RAHMAT KURNIAWAN
Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Majene

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

IMPLEMENTASI MANAJEMEN MUTU DALAM PENDIDIKAN ISLAM RAHMAT KURNIAWAN; ANDIKA ASMARA; ALMA MUTIA; NUR INSANI; RATNA 1; KAMUS 1
Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan Vol 15 No 2 (2024): Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan, Desember 202
Publisher : STIT DARUL ULUM KOTABARU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62815/darululum.v15i2.157

Abstract

This article aims to explain how the implementation of quality management in Islamic education in Indonesia. The method used is a qualitative research method (library research) using literature (literature), both in the form of books, e-books, journals, and reports on previous research findings. The research findings show that issues related to quality are still a major concern in educational institutions, especially in Islamic education. The results illustrate that attention to these aspects can make a positive contribution to the progress of Islamic education in Indonesia. As for the conclusion of this article, to improve the quality of education, it is necessary to pay attention to four factors, namely input quality, process quality, output, and outcame.
The Effectiveness of Omar and Hana's Video Based Learning in Fostering Students' Religious Character Rahmat Kurniawan; Zuhdiah; Rina Marliana
Passikola: Jurnal Pendidikan Dasar & Madrasah Ibtidaiyah Vol. 2 No. 2 (2025): November, Passikola: Jurnal Pendidikan Dasar & Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Jurusan Tarbiyah dan Keguruan, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/passikola.v2i2.1907

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of Video Based Learning of Omar and Hana's animated films in fostering students' religious characters. This research is a quantitative research with a pre-experimental approach  using a one group pretest-posttest design. The research population is grade IV students of SD Negeri 20 Rangas with a total of 37 students. The sampling technique used purposive sampling with a sample of 21 students. The data collection method was carried out through questionnaires. The data analysis technique used descriptive and inferential statistics with normality tests, and t-tests using paired sample t-test. Based on the results of the study, it was found that the religious character of students before the application of the Video Based Learning method  was in the category of sufficient with an average pre-test score  of 55.00. The religious character of students after the application of the Video Based Learning method  increased to a good category with an average post-test score  of 69.76. (3) There is a significant growth between Video Based Learning and the growth of students' religious character, as evidenced by the results of the t-test showing a significance value of 0.000 (<0.05), so that H1 is accepted and H0 is rejected. Thus, this method has proven to be effective in fostering the religious character of students.
ANALISIS STRATEGI GURU DALAM MEMBENTUK KEDISIPLINAN PESERTA DIDIK DI SMKN 5 MAJENE Rahmat Kurniawan; siti khumairah fikrillah
El-Fakhru Vol. 3 No. 1 (2023): El-Fakhru
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/elfakhru.v3i1.869

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1) mendeskripsikan strategi guru dalam membentuk kedisiplinan peserta didik SMKN 5 Majene, 2) mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat starategi guru dalam membentuk kedisiplinan SMKN 5 Majene. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif, teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dianalisis dengan cara mengumpulkan data, menganalisis data, kemudian menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru dalam membentuk kedisiplinan peserta didik adalah membimbing dan mengarahkan perilaku peserta didik ke arah positif, memperlihatkan perilaku disiplin yang baik pada peserta didik, mengawasi seluruh perilaku peserta didik , mengendalikan seluruh perilaku peserta didik , dan memberikan hukuman atau ganjaran yang sifatnya membangun. Adapun faktor penghambat guru yaitu terdiri faktor internal (kurangya kesadaran diri peserta didik) dan faktor eksternal (keluarga, sekolah, dan masyarakat). Sedangkan faktor pendukung guru yaitu perlunya kerjasama antar sesama guru dan personil disekolah dan kerja sama antara guru dengan orang tua peserta didik.
Pendampingan UPTD SMA Negeri 1 Tammerodo berbasis Asset-Based Community Development (ABCD) untuk memenuhi Instrumen Akreditasi Satuan Pendidikan (IASP) 2020 Muhammad Saddang; Muhammad Idris Hasanuddin; Kamus; Saadal Jannah; Yahya Komarudin; Umri; Rahmat Kurniawan; Nurul Hazirah Hamzah; Muhammad Gufran; Yuni Purnama Sari
PERDIKAN (Journal of Community Engagement) Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/pjce.v7i1.19209

Abstract

SMAN 1 Tammerodo was established in 2021 as a transition from PGRI Sendana Private High School. Before its establishment, many junior high school graduates and equivalents from Tammerodo District continued their education at SMAN 1 Sendana. This was because the majority of Tammerodo's population preferred state schools over private ones. The STAIN Majene Service Team implemented an innovative mentoring strategy for SMAN 1 Tammerodo to fulfil the 2020 Education Unit Accreditation Instrument (IASP) by applying the Asset-Based Community Development (ABCD) approach. The Service Team provided assistance through appreciative interview activities, asset potential mapping, linking and mobilizing assets, action plan preparation, and monitoring and evaluation. The results showed that SMAN 1 Tammerodo received a Not Accredited status because the score from the accreditation visitation did not reach 71 across the four components of the accreditation instrument. A school unit can achieve accreditation if it scores between 71 and 100. The assistance provided by the STAIN Majene Service Team to SMAN 1 Tammerodo in fulfilling the 2020 IASP through the ABCD approach has become the main foundation in building the strengths and potential within the school community. As a result, SMAN 1 Tammerodo is now ready, which can be seen from the school’s understanding of the 2020 IASP. Documents for the last 2 years will be prepared by December 2023, and documents for the last 1 year will be prepared by the completion of 2024.[UPTD SMAN 1 Tammerodo resmi menjadi sekolah negeri pada tahun 2021 sebagai peralihan dari SMA Swasta PGRI Sendana. Sebelum beralih status, lulusan Sekolah Menengah Pertama dan sederajat di Kecamatan Tammerodo lebih banyak melanjutkan pendidikan ke SMAN 1 Sendana. Hal ini disebabkan mayoritas masyarakat Tammerodo lebih memilih sekolah yang berstatus negeri dibanding swasta. Tim Pengabdi STAIN Majene melaksanakan strategi pendampingan yang inovatif bagi UPTD SMAN 1 Tammerodo untuk memenuhi Instrumen Akreditasi Satuan Pendidikan (IASP) 2020 dengan menerapkan pendekatan ABCD (Asset-Based Community Development). Pendampingan yang dilakukan oleh Tim Pengabdi STAIN Majene terhadap UPTD SMAN 1 Tammerodo menggunakan pendekatan ABCD sebagai kerangka konseptual. Tahapan pertama dimulai dengan wawancara apresiatif, yang bertujuan untuk menggali pengalaman positif serta kekuatan internal sekolah melalui narasi dari warga sekolah. Proses ini dilanjutkan dengan pemetaan aset guna mengidentifikasi potensi yang dimiliki sekolah, baik dalam bentuk sumber daya manusia, sarana prasarana, jejaring kemitraan, maupun modal sosial lainnya. Pada tahap berikutnya, dilakukan tautan dan mobilisasi aset untuk mengintegrasikan potensi-potensi tersebut ke dalam aksi kolektif yang mendukung pemenuhan standar mutu pendidikan. Berdasarkan hasil pemetaan, disusun rencana aksi dan prioritas kegiatan yang berorientasi pada pemenuhan empat komponen dalam instrumen akreditasi IASP 2020, yaitu mutu lulusan, proses pembelajaran, mutu guru, serta manajemen sekolah. Hasil awal menunjukkan bahwa UPTD SMAN 1 Tammerodo belum terakreditasi karena nilai visitasi tidak mencapai skor minimum 71. Oleh karena itu, dilakukan monitoring dan evaluasi secara berkala untuk menilai efektivitas implementasi rencana aksi dan mendorong perbaikan berkelanjutan. Pendekatan ABCD ini terbukti menjadi fondasi strategis dalam menggerakkan partisipasi komunitas sekolah serta memperkuat kapasitas internal. Hasilnya bahwa UPTD SMAN 1 Tammerodo telah memiliki kesiapan, hal ini terlihat dari pihak sekolah yang telah memahami IASP 2020. Dokumen 2 tahun terakhir disiapkan paling lambat sampai Desember 2023. Dokumen 1 tahun terakhir terbaru disiapkan paling lambat sampai penamatan 2024.]