Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PEMBELAJARAN DAN PELATIHAN SENI TARI TUNGGUL KAWUNG DI KOTA BOGOR SEBAGAI PELESTARIAN BUDAYA SUNDA Agus Nero Sofyan; R.Yudi Permadi; Ace Fahrullah; Tubagus Chaeru nugraha
Midang Vol 1, No 3 (2023): Midang: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Oktober 2023
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v1i3.50427

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini berjudul “Pembelajaran dan Pelatihan Seni Tari Tunggul Kawung di Kota Bogor Sebagai Pelestarian Budaya Sunda”. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan nilai pengetahuan seni tari tradisional di Kota Bogor dalam melestarikan budaya Sunda, khususnya di kalangan pelajar dan kelompok pemuda. Pengabdian kepada masyarakat ini diselenggarakan dengan menggunakan metode penyuluhan seni tari Tunggul Kawung di Kota Bogor. Dalam implementasinya, pengabdian ini bekerja sama dengan karang taruna dan pemerintah setempat. Adapun format ceramah dan tanya jawab merupakan pendekatan yang digunakan dalam pengabdian ini. Seni tradisional leluhur masyarakat Kota Bogor yaitu seni tari Tunggul Kawung menjadi materi yang ditawarkan dalam pengabdian masyarakat ini. Sumber data utama dan sekunder dalam penelitian ini meliputi tinjauan pustaka dan sumber otoritatif pada pokok bahasan seni tari Tunggul Kawung. Hasil dari pengabdian ini adalah masyarakat Kota Bogor dapat terus mengamalkan dan melestarikan seni tari Tunggul Kawung, sehingga mampu menjadi kebanggaan masyarakat dan menjadi ikonik seni budaya tari tradisional warisan leluhur yang lahir serta berkembang di Kota Bogor.
APRESIASI CERITA REKAAN UNTUK ANAK DI SEKOLAH DASAR NEGERI SAYANG JATINANGOR Wahya Wahya; R. Yudi Permadi; Taufik Ampera
Midang Vol 1, No 2 (2023): Midang: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Juni 2023
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v1i2.47517

Abstract

Apresiasi cerita rekaan untuk anak di Sekolah Dasar Negeri Sayang, Jatinangor merupakan sebuah kegiatan yang dikemas dalam bentuk kegiatan pengabdian pada masyarakat yang dilakukan oleh tim dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran yang bertempat di Sekolah Dasar Negeri Sayang, Jatinangor. Kegiatan akademik ini dilakukan pada saat jam pelajaran dengan berfokus pada materi sastra dan pemberian tugas secara merata terhadap siswa. Kegiatan beranah afektif ini bertujuan meningkatkan apresiasi siswa terhadap karya sastra lokal, yakni karya sastra Sunda, yaitu novel anak-anak yang berjudul Budak Teuneung karya Samsoedi. Kegiatan yang mengembangkan proses belajar-mengajar bahasa Sunda untuk siswa sekolah dasar ini menggunakan metode melanjutkan pengajaran, yakni pengajaran Bahasa Sunda. Dalam pengajaran Bahasa Sunda di dalamnya terdapat pengajaran apresiasi sastra Sunda yang masih perlu ditingkatkan kualitas proses pembelajarannya. Bahasa pengantar yang digunakan selama kegiatan adalah bahasa Sunda. Kegiatan yang dilakukan meliputi menyimak pembacaan cerita, membaca cerita secara reseptif, membacakan cerita di depan kelas, bermain peran sambil melakukan dialog, bertanya-jawab tentang cerita, menyimak paparan tentang bahasa dan budaya yang terdapat dalam cerita, berlatih menggunakan tingkat tutur bahasa Sunda, dan menyimak paparan tentang menumbuhkan kecintaan dan kebanggaan terhadap karya sastra Sunda. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan didaktis. Dari kegiatan yang dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa pada setiap tahap kegiatan siswa mengikutinya dengan penuh antusias dan senang. Pada akhir kegiatan siswa merasa senang dan mendapatkan manfaat serta ingin mendapatkan kegiatan yang serupa.
DIMENSI SINTAKSIS PENGGUNAAN VOKATIF NAMA DIRI DALAM NOVEL BERBAHASA SUNDA BÉNTANG HARIRING Wahya Wahya; R. Yudi Permadi; Taufik Ampera
Journal of Linguistic Phenomena (JLP) Vol 2, No 1 (2023): Journal of Linguistic Phenomena, Juli 2023
Publisher : Direktorat Pendidikan dan Internasionalisasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jlp.v2i1.44472

Abstract

Penelitian ini membahas vokatif nama diri dari sisi sintaksis dan bersifat deskriptif kualitatif. Penyediaan data menggunakan metode simak dengan teknik catat dengan sumber data berupa novel berjudul Béntang Hariring. Penganalisisan data menggunakan metode distribusional dengan pendekatan sintaksis. Berdasarkan analisis data ditemukan 28 kalimat yang memuat vokatif nama diri dengan jumlah sebanyak 7 buah, yaitu Nia, Wina, Salma, Sari, dan Arumsari (bentuk utuh), Win dan Ni (bentuk penggalan). Vokatif nama diri hadir dalam kalimat deklaratif, imperatif, interogatif, dan eksklamatif masing-masing berjumlah 13, 5, 9, dan 1, juga hadir dalam 12 kalimat tunggal dan 1 kalimat majemuk subordinatif kalimat deklaratif. Vokatif nama diri utuh terdapat pada kalimat deklaratif, imperatif, interogatif, dan eksklamatif masing-masing 12, 5, 5, dan 1 buah. Vokatif nama diri penggalan terdapat pada kalimat deklaratif, imperatif, dan interogatif masing-masing 1, 1, dan 4 buah. Dengan demikian, vokatif nama diri cenderung lebih sering muncul dalam kalimat deklaratif berupa kalimat tunggal dan berwujud utuh pada akhir kalimat, sedangkan vokatif berwujud penggalan cenderung lebih sering muncul dalam kalimat interogatif pada akhir kalimat.
PEMBELAJARAN DAN PELATIHAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN BERBASIS BUDAYA LOKAL DI DESA SINDULANG KECAMATAN CIMANGGUNG KABUPATEN SUMEDANG Sofyan, Agus Nero; Permadi, R Yudi; Pakpahan, Ferry P
Midang Vol 2, No 2 (2024): Midang: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Juni 2024
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v2i2.54249

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini berjudul, “Pembelajaran dan Pelatihan Pengelolaan Lingkungan Berbasis Budaya Lokal di Desa Sindulang Kecamatan Cimanggung Kabupaten Sumedang”. Kegiatan pengabdian ini dilakukan oleh tim yang terdiri atas ketua, anggota, dan tenaga lapangan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat lebih utamanya para remaja atau generasi muda  tentang pentingnya pengetahuan dan pengelolaan lingkungan berbasis budaya lokal di Kabupaten Sumedang, lebih khusus di Kecamatan Cimanggung Desa Sindulang. Selain itu, pengabdian ini pun bertujuan agar masyarakat generasi muda mengetahui, mencintai, dan berpartisipasi dalam pengelolaan lingkungan berbasis budaya lokal yang berada di Desa Sindulang Kabupaten Sumedang khususnya. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah metode penyuluhan  pengelolaan lingkungan berbasis budaya lokal. Pemilihan tempat pengabdian di lokasi tersebut didasrkan pada Program Unpad Bermanfaat, yaitu bahwa kehadiran Unpad harus memberikan kontribusi bagi lingkungan terdekat. Penyuluhan pengabdian dapat berupa pembelajaran dan pelatihan terkait dengan teras hijau (apotek hidup), pengelolaan sampah,   penambahan jumlah MCK dan sefiteng, serta kebersihan-keindahan lingkungnan.
KRISIS KETELADANAN DALAM PERIBAHASA SUNDA “CAI TI HILIR MAH KUMAHA TI GIRANGNA” Permadi, R. Yudi; Sofyan, Agus Nero
KABUYUTAN Vol 3 No 3 (2024): Kabuyutan, Nopember 2024
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/kabuyutan.v3i3.288

Abstract

Tulisan yang bertopik krisis keteladanan dalam peribahasa Sunda “ Cai ti hilir mah kumaha ti girangna” ini merupakan gambaran sifat manusia yang mengalami krisis keteladanan. Krisis keteladanan yang terjadi diakibatkan oleh tidak adanya suri teladan dari para pemimpin atau penguasa yang seharusnya menjadi anutan. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode kualitatif deskriptif. Peribahasa merupakan objek penelitian yang mengandung nilai-nilai kehidupan dan dapat dijadikan sebagai norma bagi masyarakat untuk dilaksanakan. Nuilai-nilai yang terkandung di dalam peribahasa selanjutnya akan dideskripsikan sehingga makna peribahasa tersebut menjadi terang benderang. Adapun makna yang terungkap dalam peribahasa “Cai ti hilir mah kumaha ti girangna” yaitu krisis keteladanan yang terjadi pada seorang pemimpin/penguasa akan berdampak serupa pada rakyat atau masyarakatnya.. Berdasarkan analisis yang dilakukan diperoleh hasil bahwa keteladanan merupakan cara yang ideal bagi seorang pemimpin/penguasa untuk dicontoh oleh rakyatnya.
REPRODUKSI KOSAKATA BAHASA ARAB KE DALAM BAHASA INDONESIA Permadi, Yudi; Laila, Anggun; Hazbini
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Juni 2025
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v7i2.317

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kata serapan bahasa Arab dalam bahasa Indonesia melalui pendekatan leksikografi atau kamus. Penelitian ini menggunakan Metode Agih dan Teknik Pilah Unsur Penentu. Jadi, berdasarkan hasil analisis terjadi perubahan ejaan kata serapan bahasa Indonesia, perubahan ejaan itu meliputi beberapa proses, seperti disimilasi, metatesis, anaptiksis protesis dan zeroisasi aferesis. Selain perubahan ejaan terjadi juga perubahan makna yang diserap dari bahasa arab tersebut, yaitu: makna tetap, makna menyempit, dan makna meluas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata serapan bahasa Arab dalam bahasa Indonesia dapat dikelompokkan menjadi empat jenis, yaitu kata serapan yang lafal dan maknanya masih sesuai dengan aslinya, kata serapan yang lafalnya berubah namun maknanya tetap, kata serapan yang lafalnya sama namun maknanya berubah, serta kata serapan yang lafal dan maknanya berubah dari aslinya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pemahaman tentang kata serapan bahasa Arab dalam bahasa Indonesia dan kebutuhan masyarakat terhadap bahasa atau istilah asing.
Conflict As A Trigger For The Development Of Self-Actualization In The Character Bambang In The Novel Sendiri By Tere Liye: A Humanistic Psychoanalytic Study Permadi, Yudi; Laila, Anggun; Hazbini, Hazbini
International Journal of Research in Community Services Vol. 6 No. 3 (2025): International Journal of Research in Community Service (IJRCS)
Publisher : Research Collaboration Community (Rescollacom)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46336/ijrcs.v6i3.990

Abstract

This study aims to analyze conflict as a trigger for the development of self-actualization in Bambang's character in the novel Sendiri by Tere Liye using Abraham Maslow's humanistic theory which states that human needs are stratified. The research was conducted with qualitative descriptive method through data analysis that connects Maslow's five needs: physiological, security, love and existence, appreciation, and self-actualization. The results showed that Bambang's character successfully developed the fulfillment of basic needs through conflicts that occurred in the plot and achieved self-actualization in Maslow's hierarchy of needs.
FUNGSI UNGKAPAN SUNDA PADA MASA GEN-Z Permadi, Yudi; Hazbini, Hazbini; Laila, Anggun
KABUYUTAN Vol 4 No 2 (2025): Kabuyutan, Juli 2025
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/kabuyutan.v4i2.347

Abstract

Ungkapan merupakan salah satu bentuk kekayaan budaya lisan masyarakat Sunda yang sarat makna dan nilai. Dalam kehidupan sehari-hari, ungkapan Sunda digunakan tidak hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter, peneguhan norma sosial, dan pelestarian identitas budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis fungsi-fungsi ungkapan Sunda dalam kehidupan masyarakat, khususnya di lingkungan keluarga dan sosial. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ungkapan Sunda memiliki peran penting dalam menyampaikan nilai-nilai moral, etika, dan kebijaksanaan lokal yang terus relevan hingga saat ini, khususnya juga bagai generasi muda/Gen-Z
VOKATIF PENGHORMATAN BAHASA SUNDA DALAM PERSPEKTIF SINTAKSIS: VOKATIF PENGHORMATAN BAHASA SUNDA DALAM PERSPEKTIF SINTAKSIS Wahya, Wahya; Permadi, R. Yudi; Ampera, Taufik
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Februari, 2023
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v5i1.44

Abstract

Vokatif penghormatan dalam bahasa Sunda merupakan salah satu vokatif yang secara sintaktis dapat diamati perilakuknya. Penelitian ini yang berjudul “Vokatif Penghormatan dalam Bahasa Sunda: Kajian Sintaksis” mengamati vokatif penghormatan yang terdapat dalam jenis kalimat berdasarkan bentuk sintakasis. Di samping itu, mengamati distribusi vokatif dalam kalimat serta satuan lingual yang mendampingi vokatif penghormatan tersebut dalam kalimat deklaratif, baik yang di sebelah kanan maupun yang di sebelah kirinya. Penenelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif. Pengumpulan data menggunakan metode simak dengan tekni catat; penganalisisan data menggunakan metode distribusional dengan pendekatan sintaksis. Sumber data yang digunakan adalah tujuh buah buku fiksi berbahasa Sunda. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa vokatif penghormatan terdapat dalam kalimat deklaratif, kalimat imperatif, kalimat interogatif, dan kalimat eksklamatif dan dominan terdapat dalam kalimat deklaratif dan eksklamatif. Vokatif penghormatan dapat berdistribusi pada awal, tengah, dan akhir kalimat dan dominan terdapat pada akhir kalimat eksklamatif. Satuan lingual yang mendampingi vokatif penghormatan dalam kalimat deklaratif, ada yang di sebelah kanan kalimat deklaratif; ada yang di selah kiri kalimat deklaratif. Pendamping di sebelah kanan umumnya berkonstruksi bukan klausa, sedangkan pendamping di sebelah kiri semuanya berkonstruksi klausa.
SISI SOSIOLINGUISTIK PENGGUNAAN VOKATIF PENGGALAN BAHASA SUNDA DALAM NOVEL KABANDANG KU KUDA LUMPING: SISI SOSIOLINGUISTIK PENGGUNAAN VOKATIF PENGGALAN BAHASA SUNDA DALAM NOVEL KABANDANG KU KUDA LUMPING Wahya, Wahya; Permadi, R. Yudi; Ampera, Taufik
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 4 No 3 (2022): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Oktober, 2022
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v4i3.71

Abstract

Vokatif merupakan unsur universal bahasa yang digunakan penutur untuk memanggil pertutur. Secara bentuk, vokatif ada dua, yaitu bentuk utuh dan bentuk penggalan. Tulisan ini membahas vokatif bentuk penggalan. Metode penelitian bersifat deskriptif kualitatif. Pengumpulan data menggunakan metode simak dengan teknik catat. Metode analisis data menggunakan metode distribusional dan padann. Sumber data penelitian berupa novel berbahasa Sunda berjudul Kabandang ku Kuda Lumping (2018) karya Ahmad Bakri. Berdasarkan sumber data yang digunakan diperoleh 34 data yang memuat vokatif dalam bentuk penggalan, yaitu 31 data memuat vokatif nama diri dan 3 data memuat vokatif kekerabatan. Dari 31 data vokatif nama ditemukan 6 vokatif nama diri yang berbeda, yaitu Mod, Asan, Jang, Léh, Téng, dan Yib yang masing-masing merupakan penggalan dari Emod, Marhasan, Ujang, Aléh, Oténg, dan Oyib. sedangkan vokatif kekerabatan yang berbeda ada 2, yaitu Ki dan Mang, yang masing-masing merupakan penggalan dari Aki ‘Kakek’ dan Emang ‘Paman’. Hubungan sosial yang terdapat di antara penutur dan petutur adalah 26 merupakan hubungan sosial pertemanan, 2 hubungan sosial ketetanggaan, 5 hubungan sosial kenalan baru, dan 1 hubungan sosial suami-istri. Adapun dari sisi pemakaian tingkat tutur, 33 data menunjukkan tingkat tutur kode akrab dan 1 data menunjukkan tingkat tutrur kode hormat. Tingkat tutur kode hormat hanya ditemukan satu data, yakni antara Ujang Udin dengan Aki Uda, yang memiliki hubungan sosial ketetanggan. Dengan demikian, dari hasil analisis di atas, vokatif bentuk penggalan didominasi vokatif nama diri, hubungan sosial antara penutur dan petutur merupakan hubungan pertemanan, dan tingkat tutur didominasi kode akrab.