Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Meningkatkan Potensi, Minat, dan Self-Awareness Siswa SMA Memasuki Perguruan Tinggi Melalui Program Faculty Fair KKN-PPM UGM Cahyo Wulandari; Heni Prasetyaningrum; Salma Salsabila Firdausa
Jurnal Pengabdian, Riset, Kreativitas, Inovasi, dan Teknologi Tepat Guna Vol 2 No 2 (2024): November
Publisher : Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/parikesit.v2i2.17403

Abstract

Mengenali minat dan potensi diri terkadang masih menjadi hal yang sulit bagi sebagian remaja. Mereka akan banyak melakukan eksplorasi untuk mengetahui minat dan potensi mereka. Akan tetapi, masih banyak dari mereka yang kesulitan dalam menjalani prosesnya, termasuk pada remaja yang ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi. Kebingungan dalam memilih program studi, kurangnya informasi terkait kehidupan perkuliahan serta macam-macam beasiswa yang ditawarkan merupakan masalah yang seringkali mereka alami. Untuk memfasilitasi kebutuhan tersebut, maka dilaksanakan serangkaian kegiatan pengenalan berbagai program studi yang ada di Universitas Gadjah Mada melalui program faculty fair KKN-PPM UGM. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu siswa dalam meningkatkan minat dan self-awareness untuk mempersiapkan diri memasuki jenjang pendidikan tinggi. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah wawancara, sosialisasi menggunakan Johari Window dan SWOT serta sosialisasi melalui faculty fair yang dilaksanakan di SMAN 1 Wedung, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Selain sosialisasi, para siswa juga diberikan kuesioner pre-test dan post-test untuk mengetahui kondisi sebelum dan setelah diadakan kegiatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan membandingkan jawaban kuesioner tersebut untuk mengetahui dampak kegiatan yang telah dilakukan. Hasil kegiatan ini menunjukkan peningkatan persentase jawaban ‘setuju’ dan ‘sangat setuju’ pada pertanyaan pre-test dan post-test sebesar 14% pada aspek pemahaman terkait program studi dan 23% terkait jalur masuk perguruan tinggi, peningkatan 36% terkait kehidupan perkuliahan, 24% terkait beasiswa yang tersedia di perguruan tinggi, peningkatan 7% pada rencana setelah lulus sekolah dan 30% pada gambaran terkait masa depan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa program ini mampu meningkatkan pemahaman siswa terkait rencana masa depan, pengetahuan dan minat mereka untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Mangrove untuk Ekosistem Sehat dan Ekonomi Tangguh: Solusi Berkelanjutan di Tengah Perubahan Iklim (KKN-PPM UGM 2024 JT-013 Wedung, Demak) Cahyo Wulandari; Laila Mei Marwadani; Gesti Nola Salsabila; Azzam Rafif Santoso; Nur Azis
Jurnal Pengabdian, Riset, Kreativitas, Inovasi, dan Teknologi Tepat Guna Vol 2 No 2 (2024): November
Publisher : Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/parikesit.v2i2.17427

Abstract

Kerusakan ekosistem mangrove di wilayah pesisir Demak, Jawa Tengah, semakin mengkhawatirkan. Ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, mencegah abrasi, menyediakan habitat bagi berbagai fauna, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Melihat urgensi tersebut dilakukan serangkaian program pengabdian oleh mahasiswa KKN-PPM UGM Unit JT-013 untuk melestarikan mangrove, tepatnya di Dukuh Tambak Seklenting, Wedung, Demak. Tujuan dari program ini adalah untuk menginventarisasi jenis mangrove, mengukur kondisi ekologis ekosistem mangrove, membuat peta distribusi mangrove, melakukan rehabilitasi mangrove melalui penanaman, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemanfaatan mangrove yang berkelanjutan. Metode yang digunakan meliputi studi literatur, survei lokasi, wawancara, observasi, pengambilan data real-time, penanaman, sosialisasi, dan pemanfaatan. Berdasarkan data hasil inventarisasi ditemukan lima jenis mangrove sejati dan lima jenis mangrove asosiasi. Mangrove didominasi oleh api-api (Avicennia sp.) dan bakau (Rhizophora sp.). Hasil pengamatan ekologis menunjukkan bahwa kondisi lokasi sesuai untuk pertumbuhan mangrove dengan distribusinya mayoritas di tepian sungai. Seribu propagul mangrove berhasil ditanam dengan kolaborasi komunitas dan perwakilan elemen masyarakat. Pengabdian ini juga mencakup pemanfaatan berkelanjutan dari mangrove dengan pembuatan sabun mangrove. Program-program ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya konservasi mangrove. Pendekatan berbasis partisipasi komunitas terbukti efektif dalam mendukung pelestarian ekosistem mangrove dan keberlanjutan ekonomi lokal melalui pemanfaatan mangrove secara bijak.
Evaluasi Kualitas Air dan Tantangan Ekologi dalam Budidaya Ikan Lele di Pokdakan Margo Mulyo Abadi, Desa Berahan Kulon, Wedung, Demak Cahyo Wulandari; Arum Nur Widya; Gesti Nola Salsabila
Jurnal Pengabdian, Riset, Kreativitas, Inovasi, dan Teknologi Tepat Guna Vol 4 No 1 (2026): Mei
Publisher : Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/parikesit.v4i1.26168

Abstract

TheKKN-PPM UGM team of Wedung plays a role in supporting development in the aquaculture sector, particularly in catfish cultivation. Catfish, with their fast growth, relatively easy aquaculture techniques, and high market demand, havebecome an important fishery commodity. Pond systems are a method of catfish farming that is still widely used by the public because it is considered efficient in terms of land and water use. However, this system also faces ecological challenges, especially related to water quality, which is crucial for fish growth, health, and survival. Through this community service activity, the team conducted a study of aquatic ecology and monitored water quality in catfish cultivation pond managed by the Margo Mulyo Abadi Fish Farming Group (Pokdakan) in Berahan Kulon, Wedung, Demak. This activity was carried out to determine the current conditions and problems that occur as a reference for the implementation of further community service programs in the development of catfish aquaculture in this village. The implementation of the activity included regular weekly water quality monitoring in four selected ponds for a month, in July 2025. The data obtained were analyzed using the Indonesian National Standard (SNI) reference and related literature to assess the suitability of the parameters with the needs of catfish cultivation. The measurement results showed that the pond depth was 100 cm with salinity is 0 ppt, pH 7, and alkalinity of 180 mg/L. These results are still within the optimal range for catfish cultivation. However, there were several parameters that were less suitable, such as water temperature reaching 28–33°C, low clarity (12–16 cm), 0 m/s current speed and quite high nitrite levels reaching 1 mg/L. These conditions can impact stress, growth disorders, and fish mortality. Through these results, the team conveyed to farmers and provided recommendations regarding the importance of sustainable water quality management. Regular monitoring and good water quality management can increase sustainable productivity and maintain the sustainability of the aquatic environment.