Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGEMBANGAN BATIKMATIKA UNTUK MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA YANG MENYENANGKAN DAN BERMAKNA Siskawati, Fury Styo; Mahmudah, Muhlisatul; Irawati, Tri Novita; Susilaningtyas, Tri; Alayubi, Sholahudin; Rohman, Syaifur; MT, A. Mujib; Purwandhini, Ari Septianingtyas
SIGMA Vol 10, No 2 (2025): SIGMA
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53712/sigma.v10i2.2567

Abstract

Abstrak:Berawal dari anggapan bahwa matematika itu rumit, membosankan, sulit difahami, tidak disukai, hingga berdampak pada minimnya minat, motivasi, hasil belajar belajar matematika dan penguasaan konsep matematika yang belum maksimal mengispirasi dilakukannya inovasi pada pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil pengembangan BATIKMATIKA untuk media pembelajaran matematika yang menyenangkan dan bermakna. Jenis penelitian ini adalah pengembangan dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Model pengembangan yang digunakan yaitu ADDIE yang meliputi analisis, desain, pengembangan, penerapan, dan evaluasi. Pengumpulan datanya menggunakan observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi, dengan analisis datanya menggunakan uji kelayakan dan kepraktisan. Selanjutnya hasil yang diperoleh yaitu pengembangan BATIKMATIKA untuk media pembelajaran melalui lima tahapan utama ADDIE. Kemudian hasil berikutnya menunjukkan bahwa BATIKMATIKA merupakan media yang layak digunakan untuk membuat pembelajaran matematika menyenangkan dan bermakna. Selain itu juga dapat dikatakan bahwa BATIKMATIKA merupakan media yang praktis digunakan untuk mengajar matematika. Dengan saran yang dapat disampaikan yakni sebagai seorang guru khususnya matematika kita harus mampu membuat kondisi belajar yang tidak nyaman menjadi nyaman bagi siswa supaya dapat menumbuhkan minat dan motivasinya serta dapat mencipkatan lingkungan belajar menyenangkan hingga akhirnya dapat tecipta pembelajaran matematika yang bermakna.   Abstract:Starting from the assumption that mathematics is complicated, boring, difficult to understand, and disliked, to the impact on the lack of interest, motivation, learning outcomes of learning mathematics, and mastery of mathematical concepts that have not been maximized inspires innovation in mathematics learning. This study aims to describe the process and results of developing BATIKMATIKA as a learning media for joy and meaningful learning. This type of research is developed using qualitative and quantitative approaches. The development model used is ADDIE which includes analysis, design, development, implementation, and evaluation. The data collection used observation, interviews, questionnaires, and documentation, with the data analysis using feasibility and practicality tests. Furthermore, the results obtained are the development of BATIKMATIKA as a learning media through the five main stages of ADDIE. Then, the next result shows that BATIKMATIKA is a feasible medium for joy and meaningful learning. In addition, it can also be said that BATIKMATIKA is a practical media used to teach mathematics. With suggestions that can be conveyed, namely as teachers, especially in mathematics, we must be able to make uncomfortable learning conditions comfortable for students so that they can foster their interest and motivation and create a joyful learning environment in the end it can be meaningful learning.
Proses Berpikir Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Pemecahan Masalah Statistika Melalui Scaffolding MT, A. Mujib; Rohman, Syaifur; Mahmudah, Muhlisatul
Jurnal Axioma : Jurnal Matematika dan Pembelajaran Vol. 7 No. 2 (2022): Juli
Publisher : Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/axi.v7i2.1577

Abstract

Abstrak Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif, bertujuan untuk menggali proses berpikir siswa dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah statistika kelas VIII sebelum dan sesudah diberikan bantuan atau scaffolding. Subjek penelitian terdiri dari dua orang siswa kelas VIII. Penelitian dilakukan dengan memberikan 2 soal pemecahan masalah kemudian hasilnya dianalisis dan dibandingkan dengan hasil wawancara yang dilakukan terhadap subjek penelitian. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa pada soal nomor 1, Subjek 1 (S1) melakukan 3 langkah proses berpikir, yaitu: memahami masalah, merencakanan penyelesaian, dan melaksanakan rencana. Perbedaan proses berpikir sebelum dan setelah scaffolding ada pada langkah kedua dan ketiga. Sedangkan Subjek 2 (S2) melakukan 3 langkah proses berpikir sama dengan S1, namun terdapat kesalahan berpikir yang dilakukan pada ketiga langkah tersebut, sehingga scaffolding diberikan secara keseluruhan. Pada soal ke dua, baik S1 maupun S2 melakukan 4 proses berpikir yaitu: memahami masalah, merencakanan penyelesaian, melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali hasil penyelesaian. Scaffolding diberikan pada langkah kedua dan ketiga. Secara umum terdapat perbedaan proses berpikir siswa sebelum dan sesudah proses scaffolding. Kata kunci: Proses Berpikir, Pemecahan Masalah, Scaffolding Abstrack This research is a descriptive qualitative, aims to explore students' thinking processes in statistical problem solving for class VIII before and after being given assistance or scaffolding. The research subjects consisted of two eighth grade students. The research was conducted by giving two statistica problems , then the results were analyzed and compared with the results of interviews conducted on research subjects. From the results was found that in question number 1, Subject 1 (S1) carried out 3 steps of the thinking process, namely: understanding the problem, planning a solution, and implementing the plan. The difference in thought processes before and after scaffolding is in the second and third steps. While the second subject (S2) did the same three-step thought process as the first subject (S1), but there was a thinking error made by the first subject in the three steps, so the whole scaffolding was given. In the second question, both the first subject and the second subject carried out four thought processes, namely: understanding the problem, planning a solution, implementing the plan, and re-examining the results of the settlement. Scaffolding is given in the second and third steps.generally, there are differences in students' thinking processes before and after the scaffolding process. Keywords: Thinking Process, Problem Solving, Scaffolding
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN KOMIK UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA Mahmudah, Muhlisatul; MT, A. Mujib; Fauzen, Muhammad Anis
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i4.8351

Abstract

This study aims to improve the learning interest in mathematics of seventh-grade students at SMP Islam Plus Miftahul Warisin through the implementation of a comic-assisted Problem Based Learning (PBL) model. The initial problem identified was the low level of students’ learning interest, indicated by a lack of active participation, feelings of boredom during lessons, and difficulties in performing mathematical calculations. This research employed a Classroom Action Research (CAR) design conducted in two cycles, each consisting of planning, action, observation, and reflection stages. The research subjects were 20 seventh-grade students. Data collection techniques included observation, learning interest questionnaires, and documentation. The results showed a gradual improvement in students’ learning interest after the implementation of the comic-assisted PBL model. The number of students categorized as having low learning interest decreased from 15 students in the pre-cycle stage to 9 students in Cycle II, while the number of students in the interested and moderately interested categories increased. Therefore, the application of the comic-assisted Problem Based Learning model proved effective in enhancing students’ learning interest in mathematics learning. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar matematika siswa kelas VII SMP Islam Plus Miftahul Warisin melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan media komik. Permasalahan awal yang ditemukan adalah rendahnya minat belajar siswa yang ditandai dengan kurangnya keaktifan, rasa bosan dalam pembelajaran, serta kesulitan siswa dalam melakukan perhitungan matematika. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 20 siswa kelas VII. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, angket minat belajar, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan minat belajar siswa setelah penerapan model PBL berbantuan komik. Jumlah siswa yang berada pada kategori kurang berminat mengalami penurunan dari 15 siswa pada pra-siklus menjadi 9 siswa pada siklus II, sedangkan jumlah siswa yang berminat dan cukup berminat mengalami peningkatan. Dengan demikian, penerapan model Problem Based Learning berbantuan komik efektif dalam meningkatkan minat belajar siswa pada pembelajaran matematika.