Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Reduksi Kecemasan dan Penguatan Keterampilan Berbicara Bahasa Inggris Melalui RELAX (Reducing Anxiety, Enjoying Language Learning through AI Experience) Muzakki Bashori; Yan Amal Abdilah; Nina Witasari; Vina Nurul Husna; Naia Sophianti; Aji Samsudin; Rizki Aldi Cahyono; Ainun Jariyati
Publikasi Pendidikan Vol 16, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/publikan.v16i1.81160

Abstract

Program RELAX (Reducing Anxiety, Enjoying Language Learning through AI Experience) dirancang untuk mengatasi hambatan afektif dalam kemampuan berbicara bahasa Inggris melalui pemanfaatan teknologi Automatic Speech Recognition (ASR). Program ini diterapkan di SMA Islam Al Azhar 15 Semarang dengan melibatkan 18 siswa kelas XI. Tujuannya adalah menurunkan tingkat kecemasan berbicara (Foreign Language Speaking Anxiety/FLSA), meningkatkan kesenangan berbicara (Foreign Language Speaking Enjoyment/FLSE), serta mengembangkan keterampilan berbicara melalui aplikasi Speechace dan Sesame. Data diperoleh melalui kuesioner FLSA, FLSE, dan persepsi pengguna, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan campuran. Hasil menunjukkan bahwa kecemasan berbicara siswa berada pada kategori sedang (M=2.96), sedangkan kesenangan berbicara tergolong tinggi (M=3.67). Persepsi siswa terhadap penggunaan Speechace dan Sesame juga sangat positif (M=4.19). Latihan berbasis AI dinilai membantu mengurangi rasa gugup, memperbaiki pelafalan, dan meningkatkan kepercayaan diri. Integrasi ASR terbukti menciptakan lingkungan latihan yang aman, interaktif, dan bebas tekanan sosial, sehingga mendukung reduksi kecemasan serta menumbuhkan motivasi intrinsik untuk berkomunikasi. Program RELAX memiliki potensi sebagai model pembelajaran inovatif berbasis positive psychology dan teknologi AI. Selain selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas, program ini turut memperkuat keterampilan abad ke-21 dalam konteks pendidikan menengah.
PENANAMAN NILAI KEWARGANEGARAAN DALAM MEMBANGUN ETIKA DIGITAL GENERASI MUDA DI ERA TEKNOLOGI INFORMASI Naia Sophianti
Jurnal Moralita : Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 7 No. 1 (2026): April
Publisher : Program Studi Pendidikan dan Kewarganegaraan FKIP, Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/qe99nh49

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah mengubah pola komunikasi, partisipasi, dan interaksi sosial generasi muda di era digital. Namun, transformasi tersebut tidak selalu diiringi dengan meningkatnya kesadaran etis dalam penggunaan ruang digital yang ditandai oleh maraknya penyebaran hoaks, ujaran kebencian, perundungan daring, serta rendahnya tanggung jawab dalam bermedia sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis pentingnya penanaman nilai kewarganegaraan dalam membangun etika digital generasi muda di era teknologi informasi. Penelitian menggunakan metode studi literatur (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui penelaahan berbagai jurnal ilmiah, buku, dan dokumen kebijakan yang relevan dengan kewarganegaraan digital, etika digital, literasi digital, dan pendidikan karakter. Data dianalisis melalui proses identifikasi, klasifikasi, interpretasi, dan sintesis literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama etika digital generasi muda meliputi penyebaran informasi palsu, perundungan daring, ujaran kebencian, serta rendahnya kemampuan berpikir kritis dalam menyikapi informasi digital. Kajian ini menemukan bahwa nilai kewarganegaraan yang mencakup tanggung jawab, toleransi, kejujuran, kepedulian sosial, dan penghormatan terhadap hak orang lain berfungsi sebagai fondasi pembentukan etika digital. Selain itu, penelitian ini menawarkan kerangka konseptual penanaman nilai kewarganegaraan berbasis Pancasila yang dilakukan secara integratif melalui pendidikan formal, keluarga, dan lingkungan sosial untuk membentuk warga digital yang kritis, bertanggung jawab, toleran, dan beretika. Etika digital merupakan bentuk aktualisasi nilai-nilai Pancasila dalam ruang digital sekaligus fondasi penting bagi terciptanya kehidupan sosial yang harmonis di era teknologi informasi.
Lentog Tanjung: Antara Tradisi Kuliner dan Tantangan Modernisasi di Era Globalisasi di Abad 20 Naia Sophianti; Muzakki Bashori
Historia Pedagogia Vol. 13 No. 02 (2024): Kearifan Lokal dalam Pembelajaran Sejarah Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/hp.v13i02.14820

Abstract

Lentog Tanjung is a traditional culinary dish unique to Kudus, Indonesia, with deep historical and cultural roots. This article examines Lentog Tanjung from historical, preparation, and cultural value perspectives. The main focus is to assess how modernization and globalization affect the sustainability of this culinary tradition. By exploring traditional ingredients, cooking techniques, and the social and cultural roles of Lentog Tanjung, the article highlights the challenges faced in preserving the authenticity of this dish amid changing lifestyles. Efforts for preservation by local communities, government, and business actors, as well as the role of the younger generation in maintaining and developing Lentog Tanjung, are also discussed. The article evaluates the potential for developing Lentog Tanjung as a culinary product within the creative economy and tourism, alongside innovative strategies to expand market reach.
Analisis Nilai-Nilai Multikultural pada Tradisi Rewang Masyarakat Jawa dalam Perspektif Konstruksi Sosial Naia Sophianti
Multikultural: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 2 (2026): Multikutural: Jurnal Sosiologi
Publisher : Program Studi Sosiologi, FISIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/multikultural.v4i2.997

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki tingkat keberagaman budaya, suku, agama, dan latar sosial yang tinggi sehingga membutuhkan nilai-nilai multikultural untuk menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat. Salah satu budaya lokal yang masih mempertahankan nilai-nilai tersebut adalah tradisi rewang dalam masyarakat Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tradisi rewang, menganalisis nilai-nilai multikultural yang terkandung di dalamnya, serta mengkaji relevansinya dalam kehidupan modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur dan teori konstruksi sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckmann sebagai pisau analisis. Data diperoleh melalui jurnal ilmiah, buku, artikel penelitian, dan berbagai sumber tertulis yang relevan, kemudian dianalisis melalui tahap pengumpulan, seleksi, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi rewang mengandung nilai gotong royong, toleransi, solidaritas sosial, kesetaraan, kebersamaan, dan kepedulian sosial yang memperkuat hubungan antarwarga tanpa membedakan latar belakang sosial maupun ekonomi. Dalam perspektif konstruksi sosial, nilai-nilai tersebut terbentuk dan diwariskan melalui proses interaksi sosial yang berlangsung secara berkelanjutan dalam masyarakat. Tradisi rewang tetap relevan di tengah modernisasi karena berfungsi sebagai sarana menjaga solidaritas sosial serta media pendidikan sosial bagi generasi muda.