Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Potensi Wisata: Penyuluhan Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal dan Hukum Widodo, Yuda; Muntako, Muntako; Hendrawan, Hendrawan; Rahmiati, Rahmiati; Satiadharmanto, Deddi Fasmadhy
Abdimas Mandalika Vol 4, No 3 (2025): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v4i3.30200

Abstract

Abstract:  This community service aims to develop tourism potential based on local wisdom that can enhance the economy of the community through counseling in Kadipaten Village, Wonosobo Regency. The method used is the Asset Based Approach (ABA), which emphasizes the utilization of existing local assets, such as traditions, culture, and natural resources, to create sustainable solutions in the tourism sector. The parties involved in this community service include local communities, the Kadipaten Village government, the Wonosobo Regency government, and the private sector, which form a partnership to plan and implement activities. The community is involved in every stage of development, starting from the identification of local assets, planning, to the implementation of local wisdom-based tourism activities. The results of community service show that by involving the community in tourism management, as well as providing education about the importance of protecting and preserving local culture, the local economy has improved through an increase in tourist visits and the empowerment of local economic potential.Abstrak: Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan potensi wisata berbasis kearifan lokal yang dapat meningkatkan ekonomi masyarakat melalui penyuluhan di Desa Kadipaten, Kabupaten Wonosobo. Metode yang digunakan adalah Asset Based Approach (ABA), yang menitikberatkan pada pemanfaatan aset lokal yang ada, seperti tradisi, budaya, dan sumber daya alam, untuk menciptakan solusi berkelanjutan dalam sektor pariwisata. Pihak-pihak yang terlibat dalam pengabdian masyarakat ini meliputi masyarakat lokal, pemerintah Desa Kadipaten, pemerintah Kabupaten Wonosobo, dan sektor swasta yang membentuk kemitraan dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan. Masyarakat dilibatkan dalam setiap tahap pengembangan, mulai dari identifikasi aset lokal, perencanaan, hingga pelaksanaan kegiatan wisata berbasis kearifan lokal. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa dengan melibatkan komunitas dalam pengelolaan wisata, serta memberikan penyuluhan tentang pentingnya perlindungan dan pelestarian budaya lokal, ekonomi masyarakat meningkat melalui peningkatan kunjungan wisatawan dan pemberdayaan potensi ekonomi lokal.
Peningkatan Kapasitas Hukum dalam Pengelolaan Bumdes untuk Mewujudkan Kadipaten Menjadi Desa Mandiri di Kabupaten Wonosobo Muhiran, Muhiran; Muntako, Muntako; Hendrawan, Hendrawan; Widodo, Yuda; Rahmiati, Rahmiati; Latukau, Fikry; Nadila, Gesti; Satiadharmanto, Deddi Fasmadhy
Khidmatuna: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Lembaga Penerbitan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/khidmatuna.v5i2.3482

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas hukum dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Kadipaten, Kabupaten Wonosobo, guna mendorong terwujudnya desa mandiri yang kuat secara kelembagaan dan berkelanjutan secara ekonomi. Permasalahan yang dihadapi desa meliputi rendahnya pemahaman pengelola BUMDes terkait aspek legalitas hak atas tanah, mekanisme pengelolaan aset, serta transparansi dan akuntabilitas keuangan. Melalui pendekatan Service Learning, mahasiswa Universitas Tangerang Raya bersama mitra lokal menyelenggarakan pelatihan hukum yang komprehensif untuk pengelola BUMDes dan perangkat desa. Materi pelatihan meliputi prosedur perizinan usaha, pengelolaan aset desa secara hukum, serta penyusunan peraturan internal guna memperkuat tata kelola keuangan yang transparan. Selain itu, mahasiswa turut menggagas inovasi berbasis potensi lokal, seperti pengembangan homestay berbasis komunitas dan pengolahan hasil pertanian bernilai tambah. Pelibatan aktif pemerintah desa, pengelola BUMDes, dan warga dalam setiap tahapan kegiatan memperkuat semangat kolaboratif dan rasa kepemilikan terhadap perubahan yang diinisiasi. Evaluasi terhadap pelaksanaan program menunjukkan adanya peningkatan pemahaman hukum, terbentuknya kerjasama lintas elemen desa yang lebih solid, serta meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola BUMDes. Program ini memberikan kontribusi nyata dalam membangun dasar hukum yang kuat bagi pengelolaan BUMDes yang akuntabel, sekaligus menjadi praktik baik yang dapat direplikasi di desa lain dengan kondisi serupa. Kegiatan ini membuktikan bahwa penguatan kapasitas hukum merupakan strategi penting dalam mewujudkan kemandirian desa yang inklusif dan berkelanjutan.