Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SOSIALISASI PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK PENYANDANG DISABILITAS SEBAGAI KORBAN BULLYING DI SKH ISLAM TERPADU YARFIN Dani Firlanddani; Ardiansah; Evi Rahmatin; Harfinsha Aftha Assiddiqie; Intansari; Muhammad Alfatsany Wildan; Muhammad Raihan; Pebri Anwar; Rahmadi; Tati Karhati; Erma Hari Alijana
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 03 Juni (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak penyandang disabilitas sering kali menjadi kelompok rentan dalam masyarakat, terutama dalam konteks perundungan (bullying). Perlindungan hukum terhadap mereka menjadi aspek krusial dalam upaya menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih dalam kepada siswa, guru, serta orang tua di Sekolah Khusus Islam Terpadu (SKH IT) YARFIN mengenai hak-hak anak penyandang disabilitas dan perlindungan hukum yang dapat mereka peroleh ketika menjadi korban bullying. Melalui sosialisasi ini, peserta akan dibekali dengan pengetahuan mengenai ketentuan hukum yang berlaku, seperti Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, serta mekanisme pengaduan dan perlindungan yang dapat ditempuh jika terjadi kasus perundungan. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan terbentuk kesadaran kolektif dalam mencegah dan menanggulangi perundungan terhadap anak penyandang disabilitas di lingkungan sekolah.
Kesadaran Hukum Dalam Menggunakan Media Sosial Dikalangan Remaja Dwi Kusumo Wardhani; Erma Hari Alijana; Neneng Nurastriani; Praja Putra Galuh Chiliandra
Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2025): Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/abdilaksana.v6i1.46993

Abstract

Penggunaan media sosial di kalangan remaja semakin meluas dan menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari. Namun, seiring dengan perkembangan teknologi informasi, muncul berbagai permasalahan terkait penyalahgunaan media sosial yang dapat menimbulkan dampak negatif, terutama dalam konteks hukum. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kesadaran hukum di kalangan remaja mengenai penggunaan media sosial yang bijak dan bertanggung jawab. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai hak dan kewajiban remaja dalam menggunakan media sosial, serta potensi pelanggaran hukum yang dapat terjadi, seperti pencemaran nama baik, ujaran kebencian, hingga tindak pidana siber. Melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan di SMKN 27 Jakarta, diharapkan para remaja dapat memahami pentingnya etika digital dan kesadaran hukum dalam menjaga keamanan diri serta mencegah tindakan yang melanggar hukum di dunia maya. Hasil yang diharapkan dari pengabdian ini adalah meningkatnya pemahaman remaja terhadap konsekuensi hukum dari penggunaan media sosial dan tumbuhnya sikap bertanggung jawab dalam berinteraksi secara online.
Marriage from the Perspective of Child Protection Law and Human Rights Erma Hari Alijana
Annujum: Journal of Humaniora and Law Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Konsultan Jurnal Ilmiah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63738/annujum.v2i1.25

Abstract

This study analyzes the effectiveness of legal protection for children against early marriage in Indonesia, examining the issue through the lenses of human rights and family law. Despite the 2019 amendment to the Marriage Law raising the minimum age to 19, child marriage remains prevalent due to significant regulatory disharmony and judicial loopholes. Employing a normative-juridical method supported by empirical socio-legal data, this research investigates the conflict between the Child Protection Law and other statutes regarding the age of majority. The findings demonstrate that the "marriage dispensation" mechanism, intended for emergencies, is systematically exploited to legitimize underage unions, often driven by unintended pregnancies and parental pressure. Consequently, the state inadvertently facilitates violations of children's rights to development and safety. The study concludes that legal reform alone is inadequate; eradicating child marriage requires a synchronized strategy involving stricter judicial audits on dispensation requests, harmonization of conflicting laws, and comprehensive community engagement to dismantle patriarchal norms. This research underscores the urgency of shifting from a purely regulatory approach to a holistic, victim-centered protection framework that prioritizes the child's best interests.