Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Edukasi dan Optimalisasi Tanaman Obat Sebagai Antihipertensi dan Antidiare di Kelurahan Manarap Lama RT. 11, Banjarmasin (Education and Optimization of Medicinal Plants as Antihypertensive and Antidiarrheal Agents in Manarap Lama Subdistrict RT. 11, Banjarmasin) Armilawati, Karien Fitria; Kurniawati, Darini; Noval, Noval; Marsellino, Doni Irawan Prancisco; Winda, Nadia Oktavia; Nasiroh, Nasiroh; Jayanti, Tri Dewi
Indonesia Berdaya Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20251093

Abstract

ABSTRAKIndonesia memiliki keanekaragaman hayati yang sangat lengkap, contohnya seperti tanaman yang bisa digunakan untuk pengobatan herbal. Berdasarkan penggalian data, didapatkan hasil dari 20 responden menderita penyakit hipertensi (20%) dan mengeluhkan pernah mengalami diare (20%) dengan menggunakan pengobatan berbasis tanaman (75%). Pada penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu (quasi experiment). Desain yang digunakan pada penelitian ini yaitu One Grups Pretest-Posttes Design dimana kelompok eksperimen diberikan intervensi termasuk didalamnya pemberian pretes sebelum perlakuan dan posttes setelah perlakuan dengan harapan hasil intervensi yang diperoleh lebih akurat. Perlakuan pada penelitian ini adalah pemberian penyuluhan “Edukasi Penyakit Hipertensi dan Diare Serta Praktik Pembuatan Obat Herbal Berbasis Tanaman” kepada Masyarakat di RT 11 Manarap Lama. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta, dengan rata-rata nilai meningkat dari 63,57 menjadi 76,42. Dari kegiatan edukasi pemanfaatan tanaman obat untuk hipertensi dan diare di Kelurahan Manarap Lama RT. 11 menunjukkan bahwa program ini berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan tanaman herbal sebagai pengobatan alami. Abstract. Indonesia possesses a rich biodiversity, including plants that can be used for herbal medicine. Based on data collection, it was found that 20 respondents suffered from hypertension (20%) and reported having experienced diarrhea (20%), with 75% utilizing plant-based treatments. This study employed a quasi-experimental method. The design used was a One Group Pretest-Posttest Design, where the experimental group received interventions, including pretests before treatment and posttests after treatment, with the expectation that the intervention results would be more accurate. The intervention in this study involved providing education on "Hypertension and Diarrhea Awareness and Practical Herbal Medicine Preparation" to the community in RT 11 Manarap Lama. The pre-test and post-test results indicated a significant increase in participants' understanding, with the average score rising from 63.57 to 76.42. The educational activities on the utilization of medicinal plants for hypertension and diarrhea in Manarap Lama Subdistrict RT. 11 demonstrated that this program successfully enhanced community knowledge regarding the use of herbal plants as natural remedies.
Literatur Review: Efektifitas Daun Jambu Biji (Psidium Guajava L.) Sebagai Obat Tradisional Jannah, Miftahul; Rahmah, Mulia; Naufal, Muhammad; Winda, Nadia Oktavia; Hakim, Ali Rakhman
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.13083

Abstract

Daun jambu biji (Psidium guajava L.) telah digunakan dalam pengobatan tradisional di berbagai negara selama berabad-abad. Tanaman ini terkenal karena khasiatnya dalam mengatasi berbagai masalah kesehatan. Di beberapa budaya, daun jambu biji digunakan sebagai obat alami untuk mengobati diare, infeksi bakteri, diabetes, dan kondisi peradangan. Popularitas daun jambu biji dalam pengobatan tradisional didukung oleh kandungan senyawa bioaktif yang berlimpah, seperti flavonoid, tanin, saponin, dan triterpenoid, yang diketahui memiliki berbagai aktivitas farmakologis. Tujuan dari review artikel ini untuk mengetahui potensi efektivitas daun jambu biji sebagai obat tradisional. Metode yang digunakan dalam pembuatan review artikel ini adalah studi pustaka dengan mengakses jurnal nasional maupun internasional. Kesimpulan yang didapat berdasarkan hasil analisis beberapa artikel yaitu daun jambu biji efektif dalam mengatasi diare dan memeiliki aktivitas menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes penyebab jerawat.
Formulasi dan Evaluasi Permen Gummy Ekstra Daun Kelor (Moringa Oleifera) Sebagai Pencegahan Stunting: Formulasi and Evaluation of Moringa Leaf Extrack Gummy Candy (Moringa Oleifera) as Stunting Prevention Winda, Nadia Oktavia; Noval, Noval; Hakim, Ali Rakhman; Budi, Seria
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.11937

Abstract

Indonesia menghadapi masalah gizi serius, ditandai dengan kasus stunting. Stunting mengakibatkan dampak buruk seperti penurunan kekebalan tubuh, rendahnya produktivitas serta kualitas Pendidikan. Salah satu upaya pencegahan stunting adalah perbaikan gizi melalui konsumsi daun kelor (Moringa oleifera) yang kaya nutrisi. Namun, konsumsi daun kelor kurang disukai anak-anak karena rasa dan tampilannya. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan sediaan yang menarik, seperti perman gummy. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuai formulasi sediaan permen gummy ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) yang optimal dan mengetahui pengaruh kombinasi variasi konsetrasi gelatin dan karagenan sediaan permen gummy ekstrak daun kelor (Moringa oleifera). Penelitian ini dilakukan menggunakan desain eksperimental dengan rancangan penelitian quasi eksperimental dengan one-group posttest-only. Hasil Formulasi permen gummy dengan variasi gelatin dan karagenan menghasilkan formulasi optimal pada F3 dengan gelatin 467 mg dan karagenan 67 mg, yang disukai berdasarkan uji hedonik dan memenuhi kriterian keseragaman bobot, pH, serta kekenyalan. Analisis menggunakan Simplex Lattice Design (SLD) menunjukkan bahwa karagenan lebih berpengaruh pada peningkatan pH, sedangkan gelatin meningkatkan kekenyalan permen gummy. Hasil formulasi yang paling baik berdasarkan evaluasi organoleptik, keseragaman bobot dan evaluasi hedonik dengan menggunakan metode Simplex Lattice Design (SLD) adalah formulasi 3. Kombinasi gelatin dan karagenan memiliki pengaruh terhadap evaluasi pH dan kekenyalan. Dan tidak memiliki pengaruh pada evaluasi organoleptik, keseragaman bobot, dan hedonik