Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemanfaatan Limbah Sampah Plastik Menjadi Ecobrick Ulfah, R. A. Athifah Radhiyyah; Rusman, Rezki; Afdal, Rizki Amaliah; Siskariani, Siskariani; Rajab, Sri Putri; Sukandi, Sukandi; Suleha, Suleha; Triana, Triana; Nengsi, Wahyu; Aulia, Zahwa; Arifin, Jamaluddin
Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2025): Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/sipakaraya.v3i2.4316

Abstract

Sampah plastik merupakan salah satu permasalahan yang tidak kunjung terselesaikan di berbagai negara karena sifatnya yang sulit untuk diurai oleh tanah. Upaya untuk mengatasi permasalahan sampah plastik salah satunya yaitu pemanfaatan limbah sampah plastic menjadi ecobrick. Tujuan yang diharapkan dari kegiatan ini adalah agar siswa mampu memahami dampak negatif dari sampah plastik tersebut, agar mampu mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, dan cara mengolah limbah plastik dengan program ecobrick di Lingkungan SD Inpres Lambengi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu ceramah, tanya jawab, demonstrasi, dan praktik langsung dalam membuat ecobrick. Ecobrik merupakan metode daur ulang sampah plastik yang inovatif karena menggunakan sistem pengumpulan dan pemadatan sampah plastik kedalam botol plastik yang padat dan kokoh. Melalui kegiatan ini siswa tidak hanya belajar tentang pentingnya mengurangi sampah plastik sekali pakai tetapi siswa juga belajar kreativitas dalam memanfaatkan sampah plastik yang sebelumnya dianggap sebagai limbah. Pemanfaatan ecobrik dalam pembelajaran memiliki beberapa manfaat yang signifikan salah satunya mengajarkan siswa tentang tanggung jawab terhadap lingkungan, sebagai media pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembuatan ecobrik, dan siswa dapat merasakan manfaat langsung dari upaya mereka dalam mengurangi sampah plastik. Sehingga dengan adanya inisiatif ini generasi mendatang akan lebih sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan berkontribusi pada solusi masalah sampah plastik secara global.
Asas Iudex Non Ultra Petita dalam Kasus Wanprestasi dan Implikasinya pada Hak, Kewajiban, dan Etika Beracara Eka Nurhikmah; Tobing, Daniel Christian P.L.; Aulia, Zahwa; Sadina, Amanda Sela; Richella, Audrianna; Selvina, Rina; Gracia, Jesslyn Huga; Djaja, Nelvina; Jessyln, Michell; Ginting, Yuni Priskila
Jurnal Fakta Hukum Vol 4 No 1 (2025): September
Publisher : LPPM UNIVERSITAS Pertiba Pangkalpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58819/jfh.v4i1.187

Abstract

Dalam perkembangan praktik peradilan perdata masih ditemukan adanya tindak pelanggaran terhadap asas Iudex Non Ultra Petita Partium, khususnya dalam perkara wanprestasi, yang menimbulkan perdebatan mengenai batas kewenangan hakim dalam memutus perkara. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman hukum terhadap asas tersebut melalui analisis terhadap Putusan Pengadilan Negeri Semarang Nomor 268/Pdt.G/2024/PN Smg. Penelitian menggunakan metode pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus dengan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asas Iudex Non Ultra Petita Partium menegaskan batas kewenangan hakim secara normatif dan etis, serta berfungsi sebagai mekanisme pengendali terhadap potensi pelampauan kewenangan dalam putusan perdata. Selain itu, asas ini juga menjamin keseimbangan hak dan kewajiban antara penggugat dan tergugat, serta menuntut profesionalitas kuasa hukum dalam menjaga etika beracara. Dengan demikian, penerapan asas ini secara konsisten dan berintegritas menjadi dasar bagi terwujudnya peradilan yang adil, profesional, dan bermartabat.
RESPON SISWA TERHADAP LKPD GEOMETRI BERBASIS PMRI TERINTEGRASI CODING DAN ETNOMATEMATIKA Suciwati, Himma Rosa; Latifa Susiani, Ismara; Aulia, Zahwa; Jesi Alexander Alim; Cici Oktaviani
Relevan : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5 No 5 (2025): Relevan : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Yayasan Amanah Nur Aman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58432/relevan.v5i5.1660

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan respon siswa terhadap penggunaan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Geometri berbasis Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) yang dipadukan dengan unsur koding dan etnomatematika. LKPD dikembangkan untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual, menarik, dan dekat dengan pengalaman budaya siswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 10 siswa kelas III sekolah dasar sebagai subjek penelitian. Data diperoleh melalui angket respon yang menilai aspek format, relevansi, percaya diri, dan ketertarikan siswa selama pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa memberikan respon yang sangat positif terhadap LKPD, dengan persentase penilaian yang sebagian besar berada pada kategori “sangat menarik”. Siswa menilai tampilan LKPD jelas dan menarik, kegiatan pembelajaran relevan dengan kehidupan mereka, serta instruksi mudah dipahami. Integrasi konteks budaya Melayu dan aktivitas koding juga membuat pembelajaran lebih menyenangkan dan meningkatkan rasa percaya diri siswa. Secara keseluruhan, LKPD ini dinilai efektif dalam menciptakan pengalaman belajar geometri yang lebih bermakna, menarik, dan mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar. ABSTRAK This study aims to describe students’ responses to the use of a Geometry Student Worksheet (LKPD) designed based on the Indonesian Realistic Mathematics Education (PMRI) approach and integrated with coding and ethnomathematics elements. The worksheet was developed to provide learning experiences that are contextual, engaging, and closely connected to students’ cultural backgrounds. This quantitative descriptive research involved 10 third-grade elementary students as participants. Data were collected through a response questionnaire that assessed aspects of format, relevance, interest, and students’ reactions during learning activities. The results indicate that students showed highly positive responses, with most ratings falling into the “very interesting” category. Students perceived the LKPD as visually appealing, easy to understand, and relevant to their daily experiences. The integration of Malay cultural elements and basic coding activities also contributed to a more enjoyable learning atmosphere and enhanced students’ confidence. Overall, the worksheet proved effective in supporting meaningful, engaging, and accessible geometry learning for elementary students.