Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Partisipasi Guru Musik Berbasis Potensi Siswa Pendidikan Musik: Kajian Studi di Sekolah Musik Seruyanti, Natali; Sihombing, Maria Octa; Hanriani , Sinta; Aditia, Yosafat; Wahyunisa, Wahyunisa
Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar
Publisher : EDUPEDIA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jpsd.v2i1.347

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pelaku sekaligus pengguna pembelajaran yakni guru musik bagi anak musik. Penggunaan tersebut penulis temukan melalui piano klasik, keyboard, olah vokal, dan rekaman. Bagaimana mengiringi musik, pengulangan materi di minggu berikutnya termaktub dalam bagaimana anggapan/persepsi guru musik atas profesinya sebagai guru di sekolah informal. Tujuan penelitian ini untuk menelusuri cerita guru musik sebagai bentuk berdaya guru atas perubahan mood, tingkah laku serta perkembangan murid musik. Penelitian ini adalah penelitian berjenis kualitatif dengan pencarian data berbagai pengalaman guru-guru musik di sekolah informal melalui wawancara mendalam. Wawancara mendalam atas strategi pembelajaran, cara menangani murid musik ketika tidak menyukai pembelajaran musik (piano, keyboard, vokal). Audio transkrip wawancara kemudian dipadatkan pada padatan faktual melalui transkrip verbatim. Padatan faktual diolah menjadi tema-tema yang dekat dengan narasi subjek penelitian. Penulis menemukan narasi bahwa ketakutan tidak hanya berada atau inheren dalam diri murid musik (takut salah, takut konsekuensi), tetapi juga pada guru musik itu sendiri (takut tertolak oleh anak atau/dan orang tua, takut kehilangan pekerjaan dan takut kehilangan murid musik). Selain itu, penulis menemukan sebagai hasil dari penelitian ini bahwa strategi pembelajaran, tantangan-hambatan dan peluang guru musik terletak sejauh mana ia mempersiapkan diri untuk belajar melalui perkembangan mental murid musik.
Model Pemberdayaan Ekonomi Desa melalui Produk Abon Jantung Pisang: Sinergi KKN dan Masyarakat Bonehau Rhena J; Rusli, Rusli; Wahyunisa, Wahyunisa; Irfan, Irfan; Jeffriansyah DSA; Mariam, Mariam; Mu’fidatul Nurul Hajjad
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.519

Abstract

Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Mamuju di Desa Bonehau, Kecamatan Bonehau, Kabupaten Mamuju, bertujuan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan potensi lokal yang selama ini kurang dimanfaatkan. Kegiatan ini berfokus pada pengolahan jantung pisang menjadi produk abon yang memiliki nilai jual, melibatkan kelompok PKK dan pemuda desa sebagai pelaku utama. Metode yang digunakan mencakup sosialisasi, pelatihan teknis, pendampingan pemasaran, dan pendokumentasian proses produksi untuk memudahkan replikasi. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan keterampilan dalam pengolahan pangan, terbentuknya jejaring pemasaran melalui media sosial, serta meningkatnya kesadaran masyarakat akan peluang ekonomi yang berasal dari sumber daya lokal. Pendekatan ini menciptakan model pemberdayaan ekonomi desa yang menekankan kolaborasi antara kampus dan masyarakat, serta mendukung kemandirian ekonomi rumah tangga. Temuan ini mencerminkan kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mewujudkan Kampus Berdampak dan dapat menjadi acuan untuk pengembangan produk unggulan di desa lain di wilayah Mamuju dan sekitarnya.
Pengolahan Jantung Pisang Menjadi Abon Sebagai Upaya Meningkatkan Perekonomian di Desa Bebanga Kabupaten Mamuju Nurhawa, Sri; Tussadia, Halimah; Rahma, Dewi; Wahyunisa, Wahyunisa; Reski, Reski
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.21610

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk memanfaatkan jantung pisang menjadi produk abon di Desa Bebanga, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui cara pengolahan jantung pisang dan mengajarkannya kepada kelompok tani sebagai alternatif peningkatan perekonomian daerah. Jantung pisang yang umumnya hanya diolah menjadi sayur atau bahkan terbuang, memiliki potensi nilai ekonomi lebih tinggi jika diolah menjadi produk abon. Pengabdian dilaksanakan pada tanggal 8 Juni – 3 Agustus 2024 dengan melibatkan kelompok tani Simbar Allo yang beranggotakan 15 orang. Metode pengumpulan data menggunakan pendekatan kualitatif melalui kuesioner dan wawancara langsung. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam beberapa tahap meliputi observasi, sosialisasi, pelatihan pengolahan abon jantung pisang, pelatihan pengemasan, dan pelatihan pemasaran. Analisis data menggunakan teknik SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dari program ini. Hasil pengabdian menunjukkan respon positif dari masyarakat. Pada pelatihan pengolahan abon, 47% peserta telah mengetahui cara pengolahan, 33% masih dalam tahap belajar, dan 20% belum mengetahui karena kendala waktu dan kesibukan. Untuk pelatihan pengemasan, 53% peserta memahami teknik pengemasan, 20% masih belajar, dan 27% belum mengetahui. Sementara pada pelatihan pemasaran, 34% peserta menguasai teknik pemasaran online, 13% masih belajar, dan 53% belum mengetahui karena kendala fasilitas seperti handphone dan kuota internet. Analisis SWOT mengidentifikasi kekuatan utama program ini adalah ketersediaan bahan baku yang melimpah dan pasar yang masih terbuka luas. Kelemahannya terletak pada kurang familiaritas masyarakat dengan produk abon jantung pisang. Peluang yang dapat dimanfaatkan adalah meningkatnya kesadaran konsumen akan makanan sehat dan dukungan pemerintah untuk produk lokal. Ancaman utama adalah keengganan masyarakat untuk mencoba produk baru dan kemandirian pada hasil pertanian lokal yang dapat mempengaruhi perubahan iklim. Strategi pengembangan yang direkomendasikan meliputi intensifikasi edukasi kepada masyarakat, inovasi produk, pemasaran berbasis nilai tambah kesehatan, dan pembangunan sistem pasokan bahan baku yang lebih terdiversifikasi.