Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Transformasi Padanan Kata Bahasa Indonesia Dalam Tren Konten Tiktok Silvira; Rosadi, Mimi
At-Tadris: Journal of Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2025): At-Tadris: Journal of Islamic Education
Publisher : Ikatan Dai Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56672/06spsp63

Abstract

This study examines the transformation of Indonesian equivalents that appear in content trends on the TikTok social media platform. The development of digital technology and the increasing use of social media have given rise to new forms of language use, including in terms of equivalents. This study aims to identify and describe how Indonesian equivalents undergo transformation in the context of creative content on TikTok. In the study, there is a problem identification to clarify the details of the problem, based on the formulation above, the problem identification in this study is as follows: Many foreign terms or new terms are used in TikTok content that do not have official equivalents in Indonesian. The use of equivalent words in TikTok content is often not in accordance with Indonesian language rules. Lack of awareness of social media users, especially TikTok users, regarding the importance of using good and correct Indonesian. The method used is a descriptive qualitative method with data collection techniques through observation and documentation of trending TikTok content in a certain period. The analysis was carried out by tracing the use of words that experienced changes in meaning, expansion of meaning, or the creation of new equivalents that differ from standard rules. The results of the study show that trends on TikTok encourage the formation of variations in equivalent words that are influenced by user creativity, popular language styles, and the need for expressions that are relevant to digital culture. These findings indicate that social media plays a role as a dynamic space in the formation and transformation of the Indonesian language in the modern era.
HUBUNGAN POLA ASUH DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 1-3 TAHUN DI PUSKESMAS TANJUNG REJO Elvalini Warnelis Sinaga; Pintubatu, Agnes Valentina; Tarihoran, Ika Satriani; Niki Brinda Arwani; Putri Handayani; Silvira; Eka Yuliana
Bina Generasi : Jurnal Kesehatan Vol 17 No 2 (2026): Bina Generasi : Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES BINA GENERASI POLEWALI MANDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35907/bgjk.v17i2.548

Abstract

Berbagai faktor, termasuk pendidikan orang tua, memengaruhi stunting pada anak kecil, yang merupakan masalah kesehatan umum.Pola asuh yang baik dapat mencegah stunting dengan memastikan penggunaan layanan kesehatan anak dan pemenuhan kebutuhan gizi mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat apakah ada hubungan antara pola asuh ibu dan frekuensi stunting pada balita berusia 1 hingga 3 tahun di area kerja Puskesmas Tanjung Rejo. Penelitian ini dilakukan dengan desain analitik observasional dan menggunakan pendekatan kontrol kasus. Penelitian ini mencakup semua ibu yang memiliki balita stunting berusia antara satu dan tiga tahun di wilayah kerja Puskesmas tersebut, total 38 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah melewati uji validitas dan reliabilitas.Selanjutnya, uji Chi-Square digunakan untuk menganalisis data univariat dan bivariat. Dari empat aspek pola asuh yang dianalisis, yaitu psikososial, praktik pemberian makan, perilaku higienis, dan pemanfaatan layanan kesehatan, hanya praktik pemberian makan dan pemanfaatan layanan kesehatan yang memiliki korelasi signifikan dengan jumlah kasus stunting (p<0,05). Akibatnya, dapat disimpulkan bahwa akses terhadap layanan kesehatan dasar dan kualitas pemberian makanan sangat penting untuk mencegah stunting pada anak balita. Oleh karena itu, untuk mengurangi prevalensi stunting di masyarakat, diperlukan intervensi yang berfokus pada peningkatan praktik pemberian makan serta optimalisasi penggunaan layanan kesehatan.