Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pemanfaatan Aplikasi Drone dalam Mengevaluasi Cadangan Karbon pada Beberapa Tingkat Umur Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guinensis Jacq) Golindira Randa
Wanatani Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jip.v4i1.228

Abstract

Pembukaan perkebunan kelapa sawit pada skala yang besar akan mempengaruhi cadangan karbon yang tersimpan di lingkungan perkebunan kelapa sawit yang masih dalam kondisi alami. Pertumbuhan perkebunan kelapa sawit yang terus berkembang dan meluas menimbulkan potensi masalah global sebagai salah satu penyebab terjadinya perubahan iklim karena peningkatan emisi CO2 di atmosfer yang menghasilkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK). Tujuan dari penelitian ini adalah : (1) Mengestimasi sebaran cadangan karbon dan serapan CO2 di perkebunan kelapa sawit; (2) Penggunaan drone di perkebunan kelapa sawit untuk mendapatkan informasi tentang sebaran cadangan karbon dan serapan CO2; dan (3) Menjelaskan bagaimana keberadaan perkebunan kelapa sawit berkontribusi pada pengurangan tingkat CO2 di lingkungan. Penelitian ini dilaksanakan pada perkebunan kelapa sawit PT. Unggul Widya Teknologi Lestari Divisi Baras II Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat. Pengumpulan data dilakukan dengan dua tahap, yaitu : (1) Pengumpulan data sebaran kelapa sawit dengan menggunakan teknologi drone. (2) Pengumpulan data lapangan pada kelapa sawit dan tumbuhan di atas permukan tanah dan melakukan analisis laboratorium. Metode non destruktif dengan persamaan alometrik digunakan untuk menghitung biomasa kelapa sawit dan tumbuhan di atas permukaan tanah. Perhitungan kandungan karbon yang tersimpan dan potensi serapan CO2¬-eq selain dilakukan berdasarkan umur tanaman kelapa sawit juga dihitung berdasarkan luas blok tahun tanam (umur tanaman kelapa sawit) untuk mengetahui sebaran cadangan karbon yang tersimpan dan serapan CO2-eq secara keseluruhan. Kandungan karbon yang tersimpan terbesar pada umur tanaman 15 tahun (tahun tanam 2005) sebesar 60.002,5 ton dan potensi serapan CO2-eq sebesar 220.009 ton. Kandungan karbon terkecil pada kelapa sawit yang berumur 3 tahun (tahun tanam 2017) dengan cadangan karbon yang tersimpan sebesar 8.428,8 ton dan serapan CO2-eq sebesar 30.919,7 ton. Sebaran cadangan karbon dan potensi serapan CO2-eq dalam menunjang produktivitas kelapa sawit dan menentukan besarnya kapasitas oksigen yang dihasilkan dipengaruhi oleh umur tanaman, pola tanam, jarak tanam serta luas areal tanam. Kondisi tersebut membuat kelapa sawit memberikan potensi yang besar bagi lingkungan dalam mengurangi emisi CO2 yang menyebabkan Gas Rumah Kaca (GRK).
Pengembangan POC Daun Gamal dan Efektivitas terhadap Pertumbuhan dan Produksi Bawang Daun (Allium Fistulosum L) Ra’dak, Riski; Situru’, Darmita Batti’; Pata’dungan, Adewidar M.; Kannapadang, Sepsriyanti; Karuru, Sakti Swarno; Oktafianus, Sion; Randa, Golindira
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.31447

Abstract

Bawang daun (Allium fistulosum L) merupakan salah satu jenis tanaman sayuran yang memiliki potensi dikembangkan secara komersial. Bawang daun memilik rasa khas yang tidak terlalu kuat sehingga sering digunakan sebagai bahan taahan atau penyedap makanan. Penelitian dengan judul PENGEMBANGAN POC DAUN GAMAL DAN EFEKTIVITAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BAWANG DAUN bertujuan untuk memproduksi Pupuk Organik Cair Daun Gamal (POC) dan menentukan kosentrasi yang efektif pada tanaman Bawang Daun serta menganalisis aspek ekonomi R/C Ratio dan BEP dari usaha tani pupuk organik cair Daun Gamal Maret - Juli 2025 penelitian ini merupakan percobaan faktor tunggal yang disususn dalam RAK dengan 5 taraf dengan perlakuan 3 ulangan. Yaitu P0= Kontrol, p1 150 ml poc +850 ml air, p2 250 ml poc+750 ml air, p3 500 ml poc+500 ml air, p4 750 ml poc+250ml air. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah tinngi tanaman, diameter batang, jumlah anakan , bobot basah,bobot perplot, bobot pertanaman, bobot basah, bobot kering. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa P3 (500 ml POC + 500 ml Air) merupakan perlakuan terbaik berpengaruh nyata terhadap variabel pengamatan tinngi tanaman, diameter batang, jumlah anakan , bobot basah,bobot perplot, bobot pertanaman, bobot basah, bobot kering.
PENDAMPINGAN PEMELIHARAAN KAKAO MELALUI PRAKTIK SANITASI DAN PEMANGKASAN UNTUK MENINGKATKAN KAPASITAS PETANI Golindira Randa; Sharlina; Citra Lestari; Kalvein Palawang
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 2 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Februari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/1mbft359

Abstract

Kakao (Theobroma cacao L.) merupakan komoditas perkebunan strategis yang berperan penting dalam perekonomian petani pada sistem perkebunan rakyat. Namun peningkatan produktivitas kakao belum sepenuhnya diikuti oleh penerapan praktik pemeliharaan kebun yang optimal, khususnya pemangkasan dan sanitasi kebun. Kondisi serupa ditemukan pada perkebunan kakao rakyat di Tampo Makale, Kabupaten Tana Toraja, di mana praktik pemeliharaan masih dilakukan secara tidak konsisten akibat keterbatasan tenaga kerja, usia petani, jarak kebun, serta keterlibatan petani dalam aktivitas di luar usaha tani. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas petani dalam pengelolaan kebun kakao melalui pendekatan partisipatif. Metode pelaksanaan meliputi wawancara lapangan, diskusi partisipatif, serta pendampingan teknis langsung di kebun. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif secara signifikan meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan motivasi petani dalam menerapkan praktik pemangkasan dan sanitasi kebun secara rutin. Solusi yang dirumuskan bersama petani dinilai lebih realistis, aplikatif, dan berkelanjutan sesuai kondisi lokal. Program ini berkontribusi dalam memperkuat pengelolaan kebun kakao rakyat yang efektif dan berkelanjutan serta mendukung peningkatan produktivitas.
Evaluation of Processing and Storage Techniques for Cat’s Whiskers (Orthosiphon aristatus) Leaves in Tana Toraja to Improve the Quality and Shelf Life of Herbal Tea Products Golindira Randa; Elianus Samben
BIOPENDIX Vol 13 No 1 (2026): Biopendix: Jurnal Biologi, Pendidikan & Terapan
Publisher : BIOPENDIX: Jurnal Biologi, Pendidikan dan Terapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/biopendixvol13issue1page70-81

Abstract

The utilization of cat’s whiskers (Orthosiphon aristatus) as a herbal plant has long been an integral part of the cultural and traditional health practices of the Tana Toraja community. This medicinal plant has been widely used to treat various ailments, particularly urinary tract disorders, and its use has been passed down through generations. However, these traditional practices have not yet been supported by systematic efforts to improve product quality and added value. This study aims (1) to evaluate the effectiveness of different processing techniques for cat’s whiskers leaves on the quality of ready-to-brew herbal tea, and (2) to examine the influence of storage techniques on the quality and shelf-life of cat’s whiskers herbal tea. A Completely Randomized Design (CRD) was employed, consisting of three processing methods (air-dried sample; blanched and oven-dried at 60°C; and unblanched sample oven-dried at 60°C), two types of packaging (glass jar and standing pouch zipper seal), and two storage conditions (room temperature and cold storage). Observed parameters included moisture content, infusion pH, dried leaf color, and infusion color at weeks two and four. ANOVA results indicated that processing, packaging, and storage had significant effects on moisture content and color (α < 0.05), but no significant effect on infusion pH. The treatment involving blanching and oven-drying at 60°C with airtight packaging and cold storage (P2K2S2) produced the best quality, characterized by low moisture content (6.8–8.7%) and the highest color stability. The pH remained stable (6.20–6.92) throughout the storage period. Based on these findings, it is concluded that controlled drying, airtight packaging, and low-temperature storage are the most effective combination of treatments to enhance the quality and shelf-life of cat’s whiskers herbal tea.
Produksi Bokashi Limbah Ternak Kerbau sebagai Sumber Pupuk Organik untuk Meningkatkan Pertumbuhan Bibit Gaharu (Aquilaria Malaccensis L.) Lisa Ruben Dannari; Emar Deliyanti Tolayuk; Yusuf L. Limbongan; Sepsriyanti Kannapadang; Willy Yavet Tandirerung; Golindira Randa
Botani : Publikasi Ilmu Tanaman dan Agribisnis Vol. 3 No. 2 (2026): Mei : Botani : Publikasi Ilmu Tanaman dan Agribisnis
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/botani.v3i2.601

Abstract

This study aims to determine the effect of buffalo waste bokashi on the growth of agarwood seedlings and the economic value of buffalo waste bokashi business. This study was conducted at the Malimbong Balepe agricultural extension center, Tana Toraja Regency, South Sulawesi, from August to December 2025. The study was conducted using a randomized block design (RAK) with 4 treatment levels, namely; B0 (without bokashi), B1 (200 grams/plant), B2 (400 grams/plant), and B3 (600 grams/plant). The parameters observed were plant height, number of leaves, stem diameter, and root volume. Data were analyzed using a combined analysis of variance (ANOVA), while for farming business analysis using the R/C ratio, Break Event Point (BEP) and Return On Investment (ROI). The results showed that the B3 treatment (600 grams/plant) was the best treatment for plant height, leaf number, stem diameter, and root volume. The buffalo waste bokashi business had an R/C ratio of 2,80, ROI 180% indicating that this business is feasible.
Pendampingan Petani dalam Pengendalian Hama Tikus dengan Rodentisida Nabati di Tana Toraja Golindira Randa; Prajman Evansi Pasambo; Aprilia Bunganrara; Citra Lestari
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2026): Juli 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i4.1282

Abstract

Penggunaan rodentisida sintetis masih menjadi cara utama pengendalian hama tikus pada tanaman padi di Lingkungan Ranteto'long, sedangkan pemanfaatan bahan lokal sebagai rodentisida nabati belum optimal. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam memanfaatkan umbi gadung (Dioscorea hispida), daging biji pangi (Pangium edule), dedak, terasi, dan bawang putih sebagai rodentisida nabati melalui pendampingan partisipatif. Kegiatan dilaksanakan pada 25 Mei–15 Juni 2026 dengan melibatkan lima petani padi. Tahapan kegiatan meliputi observasi, pendampingan pembuatan dan aplikasi rodentisida, serta evaluasi. Hasil menunjukkan seluruh petani mampu mengenali bahan, membuat dan mengaplikasikan rodentisida nabati secara mandiri, serta bersedia menggunakannya pada musim tanam berikutnya. Pengamatan lapangan juga menunjukkan umpan dimakan tikus dan intensitas serangan mulai berkurang. Kegiatan ini meningkatkan kapasitas petani dalam memanfaatkan sumber daya lokal sebagai alternatif pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan.