Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENDAMPINGAN BUDIDAYA TANAMAN DENGAN TEKNOLOGI HIDROPONIK UNTUK MENDUKUNG PROGRAM P5 SMA 5 TANA TORAJA Prajman Evansi Pasambo; Lutma Ranta Allolinggi
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 10: Maret 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v4i10.9975

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk budidaya tanaman dengan teknologi Hidroponik di areal sekolah SMA 5 Tana Toraja, Ini merupakan bagian dari program pemerintah dalam mendukung program P5 (Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila) meningkatkan keterampilan siswa yang berbasis teknologi dan mendukung program keberlanjutan dalam menjaga ketahanan pangan. Desain pengabdian menggunakan pendekatan partisipatif dan praktis, biasa dikenal dengan istilah Pactipatory Action Research (PAR). Program pendampingan ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan, Sosialisasi, Pelatihan teknik dasar hidroponik, Praktik lapangan, Hasil dari percobaan ini sebagian besar peserta berhasil menerapkan teknik hidroponik dan memperoleh hasil pertama dari tanaman yang mereka budidayakan. Peserta menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan mengelola sistem hidroponik. Namun beberapa kendala terkait pemeliharaan dan manajemen usaha masih dihadapi. Maka dukungan lanjutan berupa penyuluhan dan pelatihan terkait pengelolaan pemasaran hasil hidroponik diberikan kepada siswa dan para guru. Kiranya dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan keterampilan, pengelolaan usaha pertanian yang efisien dan berkelanjutan
PENGARUH PERBANDINGAN AB MIX DAN PUPUK ORGANIK CAIR AIR LERI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN PAPRIKA (Capsicum annuum L.) DENGAN SISTEM HIDROPONIK Prajman Evansi Pasambo; Oktavianus, Oktavianus
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 11: April 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Untuk mencukupi kebutuhan tanaman maka dibutuhkan pupuk yang dapat mengefesienkan penggunaan pupuk yang harganya relatif mahal, pemanfaatan bahan organik salah satunya penggunaan POC air leri. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan konsentrasi POC air leri dan AB Mix terhadap pertumbuhan dan produksi paprika dengan sistem hidroponik. Penelitian dilaksanakan di Sangbua, Kecamatan Kesu’ kabupaten Toraja Utara Dilaksanakan dengan ketinggian sekitar 778 mdpl. Penelitian berlangsung dari bulan Juli hingga Oktober 2022. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial yang terdiri dari 4 perlakuan. diamana setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 12 percobaan. Adapaun taraf perlakuan yang digunakan yaitu : P₁=100% AB Mix, P₂=POC air leri 80%+20% AB Mix, P₃=POC air leri 60%=40%AB Mix, P₄=POC 50%+50%AB Mix. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANNOVA). Tanaman paprika memberikan hasil terbaik pada perlakuan POC 100% AB Mix pada parameter jumlah cabang produktif, jumlah buah, tinggi tanaman. Perlakuan POC air leri 50%+50% AB Mix memberikan hasil terbaik terhadap parameter panjang buah, bobot per buah, bobot buah per tanaman dan diameter buah.
Penataan Objek Wisata Tondon Untuk Peningkatan Daya Tarik dan Keberlanjutan Pariwisata di Tana Toraja Prajman Evansi Pasambo; Frans Robert Bethony; Nitha Nitha
Intisari: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Intisari: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/intisari.v4i1.355

Abstract

Penataan kembali objek wisata merupakan salah satu strategi dalam meningkatkan daya tarik serta keberlanjutan sektor pariwisata di tingkat lokal. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Kristen Indonesia Toraja dilaksanakan di Kelurahan Bebo’, Kecamatan Sangalla’ Utara, Kabupaten Tana Toraja dengan fokus pada penataan kembali Objek Wisata Tondon. Permasalahan utama yang ditemukan adalah kurangnya fasilitas pendukung seperti gazebo dan tempat sampah yang memadai. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, identifikasi masalah, perencanaan program, serta pelaksanaan kegiatan berbasis partisipasi masyarakat. Program utama berupa pembangunan gazebo dan penyediaan tempat sampah, serta program tambahan seperti gotong royong dan budidaya sayuran. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kenyamanan pengunjung, kebersihan lingkungan, serta keterlibatan aktif masyarakat dalam pengelolaan wisata. Penataan kembali Objek Wisata Tondon melalui program KKN-T memberikan dampak positif dalam meningkatkan kenyamanan, kebersihan, dan daya tarik wisata. Keterlibatan masyarakat menjadi kunci keberhasilan serta mendukung pengelolaan wisata yang berkelanjutan.
Pendampingan Petani dalam Pengendalian Hama Tikus dengan Rodentisida Nabati di Tana Toraja Golindira Randa; Prajman Evansi Pasambo; Aprilia Bunganrara; Citra Lestari
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2026): Juli 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i4.1282

Abstract

Penggunaan rodentisida sintetis masih menjadi cara utama pengendalian hama tikus pada tanaman padi di Lingkungan Ranteto'long, sedangkan pemanfaatan bahan lokal sebagai rodentisida nabati belum optimal. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam memanfaatkan umbi gadung (Dioscorea hispida), daging biji pangi (Pangium edule), dedak, terasi, dan bawang putih sebagai rodentisida nabati melalui pendampingan partisipatif. Kegiatan dilaksanakan pada 25 Mei–15 Juni 2026 dengan melibatkan lima petani padi. Tahapan kegiatan meliputi observasi, pendampingan pembuatan dan aplikasi rodentisida, serta evaluasi. Hasil menunjukkan seluruh petani mampu mengenali bahan, membuat dan mengaplikasikan rodentisida nabati secara mandiri, serta bersedia menggunakannya pada musim tanam berikutnya. Pengamatan lapangan juga menunjukkan umpan dimakan tikus dan intensitas serangan mulai berkurang. Kegiatan ini meningkatkan kapasitas petani dalam memanfaatkan sumber daya lokal sebagai alternatif pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan.