Sri Yuliyanti
Universitas Pendidikan Mandalika

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pendampingan Lokakarya Ke-1 Program Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 8 Kota Mataram Eliska Juliangkary; Ade Kurniawan; Sanapiah Sanapiah; Pujilestari Pujilestari; Sri Yuliyanti
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 4 (2024): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i4.2193

Abstract

Program Pendidikan Guru Penggerak (PGP) berperan krusial dalam meningkatkan efektivitas pengajaran dan hasil belajar siswa. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mendukung 19 Calon Guru Penggerak (CGP) dalam memahami, mengidentifikasi posisi, serta merencanakan pengembangan kompetensi mereka. Tujuan utama pengabdian ini adalah memastikan CGP memiliki pemahaman komprehensif tentang alur PGP, peran tim pendukung, serta kompetensi yang diharapkan dari lulusan. Pelaksanaan dilakukan melalui lokakarya dengan metode presentasi, diskusi interaktif, evaluasi formatif, dan refleksi bersama. Hasil menunjukkan bahwa 89% CGP berhasil meningkatkan pemahaman, sementara 85% peserta merancang rencana pengembangan diri sebagai Guru Penggerak. Meskipun tantangan seperti keterbatasan waktu dan akses internet dihadapi, program ini tetap berhasil mendukung pertumbuhan profesional CGP. Kesimpulannya, pengabdian ini menekankan pentingnya investasi dalam pelatihan guru untuk meningkatkan pendidikan berkualitas dan hasil belajar siswa.   Workshop Mentoring to Enhance Teacher Competence in the 8th Cohort of the Teacher Leadership Program in Mataram City.  The Teacher Leadership Program (PGP) plays a crucial role in improving teaching effectiveness and student learning outcomes. This community service activity aimed to support 19 prospective Teacher Leaders (CGP) in understanding, identifying their position, and planning their competence development. The main objective was to ensure that CGP have a comprehensive understanding of the PGP structure, the roles of the support team, and the expected competencies of graduates. The program was delivered through workshops involving presentations, interactive discussions, formative evaluations, and joint reflections. Results showed that 89% of CGP improved their understanding, while 85% successfully developed their personal growth plans as Teacher Leaders. Despite challenges such as limited time and internet access, the program effectively supported CGP’s professional development. In conclusion, this activity highlights the importance of investing in teacher training to enhance education quality and student learning outcomes.
Pengembangan Modul Ajar Berbasisi Project Based Learning Berorientasi Teaching at the Right Level dalam Meningkatkan Motivasi Belajar dan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Kelas X SMK Negeri 1 Gunungsari Sri Rahma; Ahmad Muzaki; Sri Yuliyanti
Jurnal Kependidikan Ki Hajar Dewantara Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Kependidikan Ki Hajar Dewantara (Jurnal KHD)
Publisher : Lembaga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Tunas Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jurnalkhd.v2i1.136

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kevalidan dan keefektifan modul ajar berbasis project based leaning (PjBL) berorientasi Teaching At The Right Level (TaRL) dalam meningkatkan motivasi dan kemampuan berpikir kreatif siswa yang dikembangkan. Metode penelitian ini menggunakan 4-D (Define, Design, Develop, Desiminate), yang dilakukan pada 30 siswa kelas X jurusan DKV SMKN 1 Ginungsari. Objek penelitian ini adalah modul ajar berbasis project based learning (PjBL) berorientasi teaching at the right level (TARL). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dokumentasi, angket dan tes. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu angket validasi ahli media, validasi ahli materi, angket respon guru dan siswa, angket motivasi belajar, dan tes. Dari hasil validasi ahli media dan hasil validasi ahli materi dengan kriteria sangat layak. Hasil angket menunjukkan respon guru dan siswa kriteria sangat Layak. Berdasarkan penyebaran angket motivasi belajar kepada siswa dengan kriteria tinggi dan hasil tes kemampuan berpikir kreatif siswa yang diperoleh skor dengan rata-rata 86.27 dengan nilai besar gain yaitu 0,751152 yang menunjukkan kemampuan berpikir kreatif matematis peserta didik meningkat. dengan demikian hasil rata rata siswa menunjukkan kemampuan berpikir kreatif siswa meningkat. Berdasarkan data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa modul ajar berbasis Project Based Learning (PjBL) berorientasi Teaching At The Rigt Level (TaRL) dalam nnmeningkatkan motivasi belajar dan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa pada materi permulaan dan deret aritmatika valid (sangat layak) digunakan.
Upaya Meningkatkan Pemahaman Konsep Matematika Siswa Melalui Penerapan CORE di SMKN 2 Mataram Nurlaelah; Sri Yuliyanti; Eliska Juliangkary
Jurnal Kependidikan Ki Hajar Dewantara Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Kependidikan Ki Hajar Dewantara (Jurnal KHD)
Publisher : Lembaga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Tunas Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jurnalkhd.v3i1.209

Abstract

Abstract: The aim of this research is to increase students' understanding of mathematical concepts through the application of CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending) at SMKN 2 Mataram. This research is classroom action research (PTK) which was carried out in two cycles and had four stages, namely action planning, action implementation, observation and reflection. The research subjects were students of class X RPL I SMKN 2 Mataram, totaling 32 students. The research instruments used were observation sheets and test sheets. The techniques for collecting data in this research are test techniques and observation techniques. There are two data analysis techniques used, namely quantitative and qualitative data analysis techniques. The result of this research is an increase in understanding of mathematical concepts for class X RPL I SMKN 2 Mataram students after implementing CORE learning capital. The test results increased students' understanding of mathematical concepts in cycle I by 50% (fair) while in cycle II it increased to 93.75% (very good). Observation results in cycle I were 65% (good) and observation results in cycle II were 100% (very good). Thus, it can be concluded that this study shows that the implementation of the CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, and Extending) model in mathematics learning at SMKN 2 Mataram can significantly improve students' understanding of mathematical concepts. It is hoped that this research can become a reference for developing better similar research.