Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

widayati Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil tentang Anemia Terhadap Kepatuhan Dalam Mengkonsumsi Tablet Fe di Puskesmas Leyangan Emiliana; widayati
Midwifery Science Care Journal Vol. 2 No. 1 (2023): Midwifery Science Care Journal
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63520/mscj.v2i1.349

Abstract

Abstract : Anemia in pregnant women is a global health problem associated with an increased risk of morbidity and mortality. The success of the government program, namely the provision of ferrous sulfate tablets during pregnancy to prevent and treat anemia is strongly influenced by the compliance of pregnant women in consuming these tablets. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge of pregnant women about anemia and adherence in consuming Fe tablets in the working area of the Leyangan Health Center. Methods This type of research uses analytic observational with a cross sectional approach. The population in this study were all TM II and TM III pregnant from October 2022 who were recorded in the register of pregnant women, totaling 53 respondents and the sample used was 53 respondents. The research method uses total sampling and data collection uses a questionnaire. Data analysis using analysis. Results: The results showed that theknowlage of pregnant women was in the highcompliance category (34%) and the compliance of pregnant women was in the high compliance category (39,6%), while the knowledge of pregnant women about anemiaa was in the adherence category (32,1%), and knowlage of pregnant women abot anemia with less category (30,2%) and adherence in consuming Fe tablets with mild adherence category (28,3%).Conclusion The results of the study can be concluded that there is a relationship between pregnant women’s knowledge about anemia and compliance in consuming Fe tablets in the work area of the Leyangan Health Center. Abstrak : Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan secara global yang terkait dengan peningkatan risiko morbiditas dan mortalitas. Keberhasilan program pemerintah yaitu pemberian tablet fero sulfat selama kehamilan untuk mencegah dan menanggulangi anemia sangat dipengaruhi oleh kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu hamil tentang anemia dengan kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet Fe di Puskesmas Leyangan. Jenis penelitian ini menggunakan analitik correlation dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh ibu hamil TM II dan TM III dari 3 Oktober – 31 Oktober 2022 yang tercatat di register ibu hamil yang berjumlah 53 responden dan pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling, sampel yang digunakan sejumlah 53 responden. Pengumpulan data menggunakan data primer dengan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan chi-squere. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan ibu hamil tentang anemia dengan kategori cukup (35,8%) dan kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe dengan kategori kepatuhan rendah (39,6%). Hasil uji chi-squere didapatkan hasil nilai 0,014 < p 0,05 yang berarti terdapat hubungan pengetahuan ibu hamil tentang anemia terhadap kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet Fe. Kesimpulan penelitian ini adalah pengetahuan ibu hamil yang baik tentang anemia kepatuhannya akan semakin tinggi dalam mengkonsumsi tablet Fe di Puskesmas Leyangan.
Analysis of Leadership Style and Working Hours in Improving Employee Performance at PT. Citra Kendedes Cake and Bakery Malang City Emiliana; Cakti Indra Gunawan; Imam Hidayat
International Journal of Management and Business Vol. 2 No. 3 (2025): July
Publisher : International Research & Development for Human Beings (IRDH)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64515/ijmb.v2i3.138

Abstract

Human Resources management is the key to organizational success, where leadership style and working hour arrangements significantly affect employee performance. PT Citra Kendedes Cake and Bakery in Malang face challenges related to employee performance due to suboptimal leadership and unintegrated working hour management. This study aims to analyze the role of leadership style, the contribution of working hours, and the interaction between the two in improving employee performance. A descriptive qualitative method was used with data collection techniques through in-depth interviews and participatory observation of HRD and supervisors. The results show that a situational and adaptive leadership style that combines a democratic approach, flexibility, and SOP support successfully creates a collaborative work environment. A standardized working hours policy (8 hours/day) with flexibility for supervisors and transparent overtime compensation improved employee productivity and welfare. However, challenges such as policy communication inconsistencies and procedural ambiguities need to be addressed through strengthening documentation systems and leadership training. The synergy between adaptive leadership and humane working hour arrangements proved effective in improving performance, although it requires refinement of the operational structure to minimize the risk of employee fatigue. 
Sosialisasi Sex education Melalui Video Animasi Berbasis LVEP di SD Sonosewu An-Nisa Apriani; Muchammad Ilham Rahmad Ramadan; Emiliana; Serli Nur Cahyati; Laila Rahmawati; Siti Nur Hidayah
Jurnal Indonesia Mengabdi Vol. 7 No. 1 (2025): June Edition
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STKIP Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/njmjfr44

Abstract

Sex education pada anak usia sekolah dasar merupakan aspek krusial dalam membangun pemahaman yang benar tentang tubuh, batasan diri, serta norma sosial yang sesuai. Namun, topik ini masih sering dianggap tabu dan kurang mendapatkan perhatian dalam lingkungan pendidikan formal. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mensosialisasikan sex education melalui media video animasi berbasis Living Values Education Program (LVEP) guna memberikan pemahaman yang komprehensif kepada siswa. Tahap sosialisasi ini meliputi tahap persiapan, pengenalan, partisipan, diskusi, penutup, dan evaluasi. Setelah dilakukan pre-test dan post-test ditemukan bahwa pemahaman siswa mengenai sex education mengalami peningkatan. Hal ini dibuktikan dengan rata – rata skor post-test sebesar 85.30 yang masuk dalam kriteria “ sangat baik ” selain itu hasil ini menunjukan bahwa 100% siswa telah memahami konsep sex education dengan baik. Analisis ini mengindikasikan bahwa metode pembelajaran yang digunakan efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang sex education.
Pendidikan Karakter Bagi Anggota Organisasi Tuggal Hati Seminari Dan Tunggal Hati Maria Stasi Santo Agustinus Bello Emiliana; Bernadus Duka, Gerardus; Masan, Valentinus Kopong
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Edisi April - Juni
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i2.5686

Abstract

Tujuan Pengabdian kepada Mayrakat ini adalah untuk meningkatkan pengembangan karakter anggota organisasi Tuggal Hati Seminari dan Tunggal Hati Maria di Stasi Santo Agustinus Bello dan Di samping ini, tujuan lainnya adalah memberikan edukasi akan dampak negatif perkembangan IPTEK bagi pengembangan karakter setiap anggota organisasi. Kegiatan ini dilakukan agar karakter setiap anggota komunitas dapat diperbaiki. Metode yang dilakukan oleh tim PkM adalah sosialisasi dan metode sharing. Melalui metode ini juga, dihasilkan sebuah evaluasi yang menandakan indikator pencapaian berupa kesepakatan masing-masing individu dalam menyadari kesalahan-kesalahan yang tidak mencerminkan karakter yang baik dengan menulis komitmen-komitmen pribadi dan dijadikan sebagai bekal pribadi dalam kehidupan. Hasil yang dicapai adalah kesadaran secara penuh oleh para anggota akan hal-hal negatif yang dilakukan sebelumnya dan juga menyadari pentingnya membangun karakter yang baik dalam menjalankan kehidupan. Kesimpulan dari PkM ini berupa generalisasi umu dari seluruh rangkaian kegiatan.
Islamic Economic Literacy, Digital Access, and ZIS Awareness: The Mediating Role of Religiosity Emiliana; Reni Helvira; Bahrul Ulum
Jurnal Ekonomi Syariah Teori dan Terapan Vol. 11 No. 4 (2024): November-2024
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/vol11iss20244pp382-393

Abstract

The purpose of this study was to determine: the significant influence of understanding Sharia economics on the level of religiosity and awareness of paying ZIS. The significant effect of ease of digital access on the level of religiosity and awareness of paying ZIS. The significant effect of religiosity on awareness of paying ZIS. Religiosity significantly mediates the effect of understanding the Sharia economy on awareness of paying ZIS. Significant religiosity mediates the effect of ease of digital access on awareness of paying ZIS. This research is an expansion research with a quantitative approach. The research sample of 83 was taken from the population of FEBI IAIN Pontianak students in 2020, totalling 485 students. The analysis used is SEM-PLS using the Warp-PLS 8.0 programme. There is a significant effect of understanding Islamic economics on awareness of paying ZIS mediated by religiosity with a P-value of 0.005. There is no significant effect of ease of digital access on awareness of paying ZIS mediated by religiosity with a P-value of 0.117.
Pemberdayaan Kader Posyandu Dalam Peningkatan Kompetensi Penanganan Stunting Dengan Perilaku CaringKADER POSYANDU DALAM PENINGKATAN KOMPETENSI PENANGANAN STUNTING DENGAN PERILAKU CARING: Pengabdian Tri Widiyaningsih; Agus Hariono; Emiliana
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.449

Abstract

Peran preceptor sangat diperlukan dalam meningkatkan kualitas mahasiswa keperawatan ketika praktik di wahana praktik serta berperan dalam membantu menyesuaikan diri saat menjalankan tugas dalam memenuhi asuhan keperawatan klien dengan perilaku caring. Penyamaan persepsi dalam bimbingan praktik dapat dilakukan dengan metode pelatihan oleh pembimbing klinik. Pencapaian pembimbing klinik yang berkualitas tidak cukup hanya dengan bekal teori yang diperoleh dalam kelas saja, tetapi memerlukan bimbingan praktik nyata yang terkelola dengan baik. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah ibu Kader kesehatan berjumlah 15 orang yang berada di Desa Kedabang Sintang. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini penting dengan tujuan menambah pengetahuan pembimbing klinik dalam membimbing mahasiswa keperawatan agar tercapai kompetensi yang diharapkan. Dengan meningkatnya pengetahuan preceptor diharapkan akan terpenuhinya asuhan keperawatan yang berkualitas yang diberikan kepada klien dan mutu pelayanan kesehatan juga akan mengalami peningkatan. Pengabdian masyarakat akan dilaksanakan selama 12 bulan dari mulai kontrak, perizinan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi, penyusunan laporan, pengumpulan dan publikasi. Hasil yang diharapkan dari pengabdian masyarakat ini sebagai rujukan program peningkatan pengetahuan preceptor terhadap kualitas sumber daya manusia khususnya mahasiswa keperawatan sehingga pada saat melakukan asuhan keperawatan kepada klien akan dilakukan sepenuhnya dengan perilaku caring.
Strategi Guru PAI dalam Memanajemen Sarana dan Prasarana Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN Bingin Teluk Kabupaten Musi Rawas Utara Provinsi Sumatera Selatan. Emiliana; Suradi, Ahmad; Nasution, Adam
JPT : Jurnal Pendidikan Tematik Vol 3 No 2 (2022): Agustus
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/jpt.v3i2.538

Abstract

This research is motivated by Islamic education learning needs to be supported by good facilities and infrastructure. On this basis, the formulation of the problem in this study is how the strategy of PAI teachers in Facilities and Infrastructure Management in Islamic Religious Education Learning at SMPN Bingin Teluk and what obstacles are faced by PAI teachers in Management of Facilities and Infrastructure in Islamic Religious Education Learning at SMPN Bingin Teluk . The purpose of this study is to describe how the PAI teacher strategy in Facilities and Infrastructure Management in Islamic Religious Education Learning at SMPN Bingin Teluk and to describe what obstacles are faced by PAI teachers in PAI teacher strategy in Facilities and Infrastructure Management in Islamic Religious Education Learning at SMPN Bingin Bay. This type of research is field research with a qualitative descriptive approach. The results of the study concluded that the PAI teacher's strategy in managing facilities and infrastructure in Islamic Religious Education learning at SMP Negeri Bingin Teluk includes planning, namely preparing facilities and infrastructure used in the learning process, assessing the feasibility of facilities and infrastructure, mapping facilities and infrastructure by taking into account conditions. school funding, making preparations so that there are no obstacles when learning. Furthermore, in the implementation of learning the teacher shows a warm and enthusiastic attitude by showing concern and familiarity to students and giving rewards to students, using media that are in accordance with the material presented, varying teaching methods and carrying out assessments at the end of learning. Obstacles faced by PAI teachers in the management of facilities and infrastructure in Islamic Religious Education learning at SMPN Bingin Teluk such as old facilities and infrastructure, some have been damaged so that when they want to practice they experience obstacles. funding problems, limited location and space, and the lack of experts who handle the administration of educational facilities and infrastructure.