Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Maritim

ANALISIS PELAKSANAAN KEGIATAN PENGAWASAN KEDATANGAN KAPAL DI PELABUHAN DOMESTIK OLEH KANTOR KESEHATAN PELABUHAN KELAS II TANJUNG BALAI KARIMUN Nisha Desfi Arianti; Zakwan Hilmy; Baridah faudiyah
JURNAL MARITIM Vol 2 No 2 (2021): FEBRUARI 2021
Publisher : Prodi Manejemen Kepelabuhan dan Pelayaran, Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Karimun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51742/ojsm.v2i2.314

Abstract

Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Tanjung Balai Karimun merupakan instansi di bawah Direktorat Jendral Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit ( P2P) untuk melakukan pengawasan pelaksanaan kedatangan kapal penumpang dari dalam negeri dan luar negeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses kegiatan pengawasan kedatangan kapal dalam negeri dan untuk mengetahui faktor apa saja yang menjadi penghambat dalam pengawasan kedatangan kapal penumpang yang dilakukan oleh KKP kelas II Tanjung Balai Karimun. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan pada tanggal 27 Juli - 27 Agustus 2020 di pelabuhan domestik Tanjung Balai Karimun. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan petugas KKP Tanjung Balai Karimun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengawasan kedatangan kapal yang mengacu pada SOP Pengawasan Lalu Lintas Kapal Tahun 2005, KEPMENKES RI HK.01.07/ MENKES/247/2020 Tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 dan Undang–Undang No. 6 Tahun 2018 Tentang Kekarantinaan Kesehatan sudah diterapkan di pelabuhan Domestik Tanjung Balai Karimun dan faktor yang menjadi penghambat dalam kegiatan pengawasan kedatangan kapal penumpang adalah kurangnya SDM, rendahnya profesionalisme petugas KKP dalam pelaksanaan tugasnya, belum optimalnya koordinasi di pelabuhan dan kurangnya pemahaman penumpang.
ANALISA TEGANGAN DAN DEFORMASI TERHADAP PENGARUH VARIASI SUDUT KEMIRINGAN V BEVEL PADA PROSES PENGELASAN STAINLESS STEEL BUTT JOINT MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Zakwan Hilmy; Muhammad Zaki Prawira; Alyuan Dasira; Andrew Pradana Putra
JURNAL MARITIM Vol 4 No 1 (2022): Agustus 2022
Publisher : Prodi Manejemen Kepelabuhan dan Pelayaran, Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Karimun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51742/ojsm.v4i1.658

Abstract

Baja merupakan material yang sering digunakan dalam proses fabrikasi kapal. Dalam proses pembangunannya, material baja akan ditreatmen sedemikian rupa agar tersambung dengan struktur lain. Proses penyambungan ini disebut pengelasan dimana terdapat perlakuan panas pada base metal (baja) menggunakan/tidak menggunakan filler (logam pengisi). Hal tersebut tentunya akan membuat hasil pengelasan memiliki resiko terjadinya tegangan dan deformasi. Salah satu treatment yang dilakukan sebelum pengelasan adalah proses pembuatan bevel. Bevel dibuat sebagai jalur las untuk selanjutnya diisi oleh logam pengisi. Pada penelitian ini dilakukan analisa menggunakan metode elemen hingga pada hasil pengelasan dengan variasi bevel untuk melihat deformasi dan tegangan pada hasil sambungan. Adapun variasi yang digunakan adalah 5, 15, 30, 45, 60 (dalam derajat per single bevel). Hasil dari simulasi menunjukan bahwa besar dari sudut kemiringan bevel mempengaruhi fenomena-fenomena pengelasan seperti normal stress,deformasi, equivalen stress, distribusi suhu, dan directional heat flux.dimana niilai tegangan (normal stress dan equivalen) yang dihasilkan pengelasan dengan sudut kemiringan bevel 5 derajat. Sedangkan dengan menggunakan sudut kemiringan 60 derajat tegangan yang dihasilkan adalah yang terkecil. Selain itu semakin luas area bevel yang digunakan pada proses pengelasan maka distribusi panas terkecil yang diterima oleh base metal maka semakin kecil. Dan semakin menjauhi WCL maka distrubusi panas akan semakin turun.. Pada directional heat flux yang emrupakan jumlah energi yang dihasilkan dari masukan panas pengelasan tertinggi dihasilkan oleh pengelasan dengan sudut kemiringan bevel 30 derajat.