems. This is shown by the imprecise calculations carried out by the extrovert subject. In the indicators explaining the results of the completion, introvert  subjects can conclude by proving the correctness of the results obtained, while extrovert subjects cannot write them down correctly.
Membangun Resiliensi Pada Anak Usia Dini Melalui Intervensi Jusnita; Saputra, Syahrul; Hartina
Jurnal Euforia Vol. 2 No. 2 (2025): Edisi Agustus 2025
Publisher : Prodi PIAUD STAI AL-GAZALI BONE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Resilience is an individual's ability to survive, adapt, and bounce back when faced with stress or adversity. In early childhood, resilience forms an important foundation for social-emotional development and readiness to face future challenges. However, not all children naturally possess optimal levels of resilience, necessitating planned interventions tailored to the developmental characteristics of early childhood. This study aims to comprehensively examine efforts to build resilience in early childhood through structured interventions. The research method used was a literature review, reviewing various scientific sources, including national and international journals, reference books, and relevant research reports. The study results indicate that interventions focused on strengthening emotional regulation, positive relationships with the environment, and developing social skills significantly contribute to increasing children's resilience. Interventions that are carried out consistently, involve educators and parents, and use a playful approach have proven effective in fostering resilience in early childhood. Thus, structured interventions can be an effective strategy in supporting the development of resilience in children from an early age