Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PEMBERDAYAAN GURU SEKOLAH LUAR BIASA (SLB) DALAM DETEKSI DINI DAN INTERVENSI GANGGUAN FONOLOGI DAN ARTIKULASI PADA ANAK DISABILITAS Sudarman; Roy Romey Daulas Mangunsong
Jurnal Medika Mengabdi Vol. 1 No. 2 (2025): Jurnal Medika Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/74yagw97

Abstract

Anak dengan masalah keterlambatan bicara tentu akan sulit menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Meskipun sulit, anak dengan keterlambatan bicara pasti akan menemukan cara agar dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Berbicara menjadi salah hal penting dalam kehidupan manusia, karena dengan berbicara manusia dapat berkomunikasi dengan orang lain. Sasaran dalam pelaksanaan kegiatan Pemberdayaan ini adalah Sasaran kegiatan pengabmas ini adalah Guru dan Orang tua di SLB C Setya Dharma Surakarta dan masyarakat. Metode yang digunakanan adalah dengan penyuluhan dan pelatihan pada guru dan masyarakat. Hasil analisis perbandaingan sebelum dan sesudah penyuluhan diketahui dengan nilai negetif ranks pada N=0, mean renks=0.00 dan sum of ranks=0.00. Sedangkan hasil analisis diketahui nilai Asymp.Sig. Sig (2 tailed) = 0.00, yang artinya da peningkatan penyululuhan perbadingan sebelum dan sesudah penyuluhan. Pemberdayaan guru dan orang tua siswa dalam Deteksi dan Intervensi Gangguan Artikulasi Fonologi pada Anak, telah dilaksanakan di SLB C, Setya Dharma Surakarta, di ikuti oleh 50 orang peserta yang terdiri dari guru dan orang tua siswa SLB C Setya Dharma Surakarta yang dilaksanakan 4 tahap yaitu penjajagan lahan, pengurusan ijin, penyuluhan pelatihan dan evluasi.
PENINGKATAN KUALITAS PENGETAHUAN IBU DAN DAMPAKNYA PADA BAHASA DAN BICARA ANAK MELALUI STIMULASI BERMAIN Anggi Resina Putri; Roy Romey Daulas Mangunsong; Nadya Susanti
Jurnal Medika Mengabdi Vol. 1 No. 2 (2025): Jurnal Medika Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/ncsb0m98

Abstract

Orangtua merupakan pemberi edukasi pertama dan utama bagi anak. Orangtua memiliki pengaruh terbesar dalam perkembangan anak, yaitu sekitar 92%, sedangkan terapis dan guru hanya berpengaruh sebesar 3 sampai 4%. Peran orang tua menyediakan materi dan membantu anaknya saat mengalami kesulitan dalam proses belajar. Melalui kegiatan bermain yang menyenangkan, seorang anak berusaha untuk menyelidiki dan mendapatkan pengalaman dengan dirinya sendiri, orang lain maupun lingkungan disekitarnya. Kurangnya stimulasi dapat menyebabkan penyimpangan tumbuh kembang anak bahkan gangguan yang menetap Stimulasi dari orang terdekat seperti orang tua sangatlah dibutuhkan anak untuk mancapai perkembangan yang optimal di usianya. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah agar orangtua memiliki pengetahuan dan ketrampilan dalam memberikan stimulasi bermain terhadap kemampuan bahasa dan bicara. Metode: pemberian kuesioner stimulasi bermain untuk meningkatkan bahasa dan bicara kepada orangtua dan kaderĀ  sebelum dan setelah penyuluhan dan pelatihan dengan peserta 50, monitoring dan evaluasi dengan menggunakan teknik analisis data Paired t-test . Hasil: Rata-rata pengetahuan peserta meningkat dari 48.2 sebelum penyuluhan menjadi 79.6 setelah penyuluhan, dengan peningkatan rata-rata sebesar 31.4 poin (65.3%) mengalami peningkatan pengetahuan peningkatan kualitas pengetahuan ibu tentang manfaat bermain terhadap kemampuan bahasa dan bicara. Kesimpulan: terdapat peningkatan pengetahuan ibu tentang pentingnya stimulasi bahasa dan bicara serta dampaknya pada kemampuan bahasa dan bicara.
Feeding Issues and Interventions in Infants and Children with Clefts Lip and Palate: A Meta-Analysis Resina Putri, Anggi; Roy Romey Daulas Mangunsong
International Journal of Public Health Excellence (IJPHE) Vol. 4 No. 2 (2025): January-May
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijphe.v4i2.1374

Abstract

The feeding process in infants with cleft lip and palate is greatly influenced by the ability to suck and swallow. Infants with this condition often have difficulty in sucking and swallowing effectively, which can lead to longer feeding duration, fatigue in the infant, risk of aspiration, and decreased nutritional intake. Inefficient oral feeding can inhibit the growth and development of the infant. Therefore, feeding infants with cleft lip and/or palate requires great care and knowledge from the mother. If not treated quickly and appropriately, this condition can cause malnutrition, growth retardation, and other health complications. This study aims to determine the description of feeding and intervention in infants with cleft lip and palate. The method used is meta-analysis, with a range of articles selected from 2015 to 2025. Article searches were carried out systematically and comprehensively through the PubMed, Science Direct, Elsevier, and Google Scholar databases, using the PICO (Population, Intervention, Comparison, Outcome) model to determine the eligibility of the article. Articles that met the qualitative criteria were reviewed again, and from this process six articles were obtained that were eligible for quantitative analysis. This meta-analysis showed that infants and children with cleft lip and palate had lower developmental outcomes than those without the condition (effect value -0.41; 95% CI = -0.29 to 0.01). The six primary studies were from countries such as South Africa, the United States, Brazil, and Italy, and were cross-sectional in design.
Pengaruh Piomi terhadap Feeding Skills pada Bayi Prematur di Rsud Koja Jakarta Wasiah Kursius Samawati; Roy Romey Daulas Mangunsong; Alfiani Vivi Sutanto
INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 4 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/insologi.v4i5.6554

Abstract

This study aimed to examine the effect of the Premature Infant Oral Motor Intervention (PIOMI) on feeding skills in premature infants at RSUD Koja Jakarta, given that feeding skill dysfunction (mean gestational age 34.03 weeks) often leads to delayed oral feeding and prolonged hospitalization. Utilizing a one-group pretest-posttest quasi-experimental design, 30 premature infants were recruited via purposive sampling. The PIOMI intervention was administered intensively for 6 consecutive days, twice daily, starting at a mean chronological age of 6.8 days. Feeding skills were measured using the Early Feeding Skills Assessment Tool (EFSAT) before and after the intervention, and data were analyzed using the Paired Sample t-Test. Results showed that the mean EFS score significantly increased from 31.37 (pretest) to 47.17 (posttest), yielding a mean improvement of 15.8 points. The hypothesis test produced p < 0.001, indicating a highly significant effect of PIOMI. Furthermore, Cohen's d = 8.560 indicated a very strong, clinically relevant effect size (Very Large Effect). Functionally, 20% of subjects transitioned fully from OGT to oral feeding, and 43.3% increased their oral volume, accompanied by a mean weight gain from 1974.83 gr to 2049.23 gr. It is concluded that PIOMI is highly effective and has a strong clinical impact on improving feeding skills in premature infants, and its implementation as a standard protocol in the NICU is recommended to accelerate feeding independence.